*DRAP DRAP DRAP*
Seorang gadis remaja berlari sangat kencang seperti seseorang yg tengah diburu.Nafasnya terengah-engah sampai rasanya akan kehabisan nafas.
Ia terus berlari dan berlari melewati hutan tanpa alas kaki.Dia melewati apapun di hadapannya walaupun itu terasa menyakitkan.
HINGGA...
"Kau sudah tak bisa kemana-mana lagi,Nona elf!"
Orang yg mengejar gadis remaja itu tersenyum menyeringai seperti singa yg sudah berhasil mendapatkan buruannya.
"Jika aku melompat ke laut,Apakah dewi lautan akan muncul?"
Gumam gadis itu sambil mengatur nafasnya.
"Tidak ada jalan lain.Hanya ini satu-satunya yg bisa kulakukan"
Ia tanpa ragu melompat dari tebing menuju lautan luas.Pemburu tersebut langsung kaget dan berusaha menembakkan senapannya ke gadis itu namun tak mengenainya sedikitpun.
DI SISI LAIN...
*SRASHH*
Suara ombak yg menerpa karang terdengar jelas di telinga gadis elf tersebut.Hal itu membuatnya kebingungan karena seharusnya dia sudah mati.
"Erudith Russell aku dewi lautan,Nomina Ellaine memanggilmu.."
"Dewi lautan..?"
Ucapnya dengan perasaan tak percaya bisa melihat secara langsung dewi lautan yg melegenda itu.
"Benar,Aku adalah dewi lautan.Dan aku tahu kau masuk ke dalam air karena terdesak.Jika ada yg ingin kau lakukan kepada mereka,Apakah kau mau meminta bantuanku?"
"Walaupun mereka telah membuatku terjun ke dalam air,Aku tak bisa membalas kejahatan mereka itu.Sekalipun mereka sudah bertindak kelewatan,Dewi"
Nomina terkesan akan jawaban Erudith yg tidak memikirkan soal balas dendam kepada pemburu yg mengerjarnya itu.Ia senang mendengar kejujuran Erudith itu.
"Karena kau tidak menginginkan balas dendam,Sebagai balasannya aku akan memberikanmu berkatku kepadamu,Erudith"
Belum sempat menolaknya,Erudith langsung diberikan berkat suci dari Sang Dewi Lautan.Sesaat setelah itu,Dia langsung terbangun di pesisir pantai dalam keadaan terbaring.
"Apakah kejadian tadi benar-benar nyata?"
Tanyanya sambil memperhatikan bunga teratai putih yg telah berada di genggaman tangannya.
Menurut legenda,Jika ada bunga teratai putih di genggaman tangan seseorang setelah jatuh ke air,Maka Dewi Lautan telah menemuinya dan memberikan berkat sucinya.
Erudith tidak ambil pusing akan kejadian barusan dan hanya berjalan kembali ke rumahnya yg letaknya berada di tengah hutan dan dekat dengan laut.Ia berhati-hati saat berjalan karena takut akan bertemu dengan pemburu yg mengejarnya tadi.
DI TENGAH JALAN..
"Jika dipikir-pikir lagi,Kenapa kakiku tak terasa sakit?"
Erudith mengangkat kakinya kemudian melihat ke telapak kakinya yg tak terluka sedikitpun.Padahal sebelumnya ia menginjak banyak batu dan juga kayu.Pada akhirnya,Dia percaya kalau dewi lautan telah memberkatinya dengan sihir airnya.
SESAMPAINYA DI RUMAH ERUDITH...
"Mama-!"
Panggilnya saat baru memasuki rumahnya.
Setelah masuk ke bagian dalam rumah,Tiba-tiba ia mencium bau anyir darah yg sangat pekat sampai menusuk hidungnya.Dia mencari keseluruh ruangan rumahnya untuk menemukan keberadaan ibunya.
SETELAH BEBERAPA SAAT MENCARI...
*TES TES TES*
Suara tetesan darah dari ibunya yg menetes sedikit demi sedikit.Ia sudah mati tergantung dengan banyak luka di sekujur tubuhnya.
"MAMA!!!"
Erudith langsung berlari ke arah ibunya dan langsung menurunkannya dari tali yg menggantungnya.
"Sudah kuduga kau akan kembali,Nona elf~"
Ucap sang pemburu yg tiba-tiba datang dari belakang Erudith.
"Nah,Karena kau sudah kembali.Bagaimana kalau aku langsung membunuhmu saja?"
"Kenapa kau melakukan ini?"
Tanyanya dengan suara kecil sambil menundukkan kepalanya.
"Apa?"
"KENAPA KAU MELAKUKAN INI?!"
Erudith dengan cepat langsung berlari ke arah pemburu itu dan mencekiknya sampai ia terjatuh ke lantai.Pemburu itu tak dapat melawan karena kekuatan Erudith yg besar.Ia langsung tak sadarkan diri tapi belum mati disana.
Erudith cepat-cepat mengambil tali tambang dari ruang bawah tanah kemudian mengikat erat tubuh pemburu tersebut.
1 JAM KEMUDIAN...
*KLEK*
Saat pemburu itu baru terbangun,Erudith sudah menodongkan senapan miliknya ke kepalanya dengan wajah yg sangat marah.
Tapi sebelum sempat menarik pelatuknya,Dewi lautan yg sebelumnya telah memberikan berkatnya kepada Erudith muncul sambil memegang pundak Erudith.
"Erudith..Apakah kau benar-benar akan memusnahkan pemburu itu sekarang juga?"
Pemburu yg melihat penampakan dewi lautan langsung merinding dan juga gemetaran tak karuan.
"Dia sudah membunuh mama,Dewi!-Apakah aku harus diam saja setelah mendapatkan perlakuan demikian?!"
Walaupun itu bukan jawaban yg sepenuhnya diinginkan olehnya,Nomina memaklumi perkataan Erudith karena dulunya dia juga pernah merasakan sakit melihat orangtuanya terbunuh.
"Kalau begitu..Lakukan sesukamu,Erudith.Aku akan terus berada di sisimu.Setiap saat~"
Nomina langsung menghilang di saat itu juga dari hadapan Erudith dan juga pemburu itu.
"Kau dengar?Dewi lautan sudah memberiku izin untuk melenyapkan nyawamu,Jadi aku takkan sungkan lagi"
Pelatuk senapan itu langsung ditarik olehnya dan membuat kepala pemburu di hadapannya pecah.
"Mama..Maafkan aku telah mengotori tanganku dengan darah.."
~THE END~