Baca aja dulu😌 kali aja tertarik😉
Happy Reading~
~~~
"Huaa.. Kak Ega mana sih?! katanya mau ngasih aku kado! Hiks.. " Tangisan itu begitu memekakkan telinga bagi orang yang mendengarnya.
" Kak Ega pembohong! Irene janji ga bakal ngomong lagi sama kak Ega! hump! Huaaa... "
Nyatanya tangisan itu berasal dari seorang gadis mungil yang sedang meringkuk di bangku taman.
Dia Irene, seorang gadis bertubuh mungil yang sangat cengeng. Irene duduk di bangku kuliah sudah dua tahun yang lalu, tetapi itu semua tak menutupi bahwa dia selalu membuat orang-orang keliru, hingga menganggap nya anak SMP.
Dan sekarang Irene sedang menunggu kakak sepupunya di taman kompleks rumahnya yang kemarin sudah menjanjikan Irene hadiah ulang tahunnya dan Irene sudah menunggu satu jam yang lalu.
Tak lama kemudian, seorang lelaki jangkung tiba-tiba datang dengan nafas tersendat-sendat seperti habis berlari.
" Ren! maafin kakak terlambat yak? kakak tadi diare di rumah, Maaf ya? Please" Lelaki itu sudah duduk di samping Irene yang sedang membuang mukanya kearah lain.
" Hump! " Irene tetap mengacuhkan lelaki di samping nya yang tak lain adalah Ega.
" Kamu gak mau maafin kakak? yakin? kakak bawa Novel baru yang lagi diincer lho" Irene langsung membulatkan matanya dan segera menoleh ke arah Ega yang sedang tersenyum manis.
" Kak Ega serius?! Mana coba liat? " Irene mengulurkan tangannya kepada Ega yang sedang tersenyum gemas pada adik kesayangannya ini.
"Salim dulu, baru kakak kasih, habis itu kamu bilang ' Kak Ega ganteng banyak yang suka' gimana? Novel baruuu.. "Ega memainkan paper bag yang ada di tangannya untuk merayu Irene.
Irene berfikir keras, dia itu paling malas kalau harus memuji kakaknya yang super eksis itu. Ega emang ganteng sih, tapi ya gitulah, Irene males kalau nanti di puji kepala Ega jadi besar lagi. Hii...
Well, setidak nya kalian tahu kan polosnya Irene si cengeng itu.
" Em.. tapi nanti kalo kak Ega kepalanya gede gimana? kata temen aku, kalo orang yang suka dipuji nanti kepalanya gede! kakak mau? tapi nanti kak Ega bakal serem hiii..! " Ega tiba-tiba memijat dahinya pening. Kepalanya gede? astaga ilmu dari mana itu!.
" Jadi kamu gak mau nih? kalo gak mau biar kakak kasih Sasa aja deh! " Irene melotot horor lalu matanya berkaca-kaca.
" Kak Ega udah gak sayang lagi sama ya sama aku? Hiks! Huaaa.. Kak Ega udah gak sayang lagi sama aku! Huaa. " Tangisan itu tiba-tiba terdengar lagi.
Ega menghela nafas " Gak gitu Irene, kakak sayang kok sama Irene, sayang banget malah!" Irene melotot.
" Boong! buktinya tadi kado buat aku mau dikasih ke Sasa! " Sasa itu adik Irene hanya beda dua tahun saja.
" Enggak! Astaga! " Ega terlihat pasrah saat Irene kembali terisak karena merasa Ega membentak nya.
" Irene! Woi! lo kenape? nangis lagi lo? " tiba-tiba sebuah suara berat menghentikan perdebatan keduanya.
" Keanu! kok kamu bisa disini? katanya kamu lagi di bali " Irene terheran-heran melihat teman sekampus nya yang lumayan dekat dengan dirinya itu datang.
" Siapa yang bilang? orang gue cuma di rumah aja kok. "
" loh! berarti Andre bohong dong sama aku? "
" Di rumah gue yang bali maksudnya, Hehe" Lelaki yang bernama Keanu itu terlihat cengengesan. Sedangkan Ega merasa tersisihkan dari pandangan adiknya itu. Ega mendengus dingin.
" Irene ayok kita pulang! udah malem nanti mama kamu nyariin! " Ega tiba-tiba menarik tangan Irene dengan lembut lalu segera membawa Irene pergi dari hadapan Keanu.
" Loh! loh! Irene nya mau lo bawa kemana? Woi! " Ega terlihat menghentikan langkahnya lalu berbicara.
" Bukan urusan lo, bocah ingusan! " Keanu terbelalak. Bocah? ingusan? Keanu menggeram.
tetapi saat Keanu ingin menghampiri Ega, Irene langsung menoleh dan melambaikan tangannya isyarat sampai jumpa, saat itulah Keanu hanya pasrah dengan membalas lambaian tangan Irene.
Saat sama di motor Ega, Ega terlihat lebih pendiam.
" Kak Ega kenapa? kok mukanya cemberut? "
Irene bertanya polos.
" Enggak, kakak ga papa kok" Ucapannya terlihat santai tapi nadanya sedingin musim salju.
Irene mengernyit.
Kak Ega kenapa sih?
~~~