Aku mempunyai keluarga yang utuh ayah,ibu dan adik laki-laki.setiap hari aku pergi kesawah dan disana aku bermain dengan ka' Alfin dia anak dari teman ayah di sawah kami begitu akrab dan ayah nya ka' Alfin menyuruhku memanggilnya bapak.saat usiaku 7 tahun aku sudah jarang sekali ke sawah karena aku sudah sekolah dan mengenai ka' Alfin dia kata bapak sudah masuk SMP dan bilang bahwa ka' Alfin suka balapan.aku jadi ingat dulu saat masih main dengan ka' Alfin dia sering bawa mainan sepeda balap dan meminjamkan nya satu padaku.
###
6 tahun berlalu dan sekarang aku sekarang sudah masuk SMP.saat aku menemani adik ku main di teras tiba-tiba ada bapak bersama seorang laki-laki remaja seperti familiar ,oh itu ka' Alfin.astaga dia ganteng banget aku lupa tak berkedip sampai-sampai bapak menyadarkan ku "Anis kamu ngak papa nak"tanya bapak .
Aku jadi malu pada nya"Iya bapak silahkan masuk ayah ada di dalam"kataku mempersilahkan mereka masuk aku sempat melihat ke ka' Alfin dan ternyata dia juga melihat kearah ku dan tersenyum.sungguh manis aku membalas senyumannya tak mungkin kan aku jingkrak-jingkrak dapat senyuman yang memabukkan.Aku mengantarkan minuman pada mereka ya disuruh ibu sih mana mau aku mengantarkan nya kalau bukan ibu yang nyuruh sebelum aku masuk kamar setelah mengantarkan minuman di ruang tamu aku meendengar bapak bilang pada ayah"Anis sudah gadis ya dulu dia masih anak-anak"
"iya dan Alfin sekarang sudah remaja"balas ayah
"masih tetap bandel sukanya balapan"kata bapak lalu setelah itu aku tak lagi mendengar ercakapan mereka karena aku berada di kamar ku memikir kan perkataan bapak"ternyata ka' Alfin bandel aku ngak suka".
Ayah akhir-akhir ini sakit-sakitan dan setelah di bawa kerumah sakit ayah sudah tidak tertolong .Aku menangis dan ibu memelukku bukan aku saja yang merasa kehilangan tetapi seluruh keluarga ku.Aku mendekap adikku dia sama-sama terpukul atas kematian ayah dan bapaknya ka' Alfin mendekati ibu mengatakan sabar dan ikhlaskan ayah pergi pada ibu dan ada lagi yang bapak bicarakan tetapi aku tak mendengarnya.
###
satu tahun kemudian.
Aku kedatangan keluarga bapak sekeluarga.aku tak keluar kamar hanya melihat mereka dari kaca jendela di kamarku dan 15 menit berlalu ibu masuk ke kamarku dan membicarakan maksud kedatangan keluarga bapak.
"Anis ngak suka sama ka' Alfin"
"itu sudah wasiat ayah mu nis"
mau tidak mau aku tetap bertunangan dengan ka' Alfin .Ka' Alfin baik dia juga perhatian padaku dan kata ibu semisal aku ngak senang dengan ka' Alfin karena dia pembalap dan katanya akan berubah jika menikah denganku karena akulah yang akan mengubahnya menjadi lebih baik, ya bisakah aku mengubah nya? dapatkah aku mencintainya?dan apakah dia juga mencintaiku ?apakah dia sudah punya pacar?aku kan takut tiba-tiba ada seorang perempuan menjambakku dan bilang "dasar perebut pacar orang".
sudahlah itu hanya hayalan ku dan bagaimanapun ka' Alfin adalah tunanganku sesuai pesan terakhir ayah.