Aku hanya diam, layaknya orang yang tak ingin berbicara apapun. Tetapi ini berlawan dengan apa yang ada di dalam hatiku.
Haris tak mampu mengatakannya. Seolah mulutnya menahan dan pikirannya pun turut serta didalamnya. Ia merasa tidak percaya diri dan berpikir bahwa dampak kedepannya.
Dalam diam.
Ya itulah situasi yang dialami oleh seorang Haris. Merasa tapi tidak tersampaikan. Dirinya dipenuhi rasa malu yang membuatnya tidak bisa mengungkapkan apa yang ada di dalam lubuk hati.
Seseorang sudah lama berada di dalam pikiran dan hati seorang Haris selama ini. Perempuan yang menarik pandangnya kala berjumpa di sebuah pesta. Tatapan mata yang indah serta bibir merah merona. Ditambah riasan wajah yang menambah kesan cantik nan manis di berikan padanya seorang. Bagi Haris, perempuan itu bagai bak permata yang selama ini ia cari di dasar kehidupan.
Kini perempuan itu sudah ia ketahui asalnya. Dan dirinya berada dekat dengannya usai sempat diperkenalkan oleh seorang sahabat karibnya.
"Aku mempunyai rasa. Tapi ini tidaklah muda untuk di ungkapkan layaknya orang-orang kebanyakan." gumamnya dalam hati.
Perempuan itu tengah berada di hadapan bersama para teman-temannya. Haris diam melirik pesona sang pujaan hati. Selama ini sudah menaruh rasa yang teramat dalam semenjak pertemuan perdana itu.
"Aku sudah jatuh hati sejak dirinya hadir di depan kedua mataku. Seketika membuatku ingin melamar lewat perantara batin. Akan tetapi itu tidaklah mungkin untuk orang yang memiliki rasa malu yang amat tinggi sepertiku." lanjutnya.
Sang sahabat tidak tahu bahwasannya Haris sudah menaruh rasa suka pada perempuan itu. Ini demi menjaga kerahasiaan seorang diri. Jadi Haris tidak mahu ada yang tahu. Sebab rasa malu itu ada, bahkan terhadap sahabatnya sendiri.
"Aku tidak bisa mengatakan perihal ini, lantaran dirasa berbeda dan entah sampai kapan ini akan terus berlangsung" pikir Haris yang masih melirik-lirik.
Sudah dirasa terlalu lama berada di lokasi, perempuan itu langsung pergi bersama para temannya meninggalkan tempat itu.
Haris berhenti melirik seketika. Dirinya diam sejenak memikirkan perasaannya.
"Apakah cinta dalam diam ini adalah pilihan terbaik untukku?" Haris menghela nafas.
Tak sanggup berkata dan terdiam. Dengan perasaan yang sudah lama ada di dalam hati. Haris memutuskan untuk tidak mengungkapkan sembari berharap yang terbaik untuknya kelak.
-----SELESAI-----