waktu masa kecilku mungkin banyak orang bilang aku seorang pendiam dan bisa jadi contoh oleh masyarakat di kampung saya karena almarhum IBU seorang yang tekun dalam ibadahnya.
sejak kecil aku di didik dalam bidang agama,disiplin dan berorganisasi oleh almarhum.
di saat umur 9 tahunan IBU mendaftarkan aku di pondok pesantren,tapi tidak bisa bertahan lama karena waktu itu aku punya sakit maagh dan mengundurkan diri dari PPAI tersebut.
sekitar umur 10 tahun aku di ikutkan REMAJA MASJID di daerah tempat tinggal saya, anggota paling kecil itu saya,setiap pertemuan aku selalu merengek dan menangis karena malu.
IBUKU memang mempunyai jiwa yang tidak bisa semua orang lakukan.
dalam agama mungkin nomor WAHID di daerah ini bisa di bilang sang MAESTRO.
sepeninggalnya IBU banyak orang yang berduka karena memang BELIAU orang yang ramah dan jujur walaupun pernah hidup di kota.
IBU tidak pernah mengeluh walaupun harus bekerja membantu SUAMI dan mengurus anak-anaknya.
begitupulah BAPAK beliau bekerja demi anak dan istrinya untuk menyongsong masa depan.
aku anak pertama dari tiga bersaudara sewaktu SMK aku mulai membantu usaha yang dirintis oleh IBU dan BAPAK saya,karena waktu itu IBU sudah menghadap sang Khaliq sewaktu saya SLTP dan adik kedua SD kelas 2 adik yang ketiga baru berumur 2 tahunan.
selang beberapa tahun BAPAK memutuskan untuk menikah lagi,karena menurut BELIAU bekerja dan mengurusi anak itu tidak mudah.
INILAH PERJALANAN HIDUP SUATU KELUARGA PAHIT KETIR KEHIDUPAN PASTI KITA PERNAH MERASAKANNYA,ENTAH INI UJIAN ATAU TEGURAN HANYA ALLAH SWT YANG TAHU AKAN SEMUA INI.
********************WASSALAM******************
***********salam hangat dari saya**********
****************CHOCHA SMANGG17**************
I LOVE YOU FRIEND FOREVER