Di Sekolah Menengah Atas Negeri 2 Sungai Limau terlihat para guru dan semua siswa/siswi sedang berkumpul dilapangan upacara yang begitu luas.Seorang guru yang sedang berdiri dimimbar memberikan amanat kepada Siswa/siswinya dengan begitu berwibawa dan perkataan yang bijaksana, para siswa/siswipun mendengarkannya dengan begitu seksama.Guru itu sudah memberikan amanat kurang lebih selama 30 menit, sehingga menyebabkan salah satu siswi pingsan, siswi itu bernama Sintia Agustin dan secepat mungkin sahabatnya membawa ia ke UKS.
Diruangan yang dipenuhi obat-obatan, alat periksa kesehatan dan 3 ranjang tempat tidur berukuran 60×180 cm dilengkapi dengan bantal dan selimut berwarna putih terlihat ada seseorang didalamnya, sahabat Sintia membuka pintu dan meminta tolong kepadanya untuk memeriksa Sintia.Sintia yang terbaring diatas ranjang tempat tidur sedang diperiksa oleh seorang dokter perempuan bernama Elisa.Sintia ditemani oleh sahabatnya bernama Indri.
"Gimana dok, keadaan sahabat aku?" Tanya Indri cemas kepada dokter Elisa.
"Dia baik baik aja kok, kamu gak usah khawatir, dia hanya butuh istirahat yang cukup" jelas dokter Elisa sambil memegang pundak Indri.
"Ouh Iya, ini obatnya, diminum 3× sehari ya" kata dokter Elisa sambil ngasih obat sama Indri.
"Makasih ya dok" ucap Indri tersenyum sambil mengambil obat dari dokter Elisa.
Dokter Elisa hanya membalas senyuman Indri, lalu ia pergi keluar ruangan UKS.
Dikelas XI IPA ada seorang siswa bernama Rio yang mencemaskan Sintia, tentunya dia adalah teman sekaligus pacarnya Sintia.Rio pengen banget ke ruang UKS untuk menemui Sintia, namun ia sedang ada pembelajaran dengan guru fisikanya.Ia mencoba mencari alasan agar bisa keluar untuk menemui pacarnya itu
Beberapa menit kemudian akhirnya Rio menemukan alasan yang menurutnya alasan itu akan berhasil.
"Permisi Bu"ucap Rio kepada gurunya.
"Iya, ada apa Rio?"
"Saya permisi ke UKS ya Bu, saya merasa sedikit pusing" ucap Rio dengan suara lemah yang dibuat buatnya.
"Ouh, silahkan! Tapi, kumpulkan dulu catatan kamu yah" pinta gurunya.
"Baik Bu" ucap Rio lalu berjalan memberikan buku catatan fisika kepada gurunya.
Rio pun berlari menuju ruang UKS secepat mungkin.
Setibanya di UKS, Rio melihat Sintia sedang berbicara dengan Indri dengan posisi Sintia masih terbaring.Rio pun masuk keruangan UKS dan menanyakan kondisi Sintia kepada Indri, Sintia merasa heran, mengapa Rio tidak bertanya langsung kepadanya, mengapa Rio harus bertanya kepada Indri sementara Rio tau bahwa dirinya sudah sedikit membaik dan bisa untuk diajak berbicara.Sintiapun memilih untuk tetap berfikir positif terhadap mereka.
Jam menunjukkan pukul 09.27 WIB.Rio dan Indri pun berpamitan kepada Sintia, karna mereka takut ketinggalan pembelajaran dengan guru bahasa Inggrisnya.Sintia mengizinkan mereka pergi, karna ia tau pelajaran bahasa Inggris sangatlah penting bagi mereka.
Rio dan Indri pergi meninggalkan Sintia, namun tepat didepan pintu, Rio dan Indri sama sama membuka pintu sehingga telapak tangan Rio berada dipunggung tangan Indri kemudian mereka saling bertatap mata dan tersenyum.Ara menyaksikan aksi mereka yang menyakitkan hatinya, namun Ara lebih memilih pura-pura tidak mengetahuinya.Rio dan Indri pun keluar dan menutup pintu dengan pelan-pelan.
Siang harinya tepat pukul 12.00 WIB dimana bel kedua sekolah berbunyi menandakan siswa/siswi diperbolehkan untuk beristirahat.Indripun pergi keruang UKS untuk menanyakan kepada Sintia, Apa makanan yang akan ia pesan.Setiba diruang UKS, Indri langsung menanyakan apa saja makanan yang ingin Ara pesan dan Ara pun memesan satu mangkok bubur ayam dengan minumannya air putih kemasan botol Aqua.
"Yaudah, Aku pergi ke kantin dulu ya, ouh iya pegangin hp Aku dulu ya sin" ucap Indri sambil memberikan ponselnya kepada Sintia.
"Okeh" jawab sintia sambil tersenyum manis.
Sintia membuka hp Indri, lalu membuka akun WhatsApp nya.Ia melihat tulisan WATASHI NO KANOJO yang artinya pacar ku.Sintia penasaran dengan isi chatannya, karena setau dirinya sahabatnya itu tidak mempunyai pacar, Sintia akhirnya membuka chatan itu lalu membacanya.
"Sayang, kamu lagi ngapain, udah makan belum?"
"Aku lagi tiduran sayang, Iyah bentar lagi aku makan kok! Kamu udah makan belum?"
"Udah sayang"
"Rio, kalo Sintia tau kita punya hubungan gimana, sintia bakalan marah ngak ya sama kita?"
Sintia terkejut dengan perkataan itu dan langsung meletakkan hp Indri di sampingnya.Perlahan air matanya mulai menetes dan membasahi pipinya, ia tidak habis fikir dengan pemikiran mereka yang tega mengkhianati nya.sintia merasa sangat kecewa dan tersakiti, namun ia menguatkan hatinya dan kembali mengambil hp lalu membuka chatan Indri dengan Rio.
"Dia ngak bakalan tau ko sayang, selagi kita bisa jaga jarak dan jaga sikap, dia ngak bakalan tau ko, percaya sama aku oke"
"Hemm, oke sayang"
Tiba-tiba Indri datang dengan membawa 1mangkok berisi bubur ayam dan kantong plastik yang berisi minuman.Sintia berdiri dan melihatkan chatan Indri dengan Rio.Indri terkejut dengan hal itu kemudian Indri mencoba menjelaskannya, namun Sintia malah berlari keluar sambil menangis, Indri langsung mengejarnya.
"Sintiaaaa..." Teriak Indri yang masih berlari, tetapi Sintia tidak mendengarkannya, ia trus berlari dan menangis.
Dilapangan basket Sintia bertemu dengan Rio dan Ia hanya menatapnya dengan penuh kekecewaan, Rio yang tadinya ingin tersenyum malah kebingungan dengan tatapan sintia kepadanya.Rio kemudian melihat Indri yang sedang mengejar sintia, akhirnya Rio ikut mengejar sintia.Didepan gang sekolah Sintia terjatuh dan tidak bisa berdiri karna kondisinya yang lemah.Rio pun berhenti berlari dan menghampiri Sintia.
"Sayang, ada apa?" Tanya Rio dengan napas yang masih engos engosan.
"Kalian tega, khiatin aku" bentak Sintia kepada Rio, membuat Rio terkejut dengan perkataannya, karna Rio tau maksud dari perkataan itu.
"Sayang, maaf" ucap Rio lalu memeluk Sintia, namun Sintia menangkisnya.
"Aku ngak perlu permintaan maaf dari cowok b******* kayak kamu" teriak Sintia membuat semua orang melihat kearahnya.
Indri yang sedari tadi hanya bisa mematung melihat sahabatnya yang begitu lemah dan menangis tak henti henti merasa bersalah dengan apa yang telah diperbuatnya.Ia pun meminta maaf kepada Sintia dan menghampirinya.
"Sin, maaf, aku ngak bermaksud khianati kamu, Aku sama Rio cuma sebatas temenan doang" ucap Indri berbohong.
"Apa? cuma temanan doang? Kamu ngak salah ngomong?" Tanya Sintia menatap wajah Indri dengan tatapan tajam.
" Hemm" jawab Indri dengan wajah bersalah.
"Udah, Aku ngak mau lagi punya sahabat sama pacar kek kalian berdua, buat kamu"nunjuk Rio" kita putus, dan buat kamu ndri, persahabatan kita cukup sampai disini, makasih buat kalian udah berhasil buat Aku sadar, kalo selama ini Aku udah ngejalanin hidup Aku sama orang b****** kek kalian" jelas Sintia dengan wajah penuh kebencian lalu ia pergi meninggalkan Rio dan Indri.
#TAMAT
Maafin kesalahan dan kekeliruan aku dalam pembuatan cerpen ini yaa temen-temen😅makasih juga udah mau mampir dan baca cerpen karya aku😘
Ouh iya kalo kalian suka bantu like ya, dan klo ada saran dan kritik buat aja di kolom comen ❤️