Waktu dan jarak yang ditempuh begitu jauh. Serta perasaan yang masih sama dibayang akan rindu mengelilingi hati. Sudah sekian lamanya hubungan spesial ini terjalin antara Yonji dan Mira. Kedua pasangan itu menjalin hubungan jarak jauh, istilahnya adalah ldr.
Sesuai dengan tanggal kalender yang sudah ditandai dari jauh hari. Akhirnya hari yang dinanti itu pun tiba. Mira bergegas mengemani barang-barangnya ke dalam koper. Lalu setelah itu dirinya bersiap untuk pergi menuju stasiun kereta.
"Akhirnya tiba juga saatnya untuk menemui dia yang jauh disana. Aku sangat merindukannya."
ucap Mira menatap area depan rumahnya.
Wanita itu menaiki taksi agar bisa sampai dengan cepat ke stasiun kereta. Saat masih dijalan, taksi yang ditumpanginya tiba-tiba terjebak ditengah kemacetan jalan raya.
"Macet? Apakah aku akan terlambat sampai ke stasiun nanti?" gumamnya menegakkan posisi duduknya.
Sang supir berkata pada Mira, bahwa kemacetan yang terjadi akan memakan waktu yang lama. Mendengar perkataan supir tersebut, wanita itu langsung membayar ongkos taksi dan mengambil koper dengan buru-buru.
"Aku harus cepat sampai ke stasiun agar tidak tertinggal kereta." Mira berlari sambil menarik koper.
Cuaca panas ditambah dirinya yang asik berlari sedari tadi, membuat pakaiannya kini basah karena keringat yang keluar.
"Sudah berpakaian bagus tetap saja ujung-ujungnya basah karena keringat. Aduh!"
Mira masih berlari mengejar waktu.
Setelah berlari cukup lama, akhirnya dia tiba di stasiun. Stasiun tampak ramai saat itu. Mira bergegas masuk dan akhirnya berhasil masuk meskipun dirinya sudah bermandi keringat.
"Tidak akan sempat berganti pakaian. Huft sial."
menunggu kereta tiba.
Saat kereta tiba, Mira langsung mencari tempat duduk dan dirinya kembali tenang setelahnya.
"Pakaianku sudah basah dan sempat dilihat oleh orang-orang lagi. Ini memalukan sekali! Tetapi setidaknya aku tidak sampai tertinggal kereta hari ini." gerutunya.
Perjalanan yang ditempuh begitu jauh dan memakan waktu lama. Mira yang merasa tidak nyaman dengan pakaian yang sudah basah oleh keringat itu, berniat untuk menggantinya di toilet kereta selagi masih dalam perjalanan.
"Tidak mungkin aku bertemu dengannya saat pakaianku basah dan bau keringat begini. Aku harus tampil rapi." Mira mencari baju di kopernya dan pergi menuju toilet.
Setelah itu ia pun kembali ke tempat duduknya.
"Sudah aman. Pakaian dan parfum sudah aku pakai dan terasa seperti baru lagi. Akhirnya bisa tenang." Mira merasa lega.
Perjalanan yang memakan waktu lama itu akhirnya menemui titik tujuan. Kereta bergerak pelan sesaat mendekati stasiun. Setelah itu kereta berhenti total dan para penumpang langsung berhamburan keluar dari kereta api tersebut.
Mira mengambil koper dan mulai menelpon sang kekasih yang bernama Yonji itu.
"Aku sudah sampai. Kamu dimana?" tanya Mira.
"Cari saja aku yang memakai hoodie cokelat didekat vending machine sekitar loket." balas Yonji melalui telpon.
Mira bergegas pergi menuju posisi Yonji berada saat itu. Setibanya ia ditempat itu, akhirnya dia menemukan Yonji.
Seketika air mata Mira keluar dan jatuh ke lantai.
Ia tak menyangka dengan apa yang dilihatnya.
"Yonji..."
Mira menghampiri lelaki berhoodie cokelat tersebut. Dan...
Memukulnya dari belakang.
"Apa yang kamu lakukan hah?! Berduaan dengan wanita ini?! Aku baru saja tiba dan kau malah..."
Seketika omelan Mira terputus setelah melihat orang yang berada di sisi lain vending machine yang juga tengah melihat aksi dari Mira tersebut.
"Aku disini, Mira." kata Yonji dibalik vending machine.
Wanita itu langsung terdiam dan melihat siapa yang dipukulnya tadi. Orang itu beserta wanitanya menatap tajam terhadap Mira.
"Sial. Ini akan menjadi masalah." Mira bergerak mundur.
Yonji tanpa berlama-lama, langsung menarik lengan dari kekasihnya itu dan menjauh dari dua orang asing tersebut.
Setelah sampai di parkiran mobil, Yonji menepuk dahi Mira.
"Aduh! Sakit tahu!" Mira memegang dahinya.
"Kenapa kamu melakukan hal semacam itu padanya." kata Yonji sembari memasukkan koper milik Mira ke bagasi mobil.
"Aku kira awalnya itu adalah kamu. Karena kalian memakai hoodie yang sama dan berada di posisi yang dekat pula." jawab Mira.
Yonji menghela nafas dan membukakan pintu untuk wanita itu.
Didalam mobil, Yonji menasehatinya agar kejadian itu tidak terulang lagi. Mira mendengarkannya dan meminta maaf atas kejadian sebelumnya.
"Aku minta maaf mengenai itu." Mira memandang Yonji.
Yonji tersenyum usai mendengar permintaan maaf dari sang kekasih dengan ekspresi cukup imut.
"Kamu ini ada-ada saja ya. Aku senang kamu hadir di sampingku lagi." Yonji mengelus kepala Mira.
"Sama. Kita sudah lama tidak bertemu dan aku sangat merindukanmu." Mira memeluk lelaki disebelahnya itu.
"Aku merindukanmu juga." balas Yonji dengan senyuman unjuk gigi.
-----SELESAI-----