Saat ini aku dan keluargaku pindah ke kota untuk mengadu nasib menjadi lebih baik lagi. Tak hanya itu, sekolah pun pindah ke kota ini.
Di hari pertama masuk aku langsung mengikuti tes semester, karena memang ini tanggalnya.
Aku pun mengerjakan soal tersebut sebisa mungkin, walau bagaimanapun pelajaran di desa dengan di kota itu berbeda. Hanya ada satu atau dua yg sama.
Saat aku tidak tau maksud dari soal tersebut, aku memberanikan diri menanyakan kepada teman sebangku ku. Sebut saja Pandi.
Karena di sekolah ini tempat duduknya berdasarkan nama, jadi aku terpaksa duduk dengan lawan jenisku.
Hari demi hari akhirnya aku mempunyai teman yg selalu ada buat aku, selalu mengajak ku bermain dan kemana pun pasti aku di ajak.
Selama satu bulan ini, aku sudah akrab dengan mereka semua, yah walaupun diantara mereka ada yg nggak suka denganku. Mungkin karena nilaiku dari pertama bagus jadi mereka mengira aku saingannya.
Jam istirahat berbunyi, kami semua keluar menuju kantin sekolah untuk mengisi perut yg sudah keroncongan. Di sekolah ini disediakan kantin yg menjual nasi lemak es dan jajanan lainnya.
Saat seperti inilah yg selalu terkenang dihatiku, semua murid duduk berjejer memakan makanan bersama, berbagi makanan dan lauk yg dipunya.
Aku membeli nasi lemak dan es teh satu gelas dan langsung menyantapnya, begitupun dengan sahabatku Feby. Kami selalu makan bersama seperti ini hingga salah satu teman ku menyebutkan bawa kami ini kembar tak seiras.
Ah.. ada ada saja..
Dua bukan berlalu, kini aku merasakan berbeda dari sifat sahabatku dan semuanya. Kenapa hari ini mereka menjauhiku, seolah olah aku melakukan kesalahan kepada mereka.
Sampai jam pelajaran habis pun tak ada seorang pun yg mau bertegur sapa denganku.
Sedih?
Tentu saja, bagaimana tidak sedih, selama ini aku hanya memiliki tiga teman akrab dan yg lainnya hanya teman yg ada maunya.
Hah... cobaan apalagi ini?
Hingga keesokan harinya aku tetep berangkat ke sekolah dengan tekad ingin meminta maaf kepada mereka karena aku tidak tau apa sebab mereka menjauhiku. Sungguh aku tak ingin menyendiri seperti ini.
Sesampai nya di sekolah, aku kaget karena pintu kelas ini terkunci dari dalam. Dan semua murid sudah berada di dalam kelas kecuali aku?
Kenapa? apa aku tidak boleh ikut pelajaran? apa aku tidak boleh masuk sekolah ini lagi?
Aku pun bingung dan sedih, akhirnya aku pergi ke taman untuk menenangkan diri.
Selang 5 menit kemudian Febi menghampiriku dan mengajakku masuk kedalam kelas. Dan....
SURPRISE... 🎉🎉
SELAMAT ULANG TAHUN ...!! seru mereka semua.
Sungguh ini diluar dugaanku, aku tak pernah menyangka jika mereka semua merayakan ulang tahunku dan menghias ruang kelas dengan balon dan membelikan ku kue ulang tahun.
Mereka rela memberikan uang mereka untuk membeli keperluan ini semua. Bahkan aku sendiri tidak menyadari jika hari ini adalah ulang tahunku.
Sungguh pengalaman yg tidak pernah terlupakan..
bersambung....
**Terima kasih yg sudah membaca cerpenku❤️ jangan lupa mampir juga di novelku ya " Antara cinta dan cita cita" dan jangan lupa like komen dan vote. Terima kasih 🥰🥰