aku tak bisa marah padanya ,aku merindukan dirinya ternyata hubungan jarak jauh tidak enak .Biasanya aku akan pulang untuk bertemu dia satu tahun sekali tetapi karena pandemi tahun ini tidak bisa pulang. Ngekos di jakarta juga tak senyaman yang ku bayangkan aku harus bekerja sampingan untuk memenuhi kebutuhan hidup ku.
sudah seminggu ini aku tidak bisa menghubunginya tetapi kali ini dia menelpon ku
"halo"
"em"aku hanya menanggapinya dengan gumanan
"gimana kabarmu"
"baik"aku membalasnya dengan singkat
"aku iri melihat teman ku yang keluar malam mingguan dengan pacarnya"pekataan Reyhan membuatku kesal apakah dia juga ngak tahu kalau aku juga iri melihat orang orang disini dengan pasangan mereka masing masing.
"kalau ingin seperti mereka carilah pacar disana, kan banyak yang cantik cantik "meski kukatakan itu dengan santai tapi hati ku panas.
"jangan nyuruh saya mencari pacar"
"emang kenapa?dan aku ngak nyuruh ko',hanya sekadar masukan.
"aku hanya butuh kamu"katanya membuat ku sedikit mendingin.
"gombal"
"kapan pulang?"
"entahlah,masih pandemi dilarang mudik,doakan saja semuga pandemi cepat berlalu"kataku tetapi entah kenapa dia tertawa.
"kenapa tertawa?"
"tidak,hanya ingin melihat ekspresimu sekarang?apakah lucu?"katanya membuatku jengkel.
"aku serius.ngak ada yang lucu"
"setelah di pikir pikir ,aku akan mencari pacar saja ya biar ngak bosan .gimana?kamu setuju ngak?"
"terserah !aku capek ingin istraha,assalamualaikum".aku langsung menutup telpon nya .
"apa katanya ingin cari pacar?awas saja ya kalau sampai dia lakukan".
aku melihat postingan teman di fb dan ada foto Reyhan ndengan wanita lain sedang bergandeng tangan.Hati ku sakit melihat itu,segera kuhubungi Reyhan"aku ngak jadi tunangan sama kamu dan jangan pernah hubungi aku lagi."kata ku di teelpon panjang lebar tk memberi kesempatan untuk dia bicara .langsung ku matikan setelah selesai bicara.
sejak itu dia sering menghubungiku tapi aku tk mengkatnya biar semuanya sudah berakhir.
###
aku hari ini pulang ke kampung bersama teman ku Angga yang ku kenal minggu lalu dan aku langsung akrab dengan nya karena dia asyik orang nya.Angga dari probolinggo dan dia ingin mengantarku pulang sekalian main ke rumah ku.Angga baik padaku dan saat dia mengantarku ke halaman rumahku disituada Reyhan dan tanpa dasar apa Reyhan menonjok Angga
"apa-apaan kamu Rey?"kataku membantu Angga bangun
"dia sudah berani deketin kamu"katanya emosi
"apa?dia teman ku dan kamu siapa?"kata ku sedikit berteriak.
"kamu tunanganku mel"
"tunangan?kamu dengar ya! setelah apa yg lo lakuin padaku itu ngak akan pernah terjadi"
"maaf ya Ang kamu ngak papa"aku merasa bersalah pada Angga.dia hanya menggeleng.
"pergi dari sini "kataku pada Reyhan
"tapi Mel..."
"pergi.!"aku membentaknya dan dia sungguh pergi
"Mel dia...."kata Angga terpotong oleh ku
"ya dia mantan tunanganku."
"kayaknya dia masih mencintaimu Mel?"
perkataan Angga membuatku terdiam
"dia cemburu pada ku saat kamu bersamaku itulah yang dapat kusimpulkan setelah dia memukulku tadi"katanya .Aku tahu dia cemburu dan aku juga begitu saat melihatnya dengan perempuan lain jadi kita impas.
"apakah kamu masih mencintainya?"tanya Angga menbuat ku kembali tersadar.
"tidak"aku terseyum padanya
"bagus kalau gitu"
"em"aku kembali dalam pikiran ku
"aku pulang dulu"kata Angga aku mengangguk dan mengantarnya ke halaman.
"Aku akan merindukan mu"kata Angga dari dalam mobilnya sebelum melaju.
"aku juga"kata ku membalas lambaian tangannya.