Perjalanan dari desa ke desa kota ke kota melintasi hamparan ladang dan hutan luas , menyusuri alunan sungai yang bergelombang tiada tara , seakan aku bergeming " inilah hidup sebenarnya ".
Di pagi ini aku bangun di tempat tidurku yahh dengan suasana seperti biasa , memang di tempatku era era perbudakan masih merajalela bahkan disini adalah salah satu tempat penghasil budak yang mungkin banayak di desa lainnya , TUNGGU DULU sebelumnya aku akan perkenalkan diri ku sendiri , yahh namaku Jhu Na sekarang umurku 20 tahun , aku tinggal sendiri sejak umurku 6 tahun , mungkin kalian bertanya tanya bagai mana se usiaku bisa hidup sendiri dan sebagainya.
Tapi benar aku bertahan hidup dengan usaha keras bahkan dengan derasnya tetesan keringat airamata yang deras berjatuhan memisahkannya dari tubuh , lelah sakit letih hmmm itu sudah makananku setiap hari.
Yha semenjak malam itu jika aku tidak tersambar petir ........apakah aku bisa berfikir seperti ini........mungkin semangat hidupku sudah cukup seperti lain nya hanya menjadi budak dan tidak akan maju untuk melihat ke depan , melihat apa itu " KEDAMAIAN ".
MAKA DI UMURKU ke 20 ini aku akan merubah itu semua dan menjadikannya kenangan dengan majukedepan terus semangat berjuang....hidupku ini tidak akan ku sia siakan.
3 hari yang lalu
"Huaaa.....aku telat , mati aku pasti kena pukul lagi..harus cepat" di saat itu hujan turun sangat lebat di sertai bunyi denung petir bagaikan bom bom yang berjatuhan aku berlari sekencang mungkin karena aku sudah telat untuk pekerjaaan ku , yha aku bekerja di keluarga Lu sudah 10 tahun ini semenjak orang yang membawaku telah tiada *kakek angkat* di saat aku kian berlari tidak sadar bahwa satu ledakan petir telah mengincarku.
Alhasil petir itu mengenaiku di sekujur tubuhku membuat gosong semua bahkan seperti arang untuk membakar sate.
"Apakah aku sudah mati.....tak ku sangka matiku sangat lah tragis"
"Cepat tolong tolong dia ....siapa dia ....apakah dia sudah mati....itu Jhu Na....itu Jhu Na ....apa dia Jhuna bukan kah dia budak keluarga Lu....cepat bawa ke rumah nya dan kamu Daio pergi ke rumah keluarga Lu bilang bahwa Jhuna hari ini tidak akan datang" Daio "baik"
"Ayo cepat bawa dia kerumahnya bagai manapun dia selalu baik pada kita'
" yah ayo membalas kebaikan nya selama ini"
" Ayo cepat bawa kerumahnya"
Di rumah Jhuna
" Apakah dia sudah mati ,...aku juga tidak tau"
Jhuna....." itu ada cahaya apa , apakah aku bisa memasukinya".
Huuh...sangat silau disini...uh banyak sekali orang orang ini ...." apakan ini antrian akhirat"
"Dia sudah bangun "
" Uuh apa ini maksudnya bangun ....apakah ini bukan nya akhirat"
"Jhuna apakah otak mu sudah geser karena tersambar petir"
" Huh benar aku tersambar petir apa aku tidak mati.....huh ternya ta masih ada kesempatan hidup untukku "
" mati pekerjaanku"
" tenang kami sudah mengirim Daio untuk memberi tau keluarga Lu bahwa kamu hari ini kamu tidak datang"
" Terimakasih semuanya " ( berdiri dan membungkuk)
" tidak usah sungkan sungkan"
Semenjak itu aku bisa berfikir jernih apa yang sudah aku lakukan dan semua warga disini untuk mereka orang orang yang memiliki harta , tapi kenepa balasan mereka seperti ini , hmm bahkan mereka akan mertakan desa dan ingin membuat keinginan hati mereka di atas kepala kepala kami.
" kita harus membalasnya , mereka tidak menghargai kami * mentang mentang punya uang ingin mertakan desa sesuka hati mereka * benar itu kita harus demo...demo...demo"
" apa kita bisa melawan nya ....iyha benar apa bisa ....bahkan mereka punya banyak uang untuk menyewa orang bahkan tentara untuk melawan ..yha sedangkan kami uang pun itu untuk kebutuhan sehari hari"
" Iyah apa kita tidak bisa apa apa "
CUKUP " kita akan melawan nya "
" siapa dia....berani sekali dia ....apakah dia orang ber uang....itu Jhuna ....eh bukan nya dia yang tersambar petir kemaren"
" yha kita harus melawan ini desa kita ....tanah kita ....harga diri kita , apakah kalian akan diam saja "........percaya diri pipi memerah
" apa otak nya geser karena tersambar petir....iya pasti geser"
" apakah bisa kau tau Jhu mereka punya orang punya uang , sedang kami "........
" Iyah aku tau walau pun kita tidak ada yang kalah dari uang tapi kita punya hati punya saudara , apakah kalian akan merelakan desaini akan di bangun sesuka hati mereka , apakah kalian rela kedamaian ke dua kalian juga hilang "
Masih berisik mengenai apa yang mereka hadapi , masin berfikir dengan matang matang.
Hening sesaat
Hmmm kabar yang tercuar bahwa sannya keluarga keluarga terpandang ingin bergabung untuk meratakan desa SANJI yha desa ku tinggal dengan banyak kenagaan disana , serta kenangan mereka warga di sana , walau keputusan belum diambil tapi suasana hancur bagai batu terlindas tronton.
Membuat kami harus berfikir dua kali untuk masalah ini , yha memang karena yang kita lawan adalah orang orang terpandang yang bahkan hartanya sekoper koper dan sedangkan kami hanya rakyat budak yang bukan hanya harta sekoper koper tapi kami koper saja tidak punya.
Semenjak tersambar petir kemarin pemikiran ku jadi sangat luas bahkan mendalam.
" bagai mana kalau kita melatih diri kita sendiri"
" apa maksudmu Jhu...."
" yha kita melatih diri kita untuk melawan mereka , untuk mengambil kembali kedamaian kita"
" apa mungkin bisa , bahkan kita tidak memiliki master untuk melatih kita "
" iyha betul bahkan kita kalau menyuruh orang luar melatih kita , apa bisa membayarnya"
" hmmmmm"
" bagai mana kalau aku saja yang melatih kalian "
" apa kamu sudah gila karena tersambar petir"
" iyha apa kamu sudah gila , kamu bela diri saja tidak bisa mau melatih kami"
Sebelum tersambar petir aku juga tidak tau bagai beladiri apapun itu bahkan bertarung saja aku lari tapi semenjak tersambar tidak tau rasanya aku seperti master yang terpendam kekuatan nya , muncul kekuatan yang luar biasa bahkan hanya membuka buku beladiri saja sudah tau jurus jurus yang ada di dalam nya , mungkin bukan hanya beladiri yang bisa kulakukan bahkan pemahaman ku sekarang jauh ke angkasa ...lebih baik.
" jika kalian percaya pada ku akan ku usahakan untuk melatih kalian "
" kami mengerti kamu baik ke semua orang tapi jangan lah kau membual "
" aku tidak membual "
" kalau begitu coba kamu tau beladiri seperti apa "
Menunjukan beladiri dari keluarga Yang
" bukan kah itu jurus Jari manis dari keluarga Yang"
" ya , ini adalah salah satu jurus pamungkas keluarga Yang"
" Jhuna bagai mana kamu bisa melakukan nya "
" itu kalian tidak perlu tau , sekarang apakah kalian percaya aku bisa melatih kalian "
" belum...."
" tunggu aku percaya aku ingin belajar padamu Jhu"
" Daio....., apa kamu benar percaya"
" yha aku percaya aku ingin lebih kuat dan bisa melindungi desa , hanya ini yang bisa kulakukan untuk desa aku akan mempertahankan desa ini walau keringat yang akan terus bercucuran deras berjatuhan"
" baik ada lagi selain Daio ,.....jika tidak ada maka kami akan pergi dahulu"
*TUNGGU*....
" kami juga ikut berlatih , kami juga akan mempertahankan desa ini"
" apa kalian percaya padaku "
" yha kami percaya padamu Jhu , jangan menyia-nyiakan kepercayaan kami "
" baik aku tidak akan menyia nyiakan kepercayaan kalian mari berjuang bersama sama "
" BAIK .....YHA.....SEMANGAT...."
Latihan demi latihan telah di lalui dan waktu yang di tunggu tunggu telah tiba , dimana desa mereka akan di ratakan dengan tanah rumah mereka akan di robohkan untuk di jadikan sesuatu yang mereka inginkan.
" jangan sentuh barang kami "
" pergi dari sini , ini tempat tinggal kami desa kami "
" apa mau kalian "
" kami mau desa kami , yha kami mau kalian pergi dari sini "
" kami sudah di bayar untuk ini , ini tugas kami , jangan ganggu urusan kami .....minggir kalain "
" jika memang begitu langkahi dulu mayat kami "
Pertarungan besar tidak bisa di hidarkan , pertarungan antara orang desa SANJI dan orang bayaran dari keluarga besar ricuh mengerikan luar biasa , jurus demi jurus dari tenaga dalam hingga tenaga orangpun telah di gunakan , belum tau yang mana yang akan menang tapi dari ke dua belah pihak sudah banyak yang ber jatuhan.
Sampai datanglah orang dari keluarga besar....
" ada apa ini "
" berhenti semuanya "
" cukup "
Semu berhenti seakan badan mereka di hentikan dengan paksa.
" ada apa ini...."
" maaf tuan kami tau kalian kaya ber uang tapi apa harus menggusur rumah kami "
" yha ini rumah kami kami tidak terima , jika desa ini di ratakan kami tinggal dimana "
" mungkin ini ada salah paham sedikit disini "
" salah paham gimana ini buktinya mereka akan merataka desa kami "
" apa kalian para rakyat besar tega , orang yang membantu kalian orang yang menjadi budak kalian terlantar "
" yha ...mungkin benar benar salah paham "
" maksudnya gimana "
" begini ceritanya "
Kami orang orang dari keluarga besar saat itu sedang berkumpul , dan tidak sengaja menyinggung masalah desa SANJI , saat itu kami sangat antusias yha karena desa itu adalah desa kalian , dan saat itu kami observasi melihat keadaan desa ini dan alhasil dilihat dari segala arah Memang bangunan tidak layak maka dari itu kami ber diskusi untuk membangunya menjadi desa yang layak , apa lagi semalam dengar dengar ada badai petir yang merajalela di desa ini makanya kami ingin segera membangun nya dengan layak , ada pun orang orang ini ingin membantu pindahan kalian terlebih dahulu , tapi tidak kusangka akan jadi seperti ini.
" maaf kan kami atas kelancangan nya "
" eh ...kami yang harus minta maaf karena niat baik tuan tuan malah kita sambut begini "
" sudahlah tidak ada yang benar , kami juga salah karena tidak memberi tau kalau desa ini akan di perbarui "
" kami juga salah maaf kan kami "
" yha kalau begitu apakah kalian bersedia kalau desa kalian akan diperbarui dan kalian akan pindah ke tempat yang kami sediakan untuk sementara waktu "
" ya kami siap untuk itu "
" tapi ternyata kalian jago beladiri rupanya , kenapa kalian tidak bilang..."
" ahh..ini yang mengajari Jhu Na niat nya untuk mencegah perataan desa tapi ternyata kami salah paham "
" tak apa , tapi Jhuna ini dari perguruan yha "
" bukan ....saya hanya "
" tapi bagai mana kamu bisa jurus jurus ini "
" hmm saya hanya membaca lalu tau tau saya bisa "
" apa ini bakat yang langka kamu harus belajar dengan giat agar bisa memperdalam nya "
" hmm baik "
" umur mu berapa , apa kamu ada keluarga "
" umur saya 20 tahun ini , hmm saya sendiri "
" kalau begitu kau kuangkat menjadi anak ku "
wah bagus bagus terima saja Jhu .....
" apakah saya bisa "
" yha kamu bisa....yha mau jadi anak angkat saya "
" yha saya mau "
Yha setelah itu wargapun bisa menunggu akan bangunan desa yang di perbaiki di tempat yang di sediakan oleh keluarga besar , dan Jhu Na sekarang menjadi anak angkat dari keluarga besar , sekolah dan tidak menjadi budak seperti apa yang dia inginkan.
Dan kedamaian ini lah yang di inginkan setiap orang yaitu orang kecil membantu yang besar dan sebaliknya orang besar tidak lupa kepada orang kecil , karena itu semua telah terangkum dan jelas.