Ima yang sedang asyik bermain handphone nya, kaget karena mendapat email dari sebuah perusahaan terbesar di Indonesia. dia terkejut dengan isi email tersebut yang menyatakan ia lolos seleksi pemilihan karyawan di perusahaan tersebut.
yah.... satu Minggu yang lalu dia memang mengirim lamaran kerja melalui surat elektronik, setelah dia mencari info di internet. dia sedang mencari pekerjaan baru, karena dia telah keluar dari tempat ia bekerja sebelumnya.
Dengan kata lain dia menjadi korban PHK di perusahaannya. karena efek pandemi covid19. kebetulan karna kontrak kerjanya sudah habis, saat perusahaanya buka kembali. Perusahaannya mengatakan bahwa ada peraturan baru di perusahaannya. jadi untuk sementara waktu dia di rumahkan dulu, dan akan di panggil kembali saat keadaan membaik.
Tapi entahlah kaeadaan tak kunjung membaik. malah semakin parah. Maka dari itu dia sangat senang saat mendapat email tersebut. Ia pun membuka email tersebut.
Clik... "nah... kok foto doang ya. GK ada kata kata sambutan gt???" dia terdiam sejenak.
"emmm.. tapi fotonya kayak surat resmi..." dia masih berfikir.
"coba deh buka. di baca dulu deh.. apa isinya." ( ia berkata dalam hati).
"selamat anda lolos seleksi sebagai karyawan."
tp kan aku baru ngirim surat lamaran aja. kok udah lulus seleksi ya??" ia pun semakin penasaran.
di bawahnya tertulis bahwa dia akan mengikuti pelatihan selama dua hari.
dia pun membaca surat surat tersebut. di dalam file tersebut ada beberapa berkas berupa foto.
dalam berkas tersebut tertera syarat dan ketentuan untuk mengikuti tes.
Dan ada data bahwa yang lolos seleksi adalah orang" dari berbagai kota. bahkan nama" itu telah di kelompokkan menjadi beberapa grup. dah bahkan ada 100 nama yang tercantum di dalamnya.
untuk ikut tes di haruskan membawa kartu identitas, foto, print out surat elektronik. di katakan bahwa peserta dari luar kota akan di jemput di bandara. sedang peserta dari kota tersebut akan di jemput di rumah peserta.
di katakan peserta akan di sediakan akomodasi dan konsumsi. peserta harus reservasi pesawat dan hotel. biaya akan di ganti di tempat pertemuan.
hmmm... setelah membaca dan memahami isi surat tersebut. kenapa surat ini aneh?. dia memberitahukan surat itu kepada ibunya.
"ibu... lihat deh aku dapet surat dari perusahaan yang aku kirim lamaran kerja." kata Ima.
" oh ya... lamaran yg kemaren??" tanya balik ibu nya.
" bukan... ini tuh aku kirim lewat hp."
maklum ibu Ima memang tidak mengerti hal elektronik seperti handphone.
"aku ngirim di perusahaan ini. tp tes nya di kota y."
" jauh amat dek... coba deh kamu tanya sama tetangga kita yang kerja di cabang perusahaan itu juga. anaknya kan juga kerja di perusahaan yg sama."
"hmmm...."
" soal nya dia di terima kerja di perusahaan itu juga gak sampai ke luar kota kok tes nya." kita ibu nya.
dalam hati dia berkata " emang aneh nih surat"
" coba kamu cek dulu dek... kira kira penipuan apa bukan... kamu ngelamarnya jadi apa... "
" emmm... aku cari info dulu deh di internet." jawab Ima sambil memainkan handphone nya.
kemudian dia mencari informasi alamat web yang tertera di surat. yah memang itu alamat web resmi perusahaan tersebut. namun dia tidak menemukan petunjuk.
kemudian dia mencari alamat kantor yang tertera pada surat tersebut. dalam sekali klik dia di buat terkejut.... APA... HOAX...
sederet artiket muncul... dia membuka salah satu artikel. dah yah... memang alamat nya benar, salah satu kantor cabang terbesar memang ada di alamat tersebut. Tp kantor tersebut tidak pernah mengeluarkan surat surat seperti itu.
dia membuka foto yang tertera pada artiket tersebut.... wahhhh... sama persis dengan surat yang di kirimkan kepada Ima...
"ibu..... ada informasinya di sini..." kata Ima sambil tersenyum.
" gimana... " sahut ibunya.
" disini di katakan bahwa surat tersebut adalah... hoax... atau penipuan." sambil menggenggam erat handphone nya.
" hehhhh... sebel.... sebel.... sebel...."
ibunya memalingkan wajah sambil menahan tawa...
" udah gapapa nanti cari yang lain aja..." kata ibu nya sambil melihat wajah Ima yg sudah sangat kesal.
" pantesan absen hadirnya cuman di suruh kirim SMS nama #alamat #hadir/ tidak. singkat banget... bla... bla.... bla.... " dia mengoceh panjang lebar.
" oh ya Bu... udah ada korbannya juga bu ternyata."
" astaga... kasian banget orang itu.." jawab ibunya.
" iya ya Bu... biaya ke sana kan juga mahal. Alhamdulillah aku cari tau dulu informasinya."
beberapa menit kemudian dia mendapat pesan. ternyata pesan tersebut dari nomor baru yang memberitahukan agar segera mengirim kode hadir atau tidak, untuk reservasi keperluan tes. memastikan hadir atau tidak dalam tes tersebut.
dia semakin geram. " dasar penipu sialan... ngapain Lo SMS gue, gue udah tahu elo penipu. gue GK mau kerja di perusahaan itu tau.... elu GK usah SMS gue lagi.
" kenapa lagi sih dek... " tanya ibunya yang geli melihat anak nya memaki handphone nya.
" ini Bu ada SMS suruh konfirmasi mau hadir tes apa enggak." sambil memaki lagi handphone nya.
" trus kamu bales?... "
" ya enggak lah Bu... males aku, sebel banget aku tuh...."
" ya udah nggak usah di ladenin ya.. hapus aja ya.."
" iya... ini aku hapus nih... huu... nih rasain Lo gue hapus Lo penipu... rasain Lo... jangan hubungin gue lagi lo... huh sebel gue."
" udah ya... kalo ada Sms lagi langsung hapus aja.." kata ibu nya yang tidak tahan melihat tingkah anaknya.
dari cerita ini kita bisa belajar bahwa jangan mudah percaya pada informasi yang belum jelas kebenarannya.. cari tahu kebenarannya terlebih dahulu... karna walaupun di zaman sekarang teknologi semakin maju, banyak juga orang" tak bertanggung jawab yang memanfaatkan teknologi untuk mencari keuntungan sepihak.