( Cerita ini adalah Spin-off dari novel saya, silahkan di baca )
Apa? apa yang terjadi padaku? secara misterius, aku tiba-tiba aku berada di daerah perumahan, yang tidak ku kenal.
Tunggu, tunggu! aku tidak boleh panik! analisis situasi!.
Aku tadi sedang berada di taman kampus, sedang menunggu seseorang, dia adalah kakak tingkat 3, kak Amanda, si 'The Flawless' kampus.
Aku ingin konsul jurnal padanya, akhirnya aku datang 30 menit dari waktu yang di janjikan, dan karena angin terasa sejuk, aku mengantuk-.... iya!? mengantuk! aku ngerti! sekarang sedang bermimpi!. ( Analisis selesai ).
"Hm... jika aku sadar sedang berada dalam mimpi, apakah ini yang namanya lucid dream?" pikir Alen, sedangkan ada suara langkah kaki berlari di belakangnya.
JDUK!
"Eh!? apa!? tadi aku rasa ada yang menabrak ku deh?" gumam Alen sambil melihat ke belakang.
"Bocah perempuan berjilbab?" pikir Alen.
"Hei dik? kamu baik-baik saja?" tanya Alen.
"Salah sendiri sih, tapi aku ngga enak" pikir Alen lagi.
"Hahaha! jatuh deh!" kata bocah perempuan berjilbab itu.
Si bocah itu berdiri dengan imut.
"Hupla! yey! berdiri!" gumam Amanda.
DEG!!!
Pop! Alen memegang pipi bocah perempuan berjilbab itu.
"Kak Amanda!?!?" batin Alen.
"Hoo... gitu ya, aku mimpi di masa kak Amanda masih kecil ya?" pikir Alen.
PLAK! Amanda kecil menepis tangan Alen.
"Ngga baik Aa' megang-megang! bukan mahrom! nanti dosa lho kata Ibu!" kata Amanda kecil.
"Gila, tepisannya sakit juga, Ka... Kak Amanda kecil juga ternyata sudah pintar, tegas dan kuat ya?" batin Alen.
"Ah.. sorry, ngga apa-apa"
"Hihi, No Problem, tapi Aa' orang aneh!" kata Amanda kecil.
"Sudah bisa bahasa Inggris juga, tapi kalau ada orang aneh yang ga di kenal seharusnya kau lari dong" batin Alen.
Amanda kecil memperhatikan sekitarnya.
"Kenapa?" tanya Alen.
"Rumah Manda dimana ya A'?" tanya Amanda kecil.
"Ya mana ku tahu!" kata Alen.
"Dia nyasar?" batin Alen.
"Tadi Manda lagi main petak umpet A', jadi Manda main jauh-jauh biar ngga ketahuan" Jelas Amanda kecil sambil menunduk bermuka sedih.
"Se.. sejauh apa kau lari sampai nyasar?" batin Alen.
Alen merasa iba melihat kakak tingkat nya di masa kecil terlihat seperti itu.
"Kenapa aku mimpi ginian sih?" batin Alen lagi.
"Baiklah, biar ku temani cari rumahmu yang hilang" ujar Alen.
"Beneran A'? makasih!" kata Amanda kecil dengan senang.
Dia mudah terlalu percaya sama orang, ini sangat menggangguku, wahai para orang tua, waspadalah dalam menjaga anak-anakmu, terutama orang tua kak Amanda!.
"Tau alamat rumahmu?" tanya Alen.
"Jalan tari, lorong Durian no.9, RT 2/ RW 5 kelurahan cuko, kecamatan pempek, kode pos :-.. " belum selesai Amanda kecil menjelaskan.
"Ok, itu sudah cukup" kata Alen.
"Kalau alamat yang di sebutkan tadi... jalan ke sana, lumayan jauh sih" Kata Seorang lelaki yang Alen tanya.
Alen membeli minum sekalian.
"Mimpi bisa haus juga ternyata" pikirnya sambil meminum air botol mineral.
"Aa' lagi buka puasa ya?" tanya Amanda kecil.
SEMBYUR!!! Alen kaget mendengar pertanyaan Amanda.
"Eh!? Apa?? puasa!? maksudnya sekarang lagi bulan puasa!?" tanya Alen, karena sama dengan di dunia nyata.
"Aa' lupa ya?"
"Em... kau sendiri puasa?" tanya Alen.
"Iya! Manda puasa!" kata Amanda kecil.
"Aku non-muslim, jadi aku tidak berpuasa, maaf ya" kata Alen.
"Oh, ngga apa-apa kok" kata Amanda kecil.
"Haha, thanks, ayo pulang" kata Alen.
"Ayo!"
Akhirnya setelah Alen berputar-putar bertanya, dan mengambil jalan berputar karena banyak godaan di bulan puasa.
Setengah perjalanan.....
"A' minta minum yang Aa' beli tadi dong!" kata Amanda kecil.
"Eh!? Mana boleh! kau kan puasa!" kata Alen.
"Tapi-... "
"Mana ada tapi-tapi!" kata Alen dengan tegas.
"Eh!? ada toko buku?" gumam Alen.
"Tunggu bentar ya, Mang! saya beli!" kata Alen.
"Nih.. Buku buatmu" kata Alen.
"Uangku jadi habis buat beli buku itu" batin Alen.
"Eeeh? tapi kata Ibu ngga boleh terima barang dari orang ngga di kenal, lagian buku apaan ini? 'Pharmacist' Manda ngga suka buku ini, udah tebal dan berat pula" Kata Amanda kecil.
"Lha!? terus tadi kenapa kau minta minum padaku!!? kau sadar ngga sih? dari tadi kau ikut pada orang yang ngga di kenal!?" Seru Alen, dan Amanda kecil baru sadar karena ucapan Alen.
"A.. Aku terlalu kasar ya?" batin Alen.
"Ehem! aku adalah Ranger ungu! pahlawan kebajikan! dan jika kau mengambil itu lalu membacanya dan belajar, maka kau bisa menjadi Ranger pinky!" kata Alen.
"Wah!!"
"Berarti kita adalah rekan, pinky! kau boleh menyimpan buku itu, tapi syaratnya kau boleh baru minum saat sampai rumah ya" kata Alen.
"Siap! Aa' Ungu!" kata Amanda kecil.
"Kenapa Kak Amanda di mimpiku mudah banget ditipu!? semoga aslinya ngga begitu, kuharap dia ngga ada pengalaman kena culik" batin Alen, empati seorang junior terhadap senior.
Amanda kecil memegang janjinya untuk tidak merengek minta minum selama perjalanan pulang.
Sesampainya di rumah Amanda....
Amanda meminum segelas air putih.
"Aku memang bilang boleh minum pas sampai rumah, tapi maksudnya saat buka puasa" kata Alen.
"Lho? ini memang waktu bukanya Manda kok" ujar Amanda.
"Eh?" tanya Alen.
"Manda kan puasa nyambung" kata Amanda.
"Eh? puasa... nyambung?" tanya Alen.
"Maksudnya, puasa ketika kenyang, dan buka ketika lapar, puasa semampunya dia saja" Kata Aliza yang saat itu masih ada di dunia.
"Ibu!" kata Amanda.
"Ngomong-ngomong terimakasih udah mengantar dan membelikan Amanda buku ya, mau tante ambilkan minum?" tanya Aliza.
"Ha.. Ha, ngga usah repot-repot tante" kata Alen yang capek biar puasa Amanda ngga batal.
******
Alen terbangun dari tidur.
"Ng?"
"Lho? king? sudah lama?" tanya Amanda.
"Eh? kak Amanda? kakak puasa nyambung ya?" tanya Alen yang masih ngelindur.
"Haha! ngga lah! itu cerita jaman bocah! hahaha! jadi ingat! dulu pas jaman aku masih puasa nyambung, aku pernah ketemu sama Ranger ungu lho!" kata Amanda.
"Eh!?!?" batin Alen.
"Tapi aku cuma ketemu dia sekali, sudah itu ngga ketemu dia lagi, makanya aku selalu membawa buku yang dia pernah berikan, agar saat aku ketemu dia... aku bisa berterimakasih padanya" ucap Amanda sambil tersenyum.
"Eh!? Lho?" batin Alen lagi.
"Kalau di ingat-ingat, orangnya mirip King deh" ujar Amanda menatap Alen.
"Mana mungkin" kata Alen.
"Kok ngeri!? itukan cuma mimpi!" batin Alen panik.
"Hm... Tapi kakak kerjaannya udah selesai kan di kantor HMJ?" tanya Alen mengalihkan pembicaraan.
"Iya, sudah selesai kok" kata Amanda.
"Beneran? oh ya... Amanda, masih ada berkas yang perlu kau kirimkan ke via email sama Pak Sulaiman" kata Putra meledek.
"Apaan sih Put!? ngga usah ngeledek di puasa-puasa gini!" ujar Amanda.
"Terserah" ujar Putra.
"Fyuh! syukurlah bisa di alihkan" batin Alen sambil merogoh sakunya.
"Lho!? duit ku kok ngga ada!?" batin Alen kaget sambil menatap buku yang di atas meja.
*Nih.. Buku buatmu*
"Ng? King? kenapa atuh mukamu pucat?" tanya Amanda.
"I... itu cuman mimpi kan?" batin Alen panik.