Musim buah telah tiba banyak pohon-pohon yang berbuah lebat, semua jenis buah ada di hutan itu, binatang-binatang yang tinggal di hutan tersebut bersuka cita.
"Lihatlah pohon apel! para binatang dan manusia sangat bersuka cita
atas buah lebat yang kita miliki”tutur pohon anggur.
"Benar sekali, aku sangat senang karena dari buah yang aku hasilkan dapat
bermanfaat bagi para binatang dan manusia” sahut pohon mangga.
"Iya, aku juga senang” kata pohon pisang menyahuti.
"Akhirnya para binatang dan manusia tidak lagi kelaparan”ucap apel lagi.
“iya aku pun sangat senang, dapat membantu mereka dari buah-buahku ini” Ujar langsat.
Para binatang dan manusia mengambil buah-buahan mengisi keranjang-
keranjang mereka sampai penuh.
Tapi ada satu pohon yang tidak memiliki buah, dia pun sangat sedih karena
tidak bisa membantu makhluk hidup lainnya.
“kalian terlihat sangat bahagia, karena buah yang kalian hasilkan dapat membantu para binatang dan manusia, sedang aku tidak menghasilkan buah
satu pun” ucap si pohon itu bersedih.
Pohon anggur dan pohon lainnya turut bersedih, tapi mereka akan selalu menghibur pohon yang tidak berbuah itu.
“jangan kamu bersedih, tidak kah kamu tahu ranting-ranting yang kamu
jatuhkan di ambil oleh manusia sebagai kayu bakar?”tutur nangka menghibur
“kamu seharusnya bersyukur, karena dari ranting ranting yang kau punya
orang-orang akan mengumpulnya lalu menjual kepasar, dan itu sangatlah
membantu mereka” ucap pohon anggur meyakinkan.
Pohon yang tak berbuah itu kembali ceriah dan percaya pada dirinya kalau
dia Juga bisa bermanfaat bagi yang lain.
“aku sangatlah iri denganmu”ucap apel pada pohon yang tak berbuah
“kenapa?” Tanya pohon yang tak berbuah penasaran
“karena kamu memiliki tubuh yang besar, dan sangat berguna bagi manusia untuk membuat rumah-rumah mereka”jawab apel menjelaskan
“benarkah?”Tanya si pohon itu bahagia
"Hmmm, maka bersyukurlah karena semua tumbuhan pasti memiliki kelebihan
masing-masing yang tidak dapat di ketahui”tutur pohon mangga.
“iya benar sekali, semua tumbuhan yang berbuah maupun yang tidak pasti mempunyai kelebihan tersendiri”ucap langsat.
“Terima kasih teman-teman telah membuatku sadar dari kesalahanku”ucap
Si pohon yang tak berbuah itu meteskan air mata terharu .
“Iya sama-sama”jawab serempak para pohon yang berbuah itu.
“kita adalah saudara bukan?, yang akan saling membantu satu dengan yang
lain”tutur pohon apel.
Mereka pun tertawa bahagia bersama.
“kini si pohon yang tak berbuah itu, tidak pernah bersedih lagi dia akan
selalu berpikir positif, dan bersyukur menerima apa adanya.