Pagi ini hari terlihat mendung, seakan tahu apa yang dirasakan oleh seorang bocah laki-laki berumur 5 tahun itu. Bocah itu terlihat duduk di depan teras rumahnya sembari menangis.
" Hiks.. Papa dimana? Alan ulang tahun kok papa masih ngga datang lagi? hiks.. " Nyatanya bocah itu sedang mencari papa nya sendiri yang entah ada di mana.
" Alan pengen ketemu papa. Temen-temen Alan juga pada punya papa..Hiks.. " Tangis bocah itu.
Tak lama kemudian seorang wanita cantik pun keluar dari rumah minimalis itu dan menghampiri bocah laki-laki yang sedang menangis itu.
Wanita itu duduk disamping bocah bernama Alan itu seraya mengelus rambutnya.
" Alan kenapa hm? kok nangis? kalo Alan nangis nanti mama sedih lho" Wanita itu ternyata tak lain adalah ibu dari Alan.
" Mah? papa dimana sih?" Wanita itu atau sebut saja Syhana tersenyum sendu mendengar pertanyaan yang sering kali muncul dari anak tampan nya itu.
" Alan, papa itu lagi kerja buat beliin Alan mainan yang banyak jadi Alan harus sabar ya" Alan yang mendengar itu langsung tersenyum senang tapi tak lama wajahnya kembali muram.
" Mah? tapi kok papa kerja nya lama banget? Alan kan jadi rindu. " Syhana menghela nafas gusar.
Syhana kembali mengingat kenangan pahit yang terjadi padanya 6 tahun lalu. Dulu adalah masa-masa terburuknya, hamil di luar nikah dan di usir oleh keluarganya sendiri. Siapa yang tidak depresi?.
Kehamilan di luar nikah bukanlah keinginan Syhana, dia di perkosa oleh senior kampusnya sendiri.
Dulu Syhana memang hanya mahasiswi biasa dengan paras yang mendukung hidupnya pun jauh dari drama percintaan remaja kala itu. Tapi kehidupannya seketika berubah saat kejadian buruk itu terjadi.
Syhana saat itu hanya mengingat wajah pria brengsek yang menghancurkan masa depannya tapi dia tak tahu siapa namanya.
Syhana yang saat itu hampir putus asa, sempat ingin membunuh anak yang di kandungnya sendiri tapi untunglah dia tak segila itu. Dan anak yang dulunya akan dia gugurkan, sudah tumbuh menjadi anak laki-laki tampan yang baik dan sopan.
" Mah? mamah? " Syhana tersentsk kaget mendengar panggilan anaknya.
" Iya sayang kenapa? " Alan mengernyit melihat ibunya menangis. Ya ternyata tanpa syhana sadari, dia menangis.
" Mama kok nangis? " Syhana yang mendengar itu, buru-buru men halus air matanya yang memang sudah mengalir deras dipipi nya.
" Mama nggak papa kok" Alan yang mendengar itu, kembali bertanya.
" Mama tapi kok papa kerjanya lama banget ya? " Syhana tersenyum mendengar pertanyaan itu lalu menjawab.
" Alan, nanti akan ada saatnya kok Alan ketemu papa, jadi sekarang Alan nunggu papa pulang aja terus bawah mainan banyak, Alan mau kan? " Kali ini Alan benar-benar tersenyum gembira.
" Yaudah mah, kalo gitu ayok kita masuk" Alan langsung menarik tangan ibunya untuk masuk kedalam rumah mereka. sedangkan Syhana hanya tersenyum lembut mengetahui anaknya sudah tak murung lagi.
Saat mereka akan masuk kedalam rumah, tiba-tiba sebuah suara memasuki pendengaran mereka.
" Syhana! ini kamu kan? " Syhana membeku. Syhana menggenggam tangan anaknya erat dan berbalik.
Deg!
" Dia... " nafas Syhana tercekat, melihat sosok yang selalu menjadi mimpi buruk nya.
" Anda siapa? " Syhana tahu ini adalah hak terbodoh karena dia lebih memilih mendadak amnesia. Tak ada cara lain untuk mengadapi laki-laki brengsek ini yang sialnya tampan itu.
" Syhana kamu jangan bohong! kamu pasti ingat siapa aku! Syhana aku mencintaimu, sangat. Aku tahu kesalahan ku dulu tak mudah untuk kau maafkan, tapi aku mohon izinkan aku memulai semuanya dari awal, kamu mau kan? " Kata laki-laki itu serius.
Syhana tertegun untuk sementara, dia sebenarnya tak ingin laki-laki brengsek itu kembali tapi disisi lain Alan sangat merindukan dan membutuhkan sosok ayah.
Jadi apa yang harus Syhana lakukan?
~~~
hadeh.. Syhana bingung nih. Ada yang mau kasih solusi? 🙏😁