Hari ini Ling menyiapkan cupcake kesukaan kedua putrinya Xesha dan Zeth. Kali ini Ling mencoba membuat varian buah, ia menambahkan sari buah naga kedalam cupcakenya. Ini kali pertama kedua putri Ling mencicipi cupcake varian buah naga.
Saat menghias cupcake tiba-tiba terdengar suara telephon rumah berbunyi " Kriiiiing kriingg " Ling segera bergegas menuju sumber suara yang ada di ruang depan.
"Halo, selamat siang " Ling menjawab dengan suara lembutnya.
"Ma, ini aku Zeth aku pulang telat mau ketoko buku" suara Zeth di sebrang telepon sana.
" Oke, pulangnya jangan malam-malam ya Zeth"
" siap nyonya " suara ceria Zeth di sebrang telepon. Ling segera kembali kedapur melanjutkan menghias cupcake yang di tinggalnya tadi.
" Maa aku pulang " terdengar suara Xesha dari ruang depan.
" Mama di dapur Xesh " Ling menyaut dari dapur.
" Mama buat cupcake varian apa hari ini " sambil menarik bangku di dapur.
" cupcake buah naga " sambil berjalan menuju Xesha yang sedang menunggu cupcake buatannya.
" haa ? " Xesha yang kebingungan karena dirinya hanya tahu buah naga di buat salad atau jus.
" Gimana sekolah kamu hari ini ? " tanya Ling sambil mengelus rambut Xesha.
" Seru ma, hari ini ada anak baru di kelas aku " sambil menghabiskan cupcake yang di sajikan mamanya. Setelah berbincang-bincang dengan mamanya Xesha langsung kekamar mengganti pakaiannya langsung istirahat.
***
Aktivitas di hari minggu pagi keluarga Kun membersihkan area sekitar rumah. Xesha dan Zeth sangat bersemangat membantu ayahnya membersihkan taman belakang rumah. Saat mencabut rumput liar di area taman tiba-tiba Xesha menemukan benda seperti telur di sela-sela bebatuan.
" Zeth coba kemari lihat ini ! " sambil jongkok memandangi benda di depannya.
" apa itu ka ? " tanya penasaran Zeth pada Xesha.
" Entah " jawab singkat Xesha karena masih tidak tahu.
" Eehh.. jangan-jangan itu telur naga ka ?" ngomong asal pada Xesha.
" Mana bisa naga bertelur di belakang rumah kita, ngasal aja kamu ini "
" Bisalah ka, semalem aku denger suara aneh dari belakang rumah kita " sambil meyakinkan sang kakak.
" palingan juga suara kucing tetangga mau ambil ikan di rumah " kata Xesha
" Ka kalau ini beneran telur naga kita pelihara aja, nanti naganya kita suruh ngepet nanti kita jadi kaya raya jalan-jalan keliling dunia, bantu mama papa, bayar utang negara, bantu orang susah " seru Zeth.
"Halu mulu kerjaannya " sambil berjalan meninggal Zeth yang sedang duduk di samping.
" Yee biarin sih, menghalu kan enak ka" suara Zeth yang sedikit menjauh.
" Ati-ati ntar kalau sudah sadar jangan nangis" suara meledek Zeth. Xesha langsung membawanya kekamar, ia menaruhnya di atas meja belajarnya. Xesha tak berhenti memandangi benda itu. Xesha masih kepikiran omongan Zeth tadi soal telur naga, lagi pula ini sudah zaman modern mana ada naga bertelur di belakang rumahnya. Mungkin ga sih isinya naga asli atau emas atau jangan-jangan telur kucing tapikan kucing beranak bukan bertelur, atau pangeran naga yang tampan nan baik hati. Isi kepala Xesha di penuhi rasa penasaran pada benda yang mirip seperti telur itu.
" Ba emang ada ya telur naga ? " tanya Xesha sambil duduk di meja makan.
" Itukan cuma mitos sayang " sambil makan buah.
Xesha langsung menghabiskan makanannya ia segera kembali kekamarnya.
***
Sesampainya di kelas Win menyapa Xesha dengan nadanya yang ceria. Tiba-tiba Zee bersama ganknya nyamperin Xesha dan Win yang sedang duduk bersama sambil menyindir Xesha bahwa ia simpanan pak Ted, ia adalah guru B.Inggris yang sangat tampan dan sangat mempesona semua perempuan di kalangan sekolah termasuk para siswi-siswi dan guru. Namun, Xesha mengabaikan sindiran Zee karena ia sudah terbiasa dengan sindiran itu dan ia tidak pernah melakukan apapun bersama pak Ted. Pak Ted memang suka sama Xesha karena ia siswi yang sangat cantik, berprestasi, lembut dan sopan. Pak Ted terkenal suka menggoda para siswi dan guru yang cantik dan seksi termasuk Xesha tapi ia selalu menghindar saat pak Ted menggodanya. Saat jam pelajaran B.inggris Pak Ted mencoba mendekati Xesha, ia selalu berbasa-basi dengan bertanya apa ada materi yang belum di pahaminya sambil berbisik di telingan Xesha dan memegang tangan Xesha dengan lembut, namun Xesha selalu menghindar.
Jam pelajaran telah usai Xesha memberes buku pelajaran. Xesha selalu keluar kelas paling akhir ia memastikan semua buku terbawa tidak ada yang tertinggal di dalam kelas. Kondisi kelas sudah kosong tiba-tiba Zee bersama kedua temannya Kelly dan San datang pada Xesha lalu menjambak rambutnya dengan keras.
" Kamu jadi cewe jangan kegatelan dong sama pak Ted " sambil menjambak rambut Xesha dengan kencang
" Aku tidak ada apa-apa sama pak Ted " berusaha melepaskan rambutnya dari tangan Zee. Namun, usahanya sia-sia Zee yang semakin kencang menarik rambutnya.
" gak usah sok polos deh, dasar cengeng murahan ! " melepas rambut xesha dan berjalan meninggalkan Xesha yang nangis.
***
" Maa aku pulang " xesha menyapa mamanya di dapur dan ia langsung berjalan menuju kamarnya yang ada di lantai dua.
" Sayang kamu gak mau nyobain cupcake mama dulu, mama buat varian baru nih " sambil menghiasi cupcake.
Ling yang merasakan ada sesuatu yang aneh pada Xesha belakangan ini lebih banyak diam dan menghabiskan waktunya di dalam kamar.
Ling membawakan cupcake buat xesha kekamarnya.
" Xesha ini mama " sambil mengetuk pintu kamar xesha.
" masuk ma ga di kunci pintunya " memandangi telur naga yang ia temukan di taman belakang rumah.
" Kamu ada masalah apa sayang ? cerita sama mama " mengelus rambut Xesha dengan lembut.
" gak papa ma, Xesha cuman pengen belajar lebih giat biar nanti hasil ulangan bagus bikin mama baba bahagia" masih memandangi telur naga yang tak bergerak.
" yauda kalau kamu punya masalah kamu cerita kemama ya " berjalan menuju pintu keluar kamar.
" iyaa ma " sambil tersenyum.
Xesha mengelus telur naga sambil melamun, ia masih berfikir kenapa Zee sangat membencinya.
"seandainya kamu bisa ngomong kamu pasti hibur aku kalo lagi sedih"
Tiba-tiba telur naga milik Xesha bergerak, Xesha sontak langsung berdiri dari kursinya sedikit menjauh dari telur itu. Ia sangat ketakutan menutup matanya dengan kedua tangan. Muncul bayi naga yang sangat lucu dari cangkang telur, namun xesha masih belum berani mendekat kebayi naga itu. Ia berusaha mendekat perlahan dengan langkah kaki yang lembut. Bayi naga itu sangat lucu tapi ia masih takut menyentuhnya, ia berulang kali mencoba menyentuhnya namun gagal karena rasa takutnya. Pada akhirnya ia memutuskan untuk memberanikan diri untuk menyentuh bayi naga. Bayi naga sangat nurut sama Xesha semakin menempel ditangannya, xesha merasa sangat bahagia dan ia tidak ketakutan lagi. Segera ia mengambil susu buat bayi naga. Setiap hari Xesha merawat bayi naga dengan tulus dan bayi selalu menjadi teman curhat xesha saat sedih karena ia selalu berhasil mengembalikan mood xesha yang hancur ketika pulang sekolah karena ulah Zee dan teman-temannya di sekolah.
***
San seorang gadis yang sangat ceria namun dua hari belakangan dia sangat murung lebih banyak diam dan menyendiri. Saat jam pelajaran Pak Ted berlangsung Xesha memerhatikan langkah gerak pak Ted yang terus mendekati San, tapi san selalu mencoba menghindarinya. San izin keluar kelas tak lama kemudian Xesha mengikutinya dari belakang.
" San " sambil menepuk pundak san yang sedang nangis di depan kaca toilet.
"Eeh Xeshaa " sambil menghindar tangan xesha karena ia kaget.
" apa yang dilakukan pak Ted sama kamu ? " tanya xesha dengan nada serius " kamu cerita sama aku, aku akan bantu kamu nyelesain semuanya " meyakinkan perkataannya kepada San.
" 3 Hari lalu aku minta tolong pak Ted untuk menjelaskan ulang materi yang belum aku pahami, pak Ted meminta aku datang ke ruang komputer, sesampainya disana pak Ted langsung kunci pintu ruang komputer dan langsung mendekatiku memegang tanganku dan mencoba menciumku memegangku erat-erat, mencoba membuka bajuku tapi aku berhasil menghindar dan mengambil kunci yang terjatuh dari kantong celana pak Ted. Jujur aku suka sama pak Ted namun setelah kejadian itu aku jijik melihat pak Ted" sambil menghapus air mata yang berjatuhan di pipinya.
" kamu diam aja ? ga lapor kepala sekolah" memandangi san yang menangis.
" sudah Xesh, Kepala sekolah tak percaya karena aku tak punya bukti, pak Ted mengelak dia memutar balikkan fakta menuduh aku yang mulai menggoda dia" tangisannya yang semakin terisak-isak.
"Tenang san aku akan bantu kamu " sambil memeluk San yang sedang menangis.
" Makasi ya Xesh " memeluk balik pelukan xesha
" Nanti kita atur rencana dan kamu bantu aku menyiapkan semuanya"
" oke siap makasih xesh "
Mereka kembali kekelas melanjutkan jam pelajaran pak Ted.
***
" Maa aku pulang " sambil berjalan menuju dapur tempat sang mama menghias cupcake.
" gimana sayang sekolahnya ? " memeluk xesha yang sedang kelelahan.
" Ma semisal aku jadi korban pemerkosaan apa yang mama lakuin ? " berjalan menuju meja makan.
" Tumben kamu nanya kek gitu ? mama aku bantu anak mama terus laporin pelakunya kekantor polisi " menarikkan kursi untuk duduk Xesha.
Setelah banyak berbincang-bincang Xesha segera pergi kekamar .
Ia terus memikirkan rencana agar bisa menjebloskan pak Ted kedalam penjaran atas perlakuannya yang mencoba memperkosa San. Namun, ia tidak punya bukti yang kuat untuk lapor polisi.
Bayi naga yang mungil dan sangat imut selalu membuat xesha tersenyum.
Xesha akhirnya menemukan ide yang cukup masuk akal untuk jadi bukti bahwa pak Ted bersalah, Ia segera menghubungi San merencanakan semuanya. San kurang yakin dengan ide Xesha, tapi xesha terus meyakinkan San. Akhirnya mereka berdua sepakat namun mereka butuh bantuin Win dan teman-temannya untuk melancarkan aksinya. Hanya dengan cara seperti itu mereka akan mendapatkan bukti dan kepala sekolah bisa percaya dan bisa memecat pak Ted dari sekolah.
Keesokan hari saat Xesha memberi susu bayi naga tiba-tiba bayi naga sudah pingsan di atas meja belajarnya. Xesha berteriak manggil mamanya, ia sangat panik melihat bayi naga tak bergerak sama sekali. Setelah mamanya datang melihat kondisi bayi naga yang sudah tidak bernyawa itu xesha langsung menangis histeris ia masih tidak percaya. Lalu ia menguburkan bayi naga di taman belakang rumah tempat pertama kali ia menemukan telur naga itu. Xesha kembali murung setelah kepergian bayi naga tak ada lagi semangatnya, Ia selalu mengunjungi kuburan bayi naga setiap hari setelah pulang sekolah.
***
Hari ini Xesha meminta pak Ted untuk menjelaskan ulang materi yang di ajarkan tadi di dalam kelas, pak Ted meminta Xesha untuk datang ke ruang komputer jika ia mau di jelaskan ulang materinya.
Usai jam pelajaran selesai xesha segera menuju ruang komputer. Setelah masuk keruang komputer pak Ted langsung mengunci semua jendela dan pintu di ruang komputer, Xesha bertanya pada pak Ted kenapa harus di kunci Pak Ted menjawab dengan alasan keamanan. Pak Ted mulai mendekati xesha meraba-raba tangan xesha dan mencoba mencium xesha. Xesha merasa risih apa yang di lakukan pak Ted pada dirinya, ia mencoba menghindar namun apalah daya kekuatan pak Ted jauh lebih kuat di banding dengan xesha. Saat terjatuh dari bangku pak Ted semakin kasar terhadap xesha ia yang berusaha membuka baju xesha. Xesha berusaha menyelamatkan diri dan dia mengeluarkan pisau kecil dari kantong bajunya mencoba mengancamnya tapi itu tak berpengaruh pak Ted malah berhasil menyingkir pisau itu dari tangan xesha.
San merekam semua perlakuan pak Ted pada xesha dengan ponselnya dari bawah meja, saat ia mencoba mendekat untuk mendapatkan hasil video yang bagus ia merangkak perlahan tiba-tiba kepala San menabrak meja di depannya. Pak Ted menyadari suara San yang menabrak meja. Pak Ted berjalan pelan menuju San dan menariknya untuk keluar dari bawah meja. San dan Xesha saling berpelukan mereka menangis ketakutan dan terus mencoba menghindar dari pak Ted. Win dan teman-teman mencoba membuka pintu namun gagal lalu mereka mendobraknya, setelah pintu berhasil terbuka Pak Ted sudah berhasil melarikan diri tinggal tersisa Xesha dan San di ruang komputer.
Keesokan hari Ling datang kesekolah xesha meminta kepala sekolah untuk memecat pak Ted dan memasukkannya kedalam penjara akibat perilakunya yang tidak senonoh terhadap putri kesayangannya. Kepala sekolah menolak permintaan Ling karena Ling tak punya bukti yang kuat. Pak Ted mengelak semua pernyataan yang di sampaikan Ling kepada kepala sekolah.
Xesha, San dan Win masuk keruang kepala sekolah menyerahkan ponsel milik San yang berisi video rekaman Pak Ted yang mencoba melecehkan xesha di ruang komputer. Kepala sekolah langsung memecat Pak Ted dan melaporkannya kepolisi.
***
Kun dan Ling membawa kedua putrinya berlibur kepantai supaya Xesha bisa kembali ceria. Setelah kejadiannya bersama Pak Ted Xesha lebih banyak menyendiri di kamar di tambah bayi naga kesayangan mati.
" Yang kalah ambil bolanya ya ka ! " seru Zeth sambil melempar bola kepada sang kakak.
" oke siapa takut " menangkap bola dari Zeth.
Beberapa saat bola terlempar jauh xesha musti mengambil bola itu karena ia kalah dari Zeth.
Kun dan Ling tersenyum melihat kedua putrinya yang tampak akur dan menikmati liburannya. Xesha tampak lebih ceria, Kun dan Ling berharap supaya putrinya bisa kembali kesedia kala.
" sana ambil ka bolanya ! kalah kalah kalah " meledek xesha yang kalah dalam permainan bola.
" iyaa iyaa ... Ini lagi jalan" mengeluh karena bolanya terlempar jauh dari area permainan.
" buruan napa ka ! lama amat dah " Seru Zeth
" iyaa sabar bentar napa si jauh ini " jawab xesha sambil berlarian mundur. Saat menoleh kebelakang untuk ambil bola tiba-tiba ia menabrak pemuda yang sedang memotret pantai hingga terjatuh dan xesha juga terjatuh tepat diatas tubuh pemuda itu dan kedua tangan xesha memegang dada pemuda itu. Xesha terus menatap pemuda itu tanpa kedip, sang pemuda mencoba mengajaknya berbicara tapi ia dihiraukan karena xesha masih terus terdiam melihat pemuda itu.
" Hallooo " sambil melambaikan tangannya di depan pandangan xesha tapi cara itu tetap saja gagal xesha masih terus memandangi pemuda itu.
" Halloo nona bisa berdiri dari badan saya ? " ujar pemuda itu. Xesha langsung tersadar dan sesegera ia berdiri
" maaf maaf aku tidak sengaja " xesha langsung panik dan salah tingkah.
"okee, lain kali hati-hati ya nona jangan berlarian mundur lagi takut membahayakan diri kamu dan yang lain juga" sambil memegang kamera yang sempat terlempar.
" gimana dengan kamera kamu ? apa ada yang rusak ? aku bersedia mengganti rugi kerusakannya" ujar xesha dengan nada yang cepat.
" ohh ini gapapa di benerin sedikit udah balik kesemula" ujar sang pemuda.
" sekali lagi aku minta maaf ya " sambil menundukkan kepalanya sebagai permintaan maaf. " Aku harus segera mengambilnya bolanya karena adikku sudah menunggu " berjalan mengambil bola yang letaknya tak jauh dari pemuda itu.
" ohh iya silahkan ! " memberi jalan buat xesha.
Xesha langsung berlari mengambil bola tsb dan ia segera kembali ke sang adik yang telah menunggunya. Saat berjalan xesha teringat sesuatu sepertinya pemuda itu sangat familier tapi dia siapa ? sepertinya mereka pernah bertemu tapi dimana. Xesha mencoba mengingatnya terus menerus tetapi tak membuahkan hasil, sesekali ia menengok kebelakang melihat pemuda itu, sang pemuda langsung tersenyum pada xesha dan xesha membalas senyuman manis dari pemuda itu lalu ia kembali berjalan.
" siapa dia ? kenapa sangat familier sekali " gumam xesha sambil memutar kecil bolanya.
" ka ngapain ajasih lama amat ambil bola doang" sambil berteriak
" sabar napa ? ambil bolanya kan jauh. Cape kakak mau istirahat bentar " berjalan menuju kursi yang berada di pinggir pantai.
" ahh kakak gaseru ih " keluhan Zeth pada sang kakak.
" Sini zeth kakak pengen cerita " menarik tangan Zeth yang sedang berjalan di belakangnya.
" Kakak ketemu pangeran tampan, emas, harta karun, kerang ajaib atau putra duyung " ujar Zeth yang sangat penasaran.
" Bukan semua, tadi pas mau ambil bola kakak nabrak pemuda yang sedang motret di sebelah sana" jarinya menunjukkan kearah pemuda tadi "wajahnya sangat familier , kakak seperti uda kenal lama dengan pemuda itu tapi kakak lupa pernah ketemu dimana" ujar Xesha.
" Jangan jangan dia jelmaan bayi naga yang waktu itu kakak rawat dan sekarang jadi pangeran yang tampan yang di kirim dari kerajaan naga untuk jadi kekasih kakakku yang cantik jelita" sambil memeragakan perkataanya didepan sang kakak.
" ngaco ih, sadar zeth ini 2021 zaman udah modern tak ada lagi jelmaan-jelmaan kek gitu, kebanyakan makan micin sama boba sih jadi menghalunya sampai pantat panci " ucap xesha sambil melihat kearah pemuda tadi.
" Aku sangat serius ka " mencoba meyakinkan sang kakak.
Kun dan Ling menhampiri kedua putrinya yang sedang berjemur, mereka mengajaknya makan seafood di restaurant sekitar pantai.
***
Pukul 00.37 WIB tiba-tiba Xesha terbangun dari tidurnya, pemuda manis itu lagi- lagi datang kedalam mimpinya. Ia telah menolong Xesha dari serangan Pak Ted yang mencoba memperkosanya diruang yang sangat gelap. Namun di dalam mimpinya pemuda tampan itu jelmaan dari bayi naga yang selama ini di rawatnya. Xesha terbangun dengan napas terengah-engah, ia langsung berdiri mengambil air putih diatas meja belajarnya. Xesha berjalan menuju jendela kaca kamarnya lalu ia membuka horden dan melihat ketaman belakang rumah, ia sangat terkejut dengan yang dilihatnya ia menutup kembali hordennya. Dia mencoba mencubit kecil di bagian tangan ternyata dia dalam kondisi sadar tidak lagi bermimpi. Xesha mencoba melihatnya lagi ketaman belakang rumah takut tadi dia salah lihat dan hasilnya pun masi sama. Xesha langsung bergegas menuju taman belakang rumah.
" apa yang kau lakukan dibelakang rumahku " tanya xesha sedikit ketakutan melihat pemuda itu dari belakang.
" aku hanya ingin memastikan bahwa kau baik-baik saja" tanpa menoleh kebelakang sedikit pun
" Aku ? " sambil menunjuk dirinya
" iya kamu, terimakasih telah merawatku dengan baik, kau memang sahabat sejati aku ".
" kamu siapa ? aku tidak mengenalmu " tanya xesha
" aku bayi naga yang telah kau rawat" sambil memutar badannya menghadap xesha.
" Kamuuu... " xesha sangat terkejut ia langsung mengucek mata untuk memastikan bahwa ia tak salah lihat. " kamu pemuda tadi siang di pantai yang tak sengaja aku tabrak kan? " ujar xesha yang masih kebingungan.
" iyaa.. Aku selalu ada kemanapun kamu pergi"
" Jadi benar apa kata Zeth kau jelmaan dari bayi naga yang aku rawat, tapikan ini zaman modern semua serba canggih kenapa masih ada jelmaan seperti kau? setahuku jelmaan yang berubah jadi manusia hanya ada diserial drama tv atau cerita fiksi " masih tak percaya apa yang di katakan pemuda itu.
" apa kau mau ikut denganku ? "tanya pemuda itu.
" kemana ? " jawab xesha dengan cepat
" Kekerjaan dimana aku tinggal" ujar sang pemuda
" Eeh..bentar ! bukannya kau sudah mati aku telah menguburnya disamping bebatuan itu kenapa kau bisa hidup lagi , berapa nyawa yang kau punya ? ujar xesha dengan cetus.
Pemuda itu tidak menjawab pertanyaan xesha ia meminta xesha untuk berpegang erat padanya dengan cepat mereka menembus lagit ketujuh dimana kerajaan naga berada. Xesha masih tak percaya dengan semua yang dilihatnya Istana yang begitu besar dan megah. Saat xesha melihat kanan kiri sekeliling istana tiba-tiba muncullah seorang wanita yang begitu cantik jelita ia adalah sang Ratu Naga. Dia pula lah yang menaruh telur naga ditaman belakang rumah xesha sang ratu percaya bahwa xesha manusia yang berhati baik dan lembut.
Beberapa tahun berlalu xesha diangkat menjadi Puteri Naga yang cantik jelita dan baik hati namun ia masih tetap bisa beraktivitas seperti layaknya manusia biasa dimuka bumi.
TAMAT