"Eh, jeng. Tuh liat anak saya, kerjaannya nyemil aja. Makan nasi aja gk mau jeng. Makanya tuh. Badanya peot begitu. Kayak anak kurang gizi. Noh, gk kayak adeknya kalo makan gk milih milih. Makanya badannya bugar begitu"
Perkataan ibuku saat ada arisan ibu ibu komplek, Ingin rasanya aku berteriak "Ibu!! Kumohon jangan bandingkan aku lagi!!" Tapi, kalimat itu hanya kusimpan rapat rapat dalam hati.
"Terus lagi nih ya, anak saya itu gk perrrnnnaaah sekalipun bantuin ibunya. Kerjaannya kalo gk maen hape yaaa tidur. Nyuci piring aja nih ya, gk bisa loh. Padahal udah mau lulus sd gituuu. Pernah minggu lalu dia nyuci piring tapi malah ada 2 piring pecah. Gk kaya si Amel, cucunya bu Asnan. Kalo disuruh bebenah rumah mah ayok dah. Kerjain nya bener. "
Tak pernah? Lalu siapa yg membantu mu menjemur baju, menyapu, mengepel dan mencuci baju saat kau tak ada di rumah!!? Ternyata, sesakit ini difitnah oleh ibu sendiri. Jika difitnah oleh orang lain tak apa, mereka belum tau jati diriku. Tapi ini oleh ibu sendiri. Lalu dengan kalap aku berlari ke kamar. Membanting pintu hingga teman sepermainan adikku memandangku demgan heran. Tapi aku tak peduli!
Ya Allah kuatkan hatiku. Buka mata hati ibuku agar dia tak membandingkan aku lagi Ya Allah. Aku tahu kau maha pengkabul doa, kabulkanlah doa ku ya Allah. Doaku saat dikamar sambil meneteskan air mata saking sakit nya hatiku. Aku beranjak ke meja belajar bergambar Captain America. Yah meskipun aku perempuan tapi apasalahnya kalau aku suka Avengers?
Ku buka laptop pemberian orang yg paling ku sayang. Siapa lagi. Mereka sahabatku. Amelia Rachmaniar dan Fani Ramadhani. Kata mereka. Mereka patungan untuk membeli laptop ini. Yah meskipun bekas tapi masih bisa di servis oleh ayahku. Ku buka apl buku diary. Ku tumpahkan semua isi hatiku. Dari apa yg aku alami,apa yg aku benci, bahkan 3 cerpenku {yg tidak diterbitkan} ku tulis disana.
--------------------------------
Benci! Aku benci sekali. Kejadian itu terulang kembali. Meski bukan yg pertama. Namun hati ku yg tak sekokoh baja harus merasakannya lagi.
Kenapa tuhan? Kenapa!? Kenapa kau... ahh aku tak sanggup jika berkata bahwa kau itu jahat. Kau itu maha baik. Dan kau juga tak akan memberikan ujian yg melebihi kemampuan hambamu kan? Jadi AKU PASTI BISA MELALUI INI.
--------------------------------
Sekarang sudah pukul 13:30 Aku belum sholat Dzuhur. Aku pun melkasanakan sholat. Sebelum Sholat aku menulis sesuatu di selembar kertas.
IBU, BACA SEMUA YG ADA DI APL "MY SECRET DIARY" DI LAPTOP KU. KATA SANDINYA '222728'. BACA IBU. SEMOGA KAU BERHENTI MEMBANDINGKAN AKU DENGAN ORANGLAIN BU. KARENA AKU DAN MEREKA BERBEDA. Tulisku di surat itu, lalu ku letakkan di atas laptop.
Asal kalian tahu, 2 bulan lalu ibu bahkan membully, Mengghibah, dan membuka semua aibku. Ya Allah, saat itu aku ingin bunuh diri, karna, ibuku berbicara seperti itu tepat di depanku, sambil mencibirkan mulutnya ke arahku, dan bergidik geli saat menoleh ke arahku. Satu pemikiran terlintas di benakku 'Apa aku bukan anaknya?'.
Tapi, sahabat yg selalu ada kapan pun saat aku butuh untuk mencurahkan semuanya. Fani, dialah yg paling dewasa dan paling bobrok di sini. Karna dialah aku membatalkan acara ingin bunuh diriku. Aku dengan Amel sudah sahabatan hampir 6 Tahun, kalau dengan Fani kira kira 4/5 Tahun. Aku jadi senyum senyum sendiri saat perkenlanku dengan fani.
Lalu aku keluar dan menghampiri ibuku,
Ku peluk ibuku dan ku cium keningnya. Dan kubisikkan pada ibuku "Ibu, aku sayang ibu. Jaga adek ya bu. Selamat tinggal" setelah membisikkan kata itu aku masuk kerumah dan kutemui adikku. Ku bisikkan kata yg sama "Dek, kakak sayang sama adek. Jagain ibu ya dek. Maafin kakak yg suka marah marah sama adek. Selamat tinggal" aku masuk ke kamar ku. Kulaksanakan solat Dzuhur. Saat sujud terakhir. Aku berbisik dalam hati " Tuhan, masukkan aku ke dalam surga. Masukkan ibuku, ayahku dan adikku juga ya Allah. Ya Allah Izinkan aku bertemu kepada orang yg paling ku rindukan, Muhammad Ibn Abdillah." Lalu ku baca syahadat dan. Aku pergi.
Ibu pov.
"Kak! Kakak! Mana sih ni anak?" kataku keheranan 'sholat ternyata.' Batinku. Tapi kenapa sujudnya begitu lama?
Ku dekati anak pertama ku itu.
Ku sentuh punggungnya. Dingin. Itu yg ku rasa. Lalu ku tarik badanya ke pangkuanku. Aku panik kenapa badannya dingin, wajahnya pucat dan. Dia tersenyum? Senyum yg sangat manis.
"Kak!! Kakakk!! Jangan tinggalin ibu kakk!! Kakakk! Bangun kak! Hiks hiks" aku menangis sesenggukkan di atas tubuhnya kupeluk tubuh kecilnya dan ku cium keningnya. Ku ambil kain putih. Kututup tubuhnya hingga menutupi kepalanya. Aku teringat katanya tadi saat aku sedang membereskan tikar di luar rumah. "Ibu, aku sayang ibu. Jaga adek ya bu. Selamat tinggal" itu kalimat terakhirnya. Ku panggil suamiku yg baru pulang kerja untuk mengurus jenazah anakku.
Sehabis di sholati jenazah anakku pun di kubur. Terlihat dua sahabatnya menangis di pinggir kubur nya. "Is Ais jan tinggalin gue napa is? Gue salah apa ama elo. Is bangun is!" Kata salah satu temannya.
"Mel, udah mel. Jangan nangis terus. Nanti dia gak tenang di alamnya. Nanti dirumah kita bacain Yassin aja. Biar si Ais Tenang disana." Bujuk fani.
Amel mengangguk. "Tante kita pulang ya, tante jaga kesehatan. Biar tante gk sakit, tante juga jangan keseringan nangis. Biar Ais nyaman di alam barunya. Kami permisi tante. Assalamualaikum" Kata mereka tak ku hiarukan. Ku jawab salam mereka dalam hati.
Seminggu kepergiannya.
Ku bereskan kamar bercat hijau itu. Ku lirik sebuah kertas berwarna kuning terang di atas laptop kesayangannya.
IBU, BACA SEMUA YG ADA DI APL "MY SECRET DIARY" DI LAPTOP KU. KATA SANDINYA '222728'. BACA IBU. SEMOGA KAU BERHENTI MEMBANDINGKAN AKU DENGAN ORANGLAIN BU. KARENA AKU DAN MEREKA BERBEDA.
Ku baca tulisan itu. Membandingkan? Astaga! Ku ingat arisan ku seminggu lalu. Tuhan maafkan kesalahanku.
Ku buka laptop nya, kucari apl tersebut. Ketemu! Ku buka dan tak lupa kumasukkan kata sandinya. '222728'
Setelah masuk ku lihat judul dari isi memo yg ada di apl tersebut.
'Ibu, berhenti membandingkan aku'
'Surat dari anakmu yg merindu'
'Ini kah yg kau mau?'
Sepertinya itu judul cerpen. Memang anakku adalah pecinta sastra. Pernah dia bercerita bahwa andai saja dia bisa masuk kuliah dia ingin mengambil jurusan sastra. Lalu aku berkata. "Kak, sastra itu tuh kerjaanya nulis doang. Tulisan kamu aja jelek begitu. Lagi pula kalo kamu itu dah lulus. Jadi sarjana sastra. Mau jadi apa? Penulis? Nulis itu gk ada gunanya. Mending nanti kamu ambil jurusan astronomi aja. Kamu suka astronomi kan?"
Namun pikiranku berubah setelah ku baca tiga cerpen itu. Bagus. Bagus sekali. Banyak kalimat puitis di dalamnya. Ku buka memo lain.
"Impianku♡"
1. Jadi orang sukses
2. masuk kuliah jurusan sastra
3. punya buku sendiri walaupun gk rilis. ✔
Hanya impian yg terakhir yg tercentang. Itu berarti sudah terkabul? Ku obrak abrik kamarnya. Kucari buku BIG BOSS bertuliskan [CERITA KAMI] dan {Jingga dan Senja Si Kembar Yg Mualaf}.
Satu jam mencari akhirnya ketemu juga. Ku menangis lgi. Buku itu. Buku yg benar benar bagus. Setelah selesai membaca curhatan di laptopnya. Aku pergi sendiri menuju pencetakan buku. 3 cerpen dan 2 bukunya pun dicetak dan. Booommm Rilis lah buku itu.
Kini 2 tahun setelah kepergiannya. Aku memiliki seorang anak laki laki. Anakku memiliki sebuah kelainan kecil. Yaitu dia memiliki rambut berwarna merah, dan juga matanya berwarna biru. Ku beri nama Yazeed Rifan As-Samad. Dalam hati aku berikrar. Besumpah dengan sungguh sungguh. Tak akan membandingkan anakku dengan ank lain yg lebih dari pada anakku.Karena setiap anak memiliki bakat masing masing. Jangan mengekang bakat anak itu dan mengalihkan ke hal hal yg tidak disukainya. Cukup dukung dan kembangkan bakatnya. Agar dia jadi anak yg berguna.