Namanya Keina. Seorang gadis yang hidupnya penuh dengan kebahagiaan. Memiliki keluarga yang harmonis dan kekasih yang mencintainya tak ayal membuat hidupnya terasa sempurna.
Hari ini Keina dan kekasihnya atau sebut saja Revan akan berkencan. Hati ini adalah hari istimewa untuk Keina dan Revan karena hari ini adalah hari anniversary mereka yang ke tiga tahun.
Di depan rumahnya Keina sudah siap dengan pakaian kasual nya. Keina sedang menunggu Revan yang katanya sedang dalam perjalanan saat tadi Keina menelpon.
"Keina! " Keina langsung menoleh saat ada yang memanggil namanya, tetapi saat Keina tahu siapa yang memanggilnya dia langsung memutar bola matanya malas.
" Keina, lo mau kemana rapi-rapi kek gini? " Tanya seorang cowok jangkung yang tadi memanggil Keina.
" Ke kuburan! Devan mau ikut? " Keina menjawab ketus pertanyaan cowok bernama Devan itu.
" Aelah! gak usah ngegas juga kali" Devan melirik Keina yang memasang wajah ogah-ogahan.
" Kain eh maksud gue Keina, lo jangan benci-benci ama gue, nanti jadi cinta lho" Devan membuat gambaran love memakai jarinya.
" Idih! gue cinta sama lo? mimpi! dihati gue itu cuma ada nama Revan " Devan tersenyum kecut mendengar perkataan Keina.
Devan ini adalah tetangga Keina yang jarak rumahnya hanya berbatasan dengan pagar rumah Keina. Dekat sekali bukan?. Keina dan Devan sudah dekat sedari kecil, tetapi saat kejadian dimana Devan mengungkapkan perasaan nya pada Keina, hubungan persahabatan mereka langsung renggang sampai saat ini.
'Tin Tin'
Suara klakson mobil yang terdengar langsung memecah keheningan diantara Keina dan Devan.
Keina langsung menaikkan pandangannya dan segera berlari kearah mobil Revan yang baru datang itu. Tetapi dia mengernyit saat kakak perempuannya atau sebut saja Renata turun dari mobil Revan.
" lho! kok kakak bisa naik mobil Revan? " Renata yang baru turun itu langsung terlihat gugup saat di beri pertanyaan itu oleh adik perempuan nya.
Revan yang kebetulan sudah turun langsung menjawab pertanyaan Keina.
" Tadi aku ketemu kakak kamu di jalan" jawab Revan kalem.
" Di jalan? kok bisa? " Keina masih bingung dengan jawaban Revan yang aneh.
" Udah gak udah dipikirin, mending sekarang kita berangkat, yok" Revan langsung menarik pergelangan tangan Keina lalu membawa Keina masuk ke mobil nya. Keina yang ditarik oleh Revan hanya pasrah.
Pada malam ini Keina sudah tertidur lelap, tiga jam sudah berlalu saat Keina terbangun karena kehausan. Keina membuka matanya yang berat, lalu beranjak dari kamarnya untuk mengambil minum.
Keina menuruni tangga rumahnya dengan perlahan, samar-samar dia mendengar seseorang yang sedang berbicara. Keina dengan rasa penasaran nya segera mendekati asal suara itu dan ternyata asalnya dari kamar Renata, kakaknya.
" Mas, kamu kapan sih putusin dia? " Keina mendengus, kenapa juga dia harus penasaran, pastilah kakaknya sedang menelpon dengan kekasih nya.
" Sabar sayang, akan ada saatnya untuk mas putusin dia. " Keina mengernyit. kenapa suara kekasih kakaknya sangat jelas seperti bukan dari telepon dan lagi suaranya kenapa tidak asing?.
" Sampai kapan? aku udah nunggu empat tahun lho! " Keina makin penasaran, keina semakin mendekatkan telinganya ke pintu untuk mencuri dengar percakapan Renata dengan kekasihnya itu.
" Renata! mas udah bilang tunggu sampai waktu yang tepat! kamu ngerti gak sih?! " Keina melompat kaget mendengar bentakan itu dan langsung menoleh ke sekitar takut ada yang melihatnya menguping.
" Kamu bentak aku mas?" tak lama terdengar suara isakan yang keina yakini berasal dari kakak nya.
" k-kamu udah gak cinta lagi sama aku mas? atau jangan-jangan kamu udah cinta sama Keina ya?! " Keina membulatkan matanya kaget. kenapa namanya di bawa-bawa?.
Keina langsung melangkah mundur dengan berbagai kemungkinan buruk yang ada dipikiran nya.
" gak mungkin, gak mungkin! " Keina terus melangkah mundur sampai dia menabrak pajangan rumahnya yang jelas mengagetkan semua penghuni rumah itu.
'Prank'
pintu kamar Renata langsung terbuka saat mendengar suara pecahan itu, dan keluarlah sepasang manusia berbeda jenis kelamin dari pintu yang sama itu.
Keina langsung membulatkan mata nya nanar saat melihat sosok pria yang sangat dikenalnya dengan keadaan bertelanjang dada. Revan.
" apa maksudnya ini Revan? " Keina bertanya pelan sarat akan menangis.
" Keina aku bisa jelasin! " kata Revan frustasi.
" Oh ya? kamu mau jelasin apa hm? sini cerita aku dengerin" Keina meminta Revan agar mendekat pada nya.
saat Revan akan berjalan mendekat, sebuah suara tiba-tiba terdengar yang mana langsung menghentikan langkah Revan.
" Mas! kamu maju selangkah lagi, aku bakal tinggalin kamu! " tubuh Revan membeku saat suara itu terdengar.
Keina terkekeh miris saat Revan yang kembali melangkah mundur.
Apa maksudnya ini?
~~~