Senin hingga minggu, hari terus berganti dengan cepat tanpa disadari. Pergantian waktu seolah membuat kehidupan terkesan singkat dan cepat. Sabtu, merupakan salah satu diantara 7 hari yang begitu terasa suasananya oleh seorang perempuan bernama Kayla. Kala hari bertukar menjadi sabtu, ada kesadaran dalam dirinya untuk merasakan hari menuju pergantian minggu berikutnya.
Setiap sabtu sore, sebuah perjalanan ditempuhnya menuju tempat yang begitu sepi dari suara riuh perkotaan. Sepi nan sunyi. Itulah yang dirasakan oleh Kayla. Ia pergi untuk merenungkan akan pribadinya dan juga memikirkan hal lainnya yang tentu sangat berkaitan dengan hidupnya.
"Ketika sabtu berganti, aku merasa sedikit kebebasan di kala rutinitas harian menerpa bak ombak besar yang menghampiri." Kayla memansang suasana sekitar di tengah lambaian ilalang ditiup oleh angin ringan.
Sabtu bukan sekedar hari menurutnya. Disini Kayla dapat melihat gambaran diri selama tiap minggunya dan berusaha untuk merubah diri jika terjadi suatu kesalahan.
"Sabtu tidak seperti halnya minggu yang memiliki banyak waktu untuk bersantai. Dikala minggu terjadi, disitu terdapat pikiran lain yang tentu saja berujung tidak santai sepenuhnya. Ini sangat berbeda dengan perihal yang dimiliki sabtu. Mesti terkesan singkat sekalipun." Ucapnya seorang diri.
Angin sore terus berhembus pelan disertai gerak gerik ilalang. Tanpa adanya keramaian yang menyebabkan banyak suara, membuat Kayla makin nyaman dan merasa begitu tenang. terkhusus pada jiwa yang ada di dirinya.
"Aku selalu menantikan momen seperti ini. Dirasa sangat berbeda bukan? Selain memikirkan kehidupan seharihari, diriku juga berpikir akan angan-angan yang selalu berputar di kepalaku seiring berjalannya waktu." Kata Kayla dengan nada rendah.
Angin telah membuat rambutnya terbawa ke arah hembusan. Dengan tatapan sayu dan bibir yang menahan segala kata dalam diri, menggambarkan ekspresinya kala itu.
Momen terasa sangat singkat. Diujung hari sabtu menjadi momen yang sangat dinantikan olehnya itu. Walau ada sedikit kesibukan yang dilakukan sebelumnya, tidak membuat Kayla sekalipun membencinya. Karena setelah melakukan hal yang cukup sibuk, ada saatnya ia akan merasakan momen damai terlebih di tempat ia berada saat ini.
"Angan-angan serta intropeksi diri kulakukan di penghujung sabtu sebelum berganti ke hari berikutnya. Bukan hari yang istimewa. Namun, setidaknya ini sangatlah berharga bila direnungi didalam ruang kedamaian nan menenangkan jiwa seperti saat ini." Gumamnya sembari memejamkan mata.
Sabtu memiliki satu hal unik yang berbeda dari hari lainnya juga. Meskipun berada di sekitar penghujung pekan.
-----SELESAI-----