Ini sebuah kisah yang sering disebut cinta monyet.
"akh, kami hanya berteman!"
"akh, itu dulu!"
"akh, kami masih sekolah!"
"akh, itu hanya cinta monyet!"
Cinta Monyet 🙈?
##
Kami ditakdirkan satu sekolah, sejak bertemu sampai 3 tahun bersama antara kami tak pernah akur, ada saja alasan yang membuat kami bertengkar.
Hingga suatu hari dengan suatu alasan kami harus berpisah.
Tak pernah ada kata perpisahan antara kami.
##
Beberapa tahun berlalu tanpa kabar berita, aku berkesempatan untuk bertandang kembali ke kampung halamanku. Ternyata dia berubah, dia yang dulu selalu usil dan selalu membuatku menangis, sangat bahagia dengan kedatanganku.
"er, apakah kamu banyak berubah?" katanya menyapaku dengan sebuah pertanyaan.
"maksudnya?" aku tak mengerti maksud pertanyaannya.
"lah kamu tak tahu tentang dirimu sendiri?"pertanyaannya membuatku lebih bingung.
"er,kamu itu dulu nyebelin" lanjutnya.
Aku terdiam mengingat bagaimana diriku dulu, lalu aku tersenyum tanpa berbicara.
"bener kan? kamu itu nyebelin, setiap hari aku malas ke sekolah malas bertemu kamu" katanya sambil tertawa.
Ia berhenti tertawa dan terdiam sejenak sambil menatapku, matanya berkaca-kaca, lalu berkata" sejak kau pergi Er, aku lebih malas pergi sekolah, setiap sampai di gerbang yang ku harapkan hanya senyuman mu yang duduk di bangku halaman depan. dan itu hanyalah mimpi yang tak pernah menjadi nyata selama bertahun-tahun"
Aku hanya tersenyum mendengar perkataannya yang tak kuduga sebelumnya. Rian adalah teman sekelasku yang dulu ku anggap jahat dan usil, tetapi tanpa sadar hatiku pun merasa rindu. Rindu saat dia usil, rindu saat kebaikanku malah dibalas dengan keusilan dia.
"Er, apakah kamu masih mengingat itu?apakah kamu masih seperti dulu?apakah kamu juga merindukanku?apakah kamu akan pulang dan sekolah lagi disini?" Rian bertanya.
" Aku pasti merindukan semua teman-temanku, aku rindu guru-guruku, aku rindu suasana sekolahku yang dulu, aku pasti rindu itu, tapi untuk tetap disini itu mustahil bagiku" jawabku dengan senyuman.
"Kenapa?"tanya Rian penasaran.
"Karena aku punya kehidupan baru disana, meski mungkin tak sebaik disini, insyaallah setahun sekali aku pasti berkunjung kesini, bertemu kalian mengenang semua yang tlah kualami disini" jawabku.
Rian tertunduk mendengar perkataanku.
Beberapa saat tak ada percakapan antara kami hanya guyonan teman-teman yang lain yang asik bercengkrama melepas rindu sudah lama kami tak berkumpul sejak kepergianku yang sangat mendadak tanpa kata perpisahan dan tanpa kabar berita selama bertahun-tahun.
Malam semakin larut, mereka pun pamit untuk pulang.
#Keesokan harinya, sejam sebelum aku pulang tanpa sengaja aku bertemu ibunya Rian, ia bercerita bahwa semenjak kepergianku Rian lebih malas belajar,malas pergi kesekolah. ibunya khawatir akan masa depannya nanti. sebelum pergi ibunya memintaku untuk membujuknya agar lebih rajin lagi.
##
Jemputanku sudah datang dan aku belum sempat bertemu Rian lagi, aku titip pesan kepada sepupuku agar menyampaikan pesanku kepada Rian dan permohonan maafku karena tak sempat bertemu.
✉"Aku berharap kau lebih baik, aku pasti kembali tapi bukan untuk pulang hanya sekedar bertandang, aku selalu rindu teman-temanku".