Sebuah notifikasi pesan muncul dari layar ponsel yang seketika itu langsung menyala. Melihat munculnya notifikasi, Andi langsung membukanya. Sebuah tulisan berbahasa inggris terlihat di dalam pesan tersebut. Andi mengerti kata-kata yang tertera. Walau dirasa agak berantakan. Ia membalas pesan tersebut menggunakan bahasa yang sama, kemudian mengirimnya.
Seseorang yang mengirimi Andi sebuah pesan tadi, merupakan gadis asal jepang yang tinggal di daerah utara dari negara kepulauan tersebut. Andi sudah menjalin hubungan dengannya selama kurang lebih 6 bulan lamanya. Gadis itu ditemuinya di sebuah platform media sosial. Setelah berkenalan, mereka mulai berteman dan kini tengah berpacaran dalam jarak jauh alias LDR.
Andi teringat akan janjinya yang pernah ia katakan pada gadis itu.
"Aku akan mengunjungi suatu saat nanti. Aku janji." sekiranya itulah janji yang pernah di tulisnya dalam sebuah pesan.
Saat ini, dirinya sudah mengumpulkan uang untuk memenuhi janjinya tersebut. Sebagai lelaki ia harus menepati apa yang telah di ucapnya, meskipun hanya sebatas pesan sekaligus.
Lelaki itu bersiap mengemas barang bawaannya ke dalam koper dan tidur setelahnya.
Esok harinya, Andi bergegas pergi menuju bandara kala matahari belum sepenuhnya muncul kepermukaan. Dirinya harus buru-buru agar tidak ketinggalan pesawat. Tak lupa ia mengenakan pakaian yang diharapkan bisa memberinya kehangatan kala tiba di negeri matahari terbit tersebut. Dan waktu untuk berangkat pun tiba.
Butuh waktu sekiranya 7 jam dari Jakarta untuk sampai ke kota singgah yaitu Tokyo. Andi mengisi waktu dengan membaca majalah, serta menonton film. Tampak dari atas sinar matahari begitu terang, yang membuatnya ingin mengambil gambar sekejap.
Perjalanan berlangsung cukup lama. Hingga akhirnya pesawat berhasil mendarat di salah satu bandara di kota Tokyo. Andi keluar dari pesawat. Lalu menunggu penerbangan berikutnya. Setelah menunggu, ia pun lanjut berjalan menuju pesawat yang akan mengantarkannya menuju kota berikutnya yaitu Sapporo.
Saat terbang ke daerah utara jepang itu, Andi merasa lelah dan memilih untuk tidur sementara selagi sempat.
"Aku tidak boleh terlihat lelah di hadapannya nanti" gumam Andi dalam hati.
Pesawat tiba di kota Sapporo. Tampak daerah itu begitu dingin. Andi yang keluar dari pesawat langsung merasa sedikit menggigil karenanya. Ia memakai syal di lehernya agar tetap hangat.
Andi berjalan masuk gedung bandara dan membeli makanan. Kemudian lanjut berjalan menuju kediaman dari pacarnya itu. Hubungan jarak jauh yang selama ini dilakukan, akhirnya sudah terasa berbeda. Jarak semakin dekat seiring Andi bergerak ke arah gadis tersebut.
Dan akhirnya ia tiba di depan rumah dari gadis yang merupakan pacarnya selama ini.
"Akhirnya aku sampai juga ke tempatnya. Aku tidak sabar untuk melihat wajahnya."
Andi melangkah pelan ke depan pintu.
Kemudian dirinya menekan bel pintu yang ada. Terdengar suara orang yang menyaut bel dari Andi sebelumnya.
"Sebaiknya aku tidak langsung memberitahunya."
gumam Andi.
Lelaki itu berkata bahwa dirinya adalah seorang petugas perawatan listrik. Itu adalah profesi yang dibuat-buat olehnya.
Dan pintu pun mulai terbuka.
Keluarlah seorang gadis dengan rambut yang terikat kebelakang di hadapan seorang Andi.
Mata terbelalak melihat orang yang ada di depannya. Gadis itu tidak menyangka dengan apa yang dilihatnya. Begitu mendadak tanpa sepengetahuannya.
"Ini beneran?" Tanyanya tak menyangka.
Andi juga sempat terkejut karena hati yang belum sepenuhnya siap memberi kejutan. Akan tetapi ia tetap menjaga penampilannya dengan memberi sebuah senyuman sebagai penahan diri.
"Iya. Ini aku Andi. Lelaki yang merupakan pacarmu selama manjalin hubungan jarak jauh." Jawab Andi.
"Aku tidak menyangka bahwa kamu benar-benar datang ke tempat ini. Padahal aku kira kamu hanya bercanda belaka saat itu. Tapi..."
"Aku menepatinya bukan? Kamu menganggap hal itu sekedar candaan dan aku malah sebaliknya. Aku menyimpan alamatmu dan mengingatnya setiap waktu." Kata Andi pada pacarnya itu.
Gadis itu langsung memeluknya dengan erat didepan pintu rumah. Andi merasakan sentuhan dari kekasihnya itu. Lalu ia membalasnya dengan pelukan juga. Begitu hangat kala suhu sedang dingin saat ini.
"Aku senang melihatmu hadir disini, Andi." Ucap si gadis.
"Aku juga senang bisa melihatmu secara langsung, Yuki." Balas Andi.
Gadis yang merupakan pacarnya itu memiliki nama yaitu Yuki. Nama khas musim dingin seperti yang sedang melanda kota Sapporo sekarang ini.
"Disini memang dingin, tapi aku tidak sedingin suhu udara yang ada disini." Kata gadis bernama Yuki itu pada Andi.
"Aku tahu bahwa kamu memiliki hati yang hangat di dalam dirimu." Andi mengelus kepala Yuki.
Setelah itu, mereka berdua masuk ke dalam rumah dan menikmati waktu bersama usai mengalami masa panjang dalam hubungan jarak jauh selama ini.
-----SELESAI-----