"Vin, gue ke toilet dulu ya"
"Iya, cepetan Ga"
Ravin melanjutkan aktivitasnya menghias kelas setelah melirik sekilas Angga yang berlari ke kamar kecil, panggilan alam.
Ya, saat ini dia dan beberapa temannya mendapat tugas menghias kelas mereka untuk 17 Agustus an yang dirayakan di sekolahnya. Namun karena beberapa kendala, Ravin dan teman-temannya baru sempat menghias hari ini dimana waktu sudah mepet sekali sehingga mereka memutuskan menyelesaikan pekerjaannya hari ini sampai malam.
Dia dan Angga bertugas menghias bagian depan kelas, sementara itu Devan, Alya, Diva, Anton bertugas menghias bagian dalam kelas lalu Henry dan Kino bertugas memindahkan bangku ke gudang sekolah.
"Angga mana Vin?"
Alya keluar kelas, lalu berdiri di samping Ravin sambil mencopoti beberapa selotip bening yang menempel di rambut panjangnya akibat kebanyakan menempel properti hiasan.
"Kamar mandi, palingan bentar lagi balik"
Benar saja, bahkan sebelum Ravin mengatupkan rahangnya, Angga sudah berlari ke arah mereka. Wajahnya terlihat cemas dan ketakutan.
"Heh, Lo kenapa?"
"Ada setan anjir di kamar mandi" Jawabnya terengah-engah. Sepertinya Angga berlari dari Kamar mandi.
"Setan gimana?"
"Tadi pas gue lagi kencing, ada suara ketawa nyaring, terus ada bunyi kedebug kenceng banget, pas gue cari gaada apa-apa"
"Orang iseng kali"
"Mana ada orang iseng seniat itu"
Ravin dan Alya saling berpandangan. Menelan saliva.
"Lagian emang lu pake toilet mana si?"
"Toilet lantai 2"
Tiba-tiba Devan yang ingin membuang bekas bungkus balon ke tong sampah depan kelas menoleh ke arah Angga dengan heran,
"Kamar mandi lantai 2 rusak goblok, di kunci sama OSIS dari seminggu yang lalu. Lo gausah ngadi-ngadi"