Melihat seseorang yg disayangi bahkan dicintai meninggal sangatlah mencekik batin.Perasaan campur aduk untuk melepaskan orang yg kita sayangi itu sangat sulit.Melepas seseorang yg disayangi memang sulit,Tapi semua orang pada akhirnya akan menemui ajalnya.Siapapun itu.
Seorang wanita bernama Athanate Naraida sudah sangat sering merasakan rasa sakit ditinggalkan oleh orang yg disayanginya.Bahkan sampai ke tahap dia sudah tak dapat merasakan rasa sedih karena hal ini.
Dia merasa demikian karena dia merupakan orang yg diberi kehidupan abadi atau tidak akan pernah mati.Sesuai dengan namanya "Athanate Neraida" yg berarti "Peri abadi".Walaupun kebanyakan orang di zaman Athanate menginkan kehidupan abadi,Namun dia sangat menyesal karena merasa senang menerima kehidupan abadi.
"Andai kata dewa tidak memberiku kehidupan abadi,Apakah saat ini aku sudah hidup tenang di akhirat bersama mereka?"
Ucap Athanate sambil mengusap air matanya yg terus jatuh dari kedua matanya itu.
Setelah menangis selama beberapa waktu lamanya,Dia menghela nafas kemudian berjalan pergi darisana.Dia terus berjalan tanpa tujuan sampai pada suatu tempat dengan papan nama "Roland's Bar".Athanate memasuki bar tersebut dengan niatan untuk menghilangkan kesedihannya atas kehidupannya yg hampa.
DI DALAM..
"Selamat datang,Athanate Neraida"
"Bagaimana kau tahu itu namaku?"
Tanya Athanate dengan sangat terkejut.
"Aku pernah mendengar rumor kalau ada seorang wanita berambut emas bernama Athanate.Jadi,Aku menerka kalau itu adalah kau"
"Ah,Begitu ya?Ngomong-ngomong,Apakah kau ada sebuah bir yg bisa membuatku mabuk?"
Athanate meminta demikian karena dia selalu meminum bir untuk menghilangkan kesedihannya.Roland menganggukkan pertanyaannya,Kemudian menyiapkan 1 gelas bir.
Athanate terus meminum bir sampai hari menjelang siang.Dia mabuk sangat parah sampai mengatakan hal-hal aneh dengan bahasa yg tidak dimengerti siapapun.
"Θεέ μου ζωή!*"
*Arti:"Terkutuklah hidup ini!!"*
KEMBALI DI RUMAH ATHANATE...
"Kembali lagi di rumah yg hampa ini"
Katanya sambil membanting dirinya di kasur empuk miliknya.
KEESOKAN HARINYA...
*KRAK*
Atap rumah milik Athanate tiba-tiba roboh dan menimpa dirinya yg sedang tidur.Alhasil,Tangan dan kakinya mendapatkan luka ringan.Tapi,Luka-luka tersebut langsung hilang sesaat setelah Athanate bangun dari tidurnya.
Ia mendongak ke atas dan melihat atap rumahnya benar-benar hancur tak bersisa.Saat menatap ke arah lain,Dia melihat seekor jaguar berjenis Asphaleia yg bertugas untuk melindungi Desa Ilios dari serangan.Kondisinya benar-benar cukup parah sampai tak bisa mengangkat tubuhnya lagi.
Athanate yg melihat itu langsung beranjak dari tempat tidurnya dan langsung mendakati jaguar itu.Awalnya dia menunjukkan penolakan atasnya yg ingin menyembuhkan luka-lukanya itu.
"Ηρέμησε, θέλω απλώς να θεραπεύσω την πληγή σου..*"
*Arti:"Tenanglah,Aku hanya ingin menyembuhkanmu saja.."*
Mendengar ucapannya yg begitu halus,Jaguar itu langsung berbalik ke arah lain dan membiarkan Athanate menyembuhkan luka-lukanya.
Dalam waktu 1 menit,Luka-luka miliknya langsung sembuh tanpa adanya bekas luka.Hal itu berkat kekuatan suci milik Athanate.
(FYI:Kekuatan suci miliknya hanya dapat digunakan saat seseorang belum ditakdirkan untuk mati.Jika pemilik kekuatan suci bersikukuh untuk menyembuhkan seseorang yg memiliki takdir untuk mati di hari itu,Maka dia tak akan bisa bergerak 1 langkah saja dan akan menerima rasa sakit yg begitu besar di tubuhnya.Itulah hukuman bagi para pemilik kekuatan suci)
Jaguar itu langsung berterima kasih kepadanya menggunakan bahasa yg digunakan oleh Athanate tadi.Dia sendiri langsung menerima ucapan terima kasih dari jaguar itu.
"Sebenarnya apa yg dihadapi Jaguar Asphaleia itu sampai terluka begitu parah?"
Gumamnya sambil melihat ke arah atap yg tadinya roboh.
Tidak lama setelah itu,Tiba-tiba terdengar suara teriakan dari arah luar yg disusul dengan suara dentuman yg teramat kencang.Athanate langsung buru-buru keluar untuk melihat apa yg terjadi di luar.
Pupil matanya langsung bergetar karena melihat pemandangan yg begitu mengerikan.Monster-monster mengerikan menyerang desa itu secara membabi buta.Rumah-rumah dihancurkan oleh mereka,Bahkan semua orang dibunuh tanpa pandang bulu.Mayat orang-orang berjatuhan di tanah dengan darah yg berlumuran ke segala tempat.
Athanate menarik nafas dalam-dalam kemudian mengucapkan..
"φύλακας του φωτός, σε καλώ..*"
*Arti:"Penjaga cahaya,Aku memanggilmu"*
Seberkas cahaya keemasan muncul di depannya sampai membuat keadaan sangat silau.Seorang wanita dengan perawakan yg sangat indah muncul dari seberkas cahaya emas itu lalu berkata kepada Athanate..
"Είμαι στη διάθεσή σας η Νεράιδα της αθανασίας, Αθανάτη Νεράιδα..*"
*Arti:"Saya siap melayani anda Peri Keabadian,Athanate Neraida"*
Kata wanita itu dengan suara yg cukup halus sampai siapapun yg mendengarnya akan langsung jatuh cinta padanya.
"Tolong pinjamkan kekuatanmu padaku,Chryso Phos"
"Dengan senang hati,Nona Athanate"
Chryso Phos langsung mengarahkan pergelangan tangannya ke arah Athanate dan langsung berkata..
"Ελάτε, η ελαφριά μου μαγεία..*"
*Arti:"Masuklah,Sihir cahayaku.."*
Bersamaan dengan itu,Tubuhnya langsung merasuk kedalam tubuh Athanate dan membuatnya benar-benar terlihat seperti peri ataupun dewi.Gaun putih dengan bahan cukup halus menutupi setiap bagian tubuhnya yg indah itu.Rambutnya langsung memiliki garis putih di beberapa bagian rambutnya.Di tangannya langsung muncul sebuah tombak panjang yg berwarna perak.
Tanpa berlama-lama,Athanate langsung bergegas menyerang monster-monster yg merusak desanya itu.
"Aku tidak akan membiarkanmu lolos lagi..KATASTROPHI!!"
Kata Athanate di dalam hati dengan amarah yg sudah sangat memuncak.
Dia menusuk setiap monster yg ditemuinya dengan tombak peraknya.Hanya dalam waktu 10 menit,Semua monster itu langsung habis dibunuhnya.Hanya tersisa seorang pria berambut putih di hadapan Athanate.Pria tersebut tidak lain adalah Katastrophi,Sang pembawa kehancuran bagi dunia.
Pada 100 tahun sebelumnya,Athanate pernah bertarung dengan Katastrophi dan kemenangan di dapatkan oleh Sang Peri Keabadian,Yakni Athanate sendiri.Namun,Katastrophi berhasil kabur dan tidak pernah muncul sampai 100 tahun kemudian,Yg tidak lain adalah masa kehidupan Athanate yg sekarang.
"Sudah lama tidak bertemu teman lama~"
"Katastrophi!!"
Tanpa berpikir panjang,Athanate langsung melesat dengan cepat ke arah Katastrophi dan menyerangnya dengan Asemenio Dory,Nama dari tombak peraknya.
*KRKKK*
Serangan Athanate di tangkis dengan sebuah pedang beraura gelap di tangan Katastrophi.
"Bukannya pedangmu itu sudah hancur.."
"Athanate sayangku,Apakah kau tidak pernah mendengar kalau Katastrophi di hadapanmu ini bisa memulihkan kembali pedangnya selama 100 tahun~?"
"Oh..Jadi itu alasanmu tidak kembali selama 100 tahun lamanya"
Katastrophi tersenyum menyeringai lalu berkata..
"Begitulah~"
Bersamaan dengan Katastrophi yg berkata demikian,Dia langsung meningkatkan kekuatan pedangnya sampai Athanate terhempas ke sebuah pohon dan terbentur dengan sangat keras.Dari kepalanya,menetes banyak darah yg tak kunjung berhenti.
"Apakah aku akan berakhir di hari ini?"
Tanya Athanate di dalam hati sambil melihat ke arah tetesan darahnya yg berasal dari kepalanya itu.
Melihat hal itu,Katastrophi langsung menertawai keadaan Athanate yg tak seperti dulu lagi.Yg sebelumnya dia bisa langsung sembuh ketika terluka,Tapi sekarang tidak.Kesempatan itu juga langsung digunakan Katastrophi untuk menyerang Athanate.
Athanate yg belum mengumpulkan kekuatan untuk bertahan dari serangan Katastrophi,Hanya bisa menerima serangan brutalnya itu.Dia terus didorong dengan sangat kencang sampai tubuhnya mengenai banyak pohon sampai hancur.
"Hok..!!"
Dia memuntahkan darah yg begitu banyak yg akhirnya membuat Katastrophi langsung menghempaskannya dengan sangat kuat menggunakan tenaganya.
"Ayo bangun,Athanate.Dimanakah Peri Keabadian yg agung itu,Hm~?"
"Hanya ada 1 cara saja agar aku bisa mengalahkannya dengan kondisi seperti ini"
Katanya di dalam hati sambil tersenyum melihat kondisi tubuhnya yg tidak sama seperti dulu.
Chryso Phos yg tahu kalau Athanate akan menggunakan cara itu,Langsung menolaknya mentah-mentah.
"ANDA TIDAK BOLEH MELAKUKANNYA!!"
Athanate tidak mendengar perkataannya sedikitpun dan hanya tersenyum simpul ke arah Katastrophi yg sedang menatapnya yg sedang sekarat.
"Aku..Harus melakukannya sekarang"
Dia berusaha bangkit dan mengangkat tubuhnya yg kian melemah seiring berjalannya waktu.
Athanate langsung terbang secepat mungkin ke arah Katastrophi dan langsung memeluk erat dirinya.Katastrophi sempat memberontak karena tindakan Athanate yg tiba-tiba.
"Aku sebenarnya tidak..Membencimu,Katastrophi.Oleh karena itu,Tolong berhenti membunuh orang-orang tak berdosa dengan tanganmu"
"Athanate.."
Katastrophi diam dalam pelukan hangat Athanate dan terus terhanyut dalam pelukannya itu.
"Πάρτε τη ζωή μας, Ντέβα..*"
*Arti:"Ambillah nyawa kami,Dewa"*
"NONA ATHANATE!!!"
Teriak Chryso Phos saat detik-detik terakhir kehidupannya.
Suasana menjadi benar-benar hening sampai akhirnya muncul sebuah cahaya menyilaukan yg akhirnya melenyapkan nyawa Athanate dan Katastrophi.Tubuh mereka seketika langsung berubah menjadi Bunga Wisteria putih dan terbang ke segala arah.
Chryso Phos yg telah keluar dari tubuh Athanate saat dia mati,Langsung berteriak dan menangis melihat langsung kepergian sekaligus pengorbanan masternya itu.Pengorbanan yg dilakukan Athanate benar-benar membuat dampak yg sangat besar bagi kehidupan manusia.Sejak saat itu,Tidak pernah ada lagi ancaman yg muncul.Tapi di sisi lain,Dunia dewa kehilangan pemilik kekuatan suci terbaik sepanjang sejarah.
~THE END~