Dia seperti angin,.
Aku mencintainya,..
Aku ingin menyentuhnya tapi itu tidak mungkin. Merasakan keberadaannya disekitarku, itu hanya membuat dadaku sesak akibat perasaan yang selalu kupendam.
Hari senin kutuliskan surat cinta untukmu, mengumpulkan seluruh keberanianku untuk itu. Kesempatan! Aku butuh kesempatan! Tapi ini akhir yang tragis! Kuurungkan niatku, dan kuremas surat yang menggambarkan perasaanku padamu.
Keesokan harinya, kembali kuperhatikan dirimu dari kejauhan seperti biasa. Melihat wajahmu yang diterpa sinar matahari, dengan rambut ikal sehitam arang yang dibelai angin, nampak sangat menyilaukan dan menentramkan perasaanku.
"Hei lihatlah kemari! Lihatlah padaku, aku disini selalu memperhatikanmu. Hei lihatlah kemari! aku selalu menunggumu disini"
Bisakah kau mendengar suara ini? Aku harap kau bisa mendengarnya. Aku selalu menunggu esok hari di sekolah. Berusaha sebisa mungkin untuk membuatmu menyadari keberadaanku,.
Sebelum semuanya terlambat...
Ah!
Aku harus segera mengatakannya!
Waktuku tak banyak!
Besok sepulang sekolah aku akan memberanikan diri untuk mengungkapkan perasaanku ini.
Pagi sudah tiba, mengingat kembali tekadku kemarin, kali ini aku harus ekstra berani. Aku akan memaksakan diriku untuk ini, sebelum terlambat. Mereka bilang aku sudah tidak punya banyak waktu lagi, karena itu aku akan membuat diriku bahagia, bahkan walaupun itu hanya untuk sesaat.
Mencari sosokmu diantara lalu lalang pelajar yang hendak pulang sekolah. Ah itu dia! Aku menemukanmu, kau tengah asik berbincang dengan temanmu. " yuric! Hei yuric tunggu aku! Aku ingin berbicara!" Kulihat kau tak mendengarku dan pergi berjalan dengan temanmu, dan semakin menjauh dariku.
Dengan nafas tersenggal-senggal aku mengejarmu. Saat kupikir aku bisa menggapaimu, tiba-tiba..
"Akh!"
Rasa sakit mulai terasa dari dadaku, dan menjalar keseluruh tubuhku.
"Tidak! Jangan sekarang! Kumohon beri aku sedikit waktu lagi! Kumohon, hanya sampai aku mengatakannya padanya"
Badanku mulai melemah, aku sudah tak sanggup lagi menopang diriku.
Tanpa kusadari, orang-orang sudah mulai mengelilingiku dengan raut panik. Dan kudapati diriku telah jatuh tersungkur ditanah.
"Ah! ini akhir hidupku? Apa waktuku sudah habis sebelum aku sempat mengatakannya?"
Aku merasa dadaku seperti diremas remas dan ditusuk tusuk. Penyakit jantungku datang diwaktu yang tidak tepat.
Dari tempatku terjatuh, kupaksakan inderaku untuk mencari sosokmu. Mungkin aku tidak beruntung! Tapi setidaknya aku masih bisa melihatmu dari celah celah keramaian orang yang tengah mengelilingiku untuk memberikan pertolongan.
Ah! Tidak apalah, setidaknya aku masih bisa melihatmu disaat saat terakhirku.
"Hei dengar! Aku disini untuk menyampaikan perasaanku padamu! AKU MENCINTAIMU"
kata kata yang kusampaikan sebelum kuhembuskan nafas terakhirku. Tanpa terasa air mataku mengalir.
Sepertinya aku belum cukup bahagia. Namun, dikehidupan selanjutnya akan aku pastikan bahwa aku benar benar bahagia, dan aku menunggumu.
tokoh utama cwe: licia dawin (SMA kelas 2-a)
tokoh utama cwo: yuric lianne (SMA kelas 2-c)
buat nama lengkap tokohnya belakangan aja gpp kan hahaha.
sudut pandang orang pertama, ntah kenapa dibaca rada aneh, yah lagian juga hanya coba2 aja. dan juga aku g yakin apa ini bisa disebut cerpen haha ヽ(´∀`)ノ. berikutnya mungkin akan lebih bagus.
Makasih buat yang sudah baca (っ´▽`)っ.