Ku sedang duduk di bangku taman tempat aku dan dia pertama kali menjalin hubungan. 3 tahun yang lalu taman ini adalah saksi tempat kami berdua menjalin hubungan. Taman ini juga tempat pertama kami bertemu dan taman ini juga tempat kami berpisah. Kami berpisah tepat di taman ini dengan alasan ia menikahi temanku karena ia harus membantu perusahaan keluarganya
*3 tahun yang lalu. *
Hari ini, hari yang cerah aku dan temanku memilih untuk jalan-jalan ke taman Violet. Dan saat kami sedang berjalan-jalan bersama temanku, aku tidak sengaja menabrak lelaki tampan dan tinggi. Bisa dibilang dia adalah tipe idealku.
“Maafkan aku” ucapku.
“Ah tidak apa-apa. Lagi pula salahku karena ku sibuk bermain handphone”
“Apakah handphone mu rusak?” tanyaku
“Tidak”
“Baiklah, kami pergi dulu”
Lalu kami berdua melanjutkan jalan-jalan kami dan pria tadi aku tidak tahu dia ke mana. Dan setelah selesai berjalan-jalan aku pun kembali ke rumah lalu segera pergi mandi dan segera tidur. Keesokan harinya aku pergi ke sekolah. Saat ku tiba di sekolah, aku mendengar bahwa ada murid baru yang akan masuk ke kelas kami. Saat jam masuk tiba murid baru itu pun masuk dan memperkenalkan dirinya namun ku tetap tidak mempedulikannya karena ku hanya ingin fokus pada tugas ku yang belum ku kerjakan kemarin.
Dan anak baru itu duduk tepat di sebelah ku. Dan saat jam istirahat aku pun tidak sengaja menabrak murid baru itu.
Aish,, mengapa ku akhir-akhir ini suka menabrak pria sih. Batinku.
“Maafkan aku” kataku sambil menunduk malu.
“Tidak apa-apa”
“Sepertinya kita pernah bertemu, karena wajahmu tidak asing bagi ku” sambungnya.
“Benarkah?” tanyaku lalu melihat wajahnya.
“Ka-kamu bukannya yang di taman kemarin?”
“Ah ternyata itu kau”
“Tolong maafkan aku, jika handphone mu rusak aku akan berusaha untuk mengganti nya. Tolong jangan sakiti aku”
“Hei handphone ku baik-baik saja”
“Lalu, apa maumu?”
“Aku hanya ingin mengenal mu. Kemarin kita tidak sempat berkenalan.”
“Ah begitu. Perkenalkan namaku Aila panggil saja Ai”
“Nama yang cantik, sama seperti orangnya” goda nya.
“Ah kau ini bisa saja. Hm atau jangan-jangan kau adalah golongan buaya darat, iyakan?”
“Hei aku tidak seperti itu dan aku hanya mengatakan kebenaran kalau kau cantik”
“Baiklah terima kasih untuk pujiannya. Dan siapa nama mu?” tanyaku
“Apa kau tidak mendengarkan aku ketika aku berkenalan tadi?” tanyanya balik.
“Hei mengapa kau bertanya balik padaku?”
“Jawab saja pertanyaan ku”
“Ya, aku tidak mendengar nya karena ku sibuk mengerjakan tugas”.
“Baiklah, namaku adalah Jordan”
“ Oh, hai Jordan. Baiklah aku sekarang ingin ke kantin, aku pergi dulu ya”
“Kita pergi bersama saja”
“Baiklah”.
Lalu kami berdua pergi ke kantin bersama. Dan begitulah keseharian kami berdua. Namun, hubungan kami berdua semakin akrab. Sampai pada akhirnya dia memberanikan diri untuk mengajakku ke taman tempat kami pertama kali bertemu. Di taman ini tampak berbeda dan sepertinya taman ini seperti sudah di dekorasi.
“Apakah kau yakin ini taman ini sedang dibuka untuk umum?”
“Iya ini dibuka untuk umum”
“Tapi mengapa hanya ada kita berdua dan ke mana semua orang?”
“Taman ini sudah ku pesan hanya untuk kita berdua”
“Hah? Kalau begitu aku ingin pulang tiba-tiba saja orang tuaku menelpon ku”
“Hei jangan panik, aku tidak bermaksud jahat padamu”
“Lalu?”
“Ambillah ini”
“Apa ini?”
“Buka saja”
“Kalung untuk siapa?” tanyaku padanya.
“ Jika kau ingin memakai kalung ini maka kita resmi pacaran dan jika kau tidak ingin memakainya berarti kau hanya menganggap ku sebagai teman mu”
“Beri aku waktu untuk berpikir sebentar”
“Baiklah”
Lalu aku pun segera memikirkannya baik-baik. Disisi lain aku tidak ingin kami berdua berpisah namun disisi lain aku benar-benar menyayangi nya lebih dari sekedar teman. Dan pada akhirnya ku mampu membuat pilihan.
“Hei, bisakah kau membantuku?”
“Apa?”
“Bisakah kau membantuku memasang kalung ini?”
“Seriously?”
“Yes”
“Thankyou, Ai” kata Jordan yang sambil memelukku.
Lalu ia segera memasang kan kalung ini. Di taman violet ini kami resmi berpacaran dan taman ini menjadi saksinya. Kami melewati hubungan ini dengan baik-baik saja. Kami sering bersama-sama, sering bertengkar hanya masalah sepele namun kami mampu berbaikan lagi. Kami menjalani hubungan kami selama 2 tahun 6 bulan. Dan saat itu kami sudah lulus sekolah. Namun pada akhirnya tiba-tiba saja ia mengajakku ke taman tempat pertama kami bertemu
“Mengapa kau mengajakku kesini?” tanyaku padanya.
“Hanya ingin mengingat semua nya dan ku rasa aku tidak akan kesini lagi”
“Kenapa kau berkata begitu?”
“Ai, aku cinta kamu. Dan makasih sudah mampir ke kehidupan ku. Makasih juga sudah mau menerima ku apa adanya. Dan makasih buat kenangan indah kita. Ai, kuharap kau mau menerimanya bahwa aku akan menikah dengan Ray bulan depan dan berjanji lah padaku untuk tidak menangis karena ku tak ingin wanita yang ku sayangi ini menangis”
Deg!
“Baiklah aku berjanji. Semoga kalian bahagia” kataku sambil tersenyum.
“Ma-maafkan aku baru memberi tahumu. Jujur semua ini ku lakukan karena terpaksa dan mau tidak mau aku dan ortu ku setuju untuk menerima tawaran dari papa Ray. Hanya mereka yang mampu membantu perusahaan papa. Sekali lagi aku minta maaf”
“Tidak apa-apa, aku tahu niatmu baik. Dan aku bangga padamu karena kau masih mengutamakan keluargamu sendiri. Kuharap kau dan Ray bahagia. Janjilah padaku untuk menjaga Ray”
“Baiklah”
“Hm kalau begitu aku ingin pulang”
“Biar ku antar”
Lalu kami pulang bersama dan Jordan mengantarkan ku pulang. Dan saat ku tiba di rumah aku pun segera berlari ke kamar dan menangis sekencang-kencangnya. Jujur hati ini rasanya sakit sekali di mana telah siap untuk menuju hari pertunangan ku dengan Jordan tiba-tiba saja ia menikah dengan teman yang kini telah ku anggap sahabat ku sendiri. Andaikan ku tahu niat Ray sejak awal adalah ingin memisahkan kami berdua pasti aku tidak menerima Jordan sejak awal.
Dan pagi ini ku benar rindu dengan Jordan . Bisa dibilang kalau aku gagal move on dari nya. Jujur banyak lelaki yang mengejar ku tapi hati ku masih mengharapkan Jordan kembali. Cukup aneh sih mengharapkan suami orang yang kini sudah menjadi ayah dari anak kembar. Dan aku masih menjomblo selama 1 tahun. Hari ini ku memutuskan untuk ke taman tempat pertama kami bertemu.
Kini ku sudah ada di taman ini, dan aku duduk di bangku tempat pertama kali kami jadian. Lucu sih ku dari sekian banyaknya kursi yang warnanya sama tapi ku masih mengingat kursi itu.
“Hai, aku kangen kamu tau gak” kataku.
“Sama aku juga”
Aku yang merasa tidak asing dengan suara itu pun segera berbalik ke arah belakang. Dan ya tepat di belakang ku ada Jordan. Jujur aku malu sekali. Dan ia segera berjalan ke arah ku. Dan sekarang tepat di depanku.
“Hai” sapanya.
“ Hai juga”
“Boleh aku duduk disitu?” tanyanya.
“Ah silahkan”
“Kamu apa kabar?” tanyanya.
“Baik. Bagaimana dengan keluarga mu?”
“Kami baik semua”
“ Hei apa kau sudah menikah?”
“Aku masih belum menemukan pria yang cocok”
“Apa kau masih mengharapkan ku?”
“Tidak, aku sudah melupakan mu”
“Benarkah?”
“Ya”
“Lalu mengapa kau kesini?”
“Hanya ingin melihat taman violet . Bagaimana denganmu?”
“Aku hanya merindukan seseorang yang pernah ku temui disini. Dia adalah wanita yang cantik dan kuat. Aku tahu dia menangis ketika di rumah karena itu adalah perpisahan kami berdua. Dan aku tahu dia kecewa karena ku dan pada saat ku menikah itu adalah hari pertunangan yang telah kami siapkan. Dan sekarang aku telah bertemu dengannya lagi, disini” jelasnya kemudian ia melihat ku.
“Terima kasih sudah menjadi wanita yang kuat dan mau menerima keadaan. Ku harap kau menemukan pria yang lebih baik dariku. Dan semoga saja di suatu hari nanti anak kita dapat bertemu disini”
Tapi ku masih mengharapkan mu. Batinku.
“Ya, ku harap mereka dapat bertemu disini”
Lalu kami segera kembali ke rumah kami masing-masing.
Dan ku sadar kami tidak bersama di hubungan namun kami masih berteman baik.
{End}
***
Hai aku masih pemula kka.
Maaf kalau ada kesalahan dalam penulisan.
Jangan lupa like.
Jangan lupa beri kritik dan sarannya di komentar kka.
Makasih sudah mampir kka.
Happy reading semuanya.