Hai para readers ✋
Mampir dan baca juga yah kak di novel chat story "Persahabatan Jadi Pernikahan Hangat "🙏🤗
Dengan cara kalian langsung saja klik profil ku 🤗
*Selamat membaca para readers😉*
Dahulu ada anak gadis bernama Wilona
Wilona berumuran 10 tahun, Wilona tumbuh menjadi anak yang suka menolong kepada orang lain, suka berbagi makanan kepada teman sekelas maupun teman serumah nya, ramah, bercita-cita jadi foto grafer, hidupnya pun sederhana,walaupun hidupnya Wilona sederhana, dia tak melupakan untuk berbagi berkat kepada tetangga atau orang yang sedang mencari rezeki.
Dia sering kali mengahayalkan bahwa dirinya sedang memotret seseorang, dan menghasilkan banyak sekali uang. Wilonapun sangat bersyukur karena ayah dan ibunya Wilona mengizinkan Wilona untuk jadi seorang foto grafer. Wilonapun sangat rajin untuk belajar karna tanda terima kasih kepada ayah dan ibunya untuk mengizinkan Wilona bisa jadi foto grafer yang profesional.
Keesokan harinya ayahnya Wilona pergi ke toko kamera untuk membelikan kamera yang sangat bagus agar bisa di pakai Wilona dengan waktu yang lama. Ayahnya Wilonapun cepat-cepat pergi ke toko kamera, agar pada saat Wilona bangun, Wilona pun di kasih kejutan dengan ayah tercintanya. Wilonapun terbangun dan ayahnya Wilona belum sampai di rumah. Wilona pun pergi ke dapur dan melihat di meja makan belum ada makanan sama sekali, akhirnya Wilona memutuskan untuk memasak makanan kesukaan ayah dan ibunya Wilona.
Untung saja dapur dan kamarnya Wilona berjauhan, lalu Wilona masih di dapur dan ayahnyapun sudah pulang dari toko kamera, ayahnya mengintip ke jendela kamarnya Wilona. Kemudian ayahnya Wilona melihat bahwa Wilona sudah tidak ada di kasur. Kemudian masakan Wilona kecium sampai keluar dan ayahnya Wilonapun tau, pasti ini Wilona lagi masak. Ayahnya Wilona pun buru-buru ke kamar Wilona untuk menyimpan kamera yang tadi di belikan untuk Wilona.
Lalu ayahnya Wilona keluar dari kamar Wilona, dan Wilona tetap masih ada di dapur, lalu ayahnya Wilona bergegas untuk masuk ke kamarnya mengganti bajunya, agar tidak ketahuan bahwa ayahnya yang kasih kejutan ini kepada Wilona. Kemudian ayahnya pura-pura baru saja bangun dari tempat tidurnya, lalu menyamperin Wilona ke dapur.(Bisa ajah ayahnya Wilona acting 😆🤣).
"Sayang" kata ayahnya Wilona dengan sebutan paginya ke Wilona
"Iya ayah" kata Wilona sambil mengaduk aduk makanan.
"Kamu lagi masak apa ? tumben jam segini udah bangun ajah, biasanya kamu bangun jam 8." tanya ayahnya ke Wilona.
"Aku lagi masak makanan kesukaan ayah dan ibu. Iya nih aku pengen sekali masak,makanya aku bangunnya pagi-pagi" jawab Wilona dengan menuangkan masakannya kedalam mangkuk.
Beberapa menit kemudian ibunya Wilonapun bangun dan menghirup aroma masakan yang sedap. Ibunya Wilonapun langsung pergi ke dapur untuk mengecek siapa yang masak makanan kesukaan dia. Lalu ibunya Wilona sampai di dapur dan melihat Wilona dan ayah ada di dapur, tak heran lagi ibunya Wilona udah tau bahwa Wilona yang memasak makanan ini, karna kalau di bilang ayahnya Wilona yang masak itu mah nggak mungkin, soalnya ayahnya Wilona lagi duduk doang dan menatap anak kesayangannya lagi masak.
Wilonapun selesai memasak dan Wilona mengambil piring-piring yang berada di rak piring, sejenak Wilopun menoleh ke arah ibunya, dan Wilona mengucapkan selamat pagi untuk ibunya, ibu Wilonapun mengucapkan yang sama.
"Ibu aku udah masak untuk ibu dan ayah, makanan kesukaan ibu dan ayah"kata Wilona sambil menaruh nasi di piring.
"Iya, makasih yah sayang" kata ibunya dengan menatap wajah sang anak tercantiknya
"sama-sama ibu" kata Wilona dengan tersenyum menatap wajah sang ibu.
Mereka sekeluarga makan bersama, sesudah makan Wilona membereskan piring, gelas, dan sendok milik ayah, ibu, dan miliknya sendiri. Ibunya Wilona menghentikan Wilona untuk mencuci piring.
"Biar saya saja nak" kata ibunya ke Wilona.
"Nggak papa mah biar aku saja" jawab Wilona ke sang ibu
"Nih anak yah bandel banget, di kasih tau malahan menjawabnya gitu." kata ibu dengan nada tinggi.
"Baiklah ibu saja yang mencuci piring" kata Wilona dengan muka tertunduk.
"Gitu donk, ibu hanya mau mencuci piring sayang, maafin ibumu ini yang nada tinggi ke kamu" kata ibu dengan mengangkat dagu Wilona.
"Iya nggak papa ibu, yaudah saya ke kamar dulu yah bu' " kata Wilona.
"Iya sayang" kata ibu Wilona.
Wilona pun ke kamar dan melihat ada sebuah kotak, Wilona pun mengambilnya, dan Wilona terheran ini kotak siapa yah ? tanya Wilona di dalam hatinya. Kok bisa ada di dalam kamar saya sih ? tanya Wilona lagi, "kalau kotak ayah dan ibu pasti ada di kamarnya, kok ini kotak ini ada di kamar aku terus saya tidak mengetahui sih ?" tanya Wilona dengan muka tertawa. Akhirnya Wilona pergi keluar kamar dan menanyakan soal kotak itu ke ayah dan ibunya, ayahnya pun melihat Wilona sementara jalan ke dapur, ayahnya pun bergegas untuk membantu ibunya mencuci piring, lalu ibunya bertanya ke ayahnya dengan muka terheran "mengapa kamu terburu-buru ke sini ?", "itu Wilona sementara jalan ke dapur sambil memegang kotak yang ayah berikan ke anak gadis kita" jawab ayahnya Wilona.
Lalu Wilona sampai di dapur dan menanyakan ayah dan ibu soal kotak itu.
"Yah bu' kok kotak ini ada di kamar Wilona sih ? ini kotak sebelum saya pergi memasak belum ada, tapi waktu tadi saya ke kamar langsung ada" kata Wilona bertanya ke ayah dan ibu.
"Itu bukan punya ayah" kata ayahnya sambil mencuci piring
"Apa lagi ibu, ibu tidak pernah beli sesuatu pakai kotak-kotak segala" kata ibunya sambil mencuci piring dan membelakangi anak tersayangnya.
"Tap... " kata Wilona
Perkataannya pun di hentikan oleh sang ayah.
"Kalau kamu penasaran kenapa tidak di buka saja kotaknya ?" kata sang ayah.
"Iya kan tadi udh bertanya nya ke ayah dan ibu, tapi ternyata kotak itu bukan milik ayah dan ibu" kata ibu lebih meyakinkan perkataan ayahnya.
Lalu Wilona membuka kotak itu di dapur
Krek krek kreeek bunyi lakban yang begitu di buka dengan Wilona.
Setelah Wilona buka semua lakban, dan dos nya kotak itu pun di buka oleh Wilona.
"Kok kayak kamera yah" kata Wilona dengan berbicara sendiri.
Ayah dan ibunya pun membelakangi Wilona sambil tersenyum dan agak ketawa sedikit.
Lalu Wilona mengambil benda itu dari kotak lalu, Wilona sangat terkejut.
"Wow, inikan kam, kame. kata Wilona dengan sangat gugup mengatakan bahwa yang di pegangnya adalah kamera".
"Itu kamera sayang, kok susah bilangnya" kata ayah dengan selesai mencuci piring dan tertawain Wilona.
Wilona pun tertawa karna perkataan ayahnya, dan tersenyum karna melihat yang dipegangnya itu adalah benda yang sangat di inginkan oleh Wilona.
"Ini siapa yang belikan ?" kata Wilona dengan memeluk kamera itu.
"Ayah" jawab singkat sang ayah.
"Terima kasih banyak ayah dan ibu atas kamera ini yang di berikan oleh Wilona" kata Wilona dengan memeluk kedua orang tuanya.
"Iya sama-sama sayang" kata ayah dan ibunya, sambil memeluk anak kesayangannya itu.
Sambil belum melepaskan pelukan anaknya ayahnya berpesan kepada Wilona agar menggunakan kamera itu dengan baik, Wilona mendengarkan kata sang ayahnya.
Beberapa bulan kemudian.....
Wilona tak terasa udah 2 bulan menggunakan kamera itu dengan berpenghasilan. Dengan hasil pemotretannya, Wilona sudah mempunyai uang sendiri, Wilona sebelum berhasil, dia melewati banyak sekali rintangan sebelum berhasil mempunyai banyak orang untuk bisa di potret. Wilona juga tak melupakan untuk berbagi kepada tetangga, atau orang yang lagi kesusahan
Ayah dan ibunya Wilona sangat bangga mempunyai anak yang tegar melewati semua rintangan hidupnya.Bahkan walaupun sudah banyak uang Wilona, Wilona tak lupa untuk berbagi itu yang paling utama buat ayah dan ibu Wilona.
Pesan moral : Dalam keadaan apapun kita, baik kaya ataupun sederhana, kita jangan lupa untuk berbagi berkat kita ke tetangga ataupun bukan tetangga.Kalau kita berbagi janganlah memamerkan pemberian kita ke orang lain, karna itu sama saja kita menyombongkan diri dan berbagi harus hati yang penuh iklas, bukan karena mau di bilang, dan janganlah mengharapkan imbalan bila memberikan barang ke seseorang.Ingatlah bahwa Sang Maha Esa akan membalas sesuai yang kita perbuat ke orang lain.😉😍
~Selesai~
Yuk langsung di klik saja profil ku 😉
Sekian dari saya, terima kasih buat para readers yang membaca cerpen saya😍🙏.