di sebuah rumah kosong di tengah hutan dan jauh dari rumah penduduk.
malam hari di iringi dengan hujan lebat dan Guntur yg muncul tanpa hentinya.
aku mendatangi sebuah ruangan yg gelap Disana ada Yuli yg sedang ku ikat kencang tangan dan kaki terbaring di sebuah meja.
aku pun menyiram nya dengan air yg tak sengaja ter tampung di bak oleh air hujan
*byur
aku menyiram nya denagn air dan diapun akhirnya sadar,dan membuka matanya
"uhuk-uhuk ... d-di mana aku ?"di bertanya seraya menggeliat melepas kan tangan dan kaki nya yg aku ikat kencang,tapi sayang Nya itu tdk akan terlepas.
aku pun berkata
"hei apakah kau sudah bangun?? .kau ingin keluar dari sini?, apakah ikatan ku ini terlalu kencang"aku mengatakannya dengan sedikit tawa jahat
ia kaget melihat ku
"RARA!? Rara lepas kan aku?!,itu bukan salah ku itu rencana surfa untuk membunuh nya lepaskan aku"dia menjawab dengan nada memberontak .
~curhatan:v~
ya, yg kalian tau nama ku adalah Rara dan orang yg ku ikat ini adalah Yuli . sedang kan surfa adalah teman sekaligus saudara Yuli.
mengapa dia aku ikat ?
KARENA DIA TELAH MENYEBABKAN ORANG YG AKU SAYANGI MATI.
orang yg aku sayang i orang yg aku percayai dan orang yg sudah ku anggap keluarga mati begitu saja di depan ku.
kalian tau bagaimana mana rasanya ditinggal oleh orang yg kalian sayangi ? ,mati begitu saja di depan mata kalian?!. mati didepan mata dengan 20 kali tembakan di seluruh tubuhnya dibuang lalu di bakar.
apakah itu layak untuk nya?!
~curhatan selesai kemballi ke cerita~
"Rara lepas kan aku ,jika saja surfa tau aku di sini maka aku akan tamat"dia seolah mengancam ku TPI itu bukan masalah karena
"heh bahkan jika ia kesini mungkin kau tdk akan bisa melihat nya lagi , mungkin saja dia sudah menderita Disana ,"kata ku sambil menahan tawa
aku tdk bisa menahan tawa karena melihat nya kaget dan wajah pucat nya yg begitu menawan
"hahahahahh kenapa Yuli apakah sekarang kamu takut?"tanya ku sambil menekan nya
"sebenarnya nya apa yg kau ingin kan???"ia berbicara seolah dirinya akan baik" saja
"aku? aku hanya ingin membalas kan dendam orang yg ku cinta i"
"apa maksudmu?? "jawab nya dengan sedikit ketakutan
aku pun mengambil pisau di atas meja yg tak jauh dari tempat ia ku ikat
lalu aku pun mengarahkan mata pisau di dadanya
"Rara lepas kan aku ?!apa yg ingin kau lakukan?, tdk turun kan pisau mu itu,?!
sepertinya dia ketakutan TPI iktu bukan masalah
karna jeritan orang yg ketakutan lebih merdu dari pada jeritan orang yg sedang menaiki roller coaster
aku pun menusuk kan pisau itu ke dadanya tepat ke jantung nya
*(suara tusukan pisau)
ia menjerit kesakitan sambil menggeliat melepas kan diri .
"hahahaha hei sayang apakah kau bahagia di sana. aku merindukanmu lihat aku telah mengirimkan orang yg membunuh mu .lihat ini jantungnya"
aku menggenggam jantung nya dan mengoyak oyak oragan tubuh nya yg lainnya seraya mempersembahkan nya kepata kekasihku.
"hei sayang lihat apakah Dia sudah sampai di sana ? apakah aku sudah tenang?" jawabku sambil melihat keatas dengan mengangkat tangan ku yg penuh dengan darah nya.
lalu aku memotong tangan dan kakinya ny menjadi 22 bagian
lalu aku memberikan nya kepada anjing" yg sedang menggonggong di luar.
lalu tubuhnya aku beri sedikit tambahan nyaitu 40 kali tembakan . supaya menarik aku melepaskan ikatan nya dan menggantinya dengan menggantungkan dirinya di sebuah tali yg ku ikat di sebuah kayu dia atas.
aku melihat wajah nya yg begitu menyiksa .darah nya membanjiri tempat aku berdiri .
aku sungguh jijik dengan itu TPI lalu aku tak liap menguliti nya .
setelah selesai menguliti nya aku mun menurun kan nya dan aku masuk kan ke dalam bak yg berukuran tak jauh lebih besar besar.tpi ternyata itu tdk cukup untuk nya .aku pun memotong leher nya menjadi dadu .dan tubuhnya kurasa tdk masalah.aku merendam nya dengan bahan yg mudah meledak aku merendamnya dan juga memasang banyak petasan di dekat nya
aku pun keluar dan menuangkan bahan itu ke seluruh rumah .
dan tepat setelah aku pergi untuk melihat pertunjukan yg pas aku pun menyalakan korek api dan melemparnya ke rumah itu.
tak lama kemudian rumah itu pun terbakar . hebat
lalu tak lama kemudian petasan yg aku pasang pun meledak .yg mengakibatkan Kembang api muncul di langit .
langit menjadi berwarna bagai taman bunga di atas langit yg gelap.
aku merasa dia sedang menatap ku di langit sana melihat ku yg berlumuran darah