Perkenalkan Aku Sri. Terlahir dari keluarga biasa. Ibu Bapak ku seorang petani. Setiap harinya disawah. Tapi aku punya keinginan bersekolah tidak mau hanya cuma lulusan SD yang langsung kerja dan setelah itu menika. Bagiku menikah muda itu mimpi buruk.
Akhirnya aku bersekolah Di SMP dekat rumahku. Karna aku tau keadaan kedua orang tuaku.Karna saat itu kakak ku masuk ke SMA.
Disinilah Aku melewati masa masa. Puber pertama, mengenal ya mungkin itu namanya cinta cinta monyet, dan dimasa ku duduk di bangku SMP, alay alay nya anak pada jaman itu.
Pertama masuk sekolah itu aku tak banyak yang aku kenal hanya beberapa temanku SD yang satu sekolah denganku,dan tetangga Deket rumahku saja.
Aku mulai kenal teman sekelas ku setelah aku naik kelas. Baru tau , dan aku memilih berteman dengan siapa. Dan akhirnya kami berempat, Ayu yang cantik dan banyak cowok, Ima si cantik putih lembut tapi tomboy dan Evi yang hitam manis dan kocak, aku seperti apa ya. Menurut teman temanku aku yang pendiam dan murah senyum,yang tinggi seperti tiang,kurus,hitam. Itu lebih tepatnya. Tapi mereka senang berteman denganku dan bersahabat. Dan alasanku mau berteman dengan mereka karna aku suka yang berbeda tapi saling melengkapi ini baru teman dan sahabat.
Kami bersahabat akrab,bukan hanya main ya!. Kami membentu kelompok belajar, saling membantu,dan kita juga sering main bareng juga.Persahabatan kita memang seru beda dari yang lain.
Pada suatu saat kita.Jatuh Cinta, Ya kalau Ayu emang dia yang berpengalaman soal cowok yang tertarik gaknya, sampai pernah dia GR.
Saat itu,kami saling bercerita punya pacar masing masing. Ayu yang berpacaran agar sekolah yang kenalan waktu ada pertandingan antar sekolah lain, Ima dengan Kakak kelas, Evi yang dikenalkan saudaranya,Sedangkan aku yang masih polos dan hanya memikirkan belajar No pacar pacar.
Gak tau juga sih. Tiba tiba ada cowok, keren banyak banget cewek cewek deketin gitu dari adek kelas sampai kakak kelas sih.Tapi herannya kenapa dia selalu deketin aku, apa aku yang ke PD an.
Dimana saat itu aku dikelas 2, suka sekali menggoda aku.Padahal saat itu ada adek kelas itu tergila gila padanya,tapi dia sedang dekat kakak kelas,sampai pernah aku lihat dia lagi ngaterin pulang sekolah dan berangkat bareng. Aku sih gak heran karna kata Ima
Ima : " Heru itu Deket rumahku sih,dia playboy"
Aku : " masa kok tau kamu?"
Ayu : "ya tau lah, pernah sama Ima waktu SD" saut Ayu
Evi : " Iya dulu pernah pacaran sama Ima,pacar pacar gitu karna sekolahnya dulu barengan terus" Evi menambahkan
Ima : " iya kan rumahnya sebelahan" "kenapa sih,kamu naksir yaa" sambil menggoda
Aku : "enggak, kemarin aku kan pulang sama adek kelas yang naksir dia gitu,dan salting. Minta tolong tanyain beneran ada hubungan apa endak gitu"
Ayu: "Ooooo."
Sambil mereka tetap menatap aku menggoda dan menggelitik aku. Mereka best Friend banget pokoknya.Seru dan bikin ketawa terus.
Pas aku habis jatuh dari motor dan Hampir dua Minggu aku tidak sekolah,dan sebentar lagi mau semesteran. Mereka menjenguk ku dan memberikan catatan agar aku tak ketinggalnya,
Semester itu tiba.Aku berusah masuk sekolah meski aku tak memakai sepatu karna kaki ku sakit.
Dan setiap hari aku selalu diantar jemput dari rumah sampai depan pintu kelas aku,karna aku sulit berjalan ,kaki ku yang lumayan parah lukanya.
Dan dibantu sahabat sahabatku ini.
Pas waktu itu jam istirahat aku hanya duduk duduk saja di kelas sendiri.Tiba tiba dia menghampiri aku.dan berkata
Heru : " kok gak keluar? gak lamper?"
Aku : "aku nitip ke ayu beliin roti, mau permen?"
sambil aku mengambil dari kanto saku ku yang ku bawa dari rumah
Heru : "Buat aku!" sambil senyum padaku
Aku : mengangguk dan tersenyum kembali padanya
Dari dulu kelas satu gak pernah ngobrol atau saling menyapa,hanya mata saja yang melihat.Ada angin apa tiba tiba menghampiri aku.Lalu ada temannya tiba tiba menutup pintu dan membiarkan kami berdua dikelas saja,Ada yang bilang dia naksir aku sudah lama.Tapi aku cuek atau polos gak sadar kalau dia memperhatikan ku.Sekali kali aku melihat memang terkadang dia memandangku ketika jam pelajaran,ketika aku merasa ada yang memperhatikan dia mengalihkan pandangannya.
Sejak saat itu kami sering bercanda,dan tertawa bersama dan ketika ada tugas kelompok kita sering satu kelompok.
Semesteran telah berakhir dan pembagian rapot tiba aku gak nyaka bakal jadi no 1 padahal kemarin waktu kelas satu aku hanya ikut 10 besar saja.
Dan dia tiba tiba nunjukin akrabnya denganku seperti
Heru : " Wiiiihh. . . "sambil menyodorkan tangannya
Aku : "Apa,aku lagi gak punya permen"
Heru : " selamat " sampul tersenyum manis padaku
aku hanya membalas tersenyum balik padanya
dan sampai kenaikan kelas aku tetap jadi juara dan aku merasa percaya diri.Dan hampir guru guru suka kepadaku dan menyuruh aku menerangkan keteman temana sekelas ku.Dan dia lagi lagi melihat ku dan tersenyum.
Kami pun naik kelas tiga. sebelum kenaikan kami ada ijin kompetensi dikabupaten dan perwakilan setiap sekolah 10 anak yang terpilih. Yaitu perempuannya aku,Rika,Rina,Iis,dela sedangkan sahabatku tidak ada yang lolos selain aku sedangkan laki laki ada teguh,Suyono,kukuh,Dede,dan Heru.Kami pulang dengan nilai yang tidak memuaskan tapi guru kami bangga karna kami bisa mengikutinya dengan baik.Guruku seperti Momo Geisha kalau tersenyum. dan salah satu guru yang mendukungku berpacaran dengan Heru.Habis itu kami langsung ditunjuk untuk mengikuti persami disekolahkan untuk perwakilan kelas tiga, tiba tiba aku ditunjuk untuk ikut serta yaitu aku,Heru,Rina,kukuh,Rika dan ada alumni juga yaitu kakak kelas ku dulu namanya Tutik.
Aku masih gak yangka.Tiba tiba sahabatku datang malam itu dan berkata
Ayu :" sih, sini" sambil melambaikan tangan
Aku " apa Yu?"
Ayu : "kamu tau gak itu siapa?"
Aku : " tau lah,itu kan dulu kakak kelas kita"
Ayu : "iya sih, ternyata dia pacaran sama Heru sih,emang Heru gak ngomong?"
Aku :"mana aku tau Yu,biarin lah gak ada urusan sama aku" dalam hati sedih
Ayu :"ternyata dia yang nembak Heru tau"
AKu : berusaha biasa saja "biarin aja"
Ayu :" kamu gak cemburu,bukannya kamu Deket banget sama Heru?"
Aku "dia ma semua cewek kali, jadi gak heran"
Ayu :"masa? tapi di kamu beda sih"
Aku :'' ahhh udah lah,aku mau ngurusin dulu ini"sambil berjalan meninggalkan Ayu
Dalam hati aku kecewa mendengar itu dari ayu sahabatku.Kalau ternyata Kakak itu ada maksud ikut dalam kegiatan ini.Hingga saat acara selesai dan saatnya pulang Aku melihat mereka berboncengan bersama ya cukup mesra gitu.Heru melihatku dan aku pura pura tak melihatnya.
Keesokannya pagi sebelum bel masuk sekolah dia menghampiri ku dan mencoba bercanda dengan ku tapi aku bilang ke sahabatku
Aku :" ayo masuk guys" dan tidak menggubrisnya
Aku menghindar dari Heru.Tapi Heru mencoba mencari cara agar aku dan dia seperti biasanya bercanda saling mengisi dan menghabiskan waktu disela sela jam sekolah.
Semester pertama dikelas tiga aku masih jadi bintangnya, dan menyibukkan dengan belajar agar hasil UAS ku nanti memuaskan dan membanggakan orang tuaku dan kakak ku.Heru terus mencoba bertanya kenapa sikapku padanya berbeda, trus dia mencoba menghubungiku lewat SMS, BBM atau inbox Facebook sampai suka komentar di status Facebook. Tapi masih saja aku cuekin dan tak ku anggap.Pada suatu hari aku dan sahabatku kerja kelompok ke rumah Ima,sepulang sekolah langsung kami kerja kelompok.Dan Ima menyuruhku untuk berbonceng dengan Heru karna rumah Heru bersebelahan dengan rumah Ima.
Ima :" sih,kamu bareng aja sama heru.biar kamu gak capek rumah kamu kan jauh kasihan kalau ikut jalan kita."
Ayu :" iya sih gpp,kita dianterin sama pacar kita nanti"
Ya tentu mereka punya pacar sedangkan aku siapa.Dan maksud mereka mendekatkan aku dengan Heru lagi. Karna kabarnya Heru sudah putus dengan Tutik. Dan Heru juga sering curhat ke Ima,kalau dia itu naksir ke aku.Makanya mereka menyuruhku bersama Heru.
Aku :" gak. mending aku jalan aja gak apa apa"
Heru pun menghampiri aku dan sahabatku dan berkata
Heru :"Ayo,jadi gak"
Ima dan Ayu :"jadi jadi"
Ayu :" buruan sih"
Aku :"enggak" sambil aku berjalan
Ternyata Heru masih menungguku dan membututi ku dari belakang,dan membawa motornya pelan pelan.
Heru :"Ayo lah,jauh loh,nanti capek"
Aku :" oke lah" dalam hati seneng banget dia nunjukin perhatiannya
Sejak saat itu kami pun berdekatan lagi.