Sekian tahunnya sudah dijalani oleh seorang Linda tanpa sang kekasih bernama Kenedy. Lelaki itu meninggalkannya usai mengalami sebuah kejadian na'as. Hal itu masih teringat jelas di benaknya. Apalagi dirinya melihat kondisi Kenedy kala mengalami kejadian yang tidak diinginkan itu.
"Tepat 5 tahun lamanya, aku hidup tanpa dirimu. Apakah aku bisa bertahan lebih lama lagi? Sebab rindu yang ada di dalam hati ini terus menggebu serasa ingin meluap." Linda menatap keluar jendela dikala langit malam dipenuhi gemerlapan bintang.
Kring...Kring...
Terdengar suara deringan telpon yang berada di ruang tengah. Linda bergegas pergi untuk mengangkat telpon tersebut.
"Siapa yang menelponku disaat tengah malam begini?" Herannya.
Linda mengangkat telpon dan mengawalinya dengan kata 'Halo'.
Namun, tidak ada jawaban dari sang penelpon itu. Linda merasa ini adalah salah sambung. Jadi dirinya menutup telpon itu. Dirinya coba berpikir positif dan menghindari pikiran yang mengada-ngada agar tetap merasa tenang.
Akan tetapi, ia tidak bisa sepenuhnya tenang. Sebab beberapa saat kemudian, terdengar suara seperti langkahan kaki yang berada di ruangan lainnya.
Linda mulai merasa sedikit takut. Tetapi mau bagaimana pun, dirinya harus bersikap berani.
"Ini rumahku. Tidak seharusnya tuan rumah malah takut dengan seorang pendatang." Ujar Linda sembari melangkah pelan.
Di ruangan yang dikiranya ada seseorang tersebut, ternyata tidak di dapatinya. Ruangan itu kosong, tidak ada seorang pun disana. Karena tidak ada apa-apa, Linda bergegas kembali menuju kamarnya.
"Apa aku salah dengar? Hmm entahlah."
Kata linda yang sedang bingung.
Membuka pintu kamar, dan menutupnya kembali. Linda balik ke posisi awal. Dimana dirinya tadi sedang melihat bintang di langit. Kembali muncul di ingatannya akan seorang Kenedy. Bayang-bayang kenedy terus berputar di kepalanya. Rindu yang begitu besar, membuat Linda sempat ingin berpikir untuk menyusulnya. Namun, hal itu tetap tidak bisa ia lakukan pada akhirnya.
"Aku tidak tahu harus berbuat apa lagi. Semenjak dirimu pergi meninggalkanku, aku merasa sudah kehilangan yang namanya rasa cinta." Linda mulai meneteskan air mata.
Setelah merenungkan hal itu, Linda memutuskan untuk tidur. Dirinya mulai berbaring dan mematikan lampu. Matanya baru terpejam sebentar. Tiba-tiba terdengar suara dari luar jendela. Suara lemparan batu kecil yang mengenai jendela kamarnya. Linda langsung bangun dan menghidupkan lampu kamarnya.
"Ada apa lagi ini?" Linda berjalan mendekati jendela.
Dibukanya gorden jendela sambil melihat keluar. Tidak ada apa-apa. Tetapi itu juga mengganggunya. Ia beranggapan hal mistis tengah terjadi di waktu sekarang ini.
"Apakah karena waktu tengah malam ini, berakibat ada banyaknya hal mistis yang terjadi?"
Gumam Linda dalam hati.
Ia kembali berbaring di tempat tidurnya. Dan mencoba untuk kembali memejamkan mata agar dapat tertidur. Tapi masih ada saja gangguan yang dialami oleh seorang Linda. Hal itu membuatnya geram dan kesal.
"Siapa sih yang.mengangguku ini? Tunjukkan dirimu padaku sekarang!" Kata Linda dengan emosi.
Dan seseorang muncul dari jendelanya. Karena penampakan yang begitu mendadak, membuat Linda kaget dan terjatuh.
"Si..Siapa kamu?!" Tanya Linda ketakutan.
Jendela terbuka, dan orang itu masuk. Linda makin gemetar sambil menutupi wajah. Tidak terlihat jelas muka dari orang yang barusan masuk itu. Gemetar hebat dirasakannya sampai tidak bisa berlari kabur.
"Jangan mendekat!" Teriak Linda.
Tangisan pun terdengar keras sebab ketakutan yang melanda. Kini Linda tidak bisa tenang.
Beberapa menit Linda terdiam di tempat. Perlahan tangisnya mulai berhenti. Dirinya coba untuk menatap ke arah jendela. Dan dilihatnya dari balik cela tutupan kedua telapak tangannya tersebut.
Alangkah terkejutnya wanita itu, usai melihat ada sosok yang berdiri di depan jendal sembari menatap keluar.
"A...Apa benar itu kamu?" tanya Linda dengan gugup.
Linda coba berdiri dengan sedikit gemetar. Dan mendekati lelaki itu agar dapat melihat wajahnya dengan jelas.
Setelah melihat wajah dari orang itu, Linda terperangah dan sulit untuk berkata-kata.
Rasa haru muncul setelah melihat orang yang berada di dekatnya. Dia adalah...
"Kenedy?!" Ucap Linda.
Orang yang merupakan Kenedy itu merubah pandang dan menatap Linda di sebelahnya.
"Benar. Itu namaku." Balas lelaki itu.
Linda ingin menyentuhnya, namun tidak bisa. Sebab Kenedy mencegahnya.
"Kamu tidak perlu menyentuhku." Kata Kenedy padanya.
"Kenapa? Apa ada yang salah?" Tanya Linda.
"Percuma Linda. Sebab kamu tahu kan bahwa aku tidak menjadi manusia utuh yang hidup layaknya dirimu. Sadarilah." Ujar Kenedy.
Mendengar perkataan itu, membuat Linda merasa sedih.
"Aku tidak bisa berbuat apa-apa. Bahkan untuk menyentuhmu saja aku tidak bisa. Maafkan aku." Kata Linda merasa menyesal.
"Kamu tidak perlu merasa bersalah. Kamu tidak ada salah apapun padaku. Lebih baik kita nikmati waktu malam yang singkat ini dengan berduaan."
Setelah Kenedy berkata demikian, senyuman bahagia tampak di wajah Linda. Dirinya dan Kenedy berbaring bersebelahan sembari memandang langit malam. Lalu mereka berdua pun mengobrol tentang masa lalu.
Banyak hal yang mereka ceritakan. Hingga tiba masanya untuk Kenedy pergi dari hadapan Linda.
"Linda. Ini sudah saatnya untukku pergi dari sini."
Kata Kenedy.
"Apa tidak bisa lebih lama lagi?" Tanya Linda.
"Tidak. Aku harus segera pergi." Kenedy mulai membalikkan badan.
Saat Kenedy berjalan menjauh, Linda seketika memanggil namanya. Dan langkah kaki itupun terhenti sekejap.
"Kenedy. Aku ingin bilang terimakasih untuk segala yang telah kamu berikan padaku. Baik kasih sayangmu, perhatian, dan juga cinta yang tulus terhadapku. Kini kerinduan ini telah terealisasikan walau sesaat saja." Ungkap Linda.
"Aku juga berterimakasih padamu. Karena hal yang sama. Maaf aku harus pergi. Tetapi kamu akan selalu aku ingat meskipun saat ini kita sudah terpisah dari raga. Sampai jumpa, Linda."
Kenedy mengucapkan salam perpisahan.
"Sampai jumpa, Kenedy." Linda melambaikan tangan.
Kenedy telah pergi dari hadapannya. Sekarang hati Linda telah begitu tenang dari pada sebelumnya. Kerinduan sudah terluapkan dengan pertemuan singkat tadi. Dan kini, saatnya Linda untuk beristirahat.
-----SELESAI-----