Gadis itu terkesima akan keindahan langit yang ia lihat dari jendela pesawat, hingga seseorang menepuk pundaknya.
.
"Nona yura, kau sedang apa?" Ucap Han yumee asisten yura.
.
"Aku sedang menikmati keindahan langit dari balik jendela!" Ucap Gadis yang bernama Jo yura itu.
.
"Bukankah anda sudah sering bolak-balik naik pesawat nona?" Ucap Han yumee.
.
"Aku terlalu letih waktu itu, jadi aku tidak ada waktu untuk menikmati keindahan alam seperti ini!" Ucap Yura.
.
"Benar juga yah!" Ucap Han yumee.
.
"Sesampainya aku di guangdong, tolong rubah penampilan ku menjadi lain ya?" Ucap Yura.
.
"Untuk apa nona?" Ucap Han yumee.
.
"Agar fans ku disana tak mengenaliku, aku tak mau mereka tau!" Ucap Yura sedih.
.
"Baiklah nona!" Ucap Han yumee.
.
Setelah beberapa jam menempuh perjalanan, akhirnya mereka sampai di guangdong.
.
"Nona ikut aku ke toilet!" Ucap Han yumee sembari menarik tangan yura ke dalam toilet.
.
*****
Setelah beberapa menit, mereka keluar dengan penampilan yura yang sedikit agak tomboy.
.
"Sekarang kau sudah kelihatan berbeda nona!" Ucap Han yumee.
.
"Terimakasih yumee!" Ucap Yura sembari tersenyum.
.
Rambut pendek dengan tahi lalat buatan di hidungnya, membuat wajahnya sangat berbeda. Kedua matanya yang indah tertutup rapat oleh kacamata. Bahkan bajunya pun terkesan tomboy, ia memakai kemeja merah dengan jeans berwarna hitam. Ia bahkan tak menggunakan high heels, ia menggunakan sneaker.
.
Dengan santainya mereka keluar dari bandara. penyamaran berhasil, tidak ada satupun dari mereka yang mengenali yura.
.
Mereka segera bergegas menaiki van yang sudah disiapkan menuju ke apartemen.
.
"Rencanamu sungguh luar biasa yumee!" Puji Yura.
.
"Jangan begitu nona, sudah jadi kewajiban ku menjadi asisten seorang aktris cantik seperti mu!" Ucap Yumee.
.
"Ah kau bisa saja!" Ucap Yura.
.
Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh, akhirnya mereka sampai di apartemen sederhana.
.
Yura sengaja menyewa apartemen sederhana untuk ia tinggal, karena ia tak mau penyamaran nya gagal.
.
Mereka segera menaiki lift dan menuju tempat tinggal mereka sementara. Setelah sampai, mereka segera masuk kedalam tempat tinggal mereka.
.
Saat ia hendak membuka pintu, tiba-tiba saja seorang laki-laki menghampiri mereka dan tersenyum pada mereka.
.
"Ohh hai, kalian penghuni baru ya?" Ucap laki-laki itu.
.
"Iya tuan!" Ucap Han yumee.
.
"Oh ya perkenalkan aku xiao dejun, aku tinggal disebelah kalian!" Ucap laki-laki yang bernama xiao dejun itu.
.
"Dejun? Heh, nama yang aneh!" Ucap Yura.
.
"Apah? Aneh?" Ucap Xiaojun.
.
"Emm... Maafkan majikan saya ya tuan, dia sedang badmood hari ini!" Ucap Han yumee.
.
"Kalau menurut mu aneh, kau bisa memanggilku xiaojun!" Ucap Xiaojun.
.
"Baiklah tuan xiaojun, aku jo yura, bisakah anda berhenti menyela kegiatan kami?" Ucap Yura.
.
"Ohh maaf, silahkan lanjutkan!" Ucap Xiaojun.
.
Yura dan yumee langsung masuk ke dalam, tanpa menghiraukan xiaojun yang nampaknya kesal dengan kelakuan tetangga barunya itu.
.
"Dasarr tetangga sombong!" Umpat Xiaojun lirih.
.
*****
Keesokan harinya...
Di guangdong national university...
"Eh jun, gue denger bakal ada mahasiswi baru dari jurusan seni, mereka bilang dia itu orang korea!" Ucap Lucas teman xiaojun.
.
"Ya terus gue harus ngapain?" Ucap Xiaojun.
.
"Bilang wow kek atau apalah gitu!" Ucap Winwin.
.
"W.o.w!" Ucap Xiaojun.
.
"Lo gak tertarik apa, jun?" Ucap Yangyang.
.
"Tertarik apanya? Liat aja belum?" Ucap Kun.
.
"Gue gak nanya sama lu kun!" Ucap Yangyang, yang langsung mendapat smirk menakutkan dari kun.
.
"~Kun ge~ dou buci~!" Ucap Yangyang dengan wajah imutnya.
.
"Hhh mulai deh!" Ucap Kun yang kesal akan kebiasaan yangyang.
.
Saat mereka tengah asyik mengobrol di taman.
.
Tiba-tiba saja segerombol mahasiswa mengerumuni seseorang.
.
"Wah jangan-jangan itu lagi mahasiswi barunya?" Ucap Lucas antusias.
.
"Kita liat yuk guys!" Ucap Yangyang.
.
Mereka pun ikut menelusuk ke dalam gerumunan mahasiswa itu, terkecuali xiaojun yang sama sekali tidak tertarik.
.
"Wah haomei yah!" Ucap Lucas saat melihat mahasiswi baru dihadapan nya yang tak lain adalah Jo yura.
.
Jo Yura mengacuhkan lucas, ia dan yumee mencoba menjauh dari kerumunan. Namun, yura terkejut kala melihat xiaojun tengah duduk dengan buku yang sedang dibacanya.
.
"Oh, xiaojun?" Ucap Yura.
.
Xiaojun yang tengah membaca pun menghentikan aktivitas nya. Ia menatap wajah gadis yang memanggil nya itu.
.
"Yura?" Ucap Xiaojun kaget.
.
"Wah xiaojun, kau mengenalnya? Bagaimana bisa kau tak memberitahu kami?" Ucap Lucas.
.
"Maaf aku tak mengenalnya, aku hanya tau namanya, dia tetangga ku!" Ucap Yura yang langsung pergi begitu saja bersama asisten nya yumee.
.
"Sombong sekali dia?" Ucap Kun.
.
"Tapi dia cantik!" Ucap Lucas.
.
*****
Pelajaran pertama nya berakhir hari ini, ia bergegas keluar untuk menemui yumee asistennya.
.
"Lho yumee mana?" Ucap Yura kebingungan.
.
Ting
Ting
.
1 chat dari yumee.
.
Nona aku harus pergi kembali ke agensi sekarang. manager menyuruhku untuk segera kembali, jadi aku meminta maaf padamu, aku tak bisa menemanimu diguangdong. Jaga kesehatan mu, dan minumlah obat mu secara teratur okeh.
.
"Aish jinjja, kenapa jadi seperti ini sih?" Ucap Yura kesal.
.
"Yura, kau kenapa?" Ucap Xiaojun.
.
"Tidak usah sok akrab, aku kan tak mengenalmu?" Ucap Yura.
.
"Maka dari itu, kau harus jadi temanku, agar kau lebih mengenal aku!" Ucap Xiaojun.
.
"Untuk apa aku mengenalmu, buang-buang waktu ku saja!" Ucap Yura.
.
Yura hendak pergi. namun, tiba-tiba kepalanya sangat teramat sakit.
.
"Akhhh!" rintih Yura sambil memegang kepalanya.
.
"Yura kamu kenapa?" Ucap Xiaojun.
.
"Tak usah mendekat, menjauhlah!" Ucap Yura.
.
Hingga akhirnya yura jatuh pingsan, xiaojun khawatir dan pada akhirnya ia membawanya ke UKS.
.
*****
"Aku dimana?" Ucap Yura yang menyadari dirinya kini berada dirumah sakit.
.
Krieet
.
"Oh, kau sudah bangun?" Ucap Xiaojun yang baru saja masuk. Terlihat tangannya membawa banyak makanan.
.
"Kau yang membawaku kemari?" Ucap Yura.
.
"Iyaa, penyakit mu terlalu parah, tidak mungkin aku terus membiarkanmu terbaring di UKS!" Ucap Xiaojun.
.
"Jadi, selama ini kau merahasiakan ini dari semua orang?" Ucap Xiaojun.
.
"Kau sudah tau semuanya?" Ucap Yura.
.
"Tentu saja aku tau, lalu mengapa kau menyembunyikan penyakit mu dari semua orang?" Ucap Xiaojun.
.
"Aku tidak ingin fansku dan orang-orang terdekat ku sedih!" Ucap Yura sedih.
.
"Aku tau kau adalah seorang aktris terkenal yang mampu menjaga image mu didepan semua orang, tapi kau juga harus rutin menjaga dirimu!" Ucap Xiaojun.
.
"Siapa kau berani memerintah ku?" Ucap Yura.
.
"Hhh mulai lagi!" Ucap Xiaojun.
.
"Wait wait kau tau aku seorang aktris dari siapa?" Ucap Yura.
.
"Barusan asisten mu menanyakan keadaan mu, aku angkat teleponnya dan dia menceritakan semuanya tentangmu!" Ucap Xiaojun.
.
"Aku memang bersalah Jun, aku telah membunuh eomma ku sendiri!" Ucap Yura. derai air mata mengalir deras dari kedua pelupuk matanya.
.
Xiaojun yang mengerti akan keadaan yura, langsung membawa yura dalam pelukannya.
.
"Menangislah, jika memang itu jalan terbaik untuk meluapkan kesedihan mu!" Ucap Xiaojun.
.
*FLASHBACK ON
.
Disebuah rumah kecil nan sederhana, terlihat seorang gadis kecil tengah marah pada ibunya.
.
"Eomma jahat, kenapa eoma tak pernah menceritakan sosok ayahku yang sebenarnya? Apa eomma membunuhnya?" Ucap Yura kecil sembari menangis sesenggukan.
.
"Yuraa, eomma akan memberitahu mu nanti ya nak?" Ucap Eomma yura.
.
"Tapi aku ingin menemui appa eomma? aku ingin seperti yang lainnya, mereka punya orang tua yang lengkap, mereka hidup bahagia!" Ucap Yura kecil.
.
"Tapi nak... Ucapan Eommanya terpotong kala yura keluar rumah dan menerobos hujan yang turun sangat deras siang itu.
.
Yura berlari menuju jalan raya, dia bahkan tak mempedulikan nyawanya sekarang.
Hingga...
.
Brukk
.
"Eomma!" Ucap Yura saat melihat tubuh eommanya tergeletak ditengah jalan dengan darah yang berlumuran.
.
"Eomma, kenapa kau meninggalkanku?" Ucap Yura yang langsung berlari memeluk tubuh eommanya.
.
Yura kehilangan eomma nya, ia tinggal bersama nenek dan kakeknya.
.
Hingga akhirnya ia mengetahui sosok appanya yang ternyata sangat kejam, ia membuang eommanya tanpa bertanggung jawab atas apa yang ia lakukan. Eomma nya di tinggal saat ia sedang mengandung yura.
.
Yura akhirnya berambisi untuk membalaskan dendam nya pada sang ayah yang ternyata adalah seorang CEO disebuah agensi. Hingga kini ia berhasil menjadi seorang aktris di agensi appanya sendiri.
.
*FLASHBACK Off.
.
.
*****
Xiaojun masih setia memeluk yura, yura merasa nyaman didekat xiaojun yang baru dikenalnya kemarin.
.
"Aku tau kau berada dalam situasi sulit saat ini, aku tau kanker otak bukanlah penyakit yang biasa, tapi percayalah aku akan selalu menemani mu hingga akhir hayat mu!" Ucap Xiaojun tulus.
.
"Terimakasih xiaojun!" Ucap Yura.
.
"Sama-sama!" Ucap Xiaojun.
.
Hari-hari mereka jalani bersama, apalagi kini yura telah berteman dengan lucas, kun yangyang, dan juga winwin. Mereka sering menghabiskan waktu bersama. Namun, tak henti-hentinya xiaojun mengingatkan yura untuk meminum obatnya, mengingat dirinya tinggal bersama yura sekarang.
.
.
Hingga pada suatu hari...
.
Xiaojun mengajak yura ke taman bunga kota guangdong.
.
"Wahh indah sekali, terima kasih xiaojun sudah mengajakku kemari!" Ucap Yura.
.
"Aku mengajakmu, karena aku ingin memberitahu mu sesuatu!" Ucap Xiaojun dengan tatapan serius.
.
"Apa itu xiaojun?" Ucap Yura.
.
Xiaojun berlutut dihadapan yura, ia mengeluarkan sebuah kotak merah kecil berisikan cincin.
.
"Aku hanya membeli cincin semampu yang aku bisa, tapi aku akan memberimu banyak kebahagiaan, jika kau mau menikah dengan ku?" Ucap Xiaojun menatap lekat yura.
.
"Apa maksudmu?" Ucap Yura.
.
"Yura will you marry me?" Ucap Xiaojun.
.
"Apa kau bercanda?" Ucap Yura.
.
" Aku tidak bercanda yura, aku ingin menemanimu sampai akhir hayatmu!" Ucap Xiaojun tulus.
.
"Tentu saja aku mau!" Ucap Yura.
.
Mendengar jawaban dari yura, xiaojun langsung bangkit dan memeluk erat yura.
Hingga kini keduanya saling menatap satu sama lain.
.
Chupp
.
Xiaojun mencium bibir merah yura dengan lembut, yura menutup matanya membiarkan sang calon suami mencium nya untuk pertama kali.
.
Setelah tautan mereka terlepas, keduanya saling menatap satu sama lain. Hingga handphone yura berbunyi.
.
"Yeoboseyo, yumee ada apa?" Ucap Yura.
.
"Wah benarkah, kau benar-benar dalam perjalanan ke guangdong?" Ucap Yura dengan raut wajah gembiranya.
.
"Baiklah akan ku jemput kau nanti!" Ucap Yura.
.
Pip
.
"Kenapa yura? Sepertinya kau bahagia sekali?" Ucap Xiaojun.
.
"Yumee akan menemaniku kembali, dia akan datang ke guangdong!" Ucap Yura.
.
"Yahh, aku jadi tidak bisa tinggal dengan mu lagi!" Ucap Xiaojun sedih.
.
"Tidak usah mengeluh, kita kan bersebelahan? Kau bisa kapan saja mampir untuk mengunjungi ku!" Ucap Yura.
.
"Baiklah!" Ucap Xiaojun.
.
"Ya sudah, ayo kita pulang!" Ucap Yura.
.
"Hmm!" Ucap Xiaojun.
.
*****
Malam harinya...
Xiaojun dan teman-temannya bekerja paruh waktu di weishen cafe. xiaojun dan teman-temannya adalah sekumpulan band, yang sering menyanyikan lagu-lagu dicafe itu.
.
Biasanya, yura akan duduk di kursi paling depan. Tersenyum padanya dan memberinya semangat. Namun, hari ini dia harus menjemput asistennya dibandara.
.
Malam ini ia membawakan lagu kesukaan yura. For life, lagu yang dipopulerkan oleh boyband korea kesukaan yura. Namun, ia menyanyikan lagu itu dalam bahasa Inggris. Mengingat cafe yang dia tempati, menjadi hiburan utama dari beberapa turis di guangdong.
.
~This love, this love I mean it till the day I die~
.
Xiaojun menaikan suaranya, hingga tepukan tangan datang dari beberapa pengunjung.
.
*****
Saat yura tengah bersiap menuju bandara, tiba-tiba saja kepalanya sangat sakit. Ia terus memegangi kepalanya. Hingga akhirnya ia pingsan dan tak sadarkan diri.
.
"Nona aku masuk ya?" Ucap Yumee. yang tiba-tiba saja masuk ke dalam apartemen yura.
.
Yumee terkejut saat melihat yura tergeletak tak berdaya dilantai.
.
"Nona, kenapa nona seperti jadi seperti ini? Nona bangun!" Ucap Yumee.
.
Yumee khawatir itu, akhirnya menghubungi xiaojun. Namun, tak ada jawaban. Hingga akhirnya yumee memapah sendiri yura ke rumah sakit.
.
*****
Setelah selesai menyanyi, xiaojun dan teman-temannya pergi ke backstage untuk istirahat.
.
"Astaga ada apa ini?" Ucap Xiaojun kaget saat melihat beberapa panggilan masuk dari yumee.
.
"Kenapa xiaojun?" Ucap Kun.
.
"Yumee menelponku berkali-kali!" Ucap Xiaojun.
.
Karena khawatir, xiaojun menelpon yumee.
.
"Halo yumee, maaf aku baru selesai bekerja, ada apa kau menelpon ku?" Ucap Xiaojun.
.
"Apah? Yura dirumah sakit, keadaan semakin menurun?!" Ucap Xiaojun.
.
"Baiklah aku akan segera kesana!" Ucap Xiaojun.
.
"Ada apa jun?" Ucap Lucas.
.
"Yura dirumah sakit, keadaan semakin melemah, aku harus kesana sekarang!" Ucap Xiaojun.
.
"Kami ikut jun!" Ucap Yangyang.
.
"Baiklah ayo!" Ucap Xiaojun.
.
Mereka semua pergi ke rumah sakit untuk menjenguk yura.
.
*****
Yumee tengah duduk di samping yura yang tak sadarkan diri.
.
"Kau harus kuat nona, kau tidak boleh meninggalkan ku!" Tangis Yumee.
.
Krieettt
.
"Bagaimana yumee, apa dia sudah sadarkan diri?" Ucap Xiaojun yang baru masuk disusul teman-temannya.
.
"Hingga sampai saat ini dia belum sadarkan diri, keadaan nya semakin melemah!" Ucap Yumee.
.
"Sayang, kumohon sadarlah!" Ucap Xiaojun yang langsung memeluk tubuh calon istrinya itu.
.
"Aku tidak ingin kau meninggalkanku disaat kau sudah menjadi tunangan ku!" Tangis Xiaojun.
.
"Aku ingin melihat mu hidup sekali sebagai ibu dari anak-anakku kelak, untuk itu kumohon bangunlah sayang!" Ucap Xiaojun yang masih setia menggenggam tangan yura.
.
"Sebaiknya kita biarkan Xiaojun sendiri!" Ucap Kun.
.
Mereka pun meninggalkan xiaojun yang masih sedih melihat tunangannya, terbaring lemas dan tak berdaya.
.
Yumee terus saja menangis
.
"Sudahlah yumee, kami yakin yura akan sadarkan diri nanti!" Ucap Kun yang duduk disamping yumee.
.
"Tapi itu semua tidak menjaminnya untuk hidup!" Ucap Yumee.
.
"Yumee aku heran, mengapa yura datang ke guangdong?" Ucap Lucas.
.
"Guangdong adalah tempat kelahiran ibunya!" Ucap Yumee.
.
"Ibunya juga merupakan anak yang ditelantarkan, dia hidup dipanti asuhan, hingga suatu ketika ada sepasang kekasih dari korea yang mengadopsinya dan mengangkatnya jadi anak, ibunya tinggal bersama orang tua angkatnya!" jelas Yumee.
.
"Dibalik semua itu, ternyata ia menyimpan beban hidup yang cukup dalam!" Ucap Winwin.
.
"Aku tidak punya siapa-siapa lagi selain nona yura, hanya dia satu-satunya orang yang menemani ku saat aku kehilangan kedua orang tuaku!" Ucap Yumee yang terus menangis.
.
Kun merasa sedih, melihat gadis yang diam-diam ia sukai itu menangis terus menerus karena yura. Kun menarik yumee dalam pelukannya, yumee menatap kun heran.
.
"Tangisan mu terlalu keras, jadi menangislah didalam pelukanku!" Ucap Kun.
.
Yumee memeluk erat kun, ia merasa nyaman berada dalam pelukan pria itu.
.
"Kau memang tidak punya siapa-siapa, tapi kau punya aku yang akan selalu ada buatmu!" Bisik kun.
.
.
*****
5 tahun kemudian...
.
Berita terkini...
Agensi blue entertainment terpaksa gulung tikar diakibatkan sang CEO melakukan penggelapan uang investasi.
.
"Itu adalah hukuman yang pantas untukmu, karena kau sudah menyakiti istriku dan mendiang ibu mertuaku!" Ucap Xiaojun yang duduk di sofa.
.
Ia sangat bersyukur memiliki lucas dan yangyang karena berkat ialah semua kejahatan ayah mertuanya itu terbongkar. Yangyang dan Lucas bekerja disana, hanya sebagai mata-mata.
.
"Oppa, renjun, waktunya makan siang!" Ucap seorang wanita dari dapur.
.
"Iya sayang!" Ucap Xiaojun.
.
Xiaojun menuju ke dapur, terlihat seorang istri yang sangat dicintainya telah sembuh dari penyakitnya. Mustahil untuk sembuh dari penyakit mematikan itu, namun tuhan menolongnya dan membiarkannya hidup bersamanya. Xiaojun mempunyai cafe sendiri, sedangkan yura masih menjadi seorang aktris di agensi lain. Mereka menetap di Korea, tempat peristirahatan terakhir eomma yura.
.
" Hey jangan melamun, panggil anakmu!" Ucap Yura.
.
"Baiklah istriku!" Ucap Xiaojun sembari tersenyum.
.
Xiaojun pun menuju kamar anaknya renjun.
.
Tok
Tok
.
"Injoon kau sedang apa?" Ucap Xiaojun dari luar kamarnya.
.
"Namaku jo renjun bukan injoon appa!" Ucap renjun dari luar kamarnya.
.
"Iya baiklah, kalau begitu keluarlah
Kita makan siang bersama!" Ucap Xiaojun.
.
"Baik appa!" Ucap Renjun.
.
*****
Saat mereka tengah menikmati makan siang mereka. Tiba-tiba bel rumah mereka berbunyi.
.
"Itu pasti yumee!" Ucap Yura.
.
Ia segera berlari menuju pintu, dan membuka pintunya.
.
"Hai eonni, apa kabar?" Ucap Yumee disusul kun disampingnya.
.
"Aku baik, eh tapi kau..." Ucap Yura sambil menunjuk ke arah perut yumee yang buncit.
.
"Ini anakku, yura!" Ucap Kun sambil mengelus perut yumee.
.
"Hah? Kenapa kalian tak memberitahu ku?" Ucap Yura kesal.
.
"Aku akan memberitahu mu didalam eonni!" Ucap Yumee.
.
"Eits sebentar sayang, kita harus tunggu lucas dan yangyang datang!" Ucap Kun.
.
"Lucas dan yangyang akan datang?" Ucap Yura.
.
"Lalu, winwin? Apa dia akan datang juga?" Ucap Yura.
.
"Winwin tengah berada diluar negeri, dia sibuk dengan bisnisnya!" Ucap Kun.
.
"Ohh begitu yah!" Ucap Yura.
.
"Haii!" Ucap Lucas dan yangyang.
.
"Eonni?" Ucap Yura kaget saat melihat manajernya dulu yang tengah menggandeng lengan Lucas.
.
"Nami eonni dan Lucas?" Ucap Yumee.
.
"Kami bertunangan yeayy!" Ucap Lucas sambil menunjukkan cincin tunangan mereka.
.
"Kami sudah menjalin hubungan, sejak berada di perusahaan!" Ucap Yoon nami.
.
"Ehem ehem didepan jomblo jangan kek gitu yah? Aku sakit nih liat kalian mesra-mesraan!" Ucap yangyang.
.
"Makanya cepetan punya pacar!" Ucap Kun.
.
"Win-ge tolong kemarilah, aku sudah muak melihat kemesraan mereka!" Teriak yangyang yang membuat Xiaojun keluar dan melemparinya bantal.
.
"Yak xiaojun, kau tega sekali padaku!" Ucap Yangyang.
.
"Sudah-sudah ayo kita masuk!" Ucap Yura.
.
Mereka pun masuk ke dalam rumah Yura.
Tamat