Angin malam masuk melalui jendela kamar Riko.
Dia lupa mengunci jendela kamarnya karena seharian ini istirahat.
kaki Riko retak karena kecelakaan yang dialaminya.
"Ughh... Kakiku masih terasa sakit..."
Riko berjalan tertatih-tatih menuju jendela kamarnya yang terbuka. kemudian dia mendapati Wayang golek pemberian kakeknya menghalangi jalannya. Riko pun mengambil dan melempar wayang golek itu.
"Kenapa wayang jelek Ini ada disini?"
"Aduhh..!! kenapa aku dilempar?!
"Si siapa iituu?"
"Aku ini wayang golek kakekmu"
"Haahh.. Ini bukan mimpikan? kamu bisa bicaraa..!! "
"ya bisalah,,,"
Riko merasa kakinya sakit karena kecelakaan seminggu yang lalu. sekarang kakinya harus diperban karena retak.
"Aduuhhh.. kakiku sakit..."
"Ya udah... duduk situ dulu..."
Riko pun duduk di kasurnya sekilas Jam menunjukkan pukul jam 22.00
"Ayo ikut aku" ajak wayang golek itu
"Kemana?" tanya Rico
"Udah ikut aja" jawab wayang golek itu
wayang golek itu berjalan-jalan seperti sedang digerakkan oleh dalang profesional. ya kakek Riko memang dikenal sebagai seorang dalang profesional.
wayang golek itu membawa Riko ke ruang tamu Riko melihat ibunya tergeletak di sofa pasti ibunya kecapean dengan pekerjaan dari kantornya. dalam kondisi tidur ibunya terlihat masih memegang handphonenya Riko pun merasa sedih selama ini hanya ibunyalah yang menafkahi hidupnya sebagai single parent.
"Sekarang kamu mengerti apa yang aku maksud?"tanya wayang golek itu. Riko pun mengangguk. tak seharusnya dia manja saat itu juga ia berada di kamarnya dan sudah tidur di kasur empuk nya.
Keesokan paginya Riko mendapati ibunya sedang menangis.
"Kenapa bu?"
"kakek Mu nak..."
"Kenapa kakek bu? "
"kakek kamu meninggal dalam tidurnya pukul 22.00 tadi malam nak"
Riko berpikir sejenak ia memikirkan wayang golek kakeknya itu hidup pukul 22.00 Jika diperhatikan gaya bicara wayang tersebut seperti gaya bicara kakeknya