"Mau kemana nak?"
"Mau makan apa nak?"
"Sudah makan nak?"
"Mau di ambilkan makan?"
"Nak!..."
Hening dan sepi. Tak ada satupun suara yang keluar dari mulut anak-anaknya, hingga membuat hati IBU sedikit terluka. Perhatianya tak satupun di respon oleh anak-anaknya yang tepat berada di dekatnya. Hatinya pilu, mengingat betapa dulu mereka selalu merengek padanya ketika lapar, menangis padanya ketika terluka. Namun, kini seiring beranjak dewasanya mereka, semua perlahan menjauh dan meninggalkan IBU nya sendirian.
Sebuah perhatian yang sederhana tersebut, bagi anak adalah hal yang sangat mengganggu, namun bagi IBU adalah bentuk kasih sayangnya pada anak.
Ketika anak yang kini sudah dewasa, sibuk dengan dunianya sendiri, IBU tetap setia pada apa yang di lakukanya selama ini, tetap perhatian pada anak-anaknya meski anak-anaknya meninggalkanya satu persatu seiring beranjak dewasanya mereka. IBU akan tetap bertahan pada hatinya.
***
IBU, di saat semua orang menjauh
hanya kau yang tetap bertahan.
Di saat semua datang ketika butuh
hanya kau satu-satunya yang memberi ketulusan.
Sugguh perasaan yang tiada tara
setara luasnya samudra.