Aku bella liandra, aku seseorang gadis berumur 17 tahun.
Aku tinggal dia Australia sendirian, keluargaku tinggal di inggris.
Kalian pasti bertanya kenapa aku terpisah dari mereka,,,,
Itu karna sejak kecil aku dady dan momy ku memisahkan ku dari abang.
Ya aku punya abang, namanya luis Wilson, umurnya sudah 20 tahun skrng.
Sejak aku umur 14 tahun momy dan dady ku mengirimku ke Australia karna saat itu mereka merasa ada yg aneh diantara bang luis dan aku.
Dan skrng disini lah aku berada.
Di Inggris, tepat di depan rumah mereka.
Aku pulang karna mendapatkan kabar dari temanku yg tinggal di Inggris kalau bang luis sakit.
Ku tekan bell rumah ku itu.
Sekitar lima menit barulah pintu ini terbuka.
Yg membuka pintu adalah seorang wanita paruh baya, namun masih tetap muda, bahkan tak ada keriput sedikitpun di wajahnya.
"Bel,, bella" ucap wanita itu yg tak lain adalah momy, dia kaget melihat ke datanganku kesana.
Aku hanya menatap datar momy ku itu.
"Dimana bang luis?" Tanya ku to the poin.
"Luis baik baik aja nak,, kamu kenapa kesini, kamu balik aja ya, jangan skrng" ucap momy yg terkesan mengusirku.
Aku tak peduli aku menerobos masuk ke dalam rumah, lalu berjalan kelantai dua meninggalkan momy yg mematung melihat ku skrng berada di rumah ini..
Sementara aku,, aku menatap nanar pintu kamar bang luis, dulu aku sering bermain dengannya bahkan setiap hatj aku selalu bersamanya.
Namun selama tiga tahun ini kami putus kontak.
Mom dan dady melarang kami untuk berkomunikasi secara langsung ataupun vIA telpon.
Tok... tok.. tok.. (aku mengetuk pintu kamar bang luis)
Namun tak ada yg membukakan pintu.
Karna aku khawatir aku pun langsung membuka pintu yg ternyata tak di kunci itu.
Setelah sampai di dalam kamar itu mataku fokus menatap seseorang yg tengah tertidur di atas ranjang.
Aku tersenyum tipis.
Aku langsung duduk pinggir kasur, tepat di samping kepala nya.
Ku elus rambut nya pelan.
Air mata yg kutahan menetes perlahan lahan.
Ku gigit bibirku keras agar tak menangis di depan nya.
Mungkin karna merasa ada yg menyentuh rambutnya bang luis terbangun.
Matanya terbuka, dan langsung melihat siapa yg mengelusnya.
Seketika mata kami bertemu, aku dapat melihat tatapan terkejut bang luis namun setelah itu bang luis merubah tatapan nya menjadi tatapan kerinduan.
"Morning bang" ucapku sambil tersenyum dan menghapus air mata ku.
Bang luis segera duduk.
"Bella ini kamu? Abang gk mimpi kan?" Tanya nya sambil menepuk nepuk pipi nya sendiri.
Aku menggeleng, mata ku kembali memerah sungguh aku sangat merindukan bang luis saat ini.
"Ini bukan mimpi bang"jawab ku lalu menarik hidung bang luis seperti yg biasa kulakukan pada bang luis dulu.
Bang luis tersenyum bahagia, dia langsung memeluku erat, aku menutup mata ku dan membalas pelukan bang luis.
"Kenapa kamu pergi baby,, apa kau tau aku merindukanmu,, jangan pergi lagi" ucap bang luis dengan nada lirih.
Aku membuka mata ku pelan, air mata ku menetes lagi...
"Bella rindu bang luis" ucapku dengan suara kecil namun bang luis mendengarnya.
Bang luis tersenyum, dia melepaskan pelukannya.
Lalu memegang kedua pipi ku dan menghapus air mata ku.
"Apa kamu sudah makan hmm?" Bang luis bertanya karna tentu dia sudah tau ak belum makan karna aku hanya makan saat tengah hari.
Aku menyengir, lalu menggeleng.
"Bang luis suapin ya" ucapku dengan antusias.
"Tentu ayo" bang luis berbalik dan memberikan punggungnya padaku.
Aku langsung tertawa bahagia dan melompat ke punggung bang luis.
Setelah itu bang luis menggendong ku turun ke bawah.
Setelah kami sampai di meja makan.
Aku turun dari punggung bang luis.
Kulihat mom dan dady menatap resah ke arah kami berdua.
"Hai dad mom morning" sapa ku pada mereka lalu duduk di samping bang luis.
"Morning to,, emm bella setelah ini dady antar kamu kembali ke Australia ya" ucap dady.
"Tidak! Kali ini bella gk akan kemana mana" bang luis menjawab sambil menatap tajam dady.
Aku memegang tangan bang luis dan menatapnya dengan artian "jangan emosi"
Bang luis menghela nafasnya, lalu bang luis menguapi ku makan, dengan diiringi candaan yg membuat kami berdua terus tertawa.
Sementara dad dan mom mereka gelisah dan dipikiran mereka hanya ada rencana rencana untuk memisahkan ku kembali dari bang luis.
Kini aku sedang berada di pinggir danau bersama bang luis.
Aku berdiri di samping bang Luis yg terus menggenggam tangan ku erat.
"Bang, kalau misalnya bella pergi, tapi bukan di ke negara lain ataupun kota lain namun bella pergi ke suatu tempat dimana bang luis belum bisa menemukan ku jika belum saatnya,, apa bang luis bisa berjanji selalu Bahagia dan Menjaga mom dan dady dengn baik?"
Aku bertanya sambil menatap bang luis dengan tatapan penuh arti.
Bang luis terkejut dengan ucapanku.
Dia menggeleng, dan raut wajahnya berubah menjadi kesedihan.
"Cukup satu kali sayang,, cukup satu kali aku membiarkan mu pergi, tidak lagi"jawab bang luis sambil menatapku penuh harap.
Aku terdiam, terpaku mendengar jawaban bang luis.
Aku menatap danau dengan tatapan kosong, membiarkan bang luis yg terus meantapku dari sampingku.
"Tuhan,,jika memang aku harus pergi aku rela, tapi aku tak bisa pergi meninggalkan bang luis jika di tidak mengizinkan ku,, beri tau aku,, aku harus apa sekarang?" Batin ku menangis kali ini.
"Aku gk akan pernah lepaskan kamu lagi baby, cukup tiga tahun ini aku gk melihatmu, aku berjanji dengan cara apapun aku akan selalu membuatmu berada di sampingku walaupun dengan cara kotor sekalipun" ucap bang luis dalam hati.
Bersambung
.................................
Season2 ny nyusul oke mohon bersabar 🙏🏻
Jangan lupa tekan❤️
Dan baca cerpen author yg lainnya