Disebuah ruangan kecil nan gelap .
" Tit... Tod.. Titt... Toddd.. Hallloo" Terlihat ada seorang anak kecil yng sedang bermain main dengan boneka bentuk pisang yng ia pegang ditangannya, Seolah sedang menelpon seseorang.
kemudian angin mulai menyapu ruangan ku inih , Rasanya beneran nyata . Aku mulai bergidik merinding.
" Tit...Tod.. Titt..Toddd.. hallloo!!! " Serunya lagi dengan boneka yng sudah ia tempelkan di telinganya kala ituh.
Masih belum menemukan jawabannya anak kecil ituh kembali menekan nekan perut sang boneka yng terlihat ada angka 1,2 dan 3 . Kemudian berpura-pura seolah menelpon seseorang.
" Tit.. Tod.. Tittt... Toddd.. hallloo" Sekarang dengan suara yng lirih dan penuh harapan di benaknya anak ituh menunggu sebuah suara yng akan menjawab telpon nya .
Tiba-tiba lampu tua yng tergantung di gudang terbengkalai inih berkelap-kelip , Aku menjatuhkan boneka berwarna kuning yng sedang kupegang inih .
Seperti hal yang kuharapkan dari tadi boneka nya beneran dirasuki oleh hantu , Aku mengambil jarak agak menjauh dari sang boneka . Kemudian mulai mencari alat yng telah kubawa tadih dari rumah , Setelah menemukannya aku segera berbalik.
Boneka nya masih tergeletak di ubin berdebu dari tadi , Dan lampu tak henti-hentinya berkelap-kelip . Anak ituh mendekat kearah boneka kemudian mengunting angka di perut sang boneka lalu menelan kain ber angka itu kedalam mulutnya , Setelahnya ia menulis namanya di kain kecil yng telah ia siapkan tadih . Kemudian menjahit nya di perut sang boneka menggunakan benang merah .
Ia menarik senyum dibibir nya , Kemudian berjalan ke arah saklar lampu dan mematikan lampu di ruangan inih . Lampu berhenti berkelap-kelip dan anak ituh sekarang duduk ditengah ruangan menghidupkan lilin berwana merah dengan aroma wewangian , Ia memegang boneka nya tadih kemudian mulai berinteraksi dengan sang boneka .
" Haloo.. Hallloo... Apakah beneran kamu nggak bisa ngomong ?, Ayok ngomong sama akuh !!! ." Ucapnya lagih dengan menempelkan boneka ditelinga nya .
Sebuah suara lirih mengisi keheningan di ruang ituh , Boneka yng ku pegang berbisik di telinga kuh . Aku berhasil!!
" Haloo.. Juga.. Ada apa kau memanggilku? " Ucapnya dengan nada tidak senang .
Aku menelan ludah ku tiba-tiba tenggorokan ku inih terasa kering dan haus , " Hallloo... Bisakah aku hari inih main denganmu tolong !!! , Aku tidak punya teman jadi tidak akan ada yng mencari ku ! ." Ucapku sesuai yng tertulis di bukunya , Yah aku melakukan tindakan gila inih setelah terpengaruh oleh sebuah buku di perpustakaan.
" Kau tidak sedang menipuku kan ? , Aku tidak mau main denganmu jika kau inih anak nakal ! ." Ucap boneka ituh lagi .
Di buku memang dituliskan bahwa roh hantu nya akan menguji kejujuran ku jadi ini toh , Lagipula yng kukatakan itu memang benar. Aku sama sekali tidak punya teman dan selalu saja merasa kesepian!!.
" Oh... Hallo.. , Aku memang tidak punya teman ! . Bahkan ini kali pertama nya aku bicara seakrab ini!" Jelasku lagih dengan tangan yng sedari tadi Mengengam gunting inih .
Boneka ituh tidak menjawab diriku , Dan lampunya kembali berkelap-kelip. Padahal kan lampunya tadih sudah kumatikan , Apakah hantu nya mainan lampu ? .
Aku malah terfokus ke arah lampu diatas atap berdebu ituh , Dan setelah tersadar aku melihat boneka nya menghilang dari hadapan ku. Aku tadi menaruhnya dilantai karna semakin lama aku berinteraksi dengannya rasanya boneka ituh bertambah berat sajah ! . Ku lihat dilantai ada cap kaki kecil berwarna merah , Apakah ituh darah Ya Tuhan ? .
Aku berdiri membawa lilin di tanganku , Berbekal gunting di saku celana ku ! . Kutelusuri jejak darah di tanah dan mengikuti arah perginya boneka pisang ituh . Sampai jejak darah ituh berhenti di depan sebuah makam tua dan aku melihat boneka ituh tergelantuk di atap sebuah kotak telepon. Sejak kapan adah kotak telepon disini ? , Bahkan ada pemakaman segala ? . Aku mulai merasa ada yng tidak beres di sini , Aku tahu aku sedang bermain dengan seorang hantu tapi Kukira hanya bermain petak umpet atau pok ame-ame .
Aku tidak menduga hal inih , Aku merasa seperti dijebak oleh sang hantu ! , Ini semua karena buku sialan ituh aku tidak sempat membaca nya karna lembaran terakhir menghilang dari buku. Hatiku mulai gelisah dan hendak pergi saja dari tempat inih , Aku menengok kebelakang tapi , Terlihat begitu menyeramkan dan gelap disana di tambah lilin ku yng seperti nya akan segera habis.
Aku tidak tahu harus melakukan apa , Dan tanpa akal aku mendatangi kotak telpon ituh mengambil boneka itu. Sekarang boneka hantu ini ada ditangan ku , Amarah ku tiba-tiba naik aku meremas boneka itu di tanganku dengan sekuat tenaga .
Namun sang hantu marah dan balik Mengigit tanganku , Lilinku jatuh dan padam . Tanganku mulai mengeluarkan darah , Boneka nya juga ikut terjatuh tadi . Tapi kulihat boneka ituh bisa berdiri di tanah dan berjalan-jalan , Ia tersenyum jahat ke arahku .
Aku melangkah kan kakiku namun baru selangkah pintu nya malah tiba-tiba menutup dengan sendirinya aku berusaha membuka nya namun tanganku lemas .
Aku panik sepanik panik nya ditambah sang boneka yng mulai terlihat semakin menakutkan, Akuh berusaha berteriak tapi tenggorokan ku yng sudah sakit sedari tadi tiba-tiba dari mulutku mengeluarkan batuk darah .
Rasanya tenggorokan ku inih panas seperti terbakar , Disisi lain dari tanah kuburan segerombolan mayat tiba-tiba keluar dari tanah .
Mereka berbau anyir dengan darah membeku berwana kehitaman , Dan takut nya akuh mereka mulai mendekat ke arahku .
Aku berusaha mendorong pintu kaca ini , fAku semakin takut tapi aku tidak bisa menjerit jugah !. "Akuh.. Akuh.. Aku.. Putus Assaaa!!! " Aku mulai menangis dan tubuh inih bergetar hitam , Pikiranku mulai tidak jernih lagi . Yng kupikirkan adalah
" Bagaimana caranya akuh bisa keluar dari kotak telepon ini ! "
Aku mulai kacau , Dan menggila tanganku memang lemas tapi bagian tubuhku masih banyak . Aku membenturkan kepalaku ke pintu kaca kotak telepon , Secara berulang rasanya memang sakit .
Para mayat hidup ituh semakin mendekat , Mereka mencoba masuk ke dalam kotak kaca yng terkunci inih . Sedangkan aku malah berusaha membuka nya , Aku segera mundur dan menghentikan tindakan ku barusan . Terlihat kaca nya retak dan kepalaku menjadi berdarah . Para mayat ituh Mengetuk-ngetuk pintu kaca kotak telepon inih , Dengan suara nafas mereka yng mengerikan.
Aku terduduk lemas di lantai , Sudah tidak ada harapan lagih untukku. Tanganku tanpa sengaja menyentuh sesuatu yng tak lain adalah boneka pisang ituh tadi . Boneka itu tergeletak di lantai aku meraih nya sembari merogoh gunting yng adag disaku ku . Setelah dua benda itu kupegang , Aku segera menikam boneka itu menggunakan gunting ditanganku .
Namun ada yng aneh , Aku mulai merasakan sakit boneka ituh tiba-tiba bergerak memberontak ditanganku . Aku melihat mata boneka nya yng tiba-tiba menyala merah dan ia membuka mulutnya lebar-lebar ada semacam taring disana. Boneka ituh tersenyum mengerikan sebelum akhirnya ia menggigit tanganku .
Akuh kesakitan aku berusaha menghempas boneka itu dari tangan ku , Boneka itu terjatuh kelantai lalu berdiri lagi , Setelahnya mengambil gunting yng tak sengaja kujatuhkan tadi . Aku ingin mencegahnya tapi aku harus mengatasi rasa sakit di perutku yng seperti ditusuk-tusuk.
Aku mulai menangis sembari sang boneka yng malah mencongkel congkek pintu menggunakan gunting ditangannya. Dan nampaknya dia berhasil ia kemudian melesat duluan keluar dari kotak telepon kecil inih .
Aku berusaha keluar dari kotak telepon inih Dengan mengesot tentunya , Namun para mayat itu lebih cepat dari pada diriku . Para mayat ituh secara berbondong-bondong ingin meraih ku mereka menarik-narik tubuhku bahkan mencabik-cabik Kulitku .
* Keesokan harinya .
Aku perlahan membuka mataku namun yng kudapati hanyalah warna hitam yng dapat kulihat . Aku tidak tahu ada dimana bahkan aku tidak tahu apakah aku masih hidup atau tidak.
Aku takut aku berusaha berlari tapi entah kemana ! , aku ingin menemukan sebuah cahaya dan jalan keluar tempat inih . Telinga ku menangkap sebuah suara yng terdengar seperti suara orang tuaku . Aku ingin berteriak namun sama sekali tidak ada yng keluar dari mulutku ini .
" Nak apakah kau baik baik saja ? "
" Yah tentu .. , Aku baik baik saja kok ! . " Suara kali inih mirip sekali dengan suara ku , Tapi bagaimana bisa ? . Padahalkan aku ditempat gelap inih lalu siapa orang yng sedang mengunakan suara kuh itu ?
Tiba-tiba aku mengingat peristiwa semalam.
* Semalam
Para mayat hidup ituh mulai menyerang tubuhku , Aku benar-benar takut sampai membuat diriku pingsan. Di alam bawah sadar ku aku melihat boneka ituh tengah berdiri didekat lilin merah yng menyala membawa guntingku yng kubawa tadi .
Aku benar-benar muak dengan hantu ini aku merasa ingin membunuhnya dengan cara menusuk nya menggunakan gunting . Namun aku sudah mencoba nya tadih , Dan boneka ituh tak merespon tadi malahan aku yng merasakan sakit .
Aku mencoba tidak gegabah dan mencari jalan keluar masalah ku ini , Setelah memikirkan nya aku baru sadar ! . Bahwa aku telah menulis nama ku sendiri di perut boneka ituh makanya aku yng merasakan sakit saat kutusuk perut boneka ituh . Jika itu berlaku untukku apakah boneka hantu itu juga akan kesakitan ? , jikalau aku menusuk perutku sendiri dengan gunting .
Aku mengelus perutku inih dan memperhatikan kondisi sang boneka , Aku berlari membabi buta ingin mengambil gunting ituh darinya . Tapi ia menghindari nya dengan terbang , Aku mengejar boneka ituh dan sempat bergelut memperebutkan gunting yang malah terpental dan terjatuh di lantai .
Aku mendorong bonekanya kemudian berlari menuju gunting yng teryata terjatuh cukup jauh . Aku berhasil memegang nya aku telah mempunyai gunting ditanganku , Tanpa pikir panjang aku menyobek baju atasku dan mulai menusuk perutku inih menggunakan gunting. Baru tusukan pertama aku sudah sangat senang , Kalo ada orang normal yng melihatku mereka pasti akan berpikir aku ini sudah gila . Aku mengangkat tanganku siap memberikan tikaman kedua di perutku namun bonekanya ...
Boneka nya adah di punggung ku , Tapi Gimana bisa . Ia tertawa kemudian menggigit punggung ku yng sudah telanjang sampai berdarah.
Ah... !!! Aku berteriak kesakitan dan mencoba menyingkirkan boneka ituh namun itu sangat susah untuk ku lakukan. Sampai akhirnya aku dibuat pingsan hampir kehabisan darah .
POV : Boneka nya
Akuh mulai menyeret tubuh anak ini , Mendekatkannya ke lilin yng sedari tadi masih menyala .
Aku melihat anak ituh tergeletak tak berdaya dan hampir saja menjadi gila , Dasar anak bodoh siapa suruh kau mau bermain-main denganku ? . Akuh dulunya juga merupakan anak yng sama seperti mu , Aku penasaran dan memanggil boneka ini dulu ! . Tapi aku malah dipermainkan oleh sang boneka dan akibatnya aku kehilangan tubuhku dan harus hidup di boneka ini selama bertahun-tahun lamanya. Maafkan aku nak tapi akuh juga ingin hidup lagi , Dengan mengorbankan nyawa mu mungkin aku bisa mengambil alih ragamu itu dan kau hidup saja didalam boneka terkutuk inih 😏 ! .
Kurapalkan mantra matra sampai akhirnya aku berhasil menjalankan rencana ku , Aku tidur disebelah anak ini dan berpegangan tangan dengannya . Tepat tengah malam Jiwa kami bertukar aku benar-benar menjadi manusia , Dan aku sangat senang . Sedangkan anak ituh telah menjadi sang boneka hantunya sekarang !
" Hmm.. Akhirnya aku bisa hilang dari penderitaan ku selama inih ! . "
* Kembali ke masa sekarang.
Aku baru menyadari teryata aku Sekarang berada di tubuh boneka pisang yng tidak sengaja kupungut di bak sampah ini . Dan orang yng menggunakan suara ku tadi malah adalah hantu nya , Bagaimana bisa hal ini terjadi." Papa Mama aku disini !!! , Aku lah anak kalian bukan hantu itu 😭😭 !, Aku benar-benar marah bagaimana bisa aku yng malah menjadi hantu dari boneka inih . Aku tidak terima! "
" Oh .. Ini boneka siapa ya ? , Kok kotor banget sih Fer ' ? " Terdengar suara mamaku yng kemudian mengangkat boneka yng dibilang kotor ! , Padahal yng sedang ia pegang ini adalah anak kandung nya " Aku Ferbi mah !! "
" Oh aku memungut nya di sampah kemarin . "
" Buang sajalah kenapa bawa boneka kotor seperti inih , Kalo pengen boneka biar Papa nanti belikan yng lebih bagus . " Aku merasa tidak percaya , Orang yng selama ini memanjakan ku malah ingin membuang diriku . Aku marah dan tidak terima bagaimana bisa kalian lebih percaya hantu itu dibandingkan akuh ?
Aku beneran dibuang ke bak sampah ! , Aku beneran membenci kalian semua ! . Awas saja nanti kalo aku bisa hidup lagi aku akan membalas kan dendamku ! .