22.11
-Incoming call-
Private number
"..."
"Kak Rafael!! Akhirnya adkelmu ini dapet nomor teleponmu!! Thanks God!!"
"Ini siapa yah?"
"Ah, Kak Rafael pura-pura ngga inget ya? Lagian ngapain ngubah suara kayak cewek?"
"Ini suara asliku bambank."
"Lah?! Kamu siapa?!"
"Gaje."
"Ini siapa yang ngangkat Hp-nya Kak Rafael?!"
"Ini Hp-ku goblok!"
"Bentar, bentar ... kamu siapa?!"
"Maaf, kayaknya kamu salah sambung."
"Nggak mungkin salah sambung, aku udah ngecek nomornya lima kali sebelum kutelpon."
"Rajin amat, nelpon orang aja harus ngecek lima kali sebelum nelpon. Hidup itu udah susah ngapain dibuat susah lagi bego?"
"Nggak mungkin salah nomor. Lagian kamu siapanya Kak Rafael?"
"Ini tengah malem, bisa aja kamu ngantuk terus salah liat nomor."
"Kamu siapanya Kak Rafael?"
"Kamu sendiri siapa?"
"Aku adek kelasnya! Industriam. Inget baek-baek namaku itu. Terus kamu sendiri siapa?"
"Oh, berarti kita musuh."
"Jawab aja kenapa sih?!"
"Acedia, ratu di hatimu."
"H-hah?!"
-Call Ended-
"Salah sambungnya kok kayak gini sih?"