Putri Mahesa seorang wanita yang memiliki sifat ceria, Putri seorang anak dari Jendra TNI, Putri terpaksa pindah sekolah karena mengikuti tempat penugasan orang tuanya, Putri pindahan dari kota Jakarta ke kota Bandung.
Hari pertama Putri masuk sekolah, mendapat banyak teman, karena teman-teman putri lebih dulu mengetahui statusnya karena putri ini seorang anak dari tentara, entah dari mana mereka tau, mungkin karena sekolah putri itu tepat di belakang kantor ayahnya.
Sebagian si sekolah sudah mengetahui latar belakang putri, putri akhirnya memutuskan untuk berangkat ke sekolah mengunakan sepeda. Putri anak yang mandiri dan sederhana, walau terlahir dari seorang jendral tentara putri paling tidak suka di bedakan dengan teman-teman lainnya.
Sepulang sekolah, Putri bergegas untuk mengambil sepeda dan melajukan untuk sampai ke rumah, tetapi setengah di perjalanan Putri melihat temannya yang bernama Adi berjalan kaki, lalu Putri menawarkan untuk pulang bersama.
Setiap hari akhirnya Putri dan Adi selalu berangkat dan pulang ke sekolah dengan bersama mengunakan sepeda masing-masing, tidak terasa waktu itu berjalan sampai Putri dan Adi lulus sekolah.
"Put, kamu ingin melanjutkan ke sekolah mana?" pertanyaan Adi untuk Putri, melaikan Adi ingin bersekolah bareng lagi dengan Putri.
"aku akan melanjutkannya ke SMP 5 Bandung". begitu jawaban Putri untuk Adi
"Baik, kalau gitu aku juga akan mendaftar ke SMP 5 Bandung". begitu Adi melanjutkan dari jawaban Putri.
Pada kenyataanya Putri sudah di Daftarkan oleh ayahnya di SMP 7 Bandung yang posisi sekolah itu masih masuk dalam kawasan wilayah pantauan kantor ayahnya Putri.
"Kamu katanya di SMP 5 Bandung Put?" Adi bertanya pada Putri, karena di hari pertama masuk Adi tidak melihat Putri di sekolahnya.
"Maaf Di, ayahku ternyata mendaftarkan aku di SMP 7 Bandung dengan alasan masih di wilayah kawasan kantornya". jawaban putri yang sekaligus meminta maaf karena merasa tidak enak dengan Adi yang sudah tidak menepati janjinya.
"ya sudah kalau begitu, kamu akan aku anter jemput ya Put, supaya kita bisa bareng-bareng lagi ke sekolah". Adi merintahan hal tersebut kepada Putri.
"Tidak usah, arah sekolah kita berbeda Di, biar aku di antar oleh mamang saja". jawaban Putri untuk menolak Adi.
Adi tidak memperdulikan hal itu, sampai akhirnya Adi tetap memaksa untuk mengantar jemput Putri ke sekolah, walau arah sekolah Putri di Belakang dan sekolah Adi di depan, tetap Adi ingin merasakan hal pergi dan pulang bersama putri.
3 tahun sudah Putri dan Adi lalui dengan jarak arah sekolah yang berbeda, sehingga tiba waktunya kelulusan sekolah.
"Put, akan melanjutkan kemana setelah ini?" pertanyaan Adi terlulang kembali 3 tahun lalu kepada Putri.
"aku ingin melanjutkan ke SMA 7 Bandung, yang tidak jauh dari wilayah kantor ayah ku Di". jawab Putri untuk Adi
"yah, kalau gitu aku akan mendaftar di sebelah SMA 7 Put, karena kalau aku ikut mendaftar di SMA 7, Nilai ku tidak cukup hehe" Adi menjawab seperti itu pada Putri.
Setelah masuk sekolah, Adi mulai aktif untuk mengajak Putri untuk berangkat bareng lagi. tetapi ternyata ayahnya putri mendaftarkan Putri ke sekolah SMA 14 Bandung, yang tidak 1 komplek dengan sekolah Adi yang sudah terlanjur di daftarkan oleh Adi.
"Kamu tidak jadi ya put, bersekolah di SMA 7? kamu bersekolah dimana put?" pertanyaan Adi yang tidak bosan pada Putri.
"Maaf di, ayahku mendaftarkan ku di SMA 14 agar terpantau dan lebih dekat dari rumah". jawaban Intan pada Adi.
"nanti sepulang sekolah, kamu aku jemput put". perintah Adi kepada Putri.
Putri merasa bersalah seakan sudah mengecewakan Adi untuk bersekolah bareng lagi tetapi pada kenyataanya itu semua di luar perkiraan Putri.
Sampai akhirnya semua teman Putri di sekolah, mengira kalau Adi itu Pacarnya Putri, karena mereka terlihat selalu berangkat dan pulang bersama. sampai akhirnya Putri memilih untuk tidak usah di anter jemput lagi oleh Adi dengan alasan Putri sudah punya pacar sekarang jadi Adi tidak usah repot untuk mengantar jemput putri.
Adi sedikit kecewa dengan Putri tetapi Adi tau bahwa itu hanya alasan Putri saja, sehingga Putri akhirnya membawa kendaraan sendiri ke sekolah yang tidak begitu jauh dari rumahnya, walau tidak di antar jemput lagi oleh Adi, Adi masih sering untuk sekedar berjumpa main ke rumah Putri, karena jarak rumah Putri dan Adi tidaklah jauh.
"Put, mau melanjutkan kemana sehabis ini"? pertanyaa Adi yang tidak pernah bosan walau sudah tidak sesuai dengan harapan.
"Putri ingin berkuliah di ITB, sedangkan ayah mengaruskan Putri untuk mengikuti arahanya melanjutkan IPDN atau tidak jejaknya menjadi Kowad" jawaban putri pada Adi
"kalau begitu aku akan mendaptarkan diri ke ITB put". jawaban Adi pada Putri.
Apapun yang di ucapkan Putri kepada Adi, Adi akan mengambil langkah untuk tempat ia melanjutkan pendidikannya sesuai dengan Arahan Putri. pada akhirnya Putri berkuliah jauh dari kota Bandung, ia melanjutkan kuliah di Kota kelahiran ayahnya Putri, yaitu di Kota Semarang.
Semakin Dewasa pola pikir akan semakin terbentuk dengan keadaan yang mengharuskan Putri benar-benar hidup mndiri.
"Kamu mengapa kuliah jauh dari kota Bandung Put"? pertanyaa Adi pada Putri
"Maff Adi aku ingin merasakan sekolah jauh dari orang tua agar dapat hidup mandiri dengan keadaan semua serba sendiri". jawaban Putri pada Adi.
"Apa disana ada jurusan yang sesuai dengan jurusan aku disini put?" jika ada aku akan meminta izin pada Mamah ku untuk pindah kuliah disana dan bisa bersama kamu. jawaban Adi untuk putri kali ini benar-benar membuat Putri Shyok.
"tidak ada disini di, kamu disana saja selesaikan kuliah mu agar wisuda tepat waktu, walau kita berjauhan kota, tetapi komunikasi kita akan selalu berjalan Di, kamu tenang saja ya". jawaban putri menolak untuk Adi menyusuk ke Kota Semarang.
Pada akhirnya selama perkuliahan mereka loscontek untuk berhubungan, karena dengan kesibukan masing-masing dan larangan pacar Putri yang cemburuan pada Adi.
Sampai dimana waktu ketika Putri wisuda dan kembali ke Kota Bandung, sehingga Putri mendapat pekerjaan di sebuah perusahaan yang tidak jauh dari rumahnya. Putri mulai memberi kabar itu kepada Adi.
"Hai, apa kabar?" awal Putri menyapa Adi
"Hai, baik, kamu dimana sekarang?" begitu respon Adi untuk Putri
"Aku sudah di Bandung dan sekarang aku bekerja di Perusahan A, jika ada waktu ayo kita berjumapa." ajakan Putri kepada Adi.
"oke, nanti sepulang kantor aku jemput kamu ya, kamu pulang jam berapa?" respon Adi tetap baik pada Putri.
"aku pulang jam 5 sore, sampai jumpat nanti". jawaban Putri pada Adi tidak banyak basa basi kembali.
Saat berjumpat dari sekian lama tidak bersama, akhirnya banyak sekali pertanyaan antara Adi dengan Putri dan sebaliknya.
Dari pertemuan kali ini, akhirnya Putri dan Adi selalu bersama ketika jenuh seharian setalah bekerja, sering keluar bersama sepulang jam kantor untuk sekedar makan malam bersama.
Sehingga Adi mengungkapkan isi perasaannya selama ini kepada Putri.
"Put, jangan pergi lagi untuk waktu yang lama, aku ingin kamu menetap disini bersama ku untuk hubungan yang serius". begitu pinta Adi terhadap Putri
"hah, sejak kapan kamu punya perasaan pada ku?". jawaban Putri yang begitu shyok mendengar pernyataan Adi.
"sekian lama aku memendam perasaan ku sendiri, sekarang sudah lega rasanya untuk menyampaikan hal ini" begitu jawaban Adi
"Maff, aku tidak akan bisa menjalin hubungan serius sama orang yang selama ini sudah aku anggap keluarga sendiri, kamu tau tidak rasanya seorang sahabat itu tidak akan pernah putus sampai kapan pun, sedangkan berhubungan sepasang kekasih akan ada kata putus dan itu bertanda akan berakhir, aku tidak mau ada pengakhiran untuk kita berdua." jawaban Putri yang sudah merasa nyaman dengan keadaan persahabatan". jawaban putri untuk Adi
Dari pengungkapan sebuah perasaan Adi kepada Putri akhirnya mereka tetap berjalan sebagai seorang sahabat, di setiap kepergian mereka berdua putri tidak memberitahukan kepada pacarnya yang sedang LDR karena sebuah pekerjaan.
Sengaja Putri tidak memberitahu, karena putri tidak ingin ada kecemburuan terhadap Adi sahabatnya.
Putri tidak menjaga 2 hal terpenting dalam hidupnya, seorang kekasih yang telah banyak membantu putri selama berada di Kota Semarang dan tugas-tugas perkuliahan. sedangkan Adi selalu ada di saat Putri ingin sekedar ngopi bareng.
Pada akhirnya semua berjalan dengan keadaan yang di luar perediksin isi kepala Putri, pacarnya Putri disana berselingkuh dengan costemernya, akhirnya Adi berusaha membuat putri bangkit untuk membuka hatinya untuk orang lain dan tidak ingin melihat putri larut dalam kesedihan sepanjang waktu.
Hal persahabatan yang di bangun dari kecil, hingga dewasa pada akhirnya waktu menjawab, bahwa yang terbaik itu sudah di gariskan selalu dekat dengan diri Putri yang telah di titipkan oleh sang pencipta.
-Tamat-
Jangan lupa komen, like, dan vote ya teman-teman 😁