Lewat Tengah Malam
Hening, Kau terlentang di antara keriuhan udara malam yang basah di sepanjang perjalanan kata-kata yang terselip di balik ranting kota.
Jalanan adalah kesepian yang selalu terabaikan sementara tubuh-tubuh yang kedinginan telah menolak lagu kepedihan.
Sesaat setelah hari ini adalah kemarin, rahasia menyembunyikan sesuatu dari kenyataan, tapi waktu membuatnya mengerti keadaan dalam sekejap semua berubah. langit lebih keruh dan jendela lebih tegas dari biasanya. Kau adalah apa-apa yang disebut keindahan dan tidak ada yang bisa mencampakkannya
Aku ini burung kecil yang buas, mengurung diri sendiri dalam sangkar berduri. Berapapun kehidupan menggoda untuk dimiliki, aku akan terjaga, meski malam meninggalkan bintang-bintang dan bulan masih malu-malu mengucap selamat tinggal. rindu meronta seperti anak-anak yang meminta belas kasihan Aku bersiul, lalu seisi kota gempar.
Lewat tengah malam. suara seolah lebih berkuasa dari apapun. Aku menjadi lebih gila bersiul menyanyikan lagu bunga-bunga. Kau telah mengajariku cara bernyanyi dan tersenyum pada diri yang kesepian