lagi?
di sini?
untuk kesekian kalinya aku menghela nafas, kenapa setiap kali melewati jalan ini rasanya agak aneh padahal teman temanku bilang ini biasa saja.
aku memarkirkan sepada di dekat pohon yang sangat besar, duduk lalu bersendar di bawahnya. rasanya sangat nyaman dan tenang. beberapa menit kemudian ketenangan itu berakhir aku mendengar suara aneh dari semak semak karna penasaran jadi ku hampiri.
srrkkk~ srrkkk~
karna belum terlihat aku lebih mendekat ke asal suara itu, semakin dekat semakin terasa entah mengapa aku menjadi merinding. sedikit lagi, sedikit lagi, sedikit lagi dan~~~
AKHHHHH
"hei kau apalah bisa menolong ku?"
sial, ini membuatku kaget.
dan terlihat seorang lelaki, yang sangat tampan, menawan, manis, tinggi, sepertinya makhluk famous dari sekolah sebelah.
"a-aah kukira siapa, sebentar sebentar" aku berjalan mendekati nya, menopangnya ke bawah pohon yang aku sandar tadi lalu mengeluarkan peralatan p3k dari tas ku dan mulai ku obati luka lukanya.
"sudah selesai" kataku lalu membereskan peralatan p3k yang ku keluarkan. setelah itu aku bersandar di sebelahnya dan memejamkan mataku.
"mengapa kau tak pulang?" ucap seorang lelaki itu setelah beberapa menit terdiam.
"siapa? aku? jam segini? pulang? ahh aku biasanya pulang sehabis maghrib" kataku dengan lirikan di tengah kata.
"lalu kau? sudah ku obati dan tidak bilang terimakasih masih disini? kenapa tidak pulang saja?" lanjutku sambil meliriknya.
"terima kasih dan kau mengusirku?" jawabnya sambil melihat ku.
"ya" balasku dengan mata terpejam.
terdiam beberapa menit akhirnya lelaki itu pergi dan meninggalkan sebuah surat yang sepertinya penting, ku tunggu beberapa menit entah dia sengaja meninggalkan nya atau memang terjatuh tapi tak kunjung balik. karna sepertinya belum terlalu jauh aku mengejar lelaki itu dan saat aku mengikuti nya ternyata dia berhenti di depan rumah kosong lalu lelaki itu tak terlihat lagi.
"kemana perginya lelaki itu?" aku melihat ke kanan dan ke kiri tapi tak menemukannya lalu aku bertanya kepada tukang ojek yang berada di dekat rumah itu dari sebelum aku datang.
"anu permisi pak "
"ah kenapa dek?"
"tadi ada lelaki berseragam sma menggunakan tas berwarna hitam dengan corak merah lalu dengan tangan yang di perban sebelah kanan bapak lihat tidak, tadi terakhir saya liat berhenti di depan rumah kosong itu tapi tiba tiba hilang?" tanyaku to the point.
"hah!! la-laki laki dek? anak sma?" jawab bapak itu dengan raut ketakutannya.
"i-iya pak, kenapa ya?" tanyaku lagi karna penasaran.
"ah itu dek katanya 2 tahun lalu tepatnya saat anak itu kelas 1 sma dia ingin mengantarkan surat kepada seseorang... saat di jalan dekat pohon besar arah ke sma amerta di belakang pohon itu terdapat semak semak tempat di bunuh nya lelaki itu dengan para pembunuh bayaran, tangan kananya di tusuk sebanyak 7kali lalu di kepala dengan luka pukulan botol kaca sebanyak 2 kali dan... pokoknya ngeri deh, orang orang sini aja pada ga berani denger ceritanya. nah bisa aja yang kamu liat tadi itu arwahnya dek soalnya tadi bapak lihat saat kamu ke sini sendiri doang, sebelum kamu ga ada orang yang kesini"
"hah!!! beneran pak? kalo boleh tau siapa namanya ya lelaki itu siapa ya pak?"
"iya lah dek beneran, kalo ga salah namanya arghi deh"
DEGGG
arghi? 2 tahun lalu? nganter surat? meninggal?
orang itu gak mungkin dia kan? aku langsung balik ke tempat pohon itu tadi lalu menuju ke semak semak itu. saat di sana aku melihat ada tumpukan tanah dengan bunga bunga kering di atasnya.
DEGGG
jantungku berdegup kencang, jangan jangan lelaki itu adalah....
aku mulai berpikiran negatif aku mencoba agar pikiranku tenang dan tidak berpikir yang aneh aneh.
"dek kami ngapain di situ? gak takut apa, di situ pernah ada orang meninggal loh 2 tahun yang lalu" seorang wanita berbicara dari belakang ku dan aku langsung menoleh lalu menghampirinya tidak lupa juga aku bertanya tentang orang yang meninggal itu dan ceritanya juga sama dengan yang di ceritakan oleh abang ojek tadi.
saat itu jam 6 Sore setelah selesai mendengar omongan ibu tadi aku pulang dengan bercucuran air mata, aku tidak jika dia selama ini mati dengan mengenaskan saat di jalan aku teringat dia meninggalkan sebuah surat dan tanpa berpikir panjang aku langsung membuka dan membacanya.
isi pesan:
Buat si manis~
hai! apa kabar? gimana harinya? haha maaf ya cuma bisa lewat surat, kalo ngasih langsung rasanya kaya gimana gitu. oh iya apa jawaban dari pertanyaan kemarin?
aku gatau surat ini bakal sampai ke tangan kamu atau ngga. soalnya aku ngerasa hari ini bakal terjadi sesuatu sama aku, bisa juga ini surat terakhir aku wkk.
kata temen temen kamu sering overthinking ya?malem malem nangis sendiri? nangisin siapa tuh, nangisin aku ga wkk. eh kamu tuh udah cantik luar dalem ga usah overthinking sama insecure, mata orang itu beda beda dan banyak diluar sana yang pengin kaya kamu. kamu itu cantik, coba tanya ke aku pasti bakal aku jawab cantik hahaha. oh iya kalo terjadi apa sama aku dan surat ini ga sampai ketangan kamu, aku usahain surat ini sampai di baca sama kamu haha.
arghi, 11.04.18
n) di kasih tanggal, siapa tau sampai nya beberapa hari kemudian haha.
aku menangis membaca surat itu, surat 2 tahun lalu untukku sebelum kejadian pembunuhan arghi. dan berarti lelaki tadi adalah...
aku pulang jam 7 malam, langsung memasuki kamar tanpa mendengarkan perkataan orang tuaku. menangis di pojokan karna suatu salah paham dan sekarang aku sangat menyesal.
2 tahun yang lalu arghi berjanji akan mengunjungiku tapi ia tak kunjung datang, aku saat itu sedang sangat lelah dengan semuanya dan saat aku tau jika arghi tidak jadi datang aku berpikir ia sengaja melakukannya karna sebelumnya dia sering mengingkari janjinya. sejak saat itu aku memutuskan hubungan dengannya semua sosmed dia ku hapus dan di waktu yang sama orang tua ku ingin mengabarkan tentang kabar arghi tapi ku abaikan karna masih kesal.
dan sekarang aku sangat menyesal hingga setiap pulang sekolah aku selalu berhenti di situ tepatnya pohon besar itu dan tidak lupa juga mengunjungi makamnya. tempat ia terbunuh itu bukan makamnya, itu hanya tanda yang dibuat untuk menghormatinya dan makam aslinya ada di samping tempat yang aku tiduri di bawah pohon itu. tempat aku menyandarkan arghi kebawah pohon itu saat aku menolongnya kemarin.
aku bahkan saat itu tidak melihat jika di samping tempat yang aku tiduri kemarin terdapat makam.
Tamat~~
jangan lupa mampir ke ceritaku yang lain ya(≧▽≦)