Seorang perempuan yang sangat manis, berkulit putih
Namanya dinda idaman para pria
Namun keluarganya tidak memperhatikannya, bahkan dia sering mendapatkan perlakuan kasar
Suatu hari dinda pergi ke sekolah, dirinya tidak hanya cantik, tapi sangat pandai di sekolah
Banyak teman temannya yang iri dengannya hingga sampai menjauhinya
hanya 1 teman sejatinya yang selalu menemaninya setiap saat, dirinya juga sama cantiknya, pintar mengaji, anak solehah namanya adalah Aisyah
Adinda selalu kuat menghadapi apapun demi temannya, kelak aisyah juga pernah menghadapi perlakuan tersebut
Aisyah selalu tersenyum jika mendapat perlakuan semena mena, sekarang aisyah sudah memakai cadar, dirinya ukhty yang suci
Namun beberapa waktu, hari, bulan, dan tahun sudah berlalu, aisyah sudah menikah dengan pria yang di kenal ustadz
Dinda senang akan hal itu, temannya tidak lama lagi akan mempunyai momongan dan akan sibuk pastinya
Adinda sudah bekerja, saat malam hari ada sosok laki laki asing di mimpinya, adinda terbangun akan hal tersebut
Keesokan paginya adinda pergi bekerja, ada kariawan baru yang duduk di samping meja kerjanya
"Halo namaku rafa" ucap seorang kariawan baru
"Namaku dinda, senang berkenalan dengan mu" ucap adinda
Adinda selalu bekerja dengan baik, dirinya selalu menyelesaikan tepat waktu, kadang dirinya lembur untuk menyelesaikan tugas tambahan
Tentu saja karena kariawan baru sangat akrab dengan dinda, para kariawan lainnya mengosip, mereka mengolok olok adinda di depan kariawan² lainnya
Karna kariawan baru yaitu rafa sangat ganteng, salah satu kariawan memberanikan diri untuk mengoda rafa, dan menjelek jelekkan dinda
Dinda hanya tersenyum seperti sahabatnya dulu.
"Apakah kamu tidak marah? Atau ingin membalas perbuatan mereka?" Tanya rafa dengan heran
"Suatu saat mereka akan mendapat balasannya sendiri" ucap dinda
"Aku sudah menemukan jodohku" gumam rafa
"Haa? Apa maksutmu" tanya dinda
"A-apa, mungkin salah dengar" ucap rafa. Jika di lihat lihat, rafa sangat mirip dengan laki laki di mimpi dinda, padahal mereka sama sekali belum pernah bertemu, tapi mimpi itu datang sebelum rafa muncul di depannya
Saat pulang dari tempat kerja, "ada apa ini, kenapa kalian semua berkerumunan?" tanya dinda
"lihat ini, ada yang menawarkan uang milyaran dengan hanya menukarmu"
membuat dinda menjadi membeku, tanpa sadar mereka menjual putrinya sendiri
"Kalian masih menginginkan ku kan?" Tanya dinda dengan lemas
"Besok ku antar bertemu dengannya, lihatlah uang ini tidaklah kecil"ucap salah satu anggota keluarga *merayu
"Aku akan pergi dari sini, aku sudah muak!" ucap dinda
"Silahkan kalo berani, pasti gak sampai sehari juga balik"
Dinda pergi ke kamarnya dan membereskan semua barang barangnya, dirinya tidak mengerti lagi, apa kekurangannya hingga membuat keluarga tega dengannya
"Tunggu.." serontak membuat dinda mempunyai harapan untuk kembali, dinda pikir keluarganya berubah pikiran untuk hidup bersama lagi
"Jangan lupa kirim kan gaji mu ke rek ini, lalu bisa pergi"
Kata kata terakhir yang menyakitkan, dinda berlari dengan sangat cepat sambil menahan tangisan
Berjalan berkilo² meter, hingga membuat dinda kehilangan ke seimbangan
Saat terbangun dirinya berada di rumah sakit, dinda pikir keluarganya mengikutinya dan membawannya ke rs karna khawatir
Tapi itu hanya khayalannya saja, yang membawanya ternyata rafa
kebetulan rafa melihat dinda saat itu, terlihat sangat lelah dan akhirnya pingsan
"Terimakasih"ucap dinda
"Kenapa kamu bisa di pinggir jalan? Dan membawa barang barang mu sebanyak ini" tanya rafa
"Aku pergi dari rumah, karna aku tidak sanggup lagi"ucap dinda
"Menikahlah dengan ku" ucap rafa
Kata kata yang terucap dalam mulut rafa, membuat dinda kaget terbengong
Di tambah adegan pelamaran cincin, adinda menangis, dirinya menerima lamaran rafa, karna dirinya juga tidak mempunyai tempat tinggal
Dan laki laki itu pun juga ada di mimpi, dirinya mengira itu sudah di tentukan jodoh dari allah, mungkin sudah saat nya dirinya menikah
paginya mereka melangsungkan pernikahan mereka, walau terlalu sederhana, tapi dinda menerima semua kekurangannya
Karna rafa adalah kariawan kecil, pasti dirinya juga harus bekerja keras untuk rumah tangga baru
(Seminggu mengambil cuti)
paginya, mereka masuk kerja, seperti biasa mereka mengganggu dinda dan menggosipkan dinda kembali
Rafa melindungi dinda, karna sudah hak nya melindungi sang istri
Karna perlakuan rafa, para kariawan lainnya semakin menjadi jadi. membuat rafa lama kelamaan emosi
Tapi dinda terus menenangkan suaminya
"Sudah cukup, aku sudah tau perlakuan kalian selama ini di kantor" ucap rafa
"Terus?..,,, kenapa? Masalah?"ucap kariawan
"Kalian semua ku pecat!" Ucap rafa
"Dih, sok sok'an jadi boss, gak ada hak kali buat mecat"ucap kariawan lain
Kariawan lainnya berbisik bisik mengira rafa memiliki gangguan jiwa
Rafa menelpon sekertarisnya untuk datang, "kalian juga tidak ada hak untuk membuly istriku lagi"ucap rafa
"Ternyata dinda istrinya, sungguh cocok hahaha" ejek mereka
(Beberapa menit kemudian sekertarisnya datang)
"Halo selamat siang, ada apa ini" tanya sekertaris
"Ini pak, ada yang ngaku ngaku jadi bos" ucap salah satu kariawan menunjuk nunjuk rafa
"Dia direktur disini, dan yang mempunyai perusahaan disini. Bagaimana mungkin dirinya bukan bos" ucap sekertarisnya
Membuat semuanya kaget, apa yang mereka lakukan selama ini padanya dan istrinya
"Yang bener pak? Gak bercanda kan pak?"
"Masa selama ini kerja tidak mengetahui siapa atasan kalian" ucap sekertaris
"Sekarang sudah sopan santun kalian" ucap rafa
"Maaf pak, selama ini mungkin terjadi kesalah pahaman" ucap kariawan dengan sopan
"Kalian bisa ambil gaji, dan gak usah kembali lagi" ucap rafa
Adinda masih terbengong duduk, dirinya masih tidak percaya bahwa suaminya adalah direktur disini
"Maaf ya sayang, selama ini aku menyembunyikan identitas ku" ucap rafa
Adinda masih menarik nafas panjang
"Rumah kita, besok segera pindah ke rumah layak" ucap rafa
"Iya gapapa sayang, ku tau semua ini juga untuk kebaikan ku" ucap dinda
Dinda lupa untuk mengirim kan uang ke rek keluarganya, ternyata rafa sudah mengirimkannya dulu
Rafa tau selama ini hidup istrinya, karna rafa mencari info detail tentang dinda, makanya rafa ingin menikahi dinda
"Maaf ya udah ngrepotin kamu sayang, ku sampai lupa mengirim uang" ucap dinda
"Iya gapapa kok" ucap rafa dengan tersenyum
"Eh, ngomong² ngirimnya berapa? Nanti tinggal potong aja gaji ku yang" ucap dinda
"Kira kira 2× lipat seharga uang yang akan menukarmu" ucap rafa
"Miliyaran ya... , itu pasti seenggaknya aku harus kerja bertahun tahun buat ganti semuanya" ucap dinda
"Gak usah di ganti, cukup kamu tersenyum, udah cukup untukku" ucap rafa
Dinda tersenyum haru kepada suaminya, dirinya sangat bahagia hari itu
Saat sholat allah sudah menyebutkan namanya, karna allah sangat menyayangi dinda, maka dinda pergi secepat itu, dinda meninggalkan rafa untuk terakhir kalinya
Saat pemakaman keluarganya baru datang, mereka semua menyesal atas perlakuan selama ini kepadanya, dan selama ini ekonomi mereka juga dibantu oleh dinda dari belakang
Belum sempat meminta maaf dan berterimakasih, dinda sudah pergi duluan meninggalkan mereka, karna tugasnya di dunia sudah selesai
(Tamat)
Sekian makasih yang udah baca sampai akhir, cerpen ini hanya karangan fiksi balaka dari imajinasi author