Aku menepuk-nepuk bantal, lalu meletakkannya hati-hati. Kemudian aku berjalan menuju pintu, mengambil ancang-ancang, lalu berlari ke depan dan langsung mendarat di atas kasur.
Kalian pasti tahu rasanya bagaimana di sela-sela ruwetnya mengerjakan tugas langsung merebahkan diri di atas kasur kesayangan. Merasakan empuknya kasur sampai menembus ke tulang-tulang punggung, sampai-sampai tanpa sadar kantuk menguasai setengah kesadaran dan akhirnya terlelap.
Inilah biang kerok yang menyebabkan tugas menumpuk.
Aku ingin segera membanting ponsel, lalu bangkit dari kasur ini. Tapi sayangnya aku kalah dengan rasa malasku. Mau bagaimana lagi? Ya kuturuti rasa malas ini sampai aku tidak ingat masih punya banyak tugas sekolah yang harus dikerjakan.
Tumpuklah tugas, rebahkan diri, dan kerjakan tugas saat mepet deadline saja. Ingat, guru itu tidak boleh memarahi murid yang sudah mau mengumpulkan tugas meski terlambat!
Yeah, pemikiran santuy sepertiku ini harus dihindari.
Aku urung membuka whatsapp, isinya cuma teman-temanku yang bilang "p" lalu minta pap tugas, mentang-mentang aku ini menduduki peringkat tinggi di kelas. Kutu seperti mereka tidak akan kubiarkan mengganggu kesenangan hidupku. Ayolah, aku ini butuh rebahan dengan tenang. Siapa yang tidak akan merasa sakit punggung setelah duduk berkutat dengan tugas sekolah selama berjam-jam?
Aku melirik malas ke arah jam dinding yang menggantung di dinding kamar. Pukul sepuluh pagi, lima menit lagi aku akan bangun.
Awalnya aku ingin begitu.
Tapi begitu pikiranku melanglang buana di sosmed lengkap sambil rebahan di atas kasur, tiga puluh menit berlalu sesingkat kedipan mata.
Aduh! Aku lupa ngabsen!
"Yuu," panggil ibuku dari luar. "Udah selesai tugasnya? Bantuin ibuk nyuci dong!"
---
Yah, begitulah aku setiap hari. Aku hanya ingin memperingati kalian bahwa adegan di atas sangat berbahaya.