Namaku Kim Seokjin seorang seorang remaja yang baru menduduki bangku SMA
Ayahku bernama Kim Seokjang berasal dari Korea dan ibuku bernama Larasati asli Indonesia.
Kami tinggal di Jakarta, ayahku membuka perusahaan disini dan ibuku seorang designer yang cukup terkenal di Indonesia
Aku seorang Indigo. Ya, aku bisa melihat makhluk halus atau yang tak kasat mata. Aku memiliki kemampuan ini sejak umur 6 tahun.
setahun setelah itu aku masih tidak menyadari kalau mereka semua bukan lagi manusia tapi arwah gentayangan. Sampai ketika orang tuaku mengajak ku untuk menemui orang pintar, psikiater sudah menyerah karena mereka bilang aku baik-baik saja tidak ada gangguan kejiwaan atau mental.
Ibuku bertanya sebenarnya ada apa denganku, dia menjawab "anak ibu tidak apa-apa namun dia berbeda dengan anak lainnya" ucapnya tentu saja membuat kedua orang tuaku bingung dan bertanya lagi
Dia menjelaskan bahwa aku bisa melihat makhluk tak kasat mata, Karena itulah aku sering terlihat berbicara sendiri Ucapnya. Tentunya kedua orang tuaku sangat terkejut
******
suatu hari aku bertemu dia
Dia bukan manusia tetapi dia adalah arwah penasaran dia seumuran denganku
Kenapa aku mau menceritakan tentang dia padahal aku bertemu banyak arwah lainnya?? Itu karena dia sedikit spesial diantara arwah lainnya
Saat itu sekolahku lagi ngadain study tour ke puncak disanalah aku pertama kali bertemu dengannya
Pada saat itu, aku berpikir dia murid sekolah kami aku tidak terlalu memperhatikannya. Hingga waktu aku ke toilet dia menyembulkan kepalanya dari balik dinding tepat didepan kepalaku tentu saja aku kaget bukan main. Aku memarahinya habis-habisan
Aku yakin dia kena mental sama seperti arwah-arwah sebelumnya yang sudah kuceramahi agar tidak menggangguku lagi
Tapi dia malah masuk kedalam toilet bersamaku
Aku mendorongnya keluar melalui dinding tapi dia muncul lagi dan membuatku frustasi
Karena lagi kesal aku tidak bergabung dengan mereka yang sedang berkumpul didekat api unggun, Aku pergi kekamar
Saat aku masuk kedalam kamar, arwah perempuan tadi sudah menungguku dengan mata berbinar dan senyum yang mengembang
"Ngapain lo di kamar gue? pergi sana gue mau tidur!" Usirku
Tapi dia tidak bergerak sama sekali, malah tersenyum lebih lebar benar-benar menjengkelkan
Tiba-tiba dia menangis dengan keras
Dia bilang "gue mau pulang antarin gue pulang" what, apa dia berjanda eh bercanda apa dia pikir aku supir taxi atau ojek online gitu ?? Tentu saja bukan
"Lo punya kaki punya tangan kenapa gak pulang sendiri?" Tanyaku
"Kalau gue tahu udah pulang ogeb.."
"Terus ngapain lo nangis disini nangis diluar sana budeg gue dengar suara lo"
"Gamau gue udah lama disini tapi gaada yang mau bantuin gue huhu.." ucapnya malah tangisnya tambah kencang
"Itu bukan urusan gue pergi sana!"
"Gamau pokoknya gue bakal terus ngikutin elo sampe lo mau bantuin gue titik"
Karena kesal aku mendorongnya dari atas tempat tidurku dia terjatuh dan mengaduh sakit. Wujudnya berubah penuh darah dan wajahnya lebam dan perutnya berlubang karena bekas tusukan benda tajam
_Keesokan harinya_
Rencananya semua murid akan kepantai hari ini, tetapi Seokjin tidak ikut karena alasan gaenak badan
Dia ga ikut karena merasa sangat mengantuk karena semalam dia diganggu nona-nona kunti dan kerabatnya
Seokjin saat ini sedang bersiap-siap untuk tidur setelah sarapan pagi tetapi niatnya dibatalkan oleh hantu cewek yang terus mengikutinya
"Ngapain sih lo ngikutin gue terus ? udah gue bilang gue gabisa bantu lo"
"Lo ga kasian apa sama cewek cantik kayak gue?" Tanyanya dengan raut wajah sedih
"Gue udah nemu yang kayak lo banyak jadi biasa aja, Gausah berharap belas kasihan sama gue"
"Tolong bantuin gue, seenggaknya gue tau keluarga gue ada dimana gue gaingat sama sekali hiks hiks" ucapnya mulai terisak
"Gue udah coba ingat-ingat tapi hasilnya nihil, gue udah terdampar disini kira-kira udah satu tahun dan gabisa keluar kalo gaada orang yang bawa gue keluar dari villa ini hiks hiks" ucapnya lagi masih menangis mulai sesenggukan
Entah kenapa kali ini Seokjin sedikit melunak kepadanya
"Siapa nama lo?" Tanya Seokjin
"Ha"
"Nama lo"
"Yang gue ingat cuma Ri doang hiks hiks bahkan nama gue aja ga ingat sepenuhnya"
"Yaudah gue panggil lo Riri aja gue Seokjin"
Seokjin kali ini memutuskan untuk membantu Riri keluar dari villa
Seokjin merasa sedikit iba melihat Riri
Mereka semua akan pulang besok siang
Hari ini Seokjin pergi kebelakang villa untuk menemui salah satu makhluk penjaga villa ini dia yang paling berkuasa dan melarang arwah-arwah disini untuk keluar dari villa
Dia adalah genderuwo yang tinggal di pohon beringin belakang villa. Riri sendiri sangat takut padanya tidak berani melihat nya apalagi mau meminta izin untuk keluar.
"Om genderuwo apa kau mendengar ku?" Tanya Seokjin
"Oh kau bisa berbicara dengan kami?"
"Iya aku juga bisa melihat kalian"
"Apa maumu anak muda? Aku tidak ingin sesembahan"
"Aku tidak ingin menyebah dasar genderuwo ge er"
Seokjin tidak datang sendirian melainkan bersama Riri, Riri dari tadi berada di balik punggung Seokjin dia bersembunyi karena takut
"Aku kesini cuma mau bilang aku akan membawa Riri keluar dari villa ini"
"Riri?"
"Dia" ucap Seokjin sambil menggeser tubuhnya
"Ooh dia, bawa saja aku tidak pernah melarang nya untuk keluar" ucap genderuwo
Riri yang mendengar kaget karena semua arwah yang disini tidak bisa keluar walaupun sudah berusaha sekuat tenaga seperti ada dinding penghalang
"Ta-tapi mereka semua gaada yang bisa keluar" ucapnya gugup
"Itu karena kau arwah suci"
"Arwah suci" beo Seokjin bersamaan dengan Riri
Ketika Seokjin mau bertanya genderuwo itu sudah menghilang dari sana
"Cih dia menghilang dasar ga bertanggung jawab" ucap Seokjin
"Apa kau senang sekarang ??"
Riri menganggukkan kepalanya antusias
"Kalau begitu pergilah cari orang tuamu!"
Seketika wajah ceria Riri berubah setelah mendengar perkataan Seokjin
"Lo harus bantuin gue buat nyari orang tua gue"
"Enak aja pergi sana" usir Seokjin
*Seokjin pov*
Sesampainya dirumahku Riri tetap mengekoriku tidak mau meninggalkanku sedetikpun
Sebenarnya aku kesal tapi juga kasihan disaat yang bersamaan
Tapi kalau dipikir-pikir dia lucu juga hahaha aku benar-benar gila sekarang
karena aku tidak tahu apapun tentang Riri aku memutuskan untuk mencari nya di Internet
Segera aku membuka laptopku, saat mau mengetik aku baru ingat kalau aku tidak tahu nama aslinya dan juga tidak punya fotonya. Lalu bagaimana cara nyarinya?
Tiba-tiba sebuah ide melintas di kepalaku
Aku memanggil Riri untuk duduk didepanku
Aku mau melukis wajahnya supaya bisa aku pasang di sosial media milikku
Aku melukis wajah Riri dengan hati-hati supaya mirip foto asli
"Lo liat ni hebatkan gue"
"Biasa aja tuh" jawab Riri
"Oh biasa aja " aku pura-pura kesal lalu keluar ruangan Riri berusaha membujuk ku
Aku sengaja tidak menghiraukannya
Sampai dikamar tiba-tiba Riri memelukku dengan erat sebagai permintaan maafnya. Dan tentu saja tubuhku menegang aku belum pernah dipeluk orang lain kecuali orang tuaku dan Riri memelukku begitu saja apalagi dia arwah penasaran, tapi apa ini kenapa rasanya sangat nyaman?
****
Lukisan yang aku posting di sosial mediaku ada beberapa yang mengomentari namun komentar mereka sangat tidak berfaedah. Huuh aku menghela nafas kalau tidak ada yang kenal dengan cara apalagi aku harus mencari tentang Riri
Tiba-tiba hp ku berdering ada no asing yang masuk
"Halo" ucapku mengawali percakapan
"Halo,apa benar ini Seokjin?" Tanya suara diseberang sana
"Iya"
"Besok kita bertemu di taman mentari jam 10 pagi" ucapnya
"Kenapa kau memintaku untuk bertemu denganmu?"
"Karena gue tahu siapa wanita yang lo posting di sosmed lo itu"
"Benarkah?? Lo nggak bohong kan?"
"Serius, besok kita ketemu"
"Baiklah"
*Author pov*
jam 10 pagi Seokjin dan Riri pergi ke taman mentari tempat dia janjian dengan seseorang.
Setelah menunggu 15 menit seseorang yang seumuran Seokjin datang menghampirinya
"Seokjin?"
"Iya"
Kemudian dia duduk di bangku sebelah Seokjin dia hampir menduduki Riri kalau Riri tidak segera bergeser ke samping
Riri keliatan kesal dan mengerutu Seokjin hampir tidak bisa menahan tawanya
"Kenapa kok lo ketawa gue aneh ya?"
"Eh nggak kok tadi ada plastik terbang" jawab Seokjin
"Ha¿"
"Oh ya, nama lo siapa?"
"Nama gue Intan"
"Kata lo kenal sama cewek yang gue posting" Tanya Seokjin yang sudah gak mau basa basi lagi
"Dia teman gue"
"Serius lo??"
"Iya dia teman sekolah gue tapi sekarang gue gatau dia dimana sudah setahun dia menghilang"
"Lo Taukan alamat rumahnya Riri?" Tanya Seokjin
"Riri?" Beo Intan
"Yang tadi lo ceritain namanya Riri kan?"
"Oh namanya Nandira Putri"
"Hmm nama yang bagus" ucap Seokjin pelan namun masih didengar oleh Intan dan Riri
Seokjin, Riri dan Intan saat ini berada didepan rumahnya keluarga Riri yaitu kediaman Adira
Dari cerita yang didengar Seokjin dari Intan Riri merupakan anak dari orang kaya, ayahnya bernama Adira Rahmat ibunya Nindi syah yang sudah meninggal 6 tahun lalu karena sebuah kecelakaan. Ayahnya menikah lagi dengan janda anak 2
****
Seokjin mencoba untuk masuk dan ingin bertemu dengan orang tua Putri. Intan menunggu di dalam mobil
Putri jangan ditanya dia kemana dia sudah masuk duluan
"Cari siapa nak?" Tanya satpam yang berjaga
"Oh nyari Putri pak"
"Siapa yang datang pak Parman?" Tanya suara dari dalam
Yang keluar adalah seorang gadis, ketika dia melihat sosok lelaki tampan yang berdiri didepan gerbang dia segera memperbaiki penampilannya dan segera bersikap lembut
"Cari siapa ya?" Tanya sangat lembut
"Gue mau nyari Putri"
"Kamu siapanya Putri?"
"Gue temannya"
"Ooh temannya kirain pacarnya"
"Dimana dia?"
"Hmm masuk dulu yuk kita ngobrol didalam!"
Sebenarnya Seokjin malas tapi mau gimana lagi
Seokjin memperhatikan sekelilingnya dia tidak melihat satu pun photo Riri dipajang sedangkan photo mereka hampir memenuhi dinding
Putri tampak baru keluar dari sebuah ruangan dan menangis dia berlari keluar rumah, Seokjin yang melihat itu segera mengejarnya meninggalkan Bianca dan ibunya yang memanggil dirinya
Putri masuk kedalam mobil dan menangis disana dia duduk disamping Intan
Seokjin masuk kedalam mobil dan bertanya
“lo kenapa nangis Ri?" Tanyanya
"Ri?? Apa maksud lo Jin? gue Intan ga kenapa-napa" jawab Intan bingung
"Nanti aja gue ceritain, lo bisa nyetir kan?"
"Bisa"
"Sekarang lo yang nyetir gue mau nenangin Riri dulu"
"......"
****
Saat ini mereka sudah berada di rumah Seokjin
Putri masih menangis Seokjin mencoba bertanya dan Intan seperti orang linglung melihat Seokjin berbicara dengan angin
"Lo nanya sama siapa sih?" Ucap Intan kesal
Tiba-tiba tubuh Intan menegang karena seperti ada yang memeluknya tetapi dia tidak bisa melihat apa itu bulu kuduknya meremang
Intan berusaha melepaskan tetapi dilarang Jin
"Biarin aja dulu dia butuh lo saat ini"
"Siapa yang lo maksud Jin?"
"Putri"
"Put-putri kenapa dia"
"Gue juga gatau Putri belum mau menceritakan nya"
Setelah beberapa saat barulah Putri melepaskan pelukannya dari Intan
Intan merasa pelukan merenggang melihat ke Seokjin
Seokjin menyuruhnya untuk duduk
Seokjin menceritakan semuanya pada Intan kalau Putri saat ini menjadi arwah penasaran
"Sekarang Putri dimana?" Tanya Intan pada Seokjin
"Disebelah lo"
"Put apa yang terjadi pada lo hiks hiks.. kenapa lo bisa jadi arwah hiks" ucap Intan dia menangis mengingat Putri merupakan sahabatnya terbaiknya
Putri pun ikut menangis
Seokjin baru ingat dia bisa membantu orang yang tidak bisa melihat makhluk halus menjadi bisa melihat tapi tidak selamanya dan hanya sementara
Dia membantu Intan untuk melihat Putri dengan cara Intan memegang pundaknya
"Putrii ke-kenapa lo bisa gini puut kenapaa ceitain ke gue sekarang, gue selama setahun nyariin lo terus puut tapi gaada hasilnya,lo kenapaa ? Siapa yang lakuin ini sama lo puut?!" Ucap Intan sambil menangis dia tidak berhenti menangis setelah melihat wujud Putri yang yang terluka dan berdarah
"Ggue, gue dibunuh Ntan hiks hiks ...gue dibunuh dan gue gatau siapa gu-gue gaingat apa-apa hiks hiks.. kenapa gue dibunuh Ntan kenapa aaa"
Mereka berpelukan sambil menangis
Seokjin yang melihat mereka tidak bisa untuk tidak sedih
"Apa yang lo temuin dirumah lo tadi?" Tanya Seokjin pada Putri
Putri melepaskan pelukannya dan menjawab
"Ibu tiri gue ternyata orang jahat dia membuang semua photo mama dan gue kedalam gudang dan gue dengar dia bicara kedua penghalangnya sudah disingkirin tinggal dia, dia yang mereka maksud gue gatau siapa"
"Jangan-jangan mereka yang bunuh lo dan dia yang mereka maksud papa lo" ucap Intan
"Ngga mungkin Ntan dia selama ini baik sama gue dan juga papa"
Hi
"Kita harus selidiki kasus ini tapi nanti biarin gue istirahat dulu tenaga gue terkuras habis" ucap Seokjin lalu merebahkan tubuhnya disofa
"Gue janji bakal cari tahu siapa yang bunuh lo Put" ucap Intan
Dia pamit pada Putri untuk pulang walaupun dia tidak bisa melihat Putri tapi Putri bisa melihat dirinya
Seokjin sudah ketiduran di sofa Putri tidak mengganggunya
"Ternyata dia ganteng juga" batin Putri
"Gue tau gue ganteng ga usah terlalu lama liatnya nanti lo jatuh cinta sama gue" ucap Seokjin dia berbicara dengan mata yang masih tertutup
"Siapa yang liatin lo dasar Jin tomang ge er"
Seokjin tersenyum dengan mata tertutup ooh sungguh menawan Putri yang melihatnya ikut tersenyum dan mencubit pipinya karena gemas
"Aauh lo apaan sih" tanya Seokjin dia membuka matanya
"Habisnya lo lucu sih pipi lo pengen gue gigit"
"Gue tau gue lucu" ucapnya dengan bangga
"Nyesel gue ngomongnya" ucap Putri mendengus lalu pergi dari sana
"Mau kemana lo" tanya Seokjin
"Mau bunuh diri"
"Ooh silahkan"
Riri tidak menghiraukan Seokjin dan pergi begitu saja ada senyuman di bibirnya
Seokjin juga senyum-senyum sendiri
****
Sudah seminggu Seokjin bersama Putri dan Intan menyelidiki kasus Pembunuhan Putri tapi hasilnya nihil sebab Putri ga ingat apapun dan ibu tiri sama saudara tirinya tidak ada yang mencurigakan tentang mereka
Ayah Riri lagi berada diluar negeri dan jarang pulang ke Indonesia
"Intan lo beneran gatau papa Riri kemana??" Tanya Seokjin
"Gatau dia ga pamit ama gue"
"Ya kali bokap gue pergi pamitnya ke elu" jawab Putri tapi yang dengar cuma Seokjin
"Nanti gue coba tanya appa gue siapa tau aja mereka ada jalin kerjasama" ucap Seokjin
****
Seokjin yang baru saja keluar dari kamar mandi dia baru selesai mandi dan Hanya memakai handuk tidak memakai baju
Putri masuk begitu saja dia ....
"Waaah pemandangan yang bagus"
"Aaaah keluar ga lo!!" Ucap Seokjin kaget
"Waah lo punya otot juga boleh gue pegang gak?"
"Iss apaan sih cepat keluar Riri gue malu"
"Boleh ya, pegang aja sebentaar aja 1 menit" ucapnya dengan mengacungkan 1 jari dengan wajah memohon
"Gaada pegang-pegang cepat keluar gue mau pake baju!!"
"Ayoolah Jin ganteng 30 detik?"
Jin menggelengkan kepalanya
"10 detik?"
Tetap menggeleng
"Satu detik"
Jin mengangguk pasrah
Putri langsung berlari untuk memegang otot perut Seokjin
"Satu"
"Gue belom pegang"
"Lo kelamaan, keluar sana gue mau pakai baju apa lo mau gue telanjang depan lo?" Tanya Seokjin menakuti Putri
"Mau" ucap Putri cepat kelihatan sekali dia berharap
"......." Seokjin
"Aaaaaa dasar Jin tomang sialan sakit tau mentang-mentang gue gabisa mati bisa-bisanya lo dorong gue dari lantai dua sampe keluar gueee" teriak Putri di halaman rumah Seokjin
"Oi berisik lo gue mau tidur" tegur mba kunti di pohon mangga menghentikan Putri yang siap mengeluarkan kata-kata mutiara nya
*Seokjin pov*
"Ri, papa lo sekarang lagi berada di Amerika kata bokap gue papa lo cuma pulang 2 kali dalam setahun terakhir bisnisnya disini diurus asisten pribadinya" ucapku
"Yahh gimana dong??"
"Kita susul aja"
"Lo kira arwah kaya gue bisa keluar negri apa??"
"Iya juga ya, kalau begitu gue sama Intan yang akan ke Amrik"
"Bedua??"
"Iya sama siapa lagi?? Lo cemburu ya gue pergi budua sama Intan" ucapku bercanda
"Gak siapa yang cemburu" ucapnya sambil cemberut sungguh dia sangat manis
Aku dan Intan akan ke Amerika hari ini aku sudah meminta izin kepada kedua orang tuaku, begitu juga dengan Intan mereka juga tahu soal Putri
"Put gue janji gue bakal cari keadilan buat lo" ucap Intan
"Kita gaakan pulang dengan tangan kosong kali ini" ucapku
Sebelum berangkat Putri memelukku dan juga Intan
"Jaga diri kalian" ucapnya
Setelah berjam-jam di pesawat akhirnya sampai, kami langsung menuju hotel tempat kami akan menginap. Kami memesan dua kamar
Sekarang sudah waktunya makan malam aku mengetuk pintu kamar Intan untuk mengajaknya keluar mencari makan
Kamipun berjalan menuju restoran yang letaknya tidak begitu jauh dari hotel
Saat kami sedang makan tiba-tiba Intan menepuk tanganku
"I-itu papanya Putri" ucapnya menunjuk kesalah satu pengunjung yang baru saja keluar dari restoran"
"Ayo kita kejar” ucapku
Pria paruh baya tersebut baru saja memasuki rumah sakit
Kami mengikuti dari belakang lalu berhenti di ruangan vip dan dijaga oleh bodyguard di depan pintu
"Siapa yang sakit?"
"Lo nanya gue, terus gue nanya ama siapa"
"Samperin aja ayo" ucapku menarik tangan nya
"berhenti kalian tidak boleh masuk kedalam"
"Kami ingin berbicara dengan Pak Adira, biarkan kami masuk"
"Tunggu sebentar"
Tak lama papanya Putri keluar dari ruangan dan menghampiri kami yang lagi duduk dikursi
"Kalian cari saya?"
"Om Adira"
"Intan kok kamu bisa ada disini?"
"Ceritanya panjang om kami kesini mau nyari om dan kami liat om masuk ke rumah sakit ini, siapa yang sakit om?" Tanya Intan
"Putri"
"Aapa!!" Ucapku dan Intan serentak dan sedikit berteriak karena kaget
"Kalian gaperlu berteriak seperti itu"
"Mmm maaf om kami kaget"
Papa Putri mengajak kami masuk kedalam kamar vip tersebut
Dan benar didalam ada Putri yang sedang terbaring dengan berbagai alat medis terpasang pada tubuhnya
*Author pov*
Seokjin dan Intan saling berpandangan 'ini ga mungkin' itulah isi pikiran mereka berdua saat ini
"Putri kenapa om?" Akhirnya Intan sadar duluan dari rasa terkejutnya
"Putri sekarang koma karena hampir saja di bunuh sama orang yang ga dikenal" ucap Adira sendu
"Apa pelakunya udah ketangkap om?" Tanya Seokjin
"Sampai sekarang pelakunya belum ditemukan dan Putri belum pernah bangun dari saat itu. Dokter sudah meminta om buat ngelepasin alat-alat medis ditubuh Putri karena mereka bilang sudah tidak ada harapan"
"Putri pasti bisa bangun kok om dia anak yang kuat" ucap Intan menenangkan papa Putri
Seokjin tengah bergelut dengan pikirannya sendiri 'bagaimana bisa tubuh dan rohnya terpisah seperti ini'
Seokjin menelepon orang tuanya untuk meminta saran dan mamanya bilang dia akan tanyakan kepada orang pintar yang pernah mereka temui dulu
Orang pintar itu menyarankan agar tubuh Putri dibawa pulang ke Indonesia
Siang ini Seokjin dan Intan kembali kerumah sakit untuk menjelaskan semuanya kepada papa Putri tentang kondisi Putri yang terpisah antara roh dan tubuhnya
Seharusnya tubuh Putri tidak boleh terlalu lama dia tinggalkan kalau tidak akan ada roh penasaran yang akan menempati tubuhnya
****
_Di Indonesia_
Putri merindukan Seokjin sudah 3 hari dia tidak melihat Seokjin
"Bisa-bisanya gue kangen sama Jin tomang"
"Dia lagi ngapain ya sama Intan"
"Aah seandainya gue ga jadi arwah udah gue susul gue juga kangen papa"
****
"Gimana apa kalian sudah menemukan orang yang aku cari??"
"Belum tuan muda kami tidak menemukannya di Indonesia, kami sudah mencarinya bahkan sampai ke pelosok desa"
"Saya ga mau tahu, kalau dalam satu bulan kalian tidak bisa menemukan nya. Kalian taukan konsekuensinya??"
"Kami mengerti tuan muda" ucap mereka gemetar
'kemana kau sebenarnya?' batinnya
****
_Di Amerika_
Seokjin sudah menceritakan semuanya kepada Adira tentu saja dia kaget dan tidak percaya cukup sulit untuk meyakinkannya
Dia baru percaya ketika Seokjin menunjukkan kepadanya beberapa makhluk halus yang ada dirumah sakit
Akhirnya Adira setuju kalau Putri dipindahkan ke Indonesia
_Satu Minggu berlalu_
Tubuh Putri sudah dipindahkan ke rumah sakit ternama di Indonesia. Putri juga sudah bertemu dengan tubuhnya namun tidak bisa memasukinya sebelum kematiannya terungkap.
.
.
Seokjin sedang berusaha menghibur Putri yang seperti tidak ada semangat lagi, dia terus saja melamun dan bersedih tidak ada lagi senyuman di bibirnya, sikap pengganggunya sikap cerewet nya Seokjin menginginkan sikap Putri seperti semula sungguh dia merindukan itu semua
"Riri" panggil Seokjin namun dia tidak menyaut
"Riri gue tau lo sedih tapi jangan gini dong Ri jangan diamin gue seenggaknya lo masih ada gue yang mau dengar keluh kesah lo" Riri hanya melihat Seokjin sebentar lalu mengalihkan pandangannya ke depan
"Ri gue tahu ini gamasuk akal gue sayang lo Ri gue gamau lo jauh dari gue" Riri yang mendengar itu menoleh kearah Seokjin
"Lo ngomong apa?"
"Gue suka sama lo, gue mau kita pacaran"
"......."
"Ri gue gatau sejak kapan gue suka sama lo tapi gue takut banget kehilangan lo. Gue janji bakal nyari siapa yang mencelakai lo supaya lo bisa masuk ke tubuh lo lagi"
"Ta-tapi itu gamungkin Jin gue sekarang cuma arwah penasaran, gue takut kalau gue ga bisa balik lagi ke tubuh gue hiks hiks" ucapnya sekarang dia menangis
"Ri liat gue" ucap Seokjin sambil memegang kedua pipi Riri dan menghapus air matanya
"Ri gue yakin lo gaakan pergi lo bakal disini lo pasti bisa, lo gaakan bisa pergi karena kita itu jodoh" ucap Seokjin
"Apaan sih orang lagi sedih masih sempat-sempatnya ngegombal " ucap Putri kesal
"Lo dengar sesuatu gak?" Tanya Seokjin
"Dengar apa?"
"Sini" ucapnya meminta Putri untuk mendekat kepadanya
Putri menurut
"Apa" Tanyanya
Seokjin menarik Riri sampai ke dadanya
"Lo dengar kan Suara jantung gue setiap gue dekat sama lo rasanya gue habis lari maraton 5km, berasa mau lompat dari tempatnya"
Riri mendengarnya sama seperti nya dia juga begitu tapi tidak mau mengatakannya
"Sekarang kita pacaran" ucap Seokjin
"Kalau lo diam berarti lo setuju" ucapnya lagi dan Riri juga diam dia tidak tahu mau ngomong apa dia sibuk bagaimana cara agar jantung nya berdetak dengan normal
****
Putri saat ini sedang berjalan-jalan sendirian tidak sengaja melihat seorang pria berjas hitam lewat didepannya tiba-tiba kepala sakit dia melihat bayangan-bayangan tipis yang melintas di kepalanya
"Siapa pria itu kenapa tiba-tiba kepalaku sakit setelah melihatnya"
Karena penasaran dia dengan cepat mengejar pria tadi mengikutinya masuk kedalam mobil
Dia duduk disamping nya dan berpikir dengan keras apa dia mengenal pria ini
Putri ingin bertanya tapi tidak bisa
Sepertinya mobil mereka menuju ke rumah sakit
Putri masih mengikuti pria tadi tapi anehnya dia sedang menuju ruangan tempat tubuhnya berada
Dia masuk tanpa ditahan oleh bodyguard membuat Putri heran siapa dia sebenarnya
Orang itu menatap tubuh Putri yang terbaring dengan tatapan sendu dan juga bersalah
"Akhirnya saya menemukan anda juga sudah satu tahun ini saya mencari anda sejak kejadian itu anda seakan menghilang begitu saja" ucapnya
'kejadian apa' batin Putri bertanya-tanya
Setelah lama menatap tubuh Putri dia pergi dari sana
Dengan segera Putri pergi ke rumahnya Seokjin dan ingin menceritakan semuanya, namun dia tidak ada dirumah
Putri mencari nya di tempat-tempat yang kemungkinan di singgahi Seokjin. Bukannya bertemu Jin malah ketemu pria berjas tadi
Putri kembali mengikutinya. Sepertinya dia bertemu seseorang
"Riga aku sudah menemukan nya" ucapnya
"......." Hanya melirik sekilas
"Kau ini kebiasaan sekali, apa kau bisu sekarang aku tidak pernah lagi mendengar suaramu" ucapnya kesal
"Lalu kau mau apa dengan penyelamat yang selalu kau sebutkan itu"
"Aku hanya berharap dia segera sadar aku ingin berterima kasih kepada nya karena telah menyelamatkan nyawaku dari para bajingan itu"
"Kau tahu aku melihatnya menghalangi pisau yang akan menusukku waktu itu"
"Siapa dia" tanya Riga
"Nandira Putri. Putri dari Ceo Adira Entertainment"
Seketika Putri menegang setelah mendengar kata-kata itu
Tiba-tiba kepalanya sangat sakit bayangan dan potongan ingatan menyerbu otaknya pandangannya menjadi gelap dan....
****
Tiiiiiiiiiit bunyi salah satu alat medis dan sudah bergaris lurus
Seokjin yang saat ini baru masuk kedalam ruangan Putri dibuat terkejut karena keadaan Putri yang sudah kritis
Dia dengan cepat memanggil dokter
Papa Putri juga sudah datang beserta istrinya, Intan juga ada disana mereka saat ini menunggu dengan cemas dan terus berdoa agar Putri baik-baik saja
Ada seseorang yang datang dengan wajah cemas sama seperti mereka
"Apa yang terjadi?" Tanyanya
"Anda siapa tuan" ucap Adira
"Saya Zico"
"Mau perlu anda kesini tuan Zico?"
"Saya akan menceritakannya"
*Flashback on*
Zico saat ini sedang dikeroyok oleh beberapa orang berpakaian hitam serta masker. Zico sudah tidak berdaya untuk melawan lagi tenaga sudah terkuras kakinya tertembak dia berusaha untuk berlari
Putri yang saat itu kebetulan lewat dia melihat Zico yang kesusahan dan segera menolongnya akan tetapi Jimin menolak dan menyuruhnya untuk lari tetapi Putri tetap kekeuh untuk membantu
Alhasil Putri terkena pukulan dari orang-orang yang mengejar Zico tadi
Putri melihat seseorang mau menusuk Zico dari belakang secara reflek dia menghalanginya dan dia tertusuk Pisau pandangannya menggelap dan perlahan matanya tertutup. Zico juga sudah pingsan dia tertembak saat mau menghampiri Putri
Mereka meninggalkan Putri sendiri dan membawa Zico
Dalam perjalanan Zico di selamatkan oleh anggotanya sedangkan Putri ditemukan warga ketika pagi hari
*Flasback off*
Tepat ketika Zico selesai bercerita dokter keluar dari ruangan Putri segera semuanya menghampiri dan bertanya keadaan Putri
Dokter bilang Putri sudah melewati masa kritisnya dan sekarang dia sudah sadar
Semuanya merasa lega karena Putri baik-baik saja sekarang
3 hari kemudian Putri sudah dibolehkan pulang kerumah Seokjin dengan setia mendorong kursi roda Putri
"Sudah ku bilang kamu itu jodohku" ucap Seokjin tiba-tiba
Putri hanya tersenyum pipinya sudah memerah Seokjin yang melihat itu sangat gemas dan mencium pipi Putri
_7 tahun kemudian_
"Sayang jangan jauh-jauh mainnya" ucap seorang wanita
"Ada apa sayang kenapa berteriak hmm" ucapnya sambil merangkul pinggang wanita tersebut
"Kau lihat anak kita sangat aktif aku takut dia mainnya kejauhan" ucap wanita itu
Setelah kejadian itu mereka terus bersama hingga sekarang mereka sudah menikah dan dikaruniai 3 orang anak
*Tamat*