** 12-03-1999 **
"Hari ini aku telah membunuh seorang wanita yang bekerja sebagai wanita panggilan."
Tulis seorang pria tampan yang ternyata dia adalah pembunuh berantai.
** 14-03-1999 **
"Aku bertemu seorang mahasiswa cantik, terlihat Gadis itu begitu menawan dengan bodi yang sangat seksi, namun sayangnya Gadis itu adalah seorang wanita pekerja malam."
tulis pria tersebut.
"dua hari kemudian aku berkencan dengan gadis itu, kami melakukan hubungan intim selayaknya suami istri. setelah aku melakukan hal itu aku membunuh Gadis itu dengan sangat menakutkan. tubuhnya dan ku buang ke selokan dekat kantor polisi."
catatan seorang pembunuh yang sangat berbahaya, dia menulis semua pembunuhan yang dilakukan kepada puluhan wanita.
"Hahaha!! aku sangat senang saat menulis rintihan dan jeritan kalian!!" seru pembunuh berantai.
"Aaaa!!!"
suara teriakan dari seorang wanita yang berada di dalam ruang bawah tanah tempat pembunuh berantai itu menyiksanya.
"Teruslah berteriak, aku sangat menyukai suaramu!!" seru pembunuh berantai sambil menggores sedikit demi sedikit tubuh korbannya dengan pisau yang dia bawah,
"Apa salahku padamu," ucap seorang wanita muda yang masih memakai seragam sekolah.
"Dasar gadis kecil murahan, kau tidak ada bedanya dengan parah wanita malam yang selalu melakukan hal kotor!!" seru pembunuh berantai.
"Aku tidak pernah melakukan kesalahan apapun padamu!!" seru gadis muda itu sambil berteriak.
"Siapa namamu?!" seru pembunuh berantai. nampak Gadis itu tidak menjawab, sesaat kemudian pisau yang berada di tangan pembunuh berantai itu terus turun hingga ke dadanya.
"Aaaa!!!" suara teriakan terus menggema.
"Siapa namamu?" tanya pembunuh berantai.
"Alya," jawab gadis yang masih memakai pakaian sekolah.
"Apakah kau pernah melakukan hubungan intim?" tanya pembunuh berantai.
Jangan pernah melakukan hal itu padaku!" seru Alya.
"Dasar gadis sekarang, sukanya menjual tubuhnya," ucap pembunuh berantai.
Siapa namamu?" tanya Alya kepada pembunuh berantai.
"panggil Namaku Max!" seru pembunuh berantai.
"Apa salahku padamu?" tanya Alya.
"Aku akan membunuhmu, kau akan ku jadikan korbanku yang ke-120." jawab Max. nampak sekali Alya sangat ketakutan dengan jawaban yang dikeluarkan oleh Max.
"Jika Aku Mati, aku akan menghantuimu," ucap Alya.
Hari demi hari dilalui oleh Alya dengan tumpukan luka yang ada di tubuhnya. Entah berapa hari Alya disekap oleh Max dan dilukai sedikit demi sedikit oleh pria itu.
Nampak suatu ketika Alya sudah pasrah dengan semua keadaan yang dialami. tiba-tiba Ada sesosok wanita yang datang.
"Tolong balaskan dendam kami!" seru seorang wanita. sesaat kemudian nampak Alya langsung tersentak, tubuhnya tiba-tiba kejang. wanita itu terus bergerak tidak karuan. tubuhnya yang lemah matanya yang satu tiba-tiba bertenaga.
Mata Alya tiba-tiba berubah, terlihat para arwah gentayangan yang telah dibunuh oleh Max telah merasuki tubuh Alya.
"Aaa!!" suara teriakan Alya yang dirasuki oleh roh para korban max. Tak lama kemudian Gadis itu tiba-tiba menatap nyalang pada senjata yang dijatuhkan oleh Max di lantai...sebuah kapak.
"Aku akan membunuhmu," ucap Alya.
Alya terus menarik kapak yang ada di lantai, kemudian Gadis itu terus mencari keberadaan Max. Tak lama kemudian nampak sosok Max berbaring di sofa tempat ruang bawah tanah.
"Kau akan mati hari ini!!" seru Alya.
"Aaaa!!!" suara teriakan yang menggelegar.
karena salah satu kakinya telah dikapak oleh Alya.
"Ha-ha-ha!!" Alya yang tertawa terbahak-bahak saat melihat salah satu kaki Max terputus dari tubuhnya.
"Dasar wanita jalang!!" seru Max yang kesakitan saat salah satu kakinya telah putus."Aaaa!!" Max terus mengerang kesakitan.
Sedangkan Aliyah yang telah dimasuki roh para korban Max, wanita itu terus menarik kapak yang ada di tangannya, hingga suara kapak itu bergeser di lantai.
"Dasar wanita brengsek!!" seru Max yang menarik tubuhnya dan berusaha menghindar dari Alya. sesaat kemudian.. pria itu mengangkat kapak besar yang ada di tangannya, terlihat kilatan cahaya yang sangat besar dari para korban.
"Matilah kau!!" seru Alya yang sudah kerasukan. Tak lama kemudian kapak yang ada di tangan Alya sudah menebas kepala Max. darah sudah mengalir dari tubuh Max..
Beberapa saat kemudian parah roh yang ada di tubuh Alya keluar satu persatu.
"Terima kasih dan maafkan kami," ucap para korban,
Dua hari kemudian, para polisi menemukan Alya dan catatan mengenai pembunuhan yang dilakukan oleh Max. tubuh Alya tidak berdaya dan dibawa ke rumah sakit.
"Selamatkan gadis ini!!" seru para polisi yang menolong Alya.
Akhirnya Alya selamat dari sebuah kasus pembunuhan yang selama ini dilakukan oleh seorang pria yang bernama Max. seorang pembunuh sadis yang tidak pernah nah menatap siapa korbannya.
** TAMAT **