Maafkan Aku yang Mencintai Suamimu
Author: Christina
Aku lara.. nama lengkapku Lara Widia Utari.. aku biasa dipanggil Lara oleh org2 yang mengenalku.. L.A.R.A.. aku seorg gadis dan berusia 20 tahun.. aku adalah anak tunggal.. ibuku bekerja sebagai penjahit pakaian.. pakaian apapun ibuku adalah ahlinya... sedang ayahku adalah seorg PNS di salah satu instansi pemerintahan..
Statusku adalah seorang mahasiswa degan jurusan perbankan.. aku juga telah bekerja di sebuah perusahaan swasta yg menjalankan asuransi.. dr pekerjaan ini aku sangat lebih sering bertemu dengan banyak org dan berbagai jenis org dikalangan masyarakat.. dan dari sinilah awal kisahku dimulai..
Mungkin bagi orang2 aku tampak aneh.. aku type org yg sulit jatuh cinta.. apalg dengan teman sebaya.. aku lbh suka melihat pria yg usianya jauh dr usiaku.. 5-10 tahunlah ya...
aku punya sahabat deket.. namanya kinan.. kinan paling sering menasehatiku melebihi neneku.. apalg kalau bukan nasehat soal cinta..
"Nan... aku keterima kerja.." ucapku girang kala itu..
"Kerja dimana ra??"
"Di asuransi nan.." jawabku penuh senyum..
"siapa tau dr sana km bisa nemu pcr nan.. kan harus cr nasabah tuh.."
"iyaa..."
Aku memasuki ruang kelas hari itu.. kuliahku adalah kuliah sore.. jd pagi hari aku bisa bekerja.. aku tak ingin terlalu memberatkan kedua org tuaku dg biaya kuliah yg begitu mahal.. jd aku memutuskan bekerja utk meringankan beban mereka...
Hari pertama kerja adalah aku harus menggunakan bibirku utk mengeluarkan rayuan maut menarik perhatian dr orang2 agar berminat mengikuti asuransi yg aku tawarkan..
"Hai mbak..."
"Ehh.. iya.. ada apa ya?" jawab seseorang yg memang tak ku kenal sebelumnya..
aku menghampirinya ketika sedang makan dengan teman2nya disebuah restoran tempatku istirahat makan siang..
"maaf mbak perkenalkan nama saya lara.." aku mengulurkan tanganku utk berjabat tangan denganya..
"Ohh.. aku mita.." jawab wanita itu.. kemudian teman2nya yg lain mengikutiya utk berjabat tangan denganku..
"Maaf ya mbak mita.. sudah mengganggu makan siangnya.. saya dr perusahaan asuransi jiwa ingin menawarkan mbak mita utk bergabung"
akupun menjelaskan syarat dan ketentuanya utk bergabung serta proses pembayaranya..
"hmmm.. baiklah.. saya fikirkan dl.." jwb mita..
"boleh saya minta no hp mbak mita? agar saya gampang menghubungi mbak"
"Ohh.. baiklah.."
mbak mita memberikan no ponselnya kepadaku.. setelah itu aku bergegas mencari nasabah lainya..
hari itu aku mendapatkan 2 org nasabah dan tidak termasuk mbak mita.. Segera ku balik ke kantor dan menginput data nasabah ke dalam komputer dan mengurus proses transaksi pembayaran mereka..
sebenarnya ayahku melarangku kerja.. bukan karena dia tak suka hanya saja beliau merasa masih memiliki tanggung jawab penuh utk membiayaiku..
"Ra... kenapa kamu harus kerja sih? ayah masih bisa kok biayai km"
"Ga apa2 pak.. sekalian aku belajar kerja juga"
"iya lo ri.. penghasilan ibu juga masih cukup biaya km.. knapa harus kerja?" lanjut ibuku..
"Biar aku ga terlalu manka juga bu.."
Hari pertama kerja adalah hr yg melelahkan.. bagaimana tidak.. sepulang kerja aku harus bersiap utk mengikuti jam kuliah.. alhasil di kelas aku mengantuk..
Aku adalah gadis yg anti dengan kegagalan.. sekali gagal aku akan mengulanginya lagi sampai bertemu dengan yg namanya berhasil.. begitu juga dengan kisah cintaku.. aku selalu memperjuangkanya.. siapapun itu sampai aku benar2 bisa memilikinya..
Mungkin orang berkata aku terlalu angkuh.. tp apalah.. aku tak pernah memikirkan bagaimana orang berpendapat padaku.. prinsipku.. aku hidup bukan karena mereka.. dan mereka takkan mampu mempengaruhi kehidupanku..
"Halo.." jawabku mengangkat panggilan masuk pada ponselku.. tertera disana nama "mbak mita"
"Halo.. lara ya?"
"iya mbak.. gimana?"
"Gini lara.. suamiku setuju utk bergabung ke asuransimu.. tp bisakah kamu datang ke rumah utk lebih bisa memberi penjelasan kepada suamiku?"
"Baik mbak... bisa aku minta alamat rumah mbak?"
"Iya..." mita memberikan alamat rumahnya padaku..
aku berjanji akan datang kerumahnya esok pagi saat jam kerjaku dimulai..
Lelah... aku sangat lelah.. tapi aku menikmati setiap moment yg aku jalani.. walau terkadang aku pernah berbuat salah.. tidak.. mungkin bisa dikatakan sering berbuat salah.. aku selali bisa memperbaikinya...
Jatuh Cinta P3 (Pada Pandangan Pertama)
"Permisi.." tanyaku pada seorang satpam yg duduk di pos satpam pada komplek perumahan dimana alamat yg diberikan mita kemarin padaku..
"iya neng.. ada yg bisa dibantu?" satpam itu keluar dari posnya..
"Maaf pak.. alamat ini disebelah mana ya?"
"Ohh.. rumah bu mita.. neng lurus aja.. nnti di perempatan depan neng belok kiri.. kemudian kiri lagi.. trus ke kanan.. nah rumah no 2 itu rumah bu mita.." jawab pak satpam seraya menggerakkan tanganya menunjukkan arah kepadaku..
"Trimakasih ya pak.." jawabku kemudian..
Aku segera mengendarai sepeda motor scoopyku ke arah yg ditunjukkan oleh pak satpam.. dan sampailah aku di depan sebuah rumah yg terlihat begitu besar dan sangat bersih.. ku perhatikan halamanya yg begitu luas dr luar pintu gerbang..
ku cari2 sesuatu yg bisa membuat isi rumahnya tau kalau ada seseorang yg datang..
nah ini dia.. sebuah bell rumah..
ku tekan beberapa kali bell itu
tet... tet... tet....
seorang satpam rumah membukakan pintu gerbang utkku.. "Mau cari siapa mbak?" tanyanya padaku..
"Ada mbak mita pak? kmarin saya sudah janji bertemu denganya"
"Ohh.. bu mita.. sebentar ya.. saya tlp dl" Satpam yg kulihat di bajunya bertuliskan rahmat memasuki pos satpam dan terlihat menelpon.. mungkin menelpon mita..
"Mbak.. ayuk saya antar ke dalam" lanjutnya..
Akupun diantarnya ke dalam rumah mita yg terlihat begitu besar..
"ehhh... sudah datang ya ra?? ayo masuk.." mita tersenyum padaku..
Aku dipersilahkanya duduk di ruang tamu di sofa yg berwarna cream itu.. ku perhatikan ruangan itu sedikit seksama.. ada beberapa photo yg terpajang di dinding2.. kemudian si atas bupet.. ruangan itu bena2 tertata rapi sehingga tampak sangat cantik..
"Ra... tunggu ya.. silahkan minum dl, sebentar lg suamiku siap.. dia baru habis mandi"
"iya mbak.. trimakasih.."
Aku melanjutkan obrolan dengan mita seadanya.. menggumamkan kegiatan sehari2nya.. bgitupun dengan apa yg biasa aku lakukan..
Mita permisi utk melihat suaminya yg belum juga datang utk menemuiku.. ia meyakinkan bahwa suaminya sudah selesai mandi dan berpakaian sebelum bicara denganku..
"Lara.. ini suamiku.. mas.. ini lara yg aku ceritakan kemarin"
Ku tatap lekat2 wajah pria yg berstatus sebagai suami mita.. sangat berkarisma.. tidak tampan tp sangat dewasa dan tegap.. postur tubuhnya menarik.. ahhh.. aku suka pria ini.. dia sangat menawan dan mengganggu fikiranku..
"Lara..." mita membuyarkan lamunanku..
"ehhh.. iya mbak..."
aku tersenyum dan mengulurkam tanganku utk menjabat tangan pria yg sudah membuat jantungku sedikit bergetar..
"Lara.."
"Robby.."
Suaranya yg mengucapkan namanya sendiri membuatku semakin terpesona.. bgitu lembut dan membuat telinga terasa nyaman mendengarnya..
Sedetik.. Dua detik.. Tiga detik.. sampai dengan hanya 5 detik saja.. aku menatap mata indah mas robby.. sangat menyejukkan hatiku..
"Gimana Lara??" tny mas robby padaku...
Oh tuhan... wibawanya membuatku jd lupa diri.. aku benar2 terkesima padanya... gaya bahasanya terlalu manis..
"ehh.. ga mas.. ini.. kata mbak mita mas sudah setuju utk ikut asuransi.. gmn mas? jadi?"
aku menjelaskan panjang lebar bagaimana kegunaan dan manfaat asuransi tersebut.. menjelaskan bagaimana jika ingin ikut bergabung masuk asuransi/ malah ingin jadi agen.. aku perjelas semuanya...
Mas robby tampak tersenyum padaku.. deretan giginya yg putih ia perlihatkan sedikit membuatnya tampak lebih manis.. tatanan rambutnya sangat sesuai dg karakternya..
Ohh Tuhan... aku jatuh cinta pada pandangan pertama...
"Baik kalau begitu kami sekeluarga akan mendaftarkan diri utk ikut asuransi tp tidak menjadi agen.."
"Baik mas.. bisa aku minta data lengkap keluarga mas juga degan KTP?" pintaku..
"Lalu utk proses pembayaranya bagaimana ra??"
"nnti biar saya yg mencari ksini mas.. itung2 maen jg.." ucapku dg tegas.. padahal bagiku ini adalah taktik agar aku bs sering bertemu dg mas robby..
Tak lupa kutanyakan pula berapa no ponsel mas robby.. "mas.. bisa saya mencatat no ponsel mas? agar memudahkan menghubungi kalau2 saja mbak mita sibuk"
"tentu saja.. silahkan di catat ya.."
Transaksi pertama selesai.. mas robby dan mbak mita sudah melaksanakan registrasi dan pembayaran terhadap asuransi yg diikutinya pada bulan pertama..
Hatiku terasa dagdigdug..
Aku memang wanita yg mungkin agak bodoh.. kenapa harus jatuh cinta? bukan.. ini terlalu cepat.. mungkin hanya sebatas suka..
Cinta memang tak pernah salah bagiku.. tp kali jni mungkin letaknya saja yg salah.. bukan.. aku yg memang tak mampu mengontrol emosi dan perasaanku..
Jam perkuliahan tiba.. aku bergegas utk segera tiba di kampus.. kali ini tak sempat pulang.. jam sudah mepet.. pulang kerja aku langsung ke arah tempatku kuliah...
perutku terasa kosong.. kulirik jam dintangan masih tersisa waktu 10 menit lg.. aku berlarian ke kantin dan membeli sebuah roti dan sekotak susu..
"Nan... km dimana?" aku menelpon sahabat yg selalu bersamaku dr awal aku memulai perkuliahan.. bicaraku agak terdengar aneh krn mulutku penuh dengan roti yg msh ku kunyah..
"lg sama pacarku raa.. why?"
"km ga kuliah?"
"kuliah kok.. nih di kampus.."
"Ohh.. oke.. nnti ketemu di kelas aja.. bye"
ku seruput susu indomilk putih di depanku kemudian bergegas memasuki ruang kelas..
Bulan Kedua...
Rasanya tak sabar menanti waktu pembayaran asuransi para nasabah.. sebenarnya mereka dapat melakukan transaksi online.. hanya saja khusus utk mas robby aku ingin mengambilnya secara langsung.. siapanyg harus aku hubungi? mas robby/ mita??
Bodo amatlah ya.. yg penting bisa ketemu mas robby.. ku hubungi ponsel mbak mita dan menanyakan kepada siapa aku hrs menagij tagihan biaya asuransi yg telah mereka ikuti.. dan memang mujizat ini namanya.. ehh.. keberuntungan.. mita memintaku utk menelpon robby secara langsung..
"mas.. aku td sudah tlpon mbak mita.. beliau bilang aku ambil tagihan langsung ke mas aja" sapaku pada mas robby melalui tlp..
"Ohh.. iya.. silahkan datang ke kantor ya ra.. nanti tanya saja disini ruangan saya sebelah mana.."
"Iya mas.."
Aku memasuki kantor dimana mas robby bekerja.. wah... ruanganya luas.. dimana harus kutemui mas robby?? ku perhatikan dalam gedung ini begitu banyak ruangan.. ku cona bertanya pada resepsionis.. dan diantarkanlah ke ruanganya..
Tok.. tok... Resepsionis itu mengetuk pintu ruangan mas robby.. sepertinya dia adalah seorang bos..
"Pak ada tamu.. mbak lara.."
"Oh.. persilahkan masuk ya.."
Begitu kira2 percakapan mereka yang ku dengar..
Setelah dipersilahkan aqpun masuk ke dalam ruangan tempat mas robby.. ohh.. mungkin memang benar dia seorang bos.. dia hny seorang diri di dalam ruangan yg sebesar itu.. tertulis di atas mejanya sebuah plang nama dengan tulisan "Kepala Pimpinan" laki2 ini tampak begitu sempurna bagiku..
"Hei.. kenapa melamun?" tny mas robby..
"ehh ga mas.. ini kwitansi pembayaran bln ini" aku menyerahkan selembar kertas kwitansi kepada mas robby.. dan mas robby menyerahakn beberapa lembar uang ratusan ribu sebagai pembayaran..
Ingin rasanya lebih lama berada disana.. tp rasanya ga mungkin.. tak ada yg perlu aku bicarakan lg padanya.. ahhh.. aq salah besar.. mas robby sudah milik mbak mita.. tp aku tak bisa membohongi perasaanku sendiri..
"Minum dl ra.."
"ehh.. repot2 mas.."
seseorang mengantarkan minum kepadaku mungkin itu pegawai disana.. dia meletakkan dua cangkir yg berisikan teh serta sepiring jajanan kering.. secara perlahan aku menyeruput teh itu serta menikmati kue2 yg dihidangkan..
Mas robby telah duduk disampingku.. aku berfikir.. bagaimana aku bisa merayunya??? pasti sangat sulit.. dia seorang yg berkarisma.. aku rasa dia type laki2 yg sangat setia...
Fikiranku benar2 picik..
Ku pegang paha mas robby yg terbalut celana kain panjang.. mas robby terlihat agak kaget.. kemudian menoleh ke arahku.. dan aku melmeparkan senyumku yg termanis padanya..
mas robby bangun dr duduknya dan membuka pintu.. melongok kiri dan kanan.. kemudian menutup pintu lg lalu menguncinya..
ahhh.. sepertinya ini kesempatanku merayunya..
"Mas... " suaraku lirih memanggil namanya..
mas robby duduk disampingku dan mulai memegang tanganku dengan lembutnya...
"Mas.. apa maksudnya?" tanyaku pura2 tak mengerti...
"Aku bisa melihat dr matamu.. kamu tertarik padaku bukan?? aku membaca matamu.."
Aku hny tersemyum.. ku dekatkan dudukku ke arah mas robby..
Mbak mita.. maafkan aku.. aku menyukai suamimu.. lirihku dlm hati..
Mas robby mulai mencium keningku.. kemudian mulutku.. kami berciuman.. saling melumat bibir dan bermain lidah.. ahh.. sensasi ini nikmat sekali.. mas robby memelukku erat.. dan dia mulai beralih ke leherku.. aku hany bisa melenguh menerima permainanya..
ku lepaskan kancing baju atasnya.. ku longgarkan dasinya.. mas robby menciumku lg.. melumat bibirku lg.. dan tanganya mulai meraba bagian dadaku...
Tok... tok... tiba2 seseorang mengetuk pintu.. dan kami terkaget.. segera membenahi pakaian dan aku mulai duduk dengan baik.. mas robby bangkit dr duduknya lalu membuka pintu.. ternyata mbak mita.. hampir saja..
"Ehhh... lara.. masih disini ya.."
"Iya mbak... ini sudah mau pulang... yuk mbak.. aku pamit.. mas.. aku pamit.." aq melambaikan tanganku pada sepasang suami istri itu..
Kufikirkan dosa yg telah ku perbuat barusan.. aku menjamah lelaki yg merupakan suami dr wanita yg sebenarnya berbuat baik padaku.. maafkan aku..
Sore itu kampus tampak sepi.. hanya ada beberapa mahasiswa yg hadir.. mungkin utk mengurus administrasi perkampusan.. sedang aku memang sengaja utk datang ke kampus bertemu dengan nanda dan vira..
"Hei.. maaf terlambat.." sapaku pada mereka..
"Kemana aja ra?? kita dr td nungguin kamu" vira terlihat sangat kesal..
"Maaf vi.. ohh ya.. aku lg bingung nih.."
"Kenapa km ra?" tnya nanda padaku..
"Aku melakukan perbuatan dosa.."
"maksudmu??" tny vira dan nanda hampir bersamaan..
"aku mencintai suami orang dan td.. kita kencan.. bukan kencan.. apa ya.. kami melakukanya.."
"melakukan apa ra?" tny vira tampak penasaran..
"Kita berciuman dan saling raba" aku sedikit berbisik pada mereka..
"Gila km ra!!!" tampak nanda membentakku.. aku kaget krn suaranya yg benar2 keras..
Ahhh.. masih terbayang bagaimana mas robby membuatku lupa diri.. rasanya benar2 merindukan itu lagi.. bodohnya aku..
Aku terpaku dalam bodohku.. aku benar2 jatuh cinta pada mas robby.. senyumnya yg manis membuatku merasa ingin jatuh dalam lobang yg begitu dalam..
Maafkan ku mendukanmu... mencintai dia.. dibelakang kamu....
Ponselku berdering.. ku tatap nama di layar ponselku tertera nama Mas Robby..
"Halo mas.."
"Halo ra... maaf ya td keburu istriku datang.. km lagi dimana?"
"Iya.. ga apa2 mas.. aku yang jadi ga enak sama mbak mita.. aku lagi di kampus mas.."
"Bisa ketemu..?? bisa kita lanjutkan?" Sepertinya mas robby sangat berantusias menemuiku.. rasanya aku menjadi wanita yg benar2 diinginkan..
dijemputnya aku di depan kampus menggunakam mobil toyota rush putihnya.. dan ku tatap wajahnya.. aku tersenyum menggoda padanya..
aku memang wanita jelang yg tak berprasaan.. ahh.. sudahlah..
"kita kemana mas??"
"ke rumah mas ygnada diperumahan deket kota"
"ngapain mas?? " aku agak sedikit kaget..
"tenang aja.. disana sepi.. ga ada siapa2"
kuperhatikan dia tampak serius dengan ucapanya.. tanganya kemudian memegang tanganku lembut.. ahhh.. tangan ini terasa hangat oleh genggamnya..
Rumah yg besar ya.. aku masuk.. tanganku digandeng mas robby.. tak ada siapapun disana.. hanya kami berdua..
"Ra.. kamu bisa datang ksini kapanpun km mau"
mas robby memberikanku kunci rumahnya..
dia memelukku hangat penuh arti.. dekapanya yg lembut menggetarkan jiwaku.. aku benar2 sudah lupa diri..
Mas robby membopongku kemudian mengajakku ke kamarnya... diciuminya seluruh tubuhku.. dilumatnya bibirku.. begitupun denganku yg membalas segala kecupan mesra yg ia berikan.. diremasnya dadaku dan kemudian kami larut dalam dosa yg mungkin bs menghancurkan kami..
Ku perhatikan ponsel mas robby berdering tak hentinya.. ku lihat nama mbak mita.. sepertinya ia merasakan sesuatu yg tdk enak dr kejauhan terhadap suaminya..
mas robby mengangkat tlpnya dan mengatakan sedang sibuk ada meeting kepada istrinya..
Ditinggalnya aku sendiri dirumah itu oleh mas robby.. dia ijinkan aku utk tinggal disana sesuka hatiku..
"mas balik kantor dl.. lain kali kalau janjian cukup tunggu mas dirumah ini.." mas robby mencium keningku.. pipiku dan juga bibirku.. dia melambaikan tangan sambil tersenyum manis padaku..
Setelah mengunci pintu aku bergegas pergi dengan menggunakan taxi.. yah.. krn mmg aku tak membawa kendaraan.. td dijmput mas robby..
Hari sudah mulai senja.. aku segera pulang.. sesampainya dirumah ku mandi.. dan ku guyur tubuhku yg penuh dosa ini dengan air sebanyak mungkin... ahhh.. lelah..
Ku coba mengintropeksi diriku.. apakah ada yg salah? kenapa aku harus mencintai lelaki itu??
Bodohnya aku yg terlalu naif..
Ayah dan ibu memanggilku.. menanyakan bagaimna kuliahku? mereka juga menanyakan apakah aku memiliki pacar? tentu saja aq jwb tidak..
mas robby?? tidak... mungkin aku hnyalah pacar gelapnya...
ku ceritakan kisahku pada Tuhan.. kupertanyakan bagaimana ku harus mengatadinya.. jika ini adalah kesalahan ku harap ada jlnku utk memperbaikinya..
-----------------------------------------------
"Lara...."
Aku menoleh ke arah belakang dimana suara itu terdengar memanggil namaku...
"ehhhh nanda.. kenapa?"
"aku ada kenalan buat km.. mau coba deket ga?"
"boleh"
kupikir tak ada salahnya utk mengenal orang baru.. bukan apa2.. siapa tau pria ini mampu mengalihkan pikiranku dr mas robby..
Ku coba dekat dengan pria yg dikenalkan Nanda.. namanya Priyan.. dia bekerja sebagai Guru di salah satu sekolah swasta di daerahku.. orgnya lbh tua drku.. ya.. Nanda sangat mengetahui typeku jd dia mengenalkan seseorang yg mungkin dia anggap adalah typeku.. usia Priyan sekitar 28 tahun..
Pertama kali bertemu.. aku terkesima denganya.. senyumnya manis.. bibirnya merah merona.. sepertinya dia bukan pria perokok.. typeku memang.. aku berusaha mengakrabkan diri denganya..
"Mas Priyan ga punya pacar?" tanyaku terlalu brani
"Ga kok ra.. kalau punya ngapain juga mw ktemu sama km.. km sendiri gmn?" dia tersenyum padaku..
"Sama mas.. masih single juga.."
tp dalam hatiku berujar.. (aq simpanan suami org )
Jika mas priyan mampu menaklukkan hatiku.. aku janji akan meninggalkan mas robby.. aku tidak akan menjadi pengganggu siapapun lg..
Aku bekerja seperti biasa.. disela2 kesibukanku ku sempatkam diri utk berkomunikasi dengan mas priyan.. dengan niat hati agar aku mampu terlepas dr mas robby.. walau sesungguhnya karisma mas robby tak pernah luntur dr otakku..
Memang aku gila.. bahkan bodoh.. aku sering kali mengacuhkan pria2 yang menyukaiku dengan alasan mereka terlalilu muda bagiku...
Berusaha menghindar.. tp perasaanku yg tak mampu menghindar.. hatiku masih luluh kareba mas robby.. ahh.. aku benar2 tlah bersalah pada mita yg sudah begitu baik padaku..
"Ra... tunggu mas di rumah ya?? nanti mas kesana.."
Ku baca pesan dari mas robby.. pesan itu biasa saja.. tp hatiku terlalu riang menerimanya.. syukur hari ini tak ada mata kuliah.. aku putuskan sepulang kerja menuju rumah mas robby yg kuncinya tempo hari diberikan padaku..
Sampai disana aku mandi.. dan sedikit bersolek.. syukur di tasku msh tersimpan beberapa make up yg memang sering kau bawa kemana2..
Tampak seseorang memelukku dr belakang dengan mesra.. siapa lg kalau bukan mas robby..
"wangi sekali km sayang.. sudah mandi ya??" tnyanya padaku sambil menciumi leherku..
"Iya mas.. sudah donk.. mw nyambut mas.."
Mungkin mas robby terlalu lelah.. hari itu kita putuskan utk tidur.. aku menghubungi rumah dan ku katakan akan menginap dirumah teman.. sedang mas robby menghubungi istrinya mengatakan ada meeting keluar kota dan akan pulang besok pagi..
dipeluknya tubuhku dengan tanganya yg begitu kekar.. didekapnya erat aku pada dadanya yg bidang hangat sekali.. benar2 romantis.. membuat tidurku begitu nyenyak.. rasa2nya aku benar2 berdosa..
Ku perhatikan ponsel mas robby berdering.. sedang dia masih tertidur lelap.. tertera nama "istriku" pada layar ponsel.. ku bangunkan kekasihku dr tidurnya..
"mas... mas.. mbak mita tlp" ujarku sambil menggoyangkan tubuhnya..
"biarkan saja... sayang... ayo.. aku merindukanmu..."
"Ini sudah jam 5 pagi mas... ayo pulang.." ujarku..
Pembicaraanku tak di gubrisnya sama skali.. dengan cepat dia mendekap tubuhku.. menciumi sekujur tubuhku.. melumat bibirku... sepertinya dia tengah kerasukan... bahkan membuatku tak mampu berkutik.. ahhh... aku hanyut dalam belaianya dan dosa itu.. aku melakukanya lg.. sungguh nikmat..
"Mas... aku sayang km.." bisikku..
namun dia tak menjawab.. hanya bibirnya yg merah ranum itu tersenyum padaku dan kemudian mencium keningku.. tanganya sibuk memasang kancing celananya kantor yg akan dikenakanya pagi ini..
"Trimakasih lara... km begitu membuatku jatuh cinta.. tetaplah padaku.."
apa yg harus aku lakukan?? sejujurnya ada niatku utk berubah namun tak tahu jalan.. ingin ku ulang cerita dan berbenah.. tp ku rasa telah terlambar.. aku terlanjur mencintainya.. terlanjur larut dalam belaian mesranya..
Ku bantu mas robby memasangkan dasinya... akupun telah siap utk berangkat bekerja.. kalau seperti ini rasanya aku sudah menikah.. lucu juga.. tp aku hanyalah simpananya..
kami berangkat bekerja masing2.. ku lirik kiri kanan sebelum keluar pagar rumas mas robby.. siapa tau ada yg sedang mengintip.. perasaan takut itu memang ada..
Selamat pagi.. semua rekan kantor meliriku dan tersenyum.. aku bersyukur mendapat pekerjaan dengan tugas mencari nasabah.. jd aku bisa berkeliling diluaran sambil jalan2..
ku perhatikan layar ponselku.. ada tlp dari mas priyan...
"Halo mas..."
"lg dimana ra??"
"Baru mau keluar mas.. berburu nasabah.. kenapa?"
"Bisa ketemu sebentar?"
Kuputuskan menghampiri mas priyan disebuah restoran dekat dengan sekolah tempat mas priyan mengajar.. dan.. secara to the poin dia menyatakan perasaanya padaku..
"Aku ingin km jadi pacarku ra.. sekaligus jd calon istriku.."
"mas yakin?? serius??"
"Mas yakin ra.. serius.. untuk apa mas main"
Aku meminta waktu utk memberikam jawaban kepada mas priyan.. dan dia menyetujuinya.. fikiranku mulai kacau lg.. sejujurnya perasaanku lbh besar kepada mas robby.. entah apa penyebabnya.. aku memang bodoh.. tak bisa mengendalikan perasaanku sendiri dengan baik dan bijak..
Dan pada akhirnya kunjawab "Iya" pada priyan.. bahagia?? tidak.. biasa saja.. ini hanyalah alasan agar aku bisa melepaskan mas robby secara perlahan.. apa aku bisa?? entahlah...
mas priyan sangat memanjakanku.. memberikan segala keperluan yg ku butuhkan..
"Sayang... makan siang yuk?? nanti aku jemput.." ujar mas priyan padaku melalui tlp..
"Iya mas.. aku tunggu"
Dengan sengaja aku selalu memamerkan mas priyan di hadapan orang.. bahkan akupun memperkenalkan mas priyan kepada kedua orang tuaku.. semua hanya untuk menutupi hubunganku dengan mas robby..
Hubunganku tetap aman2 saja.. bahkan mas priyan sangat mempercayaiku.. tak pernah terbesit dalam fikiranya bahwa aku telah berhianat di blakangnya..
"mas robby.. aku sebenarnya memiliki pcr" ucapku pada mas robby saat bersamanya di rumahnya..
"Tak apa sayang.. toh aq juga punya istri.." mas robby mencium keningku.. tanganku di genggamnya erat..
"lalu kalau aku menikah gmn mas?"
"tidak!!! km tak boleh menikah!!"
"Mas... "
"Km milikku.. tak ku ijinkan km bersama pria lain"
Fikiranku semakin kacau saja.. kalau aku tak menikah.. bagaimana hidupku nanti?? tentu saja aku harus menikah.. tak perlu ku ceritakan pada mas robby jika hari itu tiba..
"Raa.. aku sudah mutusin buat melamar km th ini.. kamu uda siap??" tanya mas priyan padaku..
"Ga buru2 ya mas?" fikiranku berkecamuk.. antara aku harus menerimanya atau tidak..
sejujurnya perasaanku masih sama.. masih lebih kuat ke mas robby..
Aku dilamar secara resmi oleh mas priyan bersama dengan orang tuanya.. org tuakupun setuju dan menentukan hari pernikahanku.. sebelumnya.. mas priyan mengajakku utk melakukan praweding..
Sejujurnya aku tak fokus ketika fotografer megambil gambar kami.. sampai2 harus diulang beberapa kali utk memperoleh hasil yg maksimal..
"Kamu kenapa ra?? kok ga fokus gt??"
"Ga apa2 mas.. cuma grogi aja.." jawabku berbohong pada mas priyan..
Segala sesuatu persiapan pernikahan sudah dipesan mas priyan.. termasuk gedung utk acara pun sudah beres.. undangan siap di cetak..
kami megerjakan hal itu sama2.. dalam benakku masih terfikirkan mas robby.. bagaimana bisa aku memberitahunya???
Ku sibukkan diriku dengan menulia daftar nama undangan yg akan kami undang.. mugkin ada baiknya aku tak menyampaikan hal ini kepada mas robby.. biarkan dia tau setelah aku menikah saja..
Aku dan mas priyan menyebarkan undangan kami masing2.. tanpa kusadari.. aku menangis.. haruskah aku menikah??? aq mencintai mas robby.. bukan mas priyan... aku harus gimana???
1 minggu sebelum pernikahanku.. mas robby mendengar kabar berita tentang pernikahanku yg akan segera dilangsungkan.. entah mungkin mbak mita yg memberi tahukannya...
"Kamu mau menikah???" ujarnya ketika kami berada dirumahnya di tempat biasa kami bertemu..
"maafkan aku mas.. mungkin sudah jalanya aku harus menikah dengan dia.."
"Ga bisa ra.. km ga boleh menikah!! kamu milikku!!"
"Mas... mas punya mbak mita.. aku juga butuh pendamping.." ujarku lg..
"Tidak ra.. kamu hnya milikku.."
Mas robby begitu marah padaku... ponselku ia banting.. dia mengamuk.. kemudian dia menyerangku.. bukan memukul.. tp menciumku secara bertubi2... ia membangkitkan hasratku.. bibirku diisapnya penuh nafsu.. dadaku diremasnya.. bajuku dilepaskan paksa.. aku tak mampu menahanya.. aku menikmati permainanya... aku membalas ciumanya.. ku peluk erat dia.. tubuhku dijamahnya.. telingaku dipermainkanya.. leherku.. bibirku dan bagian dadaku.. semua ia permainkan.. aku benar2 bernafsu.. hingga akhirnya akupun tidur bersamanya lg.. tp kali ini ia keluarkan kekuatanya dilubang surgaku..
dan ketakutanpun muncul.. aku takut hamil.. bagaimana ini???? bagaimana nanti dg mas priyan???
Banyak kerabat.. teman.. serta para tetangga mempertanyakan bagaimana upacara pernikahan kami.. sejujurnya aku merasa buruk.. apa yang akan terjadi aku blum bisa memprediksi..
Di rumah mas priyan sudah mulai banyak kerabat yg berdatangan utk membantu persiapan pernikahan kami.. begitupun dirumahku.. para tetangga dan keluarga sudah pada berdatangan utk mempersiapkan lamaranku secara resmi..
Sepanjang malam aku hanya bisa menangis.. tak tahu harua berbuat apa..
2 hari sebelum hari H aku masih aktif dalam bekerja.. ku sembunyikan ketakutanku di hadapan teman2.. entah seperti apa harus aku hadapi kenyataan ini..
"Cieeee... yg mw segera nikah... gmn ra?? degdegan kah??" bgitu aku digoda oleh nanda dan vina.. aku hnya bisa senyum2 saja...
Dan pulang dr kantor yg semestinya aku pulang ke rumah utk persiapan kuliah.. aku tak pulang.. tiba2 aku dijemput mas robby dan diajak kerumahnya.. bukan kerumah kami tempat bertemu.. tp kerumah orang tuanya...
"Mas.. ada apa???" tnyaku degan perasaan kaget..
"Kamu harus menikah denganku.. bukan dengan pria lain" jawab mas robby tanpa menoleh ke arahku..
"Mas... apa2an ini??"
Aku diperkenalkan kepada kedua orang tua mas robby juga dikenalkan kepada istrinya.. dan mereka merestui aku menjadi istri kedua..
1 Hari sebelum hari H
flash back.. smalam aku katakan pada orang tuaku tak pulang dan mengatakan tidur dirumah teman krn masalah pekerjaan..
Orang tua mas robby bersama robby datang ke rumah org tuaku dan mengatakan bahwa aku telah dipinang dan di nikahkan secara sah oleh agama dengan priyan.. aku tak bisa membayangkan bagaimana terkejutnya org tuaku.. dan bagaimana malunya org tuaku pada tetangga dan kerabat terutama pada mas priyan dan keluarganya...
orang tuaku menangis dan sangat malu.. apalagi aku menikah dengan suami orang.. aku benar2 merasa bersalah.. aku hanya mampu meminta maaf kepada orag tuaku..
"maafkan lara bu... yahh..." ku peluk ibu dan ayahku..
sedang mereka meminta maaf pada org tua mas priyan juga pada priyan..
dengan keadaan terpaksa priyan membatalkan upacara pernikahanya denganku.. tentu saja.. krn aku telah menjadi istri kedua dr mas robby.. walau pada kenyataanya.. keluarga mas robby sangat membenciku..
#Karma
Lara.. aku Lara.. kehidupanku mulai berubah total.. aku harus berbagi hati dengan Mbak Mita.. dan yg lebih buruknya adalah aku di pecat dari pekerjaanku karena di anggap telah merusak nama baik kantor..
Aku tinggal terpisah dengan mbak mita.. Aku diberikan rumah yg dl setiap hari ku gunakan sebagai tempat pertemuan bersama Mas Robby..
"Mas.. aku ga kuat.."
"Maksudmu apa Ra??"
"Sepertinya Mbak Mita sangat membenciku.."
"Nanti lama2 juga akan terbiasa kok.."
Setiap malam Aku merasa kesepian krn harus tinggal sendiri.. jarang sekali Mas Robbi menemaniku.. Mas Robby lbh sering tidur bersama Mbak Mita..
Kondisi ku yg tengah hamil muda membuatku merasa tertekan karena hanya diam saja di rumah dan tak melakukan apa2..
"Kamu kalau jenuh.. nanti aku bukakan usaha ya Ra?? biar ada kegiatan.." ucap Mas Robby..
Diberikanlah ku sebuah butik oleh Mas Robby agar dikelola dengan baik.. hal ini membuat Mbak Mita marah dan emosi... Mbak mita mencariku ke butik.. dan dicaci maki..
"Lara... km memang wanita murahan.. tak tau terimakasih... segitu dr dulu aku baik sama km tp kamu malah mengambil smua hakku!!"
"Mbak.. maaf.. tp aku memang mencintai Mas Robby"
"Cinta palamu peyang.. emg km perusak!!!"
"Maaf mbak.."
Terjadilah aksi saling menjambak rambut antara aku dan Mbak Mita kemudian saling tarik dan berteriak.. sampai akhirnya kita sama2 menangis..
"Maaf mbak.. aku benar2 tidak tau terimakasih.. wanita murahan.. tak tau diri.. apa daya.. aku mencintai mas robby"
"terkutuk kamu!! sesama wanita tp menyakiti!!"
Mbak mita meninggalkanku begitu saja... ku tertatih mencoba bangun dr jatuhku.. ku elus perutku.. "maafkan ibu nak.. km tidak salah.. ibu yg bodoh.."
Butikku terlihat sepi.. aku iri dengan mbak mita.. karena memang dia sangat diprioritaskan oleh mas robby.. dia bekerja sebagai seorang notaris dengan penghasilan yg lumayan besar.. kemudian mendapat bulanan yg tetap pula dari Mas Robby..
andai saja aku bisa menjadi yg pertama.. aku memang egois.. bahkan org tuakupun turut membenciku.. mertua tak pernah menyapaku.. mereka semua menganggapku sampah kecuali Mas Robby..
Andai saja dulu aku tidak mempermainkan Mas Priyan.. mungkin hidupku akan jauh berbeda.. ahh.. semua sudah berlalu.. hany tinggal mimpi yg sama skali tak pernah menjadi kenyataan..
Priyan.. bagaimana kabarnya???
Mas Priyan mencoba membuka lembaran baru dan melupakanku.. semua adalah salahku yg telah membuatnya begitu menderita.. aku berharap dia menemukan pengganti yg lebih baik dari aku tentunya...
Ya.. dia bertemu gadis cantik bernama putri.. bekerja sebagai seorang bidan di salah satu puskesmas di kotanya.. aku berharap gadis ini mampu membahagiakan Mas Priyan...
Mereka tak berpacaran lama.. terhitung semenjak kenal hanya 1 bulan saja.. Mas Priyan memilih utk menikahi Putri tapi tanpa persiapan apapun.. Mas Priyan masih sangat trauma atas kejadianya dulu bersamaku..
"Bu.. Pak... Aku mau nikah.. ayo kita upacara hari ini" itulah ucapan Mas priyan pada org tuanya.. dan orang tuanya setuju menikahkan mereka walau orang tua putri sama skali tak merestui hubungan mereka..
1 bulan, 2 bulan pernikahan Mas Priyan dan putri sangat harmonis.. mereka begitu romantis.. setiap hari putri diantar dan dijemput kerja oleh Mas Priyan.. aq merasa iri padanya.. andai saja aku yg jd istrinya pasti aku akan bahagia..
ahh.. aku menghayal..
Aku mendengar cerita tentang mas Priyan dr sahabatku... yaa.. aku selalu mengikuti jalan kehidupanya.. karena aku benar2 ingin melihatnya bahagia setelah aku sakiti..
2 bulan pernikahan Mas Priyan tiba2 ada kejadian yg buruk menimpaknya.. Nandalah yg setia memberikan informasi padaku..
"Ra.. kasihan Mas Priyan.." ujarnya sedih..
"kenapa lg dengan dia Nan?? bukanya dia uda nikah n istrinya cantik.. seorang bidan lagi"
"Istrinya diculik sama mertuanya"
"Apa???"
Kisah Mas Priyan :
Pagi tiu Priyan dan Putri berangkat bekerja bersama2.. Priyan terlebih dahulu mengantar putri ke puskesmas tempat putri bekerja..
"Put.. aku kerja ya.. nanti kalau kamu sudah pulang.. kamu tlp.. nanti aku jemput"
"Iya pri.." ujar putri..
Maka priyan bergegas pergi ke sekolah utk mengajar.. begitu lama priyan menunggu kabar putri tak jua ada pesan/ tlp darinya.. dicobanya menghubungi putri namun tak ponselnya tak aktif.. Priya mulai panik.. dicarinya putri ke puskesmas.. namun kata org2 disana putri sudaj pulang sejak tadi siang...
Priyan mulai kebingungan... ia mulai menghubungi teman2 putri.. namun semua tak ada yang tau kemana putri pergi.. akhirnya Priyan telp ke rumahnya.. berharap Putri sudah mendahuluinya pulang dr kerja..
"Halo.. " suara Ibu Priyan mengangkat tlpnya..
"Halo.. bu... putri uda pulang? dia uda sampai rumah kan?"
"lo.. bukanya setiap pulang kerja selalu bareng kamu?"
"Putri ga ada di puskesmas bu.."
"Coba telp pri"
"Tlpnya ga aktif bu..."
Priyana bergegas pulang kerumahnya.. mengganti baju.. ia tak sempat utk makan karena nafsu makanya sudah hilang akibat memikirkan Putri..
24 sudah tak ada kabar dr Putri.. Priyan memutuskan utk menelpon ke rumah mertuanya..
"Halo.."
"Halo.. pak.. ini saya Priyan.. apakah Putri ada pulang ke rumah Bapak?" tanya priyan kepada bapak Putri yg kebetulan waktu itu mengangkat tlpnya..
"Buat apa kamu cari putri saya?? Saya sudah bilang saya tidak setuju dia menikah dengan kamu!!"
"Tapi pak.."
"Tak ada kata tapi.. putri saya sudah dirumah saya sekarang!!"
"Pak putri sudah sah menjadi istri saya.."
"Iya sah dalam agama tapi belum dalam negara"
"Saya akan menjemput putri kesana pak.."
"jangan coba2 menjemput putri saya kemari.. kalau sampai kamu datang akan saya laporkan kamu pada polisi"
Priyan menutup telpnya kemudian merembugkan pada kedua org tuanya apa sebaiknya yg harus dilakukan... dan akhirnya Priyan memutuskan utk melapor pada polisi terlebih dahulu..
"Selamat pagi pak.. ada yg bisa kami bantu?" tanya petugas di kepolisian
"Begini pak.. saya baru saja menikah... baru beberapa bulan,memang kami tidam direstui oleh org tua istri saya.. tapi kami sudah menikah secara sah secara agama.. dan sekarang istri saya di sekap oleh mertua saya krn saya tidak diijinkan menjemput istri saya dan diancam akan melapor pada polisi"
"Baik kami akan memproses laporan bapak"
Setelah polisi membicarakan laporan Priyan mereka pun sepakat akan mengawal Priyan utk menjemput istrinya.. semoga dengan ini mertuanya bisa luluh dan merestui hubungan mereka..
"Asalam mualaikum" Sapa Priyan ketika memasuki rumah mertuanya..
"Ehhh.. untuk apa kamu kesini??? saya sudah bilang jangan cari anak saya lagi!!" Bapak dr Putri terlihat mengancam dan mengacungkan sebatang kayu...
Ketika dilihatnya Priyang mengajak beberapa polisi ia mulai mereda.. namun tetap pada keputusanya tidak memberikan anaknya kembali pada Priyan..
"Putri.... Putri.... kamu dimana put??" Priyan berterian memanggil2 nama putri..
"Mas... tolong aku mas... aku mau ikut sama mas..." terdengar teriakan Putri dr dalam sebuah kamar yg mungkin terkunci..
"Put... kamu mau ikut sama mas??"
"Mau mas..."
Polisi mencoba menenangkan kedua belah pihak dan meminta utk menyelesaikan masalah secara kekeluargaan.. dan mereka sepakat.. telah ada kesepakatan berdamai.. polisi segera meninggalkan tempat itu..
Tapi sayang sekali.. Priyan tetap tak bisa membawa Putri kembali kepadanya karena org rua Putrk tetap mengekang.. dan meminta pembatalan pernikahan..
Priyan pulang membawa penyesalan.. sangat banya yg ia sesalkan atas hidupnya sendiri.. dia krang yang mampu.. tp sayang.. dalam urusan cinta dia kurang beruntung..
Menyesali jatuh cinta pada Lara..
Menyesali kegagalan pernikahan yg sdh menghabiskan byk biaya dengan Lara
Menyesali mengenal Putri..
Menyesali pernikahanya yg terburu2 dengan Putri..
Menyesali tak bisa mempertahankan Putri..
Menyesali hidupnya yg rumit dalam cinta..
Priyan menangisi dirinya sendiri.. orang tuanya hanya bisa menenangkanya..
Sekian lama berupaya utk mengembalikan dan menyembuhkan hatinya yg penuh luka.. membuatnya semakin mengurus krn terlalu banyak berfikir..
back Lara..
"Begitu Ra.. kisahnya Priyan.."
"Aku menyesal Nan.. tp apa daya.. penyesalan sudah sia2..."
"Kamu doakan saja dia Ra.. semoga sia mampu melewati masa sulitnya.."
Aku hanya menganggukkan kepalaku mendengar teguran Nanda.. aku bersyukur memiliki sahabat seperti nanda.. begini jahatnya aku sebagai wanita dia tetap stay di sisiku..
Butik tampak sepi.. entah.. sampai kapan seperti ini.. syukur Nanda sering mengunjungiku kemari.. setidaknya aku bisa menepis kerinduanku pada Mas Robby yg begitu jarang menemuiku..
Mbak mita benar2 kejam.. dia benar2 membuat Mas robby terlilit padanya.. aku benar2 membencinya..!!
Memang sudah kesalahanku.. perutku semakin membesar.. namun kepedulian Mas Robby padaku semakin berkurang.. aku sadar.. mungkin ini adalah karma bagiku.. tak terasa sudah jalan 6 bulan... rasanya yg didalam sdh mulai denyut2..
Aku iri melihat para ibu yg hamil kemana2 ditemani suaminya.. sedang aku selalu sendiri dan sendiri.. sering ku merengek perhatian pada Maa Robby tp hasilnya selalu nihil..
Ia hanya datang padaki ketika akan memenuhi kewajibanya menafkahi aku.. dan ketika ia sedang ingin bercinta.. huhhh... kalau difikir aku seperti pelacur saja..
dicari saat dibutuhkan kemudian dibayar.. sering ku mengeluh.. tp semua sama saja.. percuma.. ingin ku bercerai tp bukankah akan menpermalukan diriku sendiri?? aku tak mau kalah dr Mbak mita.. sebisanya aku akan merebut perhatian Mas Robby lg padaku..
"Mbak... kasihanilah aku mbak.. aq sedang hamil.. biarkan mas robby tinggal deganku semasa ku hamil" rengekku pada mbak Mita melalui tlp..
"hello... kamu siapa?? cuma istri kedua!!! jangan meminta lebih ya Ra.. salahmu mau merebut suamiku!!"
"Mbak... aku sayang sama suamimu.. kita sama2 sayang.. kita berbagi mbak.."
"Ehhh.. pelacur yg pura2 baik.. ga usah merengek!! sampai kapanpun aku tak kan pernah mengalah sm kamu!!"
Segera ku tutup tlp drpada mendengar si mak lampir ngoceh lebih lama.. aki muak mendengarnaya!!!
Aku memikirkan cara bagaimana agar aku bisa menghasut Mas Robby agar mau tinggal denganku.. tumben br kali ini dia datang ke rumah menemaniku.. entah mgkin bertengkar dengan Mbak Mita jadi dia melarikan diri kesini..
"Kok tumben Mas??"
"Lagi males dirumah..."
"Mas... aku td dimarah2 sama Mbak mita mas.." rayuku pada Mas Robby.. sejenak ia menoleh kearahku.. mencium keningku.. kemudian merayuku mengajakku ke dalam kamar..
tepat sore itu baru saja menunjukkan pukul 18:00.. iya masih senja.. aku bergumal mesra dengan Mas Robby.. dan kami bercinta.. ku puaskan kebutuhan batin Mas Robby.. kulayani dia dengan baik agar dia betah bersamaku.. walao kondisiku hamil.. aku tetap melakukan kewajibanku dengan baik..
"Ra.... km memang pintar memanjakanku.. km memang istri yg pandai"
"Iya mas.. makanya tinggalah disini denganku.. aku butuh km disini.. ga usah lah temani Mbak Mita disana.. dia sudah tua.. pasti ga bs melayanimu dengan baik"
"Tapi dia tetap istriki ra.."
"Iya.. tapi aku juga istrimu"
"Ya sudah.. aku akan tinggal seminggu disini setelah itu br aku pulang"
Ku merajuk pada dekapan Mas Robby.. ku belai2 dadanya yg bidang.. ku perlu memikirkan lg bagaimana cara agar Mas Robby menceraikan Mbak Mita dan menjadikanku satu2nya.. aku memang picik dan licik.. aku tersenyum sinis.. sampai pagi ku buat Mas Robby terlena padaku.. mulutku yg manis merayunya dengan berbagai cara.. ditambah sekali2 ku cium dan kulumat bibirnya..
Kehamilanku sudah menginjak 9 bulan dan tiba waktunya aku melahirkan.. tp apa yang kudapat? Mas Robby tak menemaniku.. ini dikarenakan Mas Robby lebih memilih berlibur keluar negeri bersana Mbak Mita.. Lalu?? Aku?? Aku hanya minta ditemani Nanda.. nasibku benar2 buruk..
semua org membenciku kecuali nanda.. dia sangat setia menemaniku..
"Ra.. km ga bisa kayak gini.. coba deh tlp ibu km.. km minta maaf padanya.. siapa tau dia mau menemanimu dsini.."
"Ia nan.. aku bnar2 bingung.. kluarga Mas Robby benar2 tdk peduli.."
Ku coba nenelpon ibuku.. ku memohon maaf padanya dan ku ceritakan keadaanku yg sesungguhnya.. syukurlah ibuku mau mengerti.. akhirnya beliau yg nenemaniku dirumah sakit sampai aku melahirkan..
Aku melahirkan seorang anak dengan jenis kelamin laki2.. terlihat begitu bersih dan tampan.. aku sangat menyukainya.. aku harap bayi ini nampu menaklukkan Mas Robby utk tetap bersamaku dan meninggalkan wanita tua itu..
Ku tlp mertuaku dan ku katakan putraku telah lahir.. tp apa yang mereka katakan?? hanya ucapan selamat.. itu saja..
aku hanya bisa mengelua dada.. sebenci itukah mereka padaku??
Akhirnya Mas Robby datang menjemputku ke RS.. diantarnya aku pulang.. aku harap dengan kehadiran putra kami dia bisa memproiritaskan aku drpada Mbak Mita yg sudah tua itu..
"Mas.. kira2 siapa ya nama putra kita??"
"Menurutmu baguanya siapa Ra??"
"Mas aja yg kasi namalah..."
Akhirnya putra kami diberi nama Anggara dan kami putuskan memanggilanya A'ang.. Mas Robby mengajakku pulang kerumah mertua utk beetemu dengan mertuaku dan memperlihatkan putra kami..
"Bu.. ini cucu ibu dan bapak" ujarku pada mertuaku..
"Aduhh... lucu sekali.. sini ibu yg gendong" ibu mertuaku terlihat sangat bahagia.. tp tidak dengan bapak mertuaku.. ia lebih memilih cuek begitu juga dengan Mbak Mita..
"Namanya Anggara bu.. kita panggil A'ang"
Si tua itu masih saja membenciku.. padahal aku sudah baik2 padanya.. syukur anaku laki2.. krn anaknya bersama Mas Robby perempuan semua..
"Pak.. liat ini cucu kita.. laki2.. akhirnya punya cucu laki2 juga.."
Bapak mertuaku agak melirik.. mungkin dia ingin melihat.. tp ditahan oleh Mbak Mita..
Ku dekatkan putraku pada Mbak Mita.. ku coba merayunya.. berpura2 baik padanya... padahal itu semua hanya akal bulusku saja..
"Mbak.. ini anakku.. anak mbak juga"
"ohhh... iya"
cuma itu jawabanya kemudian pergi masuknke dalam kamar dan braakkkkkkk!!!!! dengan keras dia membanting pintu..
"Mas.... lihat Mbak Mita blom bisa menerimaku.." bujukku pada Mas Roby dan berpura2 sedih...
"Sudah.. kan ada Mas.. ga usah sedih gt.."
Semakin lama aku semakin kesal dengan si tua.. rasanya pegen membunuh saja.. padahal mertuaku sudah mulai luluh.. aku berfikir utk mencari santet utknya dan membuatnya tersiksa kemudian mati..
aku memang sudah lupa.. lupa akan tuhan.. yg penting aku puas...
Ku seaa baby sistee utk merawat babyku saatku sibuk.. krn aku juga masih harus menjaga butikku..
dan tanpa sengaja aku bertemu dengan pelanggan yg ternyata juga senasib deganku.. dan dia menceritakan kalau diapun sudah menyantet istri pertama suaminya..
Ku minta no ponselnya siapa tau niatku sudah bulat maka akan ku hubungi ibu ini utk mengantarku..
Kembali Nanda datang ke butikkua.. seperti biasa kita bercerita dan alaing curhat kutanyakan bagaiamana kabar Mas Priyan padanya..
"Nan.. gimana kabar Mas Priyan? km biasanya tau segalanya tentang dia??"
"Ohh.. dia uda punya pacar Ra.."
"Jadi pernikahanya yg dulu benar2 batal ya??"
"Iya.. kasian dia.. aku ga tega.. sampai kurus kayak gt krn stres"
Sungguh malang nasib Mas Pri.. aku memang bodoh sudah menyia2kan laki2 seperti dia..
"Nan.. aku mau cari santet"
Tiba 2 nanda tersedat dan batuk2 mendengar ucapanku.. dia memuncratkan semua minuman yg hampir saja ia telan...
"kamu gila ya ra? ajaran siapa kamu sampai gila kayak gitu?"
"Aku ga kuat sm tingkah maduku"
"Eh.. Ra aq kasi tau kamu ya,kamu ya emang salah.. ga usah lagi cr gara2 gitu!!"
"Habisnya aku harus gimana lg buat rayu dia nan??"
"Kamu harus sabar ra.. sesabar dia yg suaminya sudah kamu rebut.. jangan km pake ilmu hitam.. kamu hrs percaya sama allah.."
Memang ku renungkan kata2 Nanda padaku.. hanya saja otakku yg memang de dulu uda ga beres.. jd fikiran buruk itu ttp saja terlintas padaku..
Aku memang tak mengenal Tuhan.. bukan.. aku tahu Tuhan.. tp aku memang tidak pernah bersujud di hadap'Nya.. iya.. aku malas.. mungkin inilah yg membuatku tak pernah menemukan jalan yg baik.. ahhh... bukan.. tp aku yg memang tidak memiliki keinginan utk berada dalam jalan yang baik..
Namanya Vira.. aku memanggilnya mbak Vira.. mbak Vira inilah seorang yg aku kenal dan mengenalkanku pada santet.. aku mulai menghubunginya.. aku ingin mendengar pengalamanya langsung yg sudah menggunakan santet utk menguasai kekayaan suaminya dan membunuh istri pertama dr suaminya..
"Mbak Vira.. bisa datang ke butik?" sapaku pada Mbak Vira melalui telp..
"Ada apa Ra??"
"Itu.. aku mau tanya2 masalah santer yg Mbak pake"
"Oh.. jadi uda ambil keputusan nih??? oke.. aku ksana skarang ya Ra"
kutunggu kedatangan Mbak Vira di dalam butikku sambil melayani para pelanggan yg lumayan sudah agak rame berkunjung.. berkah memang.. ahh.. aku masih ingat juga kalau ini berkah..
Ku perhatikan jam di dinding sudah menunjukkan pukul 10:00 am.. rasanya gelisah dan mulai cemas mikirin cara agar bisa menguasai Mas Robby sepenuhnya..
Ku tunggu kedatangan Mbak Vira dengan rasa tak sabar.. ku permainkan ponselku dan mencoba menghubungi Mas Robby yg nemang mulai jarang menemuiku dan anaknya.. ahhh.. jelek sekali dijadikan yang kedua..
"Ra..." Mbak Vira melongo dibalik pintu butik dan aki segera menghampirinya... ku peesilahkan duduk tamu istinewaku ini.. kusuguhkan teh botol sosro yg memang di butik juga aku jual..
"Mbak.. aq pengen denger dl kisah mbak.. boleh?"
Mbak Vira melirik kiri kanan depan belakang mungkin ia memastikan tak ada orang yg mendengar apa yg akan diceritakanya padaku..
"Tenang mbak.. sepi kok.." ujarku..
"Ra.. singkat aja ya.. aku dulu itu kesel.. kayak km lah.. dicuekin n mertua juga ga peduli.. apalg istri pertama suamiku.. kerjanya ngina aku aja.. ya udah aq santet aja nih si istri pertama.. awalnya mah sakit2 biasa aja.. lama2 makin parah soale di bawa ke RS ya mana bs smbuh.. mati tu dia.. trus si mertua aq santet biar mereka sayang sm aku.. gt ra.." Mbak vira tersenyum penuh kemenangan dan kemudian menaik2an alisnya..
Ada rasa tertarik muncul dibenakku.. kemudian ku memastikan santet itu aman utk drku sendiri..
Bergegas ku bersama Mbak Vira menuju tempat mbah2 yang pinter nyantet itu.. entah aq kurang paham namanya.. Ku kendarai mobilku bersama Mbak Vira.. dan sampailah aq di tmpat mbah dukun.. ya sebut saja begitu..
Tempatnya cukup menyeramkan... banyak benda2 aneh yg kutemui ketika memasuki ruangan si mbah.. entah apa fungsinya aku kurang paham..
"Mbah... maaf.. aku mw minta tolong.."
"Ada apa ini???"
Aku pun menceritakan keluhanku pada si mbah.. tentu saja dengan dilebih2kan pula... maklum.. niatku sudah sangat bulat..
"Ada fotonya???"
Ku serahkan foto si mak erot yg plg ku benci.. siapa lg kalau bukan Mbak Mita.. diberilah jampi2 pada foto itu oleh Mbah2 itu.. entah apa yg diucapkan mulutnya komat kamit...
Untuk suamiku.. aku diberikan air aqua yg sudah diisi mantra.. yg fungsinya agar suami makin legket dan trus mengingatku.. kata si Mbah dukun bisa juga diberikan pada mertuaku agar mereka juga takluk...
Dan tiba waktunya aq melihat reaksi dr santet tersebut.. aku ingin memastikan semua berhasil.. agar tak sia2 kabayar mahal si mbah2 dukun itu.. aku pura2 berkunjung ke rumah mertuaku bersama dengan putraku..
Disambutlah aku oleh mertuaku yg memang sejak aku memiliki putra mereka sdh mulai dekat denganku.. ku tanyakan kepada mereka dimana suami..
"Pak.. dimana Mas Robby??"
"Ohhh.. lg ngantar Mita ke RS"
"Emgnya Mbak Mita kenapa Pak??"
"Dr semalam dia sakit.. ga tw kenapa" ibu yg datang dr arah dapur menjawab pertanyaanku...
Dalam hatiki sebenarnya aku sudah mulai tertawa.. hebat juga tu mbah2.. cepet bgt reaksi mantranya... disuguhkanya aku teh manis oleh ibu.. tentu dia menyeduhkan 3 gelas agar aq bisa meminunnya bersama kedua mertuaku.. diam2 saat mereka sibuk menggendong putraku a'ang ku campurkan air yg berisi mantra pada gelas teh mertuaku.. semoga mereka bs sayang trus padaku...
Seprtinya Mas Robby datang degan Mbak Mita.. ku rubah ekspresi wajahku agar tampak bersedih.. ku sapa mereka setibanya si ruang tamu..
"Mas.. kenapa mbak mita???"
"Muntah2 smalam ra.."
"Mbak cepet sembuh ya.." aku lirik ke arah Mbak Mita... ahhh wajahnya terlihat layu dan menderita sekali menahan sakitnya... dalam hatiku sudah tertawa terbahak melihat itu semua...
Semakin lama semakin aku perhatikan perkembangan santet yg diletakkan pada tubuh Mbak Mita.. sejujurnya aku ingin segera melihatnya mati.. tp sayangnya itu akan membahayakan diriku sendiri...
Dilain sisi aku juga memperhatikan perkembangan cinta dr Mas Priyan.. bukan ingin menyakitinya lg hanya saja perasaan bersalah masih menghantuiku.. dan sangat sedih melihatnya hingga kini belum menemukan seseorg yg mampu meluluhkan hatinya...
Putraku A'ang pun sudah semakin besar... entah terkadang aq selalu merasa kurang beruntung.. padahal dr segi materi suamiku tidak pernah kurang memberikanku jatah malah selalu lebih..
Mertuaku.. kini semakin menyayangiku.. hampir tiap hr mereka mengunjungiku.. memberikanku dan putraku oleh2... ahhh.. sedikit lg.. fikirku...
"Raa... ra.. kamu dapet undangan nih..." tampak nanda berlari masuk ke dalam butikku sambil jauh2 sudah menyodorkan lenganya yg memegang kartu undangan...
"Siapa Nan??"
"Buka aja sendiri"
Ku perhatikan sampul undangan tersebut.. tampak photo sepasang pengantin dengan gaunya yg indah.. ahhh.. itu Priyan.. akhirnya dia menikah juga.. apakah pernikahanya kali ini akan baik2 saja???
"Nan.. dapet ketemu ya sama Priyan?"
"Dapet.. dia sendiri yg megantarkan undangan itu padaku.."
"Kamu akan datang? menurutmu apakah dia tampak bahagia??"
"Iya ra.. sangat terlihat bahagia.."
Aku tersenyum mendengar jawaban dr Nanda.. andai saja dulu aku tak mempermainkan perasaanya.. mungkin saat itu kami sudah bahagia..
dia orang yg baik.. bahkan aku yg sudah tidur dg laki2 lainpun dia masih tetap sama dan tetap percaya padaku..
"Kamu kenapa ra?? kok nangis?"
Aku menggelengkan kepalaku sejenak kemudian segera menyeka air mata yg tak kuasa utkku tahan lg..
"ga apa2 Nan.. hanya terharu... aku lega.. akhirnya Priyan benar2 menikah.."
Aku bahagia.. bahagia melihat Mas Priyan bahagia.. rasa bersalahku yg dl kepadanya sedikit terobati kegika melihat undangan ini.. semoga km benar2 bahagia mas...
Ku hadiri pesta pernikahan Mas Priyan bersama suamiku Mas Robby.. kuucapkan selamat padanya juga pada wanita disebelahnya yg setauku dr nama di kartu undangan bernama Ratih..
Sangat cantik dan anggun.. aku iri padanya.. pernikahanku tak seindah itu...
"Mas.. bagus ya acaranya??" Tanyaku pada Mas Robby
Mas Robby hanya mengangguk aku rasa dia masih agak tidak suka terhadap Mas Priyan..
Setelah acara usai aku segera berpamitan pulang.. dan ku ajak Mas Robby ke rumah.. tak ku ijinkan dia menemui Mbak Mita utk hari ini.. aku merindukan suamiku.. aku merindukan cintanya..
Ku serahkan A'ang pada baby sistee.. ku suruh dia mengurus babyku.. dan aku mulai menjalankan aksiku utk menarik perhatian Mas Robby..
Ku ajak dia ke kamar kemudian segera ku kunci pintu...
Secara perlahan ku raba sekujur tubuhnya... aku sengaja menunda2 agar gairah Mas Robby terpancing.. sampai akhirnya dia benar2 tak tahan dan mulai menyerangku.. menciumiku.. hingga kami akhirnya sama2 lelah telah bercinta...
Aku tertidur dalam dekapan Mas Robby.. ku bisikkan kata manis padanya..
"Mas.. aku mencintaimu.. bisakah kamu lebih peduli padaku" sambil merayunya ku raba dadanya yg bidang tanpa baju..
"Tentu sayang.." Jawabnya kemudian mencium keningku dengan mesranya..
Betapa bahagianya aku.. disini aku bercinta dengan bahagia bersama Mas Robby tp disana Mbak Mita tengah menderita menahan sakitnya..
Sudah sekian bulan.. Mbak Mita tergolek lemas tas berdaya.. bahkan ia tampak senakin kurus.. seperti hanya tulang yg dibalut kulit saja... utk berdiripun ia tak mampu.. bahkan tak sanggup bicara lg..
Mas Robby pun mulai tak mengurusnya.. apalg mengurus.. menengokpun ia enggan.. hanya anak2nyalah yg selalu meluangkan waktu utk merawat Mbak Mita..
"Mas.. km ga jagain mbak mita?" Tnyaku pada mas robby.. memang sejak sakit Mbak Mita semakin parah Mas Robby lebih sering berada dirumahku..
"Ga Ra.. aku butuh belain dan cinta.. dan Mita ga bs memberikan itu.. dia sekarat.." ucap Maa Robby.. sejujurnya aq sangat puas mendengarnya.. itu artinya peletku sukses..
Seminggu setelahnya ku coba menengok Mbak Mita ke rumah Mas Robby.. memang.. ia tampak begitu malang seperti mayat hidup.. ada hal yg kutakutkan.. ternyata anak2nya mencarikanya sejenis paranormal yg mampu mengobati.. aku mulai cemas...
"Ini kena santet org.. sepertinya sudah lama.. apa sebelumnya tdk pernah diobati??" ujar paranormal tersbut..
"Belum pak.. jd gimana?"
"saya hanya mencoba.. tapi tidak yakin"
Diberikanya Mbak Mita air putih yg mungkin telah dimantrai dengan doa2..dan diminumkanya kepada Mbak Mita.. sedang tatapan Mbak Mita melihat kearahku dengan wajah yg marah tapi memelas.. mungkin dia telah mencurigaiku namun dia tak mampu bicara..
Namun apalah daya.. mungkin memang semua sudah terlmabat setelah meminum air yg diberikan paranormal tersebut Mbak Mita menghembuskan nafas terakhirnya.. dan aki hanya mampu menarik nafas lega penuh kemenangan..
"Inalilahi waina ilahi rojiun" ucap sang paranormal diikuti dengan tangis anak2 Mbak Mita..
sedangkan Mas Robby masih pada posisinya yg sama memeluk bahuku..
Pemakamanpun dilaksanakan tanpa ada yg tau kebenaran apa yg menimpa Mbak Mita.. tapi ada 1 hal yg sampai skrg blun bisa berubah.. anak2 Mbak Mita masih sangat membenciku..
"Mas.. anak2mu lo.. msh belum bisa menerimaku.."
"Sabar ya.. nanti aku yg akan bicara pada mereka.."
Aku hanya tersenyum kemudian menghampiri sahabatku Nanda yg turut hadir dalam pemakaman itu..
"Yang tabah ya Ra.. aku turut berduka cita"
"Alhamdulilah.. gitu dong Nan.."
"Huss... km kok gitu sih???"
"Iya... soalnya aku yg membunuh Mbal Mita" bisikku dan kemudian tersenyum sinis penuh kemenangan
"Apa????" Segera ku tutup mulut Nanda yg berteriak agak sedikit keras..
Ku ceritakan smua yg sudah kulakukan kepada Mbak Mita pada Nanda.. dia benar2 kaget atas kelakuan bejatku yg sdh menyiksa Mbak Mita..
"Ya Allah... aku ga nyangka km senekat itu Ra.."
"Dia penghalang bagikh Nan"
"Bukan.. tp kamu yg sudah merebut haknya" ujar Nanda dengan nada sangat marah..
Nanda meninggalkanku pergi dengan mulutnya yg entah tiba2 mengutukku keras.. aku tak peduli.. yg pasti 1 masalahku selesai..
Setelah acara pemakaman aku dan anakku dibopong ke rumah Mas Robby dan mulai tinggal disana.. dan rumah yang dl aku tinggalin aku kontrakkan...
"Makasih ya Mas.. sudah ajak aki tinggal disini.."
"Iya sayang.. tentu saja.. ini adalah hak kamu.. dan skrg kamu adalah nyonya dirumah ini..."
Aku merasa benar2 memperoleh kemenangan.. apalg mertuaku sangat menyayangiku.. kecuali anak2 Mas Robby.. sepertinya akupun harua membereskan mereka tanpa jejak..
"Mas.. gimana ya mas... aku ga nyaman.."
"kenapa Ra???"
"Mas.. aku ga nyaman sama anak2 mas.. mereka sepertinya membenciku"
"Trus harus gimana ra??"
Ku usulkan pada Mas Robby agar anak2nya di pindahkan dan si berikan rumah asal tdk tinggal serumah denganku... dan syukurnya Mas Robby setuju.. emang mulutku yg manis sangat mempan dalam merayu Mas Robby..
Secara diam2 Anak2 Mas Robby mencarikanku orang pintar.. entah apa statusnya aku tak pernah tau.. mereka mencari tau apa yg sebenarnya telah aku lakukan pada keluarganya..
"Mas.. kok sakit ya semua badanku?" ujarku pada Mss Robby..
" Memangnya knp?"
"Ga tau juga Mas"
Aku diajak ke dokter oleh Mas Robby.. tapi medis menyatakan aku baik2 saja.. bahkan sudah segala tes aku jalani.. namun hasilnya nihil.. tak pernah terlintas difikiranku bahwa aku termakan oleh perbuatanku sendiri..
Kondisiku masih biasa saja.. hanya terkadang saja keluhan rasa sakit itu datang... aku mencoba menghubungi Nanda saat berada di butik.. aku ingin curhat padanya... agar beban di otakku sedikit berkurang.. tp Nanda sepertinya sangat membenciku.. apalagi utk mengangkat tlp.. sms/bbmku aja sepertinya tak dibaca olehnya...
Ku hubungi mamaku.. ku sampaikan aku merindukanya.. aku berharap mama mau menemuiku ke butim.. karena utk pulang aku sudah tak brani lg.. papa sangat marah padaku.. bahkan mungkin sudah mengutukku sbg seorang anak..
Entah.. watak jahat siapa yg aku warisi.. sedang orang tuaku tak pernah bersikap sebejatku ini..
Mama bersedia mengunjungi aku ke butik.. ku peluk tubuhnya yg sudah mulai renta.. wajahnya tampak keriput san terlihat tua.. aku rasa mama kurang perawatan... ku cium tanganya.. pipinya..
"Maafkan Lara ma... sudah tidak menjadi anak yg baik bagi kalian"
"Iya sayang.." Mama menatap wajahku dan membelai rambutku dengan lembutnya...
Ku sampaikan apa yg sudah ku alami selama ini.. ku sampaikan perbuatan keji apa yg sudah kulakukan.. bahkan sampai membuat Mbak Mita meninggal..
"Lara.. selama ini mama dan papa tdk pernah mengajarkanmu utk percaya ilmu hitam.. lalu kenapa km lakukan itu??" tanya mama dalam isak tangisnya yg aku rasa dia telah menyesal membesarkanku..
"Aku tau ma... jd aku harus gimana sekarang?? aku ingin menyelesaikan semua tp aku rasa sudah terlambat"
Ku jelaskan pada mama aku belum mencabut santet yg dl ku pasang.. aku takut jika mencabutnya semua berubah total dalam seketika.. Bagaimana kalau mertuaku tiba2 sadar? bagaimana kalau Mas Robby menceraikanku ketika tau semuanya??
"Nak.. segala perbuatan yg sudah kamu lakukan akan ada timbal baliknya.."
"Maa.." regekku pada mama dan meneteskan air mata..
"Sadarlah nak.. sebelum semua terlambat" dipeluknya tubuhku oleh mama..
Baru kali ini aku merasakan tubuhku bergetar.. entah perasaan takut apa yg sedang menghantuiku.. ingin aku berlari tapi tak tahu harus kemana lagi..
Aku membutuhkan wakti utk berfikir dan memikirkan cara.. bagaimana aku harus meminta maaf pada suamiku.. pada mertuaku dan juga anak2 tiriku..
Aku merasa mereka smua akan membunuhku setelah tau semua perbuatanku yg keji itu.. aku mencoba menghubungi Nanda sekali lg dan sekali lg.. berkali2 ku hubungi.. namun tak juga ada jawaban.. Rasanya kalau sudah begini aku lebih baik mati saja...
Akhirnya aku berinisiatif utk mendatangi rumah Nanda dan menemuinya.. ku tutup butikku setelah mama pulang dan memintaku utk meluangkan waktu datang kerumah dan minta maaf ke papa..
Aku bergegas menuju rumah Nanda.. di jalan aku masih tetap berusaha menghubunginya.. menelpon.. sms dan bbm.. walau tetap tak di reaponya...
Entah perasaan apa yg telah menyelimutiku dalam seketika saja.. ingin ku perbaiki dan mengulang waktu namun ku rasa semua telah sia2.. Sesampai dirumah Nanda ku berlari masuk kedalam.. menegur orang tuanya dan menanyakan keberadaan Nanda..
"Nan..." panggilku padanya ketika melihatnya di dalam kamar..
Nanda menoleh ke arahku namun berpaling kembali tanpa menjawab sepatah katapun.. ku hampiri dia dan duduk di sebelahnya yg sedang berbaring sambil bermain ponsel..
"Please Nan.. jangan giniin aku.."
"Kamu mau apa?? aku ga punya teman yg perhati bajingan kayak km!!"
"Maafkan aku Nan"
"Kenapa minta maaf sama aku?? salahmu bukan padaku.. tp pada suami,mertua dan anak2mu.. juga pada org tuamu!!"
"Aku tau Nan.. itu yg membuatku bingung.. bantu aku.."
Ku sampaikan niatku yg ingin memperbaiki keadaan dan meminta maaf pada semua yg telah ku sakiti.. ku utarakan perasaanku dan keluhanku selama ini.. ku luapkan rasa bersalahku yg begitu besar kepada Nanda.. dan aku berharap dia berniat memberiku solusi dan saran..
"Trus gimana?" tanya Nanda yg kemudian bangkit dar tidurnya kemudian duduk seraya menatap mataku..
"Aku bingung.. aku ga tau harus apa.."
"Ya sudah.. kamu ucapkan segala kesalahanmu kepada siapapun yg sdh kamu sakiti kemudian minta maaflah dengan tulus.."
"Tapi..."
"Tapi apa lagi?? klo km ga siap ya udah terserah.."
Ku ikuti saran yg diberikan oleh Nanda.. setelah berpamitan aku menuju rumah orang tuaku... ku sujudkan badan ku pada kaki kedua orang tuaku sambil meminta maaf kepada mereka..
"Pa... Ma.. Maafkan Lara.. Lara sangat menyesal telah menyakiti kalian.." ucapku yg pada akhirnya membuatku meneteskan air mata..
Papaku hanya terpaku dan tak menjawab sepatah katapun.. sedang mamaku telah memegang lenganku dan memintaku utk bangun dr sujudku.. dipeluknya aku dan Mama menerima maaf drku.. tp tidak dengan papa...
"Kamu harus meminta maaf dl sama smua orang yg sudah kamu lukai.. baru kamu cari Papa" tegas papa padaku..
Ku titikan air mataku ku cium tagan papa.. walau pada akhirnya ia tepis.. aku berpamitan utk kerumah Mas Priyan dan meminta maaf padanya..
Sebelumnya aku menjemput Nanda.. memintanya utk mengantarku pada Mas Priyan agar tak terjadi salah paham antar dia dan suaminya juga aku..
"Mbak... maaf.. saya mengganggu hari kalian" ujarku pada seseorang yg kurasa adalah istri dari Mas Priyan..
"Kenapa ya??" tanyanya..
"Begini mbak.. Mas.. maafkan saya... saya hanya secara pribadi ingin meminta maaf pada Mas Priyan atas kesalahan saya sebelumnya.."
"Ya.. saya tau masalah itu dan Mas Priyan sudah menceritakanya.. bagi saya sih itu tak masalah.. tapi tidak tau bagaiamana tanggapan Mas Priyan.." Istri Mas Priyan menoleh ke arah Mas Priyan..
"Begini ya Ra.. hubugan kita sudah lama berakhir.. jadi aku sudah melupakan semua itu" terangnya..
"saya tau mas.. saya hanya ingin mengungkapkan maaf saya secara langsung jujur hati ini tak tenang..."
"Baik Ra.. saya maafkan semua kesalahan saya di masa lalu"
Obrolan kami di akhiri dengan kesepakatan utk menjadi teman sekaligus saudara yg tidak akan pernah sungkan meminta bantuan jika ada masalah...
Sedikit bisa bernafas lega.. aku bergegas pulang ke rumah org tuaku dan di temani Nanda.. ku sampaikan kepada Papa kalau aku sudah bertandang ke rumah Mas Priyan dan meminta maaf padany..
"Pa... Lara sudah minta maaf pada Mas Priyan.. dan Ia sudah memberi maafnya dengan sangat iklas.. dan skrg Lara berharap.. papa pun bisa memaafkan Lara.."
Papa menangis dan memelukku.. seperti sudah lama membendung rasa kangenya terhadapku..
"Maafin Lara pa..."
"Iya sayang... skarang selesaikan smua masalahmu yg lain.. Anakmu mana?"
"Iya pa.. makasi... oh ya.. pa ma... Lara pulang dl ya.. mw nengok A'ang.. sdh terlalu lama aku tinggal dia"
Setelah mencium kedua tangan org tuaku.. aku dan Nanda berpamitan dan ku antar Nanda kerumahnya... dalam perjalanan ku tanyakan bagaimana semestinya aku bicara degan Mas Robby..
"Sebaiknya hari ini kamu istirahat dl Ra.. km bisa lakukan itu besok"
"Baik Nan.. jujur aku gemetar dan ada perasaan takut.."
"Aku paham... " Nanda menoleh ke arahku dan tersenyum kemudian menepuk2 pundakku menenangkan aku..
Ku peluk putra semata wayangku.. ku bisikkan di telinganya.. Nak... km harus kuat.. ada mama yg akan menjaga km selalu nak..
"Ra.. kenapa aku rasa km seperti gelisah?"
"Ga apa2 mas..."
Ku bangkit dan ku baringkan putraku di box tempat tdrnya.. dan kembali ke tempat tidurku bersama Mas Robby.. Ku biarkan Mas Robby merengkuhku.. menjamahku.. mungkin ini yg terakhir akan ku rasakan bersamanya.. aku tak pernah tau apa yg terjadi esok setelah ku membongkar semua kebusukanku..
Ku cium suamiku dengan lembut..
"Ra... kenapa?"
"kenapa mas??"
"Aku merasa ada yg berbeda dari kamu"
"aku baik2 saja mas.."
ku nikmati dan ku habiskan malamku degan Mas Robby dengan baik.. dan penuh cinta.. aku merasa setelahnya semua akan berakhir.. hal terburuk telah ku bayangkan saat aku mengakui kesalahanku yg sudah fatal..
Matahari tampak mulai mengganggu mataku di pagi hari.. iya.. hari ini adalah minggu dan Mas Robby tidak pergi bekerja.. aku rasa ini adalah hari yg tepat utk mengungkapkan semua kebohongan dan kesalahanku..
Sebelumnya ku bersihkan diriku terlebih dahulu.. kemudian memandikan A'ang.. kami makan bersama termasuk anak2 dr Mas Robby..
"Maaf semua.. mohon waktunya sebentar.." Ku lirik semua yg ada disana dan kusampaikan kepada mereka agar berkumpul semua karena akan ada yg aku sampaikan...
Semua yg berkumpul menoleh ke arahku seperti mencurigai sesuatu..
"Maaf Ra.. ada apa ini??" Tanya Mas Robby padaku..
"Iya Mas kita berkumpul dl setelah makan.. nanti akan tau semua apa yg ingin aku sampaikan"
Aku mendahului dr meja makan dan menunggu semua di ruang keluarga.. perasaan sudah mulai tak enak.. dan dadaku seperti bergetar.. entah akannhd seperti apa nanti.. tak bisa ku bayangkan..
Semua sudah berkumpul dan menatapku dengan pandangan yg sangat aneh... bibirku kelu sepertinya aku takkan sanggup mengeluarkan sepatah katapun jika mereka melihatku seperti melihat seorang hantu..
"Mau bilang apa Ra??" Mas Robby mendahului pembicaraan.. menenangkan semua yg tampak tegang..
"Sebelumnya aku minta maaf pada kalian smua.. mungkin pengakuanku akan mengagetkan kalian.. dan setelah aku jujur tentang semua yg aku pendam selama ini.. aku ijinkan kalian mengambil keputusan apapun"
"Ada apa Lara??" Ibu mertuaku terlihat sangat penasaran..
"Sekali lg aku minta maaf sebelumnya.. aku wanita yg sangat jahat bahkan mungkin lebih jahat dr apa yg kalian ketahui.."
"Iya.. km memang jahat!!!! kamu sudah membuat mama kami meninggal.." ucap salah satu putri Mas Robby yg bernama ratu..
"Diam dulu... biarkan mama Lara bicara" tegur Mas Robby seraya menoleh ke arah ratu yg duduk tepat pada sebelah kanan Mas Robby..
"Baik.. aku lanjutkan.. dr awal aku kenal Mas Robby.. aku sudah mulai menyukainya.. bahkan niat burukku sdh muncul disana" Awal pembicaraanku membuat semua seperti menahan emosinya..
Semua terlihat menatapku kuat.. bahkan rasanya mereka seperti hendak menerkamku sbg sasaran empuk..
"Bu... pak... Mas Rob.. anak2 semua... aku sudah membunuh Mbak Mita secara perlahan.."
Aku meneteskan air mataku dan "plakkkkkkkkk" Mas Robby menamparku dengan sangat keras...
"Paaa.. paaa... duduk dulu.. dengarkan dl dia bicara" ucap anak Mas Robby dan menarik Mas robby mengajaknya duduk..
"Maafkan saya Mas.. dan semuanya... Aku sudah menyantet Mbak Mita... sampai dia meninggal.."
"Aku sudah menduga itu smua... pasti mama meninggal krn di santet mak lampir ini!!!!" bentak salah satu putri Mas Robby..
Mertuaku hanya bisa menangis dan menyebut2 nama Mbak Mita..
"Kamu benar2 kurang ajar Ra... km sudah keterlaluan.. perbuatanmu sudah ga bisa di maafkan!!! keluar km!!! keluar dr rumah ini!!!!" Mas Robby membentakku sambil berdiri.. dan menunjukku utk keluar dr rumah..
"Ehhh.. wanita keparat... kamu ga dengar??? Keluar dari sini!!!" bentak anak2 Mas Robby padaku...
Aku berdiri.. mencoba berdiri.. kakiku terasa begitu lemah.. badanku gemetar... aku berjalan keluar dr ruanganku dan mulai mengepak barang2ku dan berkemas utk pergi dr sana.. ku kemas pula perlengkapan putraku.. hatiku terasa sangat sakit...
Aku berjalan keluar rumah.. yg bisa ku bawa pergi dr rumah itu hanyalah anakku.. pakaianku.. dan mobil yg memang mobil itu adalah pemberian orang tuaku dulu... aku berpamitan pada mereka smua..
tapi tak ada 1 pun yg peduli terhadapku.. bahkan utk menolehkupun tidak..
Ku jalankan mobilku ku ajak baby sister yg memang sedari lahiran sudah ku sewa..
"Ce... kamu juga membenciku??"
"Tidak bu... ibu yg sudah menggaji saya.." jawabnya..
Aku tau wanita ini tulus menjadi baby sister.. blum lg memang aku yg sangat baik padanya.. jelas dia tdk membenciku... aku berfikir.. aku harus kemana hari ini????
Ku telpon Nanda.. ku katakan keadaanku yg sebenarnya.. dan dia memintaku utk kerumahnya terlebih dahulu..
Ku biarkan Babyku beristirahat bersama baby sisternya... Nanda cukup baik memberikanya sebuah kamar utk tidur sejenak.. sedang aku berbicara dengan Nanda di kamarnya...
"Nan.. aku sudah bicarakan smua kejahatanku selama ini pada mereka.." kataku sambil menunduk..
"Lalu??"
"Mereka mengusirku pergi Nan.. bahkan mengutukku" ucapku.. tak terasa air mataku menetes...
Nanda menghapuskanya... dan kemudan memelukku erat.. menepuk2 punggungku dan berusaha menenangkanku..
"Ini lebih baik drpada mereka melaporkanmu pada polisi ra... kamu hanya diusir.. yg ptg kamu sudah jujur itu sudah benar2 kebranian yang luar biasa.."
ucapan nanda benar2 mampu menguatkan hatiku.. walau tak sepenuhnya aq merasa baik..
"Kira2 aq harus kemana Nan??"
"Sebaiknya km pulang ke rumah orang tuamu Ra.. kamu harus jujur dan mengatakan smua keadaanmu.."
"Apa mereka akan menerimaku??"
"Tak ada org tua yg benar2 membenci anaknya Ra.."
"Percayalah.. mereka akan menerimamu dengan pelukan.."
Aku benar2 merasa telah kotor.. bahkan sangat kotor.. ku minta pada Nanda utk mengijinkanku meginap sehari saja di rmhnya... akupun meminta Nanda utk mengajakku shalat.. sudah lama aku tak mendekatkan diriku pada Allah.. bahkan mungkin aku sudah lupa bagaimana caranya utk shalat..
Aku berpamit pada Nanda dan kedua orang tuanya... org tua Nanda sangatlah baik padaku mereka sama seperti Nanda.. sangat mensuport niatku yg ingin menjadi lebih baik lg..
"Asalam mualaikum.." Sapaku di dpn rumah orang tuaku.. ini adalah kali pertama aku mengucapkan salam setelah sekian lama aku lupa tentang kebaikan yg terkandunh dalam salam..
"Wa'alaikum salam" Mama menyambutku keluar.. sedang papa tak ada drmh karena keluar kota..
"Lo.. kenapa Ra?? kenapa membawa tas sebesar itu??"
"Ma... maafkan Lara.."
"Masuk dulu... sini..."
Mama membimbingku masuk ke dalam.. dan meminta baby sister turut masuk mengajak putraku beristirahat di kamar yg sdh di siapkan pembantu..
Ku ceritakan semua yg sudah ku alami kepada mama.. dan tentunya aku ceritakan pula ke papa setelah beliau datang...aku benar2 berada dalam kegelisahan hati yg entah sampai kapan akan bimbang.. hanya saja aku msh bs bersyukur.. walau agak terlambat aku msh bisa menyadarinya dan segera meminta maaf...
Ku hampiri Mas Robby ke kantornya... aku ingin mengembalikan sesuatu yg sudah bukan hakku lg.. yaitu butik pemeberian Mas Robby dl..
"Mas.. maaf ganggu.. aku hbya ingin mengembalikan ini" ku sodorkan kunci butik di ataa meja kerja Mas Robby..
Tak ada jawaban sepatah katapun yg keluar dr mulutnya.. hanya mengambil kunci saja.. dan aku permisi keluar.. cinta Mas Robby benar2 sudah lenyap..
Hari berganti hari.. aku berfikir Mas Robby akan mengurus perceraian kami.. setelah sekian lama aku tunggu tp tak ada kabar apapun juga.. utk menghubunginya saja aku rasa sdh tak ada hak apapun lg.. dan aku hanya bisa menunggunya saja..
Aku merasa sakit.. sekujur rubuhku kaku... sangat sakit... aku keluhkan rasa ini pada org tuaku.. mereka menyarankan agar aku merujuk pada dokter..
"Ma.. Pa.. Lara kenapa ya.. badan sakit semua"
"Mungkin km capek ra.. sudah sana ke dokter dl.. minta anter sopir"
Ku ikuti saran kedua org tuaku dan bergegas menuju dokter langgananku..
"Mungkin kecape'an.. nanti saya berikan penghilang rasa sakit saja dl... kalau keluhanya masih coba datang lg ya.."
"Iya.. trimakasih dok.."
Ku santap obat yg diberikam dokter setelah aku makan.. sakitnya meredam... tp itu tak bertahan lama... sakitnya datang lg beberapa saat kemudian..
Entah ini apa... aku tak paham.. ku hibur diriku dg candaan si kecil.. ku lupakan sakitku dan berharap lenyap.. tp apa yg terjadi semakin hati menjadi2 saja..
Pagi ini aku tak mampu melihat mentari.. semua tampak gelap.. aku berteriak histeris..
"Paaa...... maaaaa........"
"Lara.... kamu kenapa teriak seperti itu????" Papa menghampiriku sedang mama menyusulnya dr belakang...
"Paa... Lara ga bisa lihat apapun... semua gelap pa... pa... tolong lara...."
"kamu serius??"
"Serius paaa..."
Aku menangis sejadi2nya... rasanya benar2 mengerikan krn semua tampak hitam dan tak terlihat apapun.. Papa mama mengajakku ke dokter mata.. sedang Putraku tetap di rawan baby sister..
"Bagaimana dok??"
"Sebenanrnya tidak ada masalah dengan kornea matanya.. tampak baik2 saja.. aneh saya rasa kenapa sampai tidak bisa melihat"
"Lalu kami harus bagaimana?"
"Coba dl ya.. obat ini" dokter menyodorkan beberapa obat dan tetes mata pada papa..
sedangkan Mama membimbingku berjalan menuju mobil utk pulang.. sepanjang jalan aku hanya bisa menangis...
"Sudah nak... km berdoa.. semoga Tuhan kasi mujizatnya" ujar mama padaku..
Aku hanya bisa mengangguk saja.. rasanya tak ada yg bs aku kerjakan berada dalam situasi seperti ini..
Setiap pagi sakitku semakin parah saja... setelab mata.. kemudian tangan yg tiba2 terasa mati tak bisa di gerakkan.. begitu seterusnya sampai aku benar2 lumpuh total.. utk bicarapun sulit..
Org tuaku sudah mengajakku berobat kemana2 tp tak jua ada hasil.. dokter tak bisa mendeteksi penyakitku.. akhirnya papa memanggilkanku seorang pintar utk memeriksaku..
"Bu pak.. maaf.. putri ibu sepertinya pernah bermain ilmu hitam??"
"Saya kurang paham pak.. gimana ya?" tanya papaku..
"Begini.. sepertinya putri ibu sempat membuat org lain menderita dg ilmu hitam, jadi karena sudah lama dia tdk memberi sesajen/ semacamnya mungkin yg dituntut.. sekarang semua itu jd berbalik padanya"
Org tuaku hanya bisa menangis dan kemudian bertanya apa yg harus mereka lakukan utk kesembuhanku..
"Berdoalah.. minta petunjuknpada allah.. putri kalian sudah sekarat.. mungkin hanya maaf dr mereka yg pernah disakiti yg mampu membebaskanya dr semua ini.."
Org pintar itu memberikan minum padaku yg mungkin sudah berisi doa2.. aq lebih sedikit tenang.. rasa sakitku berkurang.. bagaimana aku harus minta maaf degan kondisiku seperti ini???
Orang tuaku mengunjungi keluarga Mas Robby.. mereka berharap bisa membujuk keluarga itu utk menengokku dan memberikan maaf secara langsung... sejujurnya aku sudah tak tahan lagi.. berasa berada di ambang kematian tp tak sanggup utk melepaskan nafas ini..
"Nak Robby... ibu bapak.. dan semua yg ada disini.. mohon maaf... mungkin kedatangan kami membuat kalian kaget.. kami orang tua Lara.."
"Nggih.. maaf ya pak.. ada hal apa yg membuat kalian harus datang kemari?" tnya Mas Robbh pada Papaku..
"Maaf nak Robby.. begini.. Lara sekarang berada dalam kondisi yg kritis.." belum sempat melanjutkan bicaranya papa sudah menangis...
Mama memegang tangan papa dan mengelua pundaknya..
"Kritis gimana ya pak? Lara sakit?"
"Dibilang sakit.. tp pemeriksaan dokter adalah nihil.. dibilang tidak sakit tp dia sakit"
Secara perlahan Papa dan Mama menjelaskan keadaanku pada Mas Robby juga keluarganya... tapi apa yg di harapkan tidaklah berjalan dengan baik.. karena Mas Robby juga keluarganya belum berkenan untuk memaafkanku..
Papa mama pulang dengan kecewa yg mendalam.. mereka bingung harus bagaimana menyelamatkanku lg.. segala cara sudah tak berpengaruh sama sekali..
"Ra... coba km sambil doa juga ya.. walau dalam hati ga apa2.. yg penting km sudah mengakui kesalahanmu.." mama berbisik di telingaku..
Tak ada yg bisa ku jawab.. krn utk bicarapun aku sulit.. hanya air mata yg keluar dari pelupuk mataku... aku rindu masa2ku dl.. apakah ini karma?? ya.. aku rasa begitu... aku ingin melihat putraku.. tp tak tahu hrs menyampaikan seperti apa kepada semua orang agar mereka paham.. sedang akupun takkan bisa menatapnya dengan pandanganku yg gelap..
Mungkin seperti ini rasanya jadi Mbak Mita dulu ketika aku sakiti.. ahhh.. Mbak Mita.. maafkan saya mbak.. maafkan saya... lenguhku dalam hati...
Entah sudah berapa lama aku terbaring tak berdaya seperti ini..
"Mama.... A'ang datang nengok mama.. mama cpt sembuh ya..." terdegar suara baby sister masuk ke dalam kamarku sepertinya ia berusaha mewakilkan putraku yg memang msh baby dan tentu blm bisa bicara..
Disentuhkanya jemari kecil pada tanganku yg kelu.. terada sekali tanganya yg mungil meraba wajahku kemudian bibir kecilnya mencium pipiku.. aku menangis lg... sampai kapan aku seperti ini???
Setelah seminggu berlalu sejak penolakan keluarga Mas Robby dan keluarganya atas permohonan utk memberikan maaf terhadapku.. akhirnya Mas Robby dan keluarganya datang menemuiku.. tentu saja aku tahu.. karena org tuaku memberi tahukanku..
"Nak... ini ada suamimu.. mertua dan anak2 tirimu datang kemari.." Papa dan Mamaku memberi tahuku dan kemudian mama memegang tanganku...
iya... Mas Robby masih berstatus sebagai suamiku.. aku masih memiliki mertua dan juga anak2 tiri.. karena setelah perpisahan kemarin Mas Robby tak pernah mengurus perceraian kami..
Air mataku terjatuh.. ingin rasanya aku melihat bagaimana raut wajah suamiku.. mertuaku dan anak2 tiriku ketika melihatku.. aku penasaran degan ekspresi mereka.. apakah mereka bahagia?? atau mereka bersedih??? sama sekali tak terbayang olehku..
"Bicaralah nak.. bicara perlahan.." ucap mamaku..
Ku coba membuka sedikit demi sedikit bibirku yg terasa kaku.. aku ingin meminta maaf yg sebesar2nya kembali pada mereka.. dan berharap mereka mampu memaafkanku degan hati yg lapang dan tulus..
"Mas... Roo.. ro.. Robby.." Ucapku secara terbata2..
Sepertinya Mas Robby telah berada disampigku dan ku rasakan genggaman hangat tanganya yg dl selalu menggenggamku..
"Iya Ra.. Mas ada di sampingmu skarang.."
"Mas... maafkan segala kesalahan Lara Mas.. Lara menyesal.."
Air mata yg sempan tertahan kini mengalir lg bagai air.. dihapuskanya air mata ini oleh jari Mas Robby.. degan lembut dia membelai pipiku..
"Mas..."
"Lara... jangan banyak bicara.. Mas sudah memaafkanmu.. kamu harus sembuh ya.. demi putra kita.."
Aku menangguk pelan..
"Bapak... Ibu..." aku memanggil kedua mertuaku.. dan aku rasakan mereka menghampiriku secara bersamaan.. sedang Mas Robby sepertinya menjauh dan memberi celah kepada mertuaku utk melihatku lebih dekat lg..
"Ibu.. Bapak.. maafkan Lara ya... Lara sudah salah besar terhadap kalian.."
Sepertinya ibu yg menciumku.. dan Bapak menggemggam tanganku.. mereka terdengar terisak dan menangis... mungkin mereka kasian melihat keadaanku yg sangat mengerikan..
"Sudah.. kami sudah memaafkanmu nak.. kami semua menyayangimu.." ujar Bapak mertuaku..
Setelah terdiam sekian detik.. ku dengar sekitarku banyak yg menangis.. entah siapa saja aku tak bisa menebaknya... dan sepertinya putri2 dari Mas Robby mendekat padaku.. mencium tanganku.. mencium pipiku..
"Mama Lara.. maafkan kami ya ma" ini pertama kalinya mereka memanggilku mama.. dan air mataku sekita terjatuh lg..
ada perasaan lega dan haru mendengar mereka memanggilki mama..
"Anak2 mama yg cantik.. maafkan mamamu yang bodoh ini ya sayang??"
Tak ada jawaban apapun dr mereka.. hanya pelukan dan ciuman yg mereka berikan padaku.. Trimakasihh Tuhan.. ini adalah keajaiban bagiku..
menerima maaf yg tulus dr orang2 yang aku sayangi... dalam gelap ku seperti melihat senyum Mas Robby yg begitu ku rindukan... canda tawa mertuaku yg sudah lama tak ku dengar.. salam manis putri2 tiriku yg baru saja aku rasakan.. pelukan kedua orang tuaku.. dan tangis lucu putra kecilku..
aku lega.. aku tenang...
Dalam gelap ku langkahkan kakiku menuju arah yg entah kemana.. aku tak tau.. di depan sana aku melihat seseorang dengan jubahnya melambaikan tanganya memanggilku.. apakah dia seorang malaikat??
tp di belakangku ku dengar suara teriakan mama.. teriakan papa... memanggilku.. kemudian Mas Robby.. yang dengan lembutnya memanggilku sayang... mertuaku yg ku dengar memanggilku dengan cerewet.. lalu terdengar pula tangisan putri2 tiriku yg turut memanggilku mama.. dan terakhir tangisan putraku yg kelu..
Aku menoleh ke arah belakang.. tak kulihat mereka disana.. sedang di depan.. semakin dekat dan dekat.. tampak Mbak Mita melambaikan tanganya kepadaku.. tersenyum manis utkku..
Aku berlari menyusuri lorong yg tampak hitam dan gelap itu mencoba menghampiri Mbak Mita yg penuh dengan cahaya putih dan bersih sedang melambaikan tanganya dan memanggilku degan lembutnya...
Lalu... aku memeluknya.. mendekapnya erat..
"Mbak.. maafkan aku.."
Tak ada jawaban darinya.. hanya dia menuntunku dan menggandeng tanganku berjalannmenuju arah yg entah kemana mengikuti lelaki berjubah putih..
Iya.. aku pergi.. aku telah tiada dg perasaan lega atas maaf mereka..
Selamat tinggal Mama.. Papa.. Mas Robby.. Putraku.. Mertuaku.. Anak2ku.. Aku menyayangi kalian..
The end