Perkenalkan nama ku Sintia, aku seorang mahasiswi di universitas xxx. Hari ini adalah hari libur ku jadi aku memilih untuk berjalan-jalan ditaman, sudah lumayan lama aku berjalan-jalan disini.
Udara pagi yang segar, aku duduk disalah satu bangku taman sembari meminum air yang aku bawa.
Ah segarnya....
Saat sedang menikmati segarnya angin pagi, tiba-tiba aku melihat ada yang bergerak dibalik semak-semak sana. Karena aku penasaran, aku pun mendekati semak itu. Saat ku lihat...
Oh.. Ternyata seekor kucing yang sangat lucu. Ku lihat kanan dan kiri, tidak ada orang disini lantas kucing siapakah ini. Begitu lah kira-kira pertanyaan yang ada dibenak ku.
Kucing itu mendekati ku, dia bermanja dikaki ku, oh lucunya. Ku gendong dia lalu ku bawa pulang, sepertinya tidak ada yang punya lagi pula tidak ada tanda pengenal pada kucing ini.
Setelah sampai rumah, ku turunkan kucing itu lalu ku beri makan, wah dia sangat lahap. Sepertinya memang kucing ini tidak ada yang punya, buktinya dia begitu sangat semangat saat ku beri makan. Setelah aku memberi makan kucing itu, aku pun pergi mandi.
Saat aku selesai mandi, aku terkejut saat melihat kucing itu sudah berada dikamar ku, sepertinya tadi aku menutup pintu atau mungkin aku lupa, ah ya sudah lah mungkin aku lupa menutup pintu.
Setelah aku selesai berganti pakaian, ku lihat lagi kucing itu masih duduk manis diatas ranjang ku, oh cute. Ku pangku dia, ah iya, aku lupa melihat jenis kelaminnya dan saat ku lihat ternyata dia jantan, hmmm, akan aku beri nama siapa ya.
Chiko, iya Chiko, nama yang bagus. Aku mengajak Chiko bermain. Setelah lelah bermain aku pun tertidur, Chiko pun ikut tidur disamping ku. Lihatlah sangat imut sekali saat dia tidur.
Sore menjelang, aku terbangun dari tidur ku tetapi Chiko sudah tidak ada disamping ku, kemana perginya kucing itu. Saat kesadaran ku sudah terkumpul sempurna, samar-samar ku dengar gemericik air dari dalam kamar mandi.
Astaga, siapa itu, apakah ada maling, ah masa iya maling disiang bolong begini dan nggak mungkin juga dong maling mandi dirumah target, sangat aneh.
Karena aku penasaran, aku pun diam diatas tempat tidur dengan terus memandangi pintu kamar mandi. Aku penasaran tapi aku takut jadi aku lebih memilih diam ditempat tidur.
Tidak lama kemudian, pintu kamar mandi pun terbuka. Oh God, apa ini, seorang pemuda tampan keluar dari kamar mandi ku. Shitt, lihat lah body nya, astaga, perutnya. Hampir saja aku tergoda, buru-buru ku raih bantal lalu ku lempar kearah orang itu dengan berteriak.
"Siapa kau" Teriak ku masih dengan melempar bantal itu. Tapi dengan santai pemuda itu menangkap bantal dan berkata.
"Chiko"
What, Chiko, apakah aku sedang bermimpi, tidak mungkin, Chiko itu kucing kenapa bisa jadi manusia. Tidak-tidak, apakah Chiko siluman. Mengerikan, seketika bulu kuduk ku meremang.
Orang itu berjalan kearah ku, Oh God, dia masih belum memakai baju hanya berbelitkan handuk saja. Tolong jangan mendekat, bisa khilaf nanti aku.
Dia duduk disamping ku dengan tersenyum, oh astaga, betapa tampannya dia saat tersenyum seperti itu. Tiba-tiba dia mengulurkan tangannya kearah wajah ku.
"Mau apa kau" Tanya ku, sial dia tidak menjawab, hanya tersenyum saja. Tangannya menyentuh wajah ku, diusapnya pipi ku lembut, ya Tuhan, jangan sampai aku khilaf.
"Cantik" Ucapnya, aku terbengong mendengar dia mengatakan itu. Jantung ku serasa akan lompat dari tempatnya. Apa-apaan dia ini, kenapa membuat aku sport jantung begini.
"Kau siapa, kenapa bisa ada dikamar ku" Tanya ku lagi.
"Aku Chiko dan aku bisa ada disini karena kau yang membawa ku kan" Jawabnya dengan tersenyum manis.
"Tidak-tidak, Chiko itu seekor kucing" Bantah ku, aku masih tak percaya kalo dia itu Chiko, kucing ku.
"Aku Chiko, kau tak percaya" Ucapnya, aku dengan cepat menggelengkan kepala ku.
"Hmmm, sayangnya aku sudah tidak bisa menjadi kucing lagi karena mu" Ucapnya santai.
"Hah, aku" Tanya ku terkejut.
"Iya" Jawabnya.
"Bagaimana mungkin" Ucap ku masih tidak percaya.
"Baiklah, aku akan bercerita dengan mu, Sintia"
What dia tau nama ku, apakah benar dia Chiko kucing ku, pasalnya tadi aku sempat berkenalan dengan kucing itu.
Dia bercerita semuanya kepada ku, jadi inti dari ceritanya adalah, dia dulu seorang pangeran tapi karena kesalahannya, dia dikutuk menjadi kucing dan dibuang disini. Sungguh, aku tidak percaya sama sekali.
"Jadi, bagaimana mungkin aku bisa menghilangkan kutukan itu dari mu" Tanya ku usai dia menceritakan semuanya.
"Dengan mencium ku" Jawabnya.
Apa, menciumnya, aku ingat-ingat lagi, ah iya, tadi aku menciuminya. Sungguh ini seperti mimpi, karena aku masih tidak percaya jadi ku cubit tangan, ternyata sakit. Dia tertawa saat melihat ku mencubit tangan ku sendiri.
"Ini bukan mimpi sayang" Ujarnya, aku terbengong saat mendengar kata 'sayang' darinya.
"Jangan bengong begitu" Ucapnya lagi membuat aku tersadar.
Sejak saat itu, kami pun berpacaran. Kalian tau, aku masih mengira ini mimpi tapi bukan, ini semua nyata.
Saat aku sedang berpelukan dengannya, tiba-tiba ada suara...
CUT
Terima kasih sudah membaca cerita saya.
Semoga kalian terhibur.
Salam dari author.
~Mia
Papay.
Kabur........