Matahari sudah mulai berwarna jingga, dan mulai bergerak ke arah Barat. Aktivitas kampus sudah mulai kelihatan bosan pada wajah-wajah yang mulai lelah. Jam pulang kampus sama lelahnya dengan jam berangkat kampus. Semua orang akan terlihat sangat ceria walaupun dengan wajah-wajah lelah. Saya bersama teman saya, bergerak menuju kantin kampus, walau hanya mau menghabiskan uang dengan masing-masing berjumlah Rp. 5000. Bibir-bibir yang sudah terbiasa nakal dengan kopi sudah tak sabar lagi tuk melakukan aktivitas menyeruput.
Sejenak hanyut dalam keheningan. Lalu bersama-sama meneteskan tawa pada wajah-wajah yang makin serius dengan handphone di tangan. Kembali hening. Kenapa? Makin serius.
Saya membuka akun Messenger. Ada sapaan bernada ucapan trimahkasih dari akun berfoto seorang gadis. Trimahkasih atas konfirnya ya!! Katanya. Kalau dengan suara pasti kedengaran sangat lembut. Iya sama-sama. Balasku. Aktivitas chace makin hangat, mulai dari perkenalan, sampai entah sengaja atau tidak pikiranku memaksa tanganku untuk mengetik pesan dengan permohonan meminta nomor telefonnya. Telah terkirim.
Semenit kemudian, ia membalas. Dengan tak keberatan ia mengirim nomor ponsel sekaligus nomor WA. Terima kasih balasku. Suasana makin hangat, percakapan makin lancar. Sampai ia memintaku untuk vc.
Bisa VC ka kakak. Katanya. Jangan eh, saya hanya orang paling jelek dari semua yang pernah kau lihat. Jawabku polos. Hiis tidak eee. Ciptaan Tuhan tidak Ada yang jelek ok. Balasnya. He he.. benar juga, tapi Tuhan juga ciptakan mata kiri dan kanan tuk memilah Yang baik dari Yang jelek. jadi Kau pasti memilih Yang baik, Jawabku . Aiiii saya tidak memandang orang Buruk atau jelek. Saya tak pernah memandang orang sebelah mata oke. Jawabnya. Hehehe..kata-katamu mirip dengan kata-kata dari orang Yang pernah membuat saya tersenyum sekaligus menangis. balasku, dengan sedikit mengingat kisah sebelumnya.
Udara makin panas, suasana makin ganas. Segelas kopi tetap saja terpaku dalam bisunya yang kian hening, menunggu giliran siapa Yang akan menelan isinya lebih dahulu. Sementara balas-membalas chace makin mengawan.
Kaka pernah mencintai seseorang? Tanyanya membuatku terkejut. Ia.. jawabku. Saya pernah mencintai seseorang, tapi tidak sampai akhir, karna saya Bukan Yang terbaik untuk dia. Apakah kakak tidak ingin mencintai seseorang lagi? Iya kembali bertanya. Bisa saja saya mencintai seseorang, tapi saya takut Orang yang saya cintai itu akan terluka. Bagaimana dengan kamu, apa mau mencintai seseorang? Saya balik bertanya. Kenapa kamu takut orang Yang kamu cinta itu terluka.??? Saya ingin mencintai seseorang, tapi belum ada yang pas. Apakah kamu mau kalau selandainya saya mencintai kamu, dengan tulus dan tak memandang siapa kamu. Ia membalas dengan kata-katanya yang unik dan cukup meyakinkan. Aku hanya pasrah dan membalasnya. Saya takut mencintai seseorang karena mungkin saya tak bisa buat dia bahagia. Kamu bisa mencintai orang lain yang lebih baik dan kamu bisa bahagia... dan kamu akan merasa bersalah salah, jika sebenarnya saya yang mau kau cintai, adalah orang jahat, yang membuat ketulusanmu jadi luka sehingga membuatmu terluka.
Hidup adalah sebuah misteri yang dipenuhi dengan Sejuta kejutan. Itulah yang membuat hidup ini seperti Mawar. Selalu disukai banyak mata meski banyak carangnya yang berduri.