disiang hari yang panas seorang ibu berjalan dengan menggendong anak nya tanpa alas kaki di aspal yg sudah membara,tak terkira rasa hati ibu ini berkeringat dingin yg terbakar matahari tetapi ia hanya mendapat upah Rp.5.000 dari hasil jerih payahnya sendiri.ia pun berkata kepada anaknya bahwa kita hanya bisa membeli roti dan di potong menjadi 2 sisa uang akan di gunakan untuk esok hari anaknya menyetujui itu. anak itu bernama Malik Ibrahim dengan tersenyum berkata" tidak apa apa
ibu tanpa mu aku rasa aku akan mati kelaparan" ucap anaknya,sang ibu pun tersenyum sambil menangis atas sikap Malik. Setelah makan mereka tidur dekat dengan pos ronda ibunya melindungi Malik dari nyamuk nyamuk dan dinginnya udara di malam hari.Esok paginya ibunya mencari uang dengan memungut sampah sampai semua itu ia lakukan hingga Malik dewasa,Malik yg dewasa ini berusia 15 tahun ia sekolah dengan brkerja di sebuah kafe yg bernama love heart disini ia semakin hari semakin naik jabatan hidup ibu dan Malik berubah dari miskin menjadi kaya raya tetapi Malik tidak sombong hingga suatu hari ibunya meninggal padahal ibunya ingin ke tanah haji karena sudah pada ujung nya ibunya pun tiada. keesokan harinya ia dinaikkan menjadi direktur utama di kafe itu dan ia selalu memegang nama kafe terhebat tetapi kemudian seorang CEO kafe university press bilang" kamu knp tidak ikut dengan kami para usahawan tinggi", Malik berkata" karena ibu ku yg bilang kita tidak boleh iri terhadap orang lain dan tidak boleh sombong atas kekayaan yg kita miliki karena itu hanya sementara sedang aku sendiri lebih membanggakan ibuku dari pada diriku sendiri sebab ibuku lh yg telah memberikan banyak hal kepada diri saya sehingga bisa menjadi seseorang yg kalian lihat saat ini".