"Kau tau kan aku bukan wanita baik?, lantas kenapa kau membuatku marah HAH??!, aheheh baiklah kau tidak penurut, jadi kau akan mendapatkan hadiah yang indah hahahaha...."
"Eumm....eumm...."
"Hei sepertinya kau ingin berbicara adik tiriku, baiklah aku akan melepaskan penutup mulutmu ini hihihi", kata raya.
"LEPASKAN AKU WANITA GILA..., DASAR WANITA PSIKOPAT!!...", Teriak bella.
"Aku??", kata raya menunjuk dirinya sendiri.
"IYA GILA, SIAPA LAGI SELAIN WANITA PSIKOPAT SEPERTI DIRIMU!!", kata bella.
"Ayolah, jangan terlalu emosi, kau lupa bahwa KAU YANG MEMBUATKU SEPERTI INI?!, waktu aku kecil memang aku tidak bisa membalas semua perlakuanmu, mulai dari kau berbohong di depan papah kandungku sehingga dia membeciku, kau dan ibu mu sama saja wanita ja**ng YANG TIDAK TAU DIRI, bahkan kalian tidak punya harga diri ahahaha", ejek raya.
"TUTUP MULUTMU JA**NG", Teriak bella.
"Syut, anjing tidak boleh melawan pada majikan, baiklah pasti ini karna kau tidak sabar untuk mendapatkan hadiahnya ya?", kata raya sambil mencengkram wajah bella.
Bella hanya memalingkan wajahnya, bella tidak bisa bergerak karna tangan dan kakinya terikat di sebuah kursi besi.
"Baiklah...baiklah, sabar ya pasti hadiahnya lagi menuju kesini adikku tercinta hihihi", kata raya.
Tap....Tap...Tap...
"Nona ini kotaknya", kata bara.
"Hmm", jawab raya.
"Saya permisi pergi nona", kata bara sambil membungkukan badanya.
"Ya", jawab singkat raya.
"OH....adikku betapa senangnya hadiah yang ingin ku berikan padamu cepat sampai", kata raya.
Raya membawa kota itu dan menyimpanya di meja dekat kursi.
"Ayo adik silahkan buka hadiahnya", kata raya.
"HEH KAU BUTA!!, AKU INI DI IKAT JA**NG", kata bella.
"Astaga adikku tidak baik berbicara seperti itu pada kakakmu, baiklah maafkan kakakmu ini adik", kata raya pura-pura cemberut.
"HENTIKAN EKPRESI WAJAH MENJIJIKANMU ITU", kata bella.
"Adiku bila kau terus marah-marah dan berteriak kau akan cepat tua", kata raya.
"SIALAN KAU JA**NG."
"Hei kau sudah menghabiskan kesabaranku, aku memberimu sedikit pembukaan", kata raya.
Raya mendekat ke arah bella dan menjambak rambut bella.
"AKH...SAKIT ....., AMPUN...", kata bella.
"Oke oke, aku berhenti menjambakmu, aku merasa kasihan pada adikku ini", kata raya dengan wajah pura-pura sedih.
"Hadiahmu akan kakak bukakan adiku", kata raya.
Raya membuka kotak itu.
"TARA..., adikku apa kau menyukainya??", kata raya tersenyum lebar.
"I-ibu hiks...hiks..., kenapa kau tega membunuhnya hah??, hiks...ibu hiks...", kata bella.
"Aduh..., adikku kenapa kau menanggis, kakak kan jadi ikutan sedih..., tapi boong ahahahaha, heh bagaimana hadiahku mengharukan ya adikku??, sampai kau menangis karna terharu dengan apa yang kakak berikan", kata raya sembari tersenyum lebar.
"Kau..hiks...hiks...", kata bella terhenti karna dia tidak bisa bicara lagi, bella sangat sedih dengan kematian ibunya.
"Kau apa adiku??", tanya raya pura-pura polos.
"Kau kenapa??,hiks... kenapa kau tega membunuh ibuku?? hiks..., JAWAB KENAPA HAH??", kata bella.
"Kau lupa apa bagaimana adikku bella, KAU DAN IBUMU BAHKAN MEMASUKAN RACUN KE MINUMAN AYAHKU SEHINGGA DIA MATI!!, hah....hah", kata raya.
Flasback....
"Ayah kita mau kemana", kata raya yang waktu itu masih berumur 10 tahun.
"Kita akan bertemu adik dan ibu barumu raya", kata ayah.
"YEY..., nanti aku ngga akan kesepian lagi saat ayah ada di luar kota", kata raya dengan ceria.
"Iya-iya", kata ayah raya.
Skip setelah sampai di tempat tujuan.
"Hai mira maaf aku terlambat", kata ayah.
"Ya tidak apa-apa", kata orang yang bernama mira.
"Nah mulai sekarang kau panggil dia ibu ya?", kata ayah.
"Iya ayah, hallo ibu", kata raya.
"Hallo juga, wah kamu anak yang sangat manis, namamu siapa anak manis??", kata ibu mira.
"Nama aku raya ibu", Jawab raya dengan ceria.
"Nama yang cantik seperti orangnya", puji ibu mira.
"Hehehe ibu bisa aja", kata raya.
"Hallo raya nama aku bella, umurku 9 tahun", kata bella.
"Hallo juga bella, sekarang aku akan memangilmu adik bella, bolehkan??", tanya raya.
"Tentu boleh kak raya", kata bella sambil tersenyum.
4 bulan kemudian.
Perlakuan mereka berdua sangat baik padaku, bahkan aku menyayangi mereka, tapi saat ayahku ke luar kota karna kerjaanya. Sifat mereka berubah, mulai dari sering menyiksaku, menyuruku layaknya pembatu, aku benci mereka, akan aku adukan saat ayah pulang nanti.
"Kak raya", panggil bella.
"Iya??", kata raya.
(Tumben dia maanggil kakak)* batin
"Kakak pengangin pisau ini", kata bella.
"Untuk apa??", kata raya agak sedikit curiga.
"Tidak ada apa-apa, hanya tolong pegang sebentar", kata bella.
"Baiklah", kata raya.
Tap...Tap...Tap...
Cklek...
"AKH...., TOLONG, hiks...kak raya jangan tusuk aku, aku minta maaf aku tidak sengaja menyengol kakak hingga terjatuh hiks...", kata bella.
"A-apa?", kata raya masih belum mengerti.
"RAYA..., JADI INI PERBUATANMU DI BELAKANG AYAH?!!, KAU MEMBUAT AYAH KECEWA!!", bentak ayah pada raya.
"A-yah ini tidak seperti yang ayah lihat"Jelas raya.
"Suamiku kau tak usah marah pada raya, kasian dia, sebenarnya aku ingin menghentikan sikap yang suka menyiksa dan memerintah bella, tapi aku takut menyakiti hati anakmu suamiku, bagaimana pun raya sekarang adalah anaku juga", kata ibu rima berpura-pura membela raya.
"Iya ayah, lagian ini salahku karna merebut kasih sayang ayahnya", kata bella.
"Tidak kalian tidak salah, ANAK SIAL**N INI YANG SALAH, KAU RAYA MASUK KE DALAM KAMARMU!", kata ayah.
"T-api ayah...", kata raya.
"TIDAK ADA TAPI TAPI, CEPAT MASUK KAMAR!!", perintah ayah pada raya.
"Baik ayah, DAN KALIAN BERDUA TUNGGU BALASAN ATAS PERBUATAN KALIAN BERDUA, AKAN AKU BALAS BERKALI-LIPAT!!", kata raya yang langsung lari menuju ke arah kamarnya.
Setelah hari itu ayah menjadi lebih sayang kepada bella, sedangkan aku di acuhkan, singkat cerita ayahku mati karna racun yang mereka berdua masukan ke dalam kopi ayahku, heh...mereka kira tidak ada yang mengetahui kejadian itu?!, sayangnya pada malam itu aku menguping pembicaraan mereka, mereka hanya ingin harta ayahku, bahkan aku di usir dari rumahku sendiri, mulai saat itu aku berjanji akan membayar rasa sakit ini berkali-kali lipat.
Flasback of.
"J-jadi kau mengetahuinya??", kata bela ketakutan.
"Iya, memangnya kenapa adikku sayang? hihihi", kata raya sambil tersenyum mengerikan.
"Lest star game baby~"
Sret....sret....sret...
Raya mengores pipi bella.
"AKH....SAKIT....AMPUN ...KAK...HIKS...HIKS...".
Setelah itu raya memotong lidahnya, lalu matanya lanjut ketelinga memotong tangan kirinya, karna terlalu bosan memotong tubuh, raya membawa besi panas dan di tempelkanya kepada tubuh bella, sehingga meleleh, belum sampai di situ, raya memotong bagian tubuh yang belum meleleh, lalu membakarnya menjadi abu....
"AKHIRNYA DENDAMKU TERBALASKAN AHAHAHAHA....."
(Tapi jiwa psikopatku belum hilang, harus pada siapa aku melampiaskanya?? hihihihi).
TAMAT.
Rekomendasi carpen bertema psikopat 😈
Jangan lihat aku dari luarnya...
👉 https://mangatoon.mobi/activity/shortStoryShare?id=8405&_language=id&_app_id=2
Like and komen