Suatu hari ada seorang anak, ia baru saja pulang dari rutinitasnya yang amat menyita sebagian besar waktu yang ia miliki, apalagi kalau bukan main kelereng dengan kawan-kawannya.
Ia langsung masuk menuju dapur dan melihat bapaknya sedang mengolah ayam. Maklum, bapaknya memang punya usaha catering ayam goreng.
Si bapak menaburkan garam ke dalam ayam olahannya sambil melantunkan doa dengan fasih "ayammati tak bubutitak goreng mak srenggg".
Mendengar bunyi dengan lantunan yang sangat fasih itu si anak terheran-heran "bapak, doanya kok begitu?"
"Memangnya siapa yang lagi doa, le, wong bapak cuma nyanyi aja".
"Terus ayamnya nggak di doain, pak? Kan udah mati?"
"Oalah, bapak lupa. Ya, sudah, sekarang kamu gali tanah buat ngubur ayam-ayam ini".
"Lho, bukannya di goreng, pak?"
"Le, tak kasih tahu, semua yang sudah mati itu harus di doakan supaya arwahnya tenang".
Si anak makin terheran-heran. Sepertinya bapaknya itu kurang akua.