Menulis surat..berbagi cerita, menatap kertas sambil tersenyum dan membayangkan wajah seseorang yang mengirimkan semua rangkaian kata Indah itu.
"Mengapa kau tersenyum sendiri Melati?" tanya mawar kepada saudara kembarnya.
"Tidak apa-apa," jawab melatih.
"Kau dapat kiriman surat lagi ya dari Mahfud? tanya mawar kepada Melati.
Melati menganggukkan kepalanya, wajahnya bersemu merah sambil tersenyum sendiri membayangkan wajah Mahfud.
"Malam minggu besok kau ada janji dengan Mahfud nggak?" tanya mawar.
"Memangnya kenapa?" tanya Melati balik.
"Aku sama Rizal mau keluar ke taman kota," jawab mawar.
"Aku nggak tahu, soalnya Mahfud itu tipe cowok yang pendiam.. jadi aku sendiri malu untuk bertanya kepadanya," jawab Melati.
"Oh ya mawar, 5 bulan lagi kan kita sudah lulus, lalu apa rencanamu?" tanya Melati.
"Aku akan bekerja, setelah itu aku akan mencari pria yang baik untuk dijadikan imam ku," jawab mawar.
Tak lama kemudian Mawar dan melati yang sedang berjalan ke sebuah ruangan yang ada di kelas.. nampak salah satu pria memberikan sepucuk surat kepada mawar .
"Cie..cie dapat surat lagi," sindir Melati.
"Nanti kamu sama Rizal mau ke mana?" tanya Melati.
"Nggak tahu, katanya Rizal ada urusan sama keluarganya," jawab Mawar.
sepucuk surat dibaca oleh mawar dengan kata-kata yang begitu indah.
Setelah jam sekolah telah usai, nampak Rizal sudah menunggu mawar di depan gerbang sekolah. karena Rizal dan Mawar tidak satu sekolah.. namun jarak sekolah mereka lumayan dekat.
"Kita naik angkot, biar tidak telat," ucap Rizal kepada mawar.
"Iya, ayo!!" jawab mawar.
Hiruk pikuk jalanan kota membuat Asap debu berterbangan, sepasang kekasih yang memakai seragam sekolah saling bercanda tawa di dalam angkot pedesaan.
Masa-masa sekolah adalah masa-masa yang sangat bahagia, bercengkrama bersama teman. menaiki sepeda motor, saling mengirim surat kepada seseorang yang dicintai.
Lima bulan kemudian
Mawar dan Melati lulus sekolah, para siswa dan siswi SMA melakukan ritual yang tidak pernah hilang sampai sekarang, mencoret baju.. saling menandatangani dan bereforia di jalanan.
kegaduhan yang disebabkan saat lulus sekolah tidak akan pernah hilang hingga tahun mendatang.
2 minggu kemudian
"Aku akan ke Jakarta untuk melanjutkan kuliah," ucap Rizal kepada Melati.
"Aku juga akan melanjutkan kuliahku sambil bekerja untuk mencapai cita-cita aku," jawab mawar sepasang kekasih itu.
Akhirnya Mawar dan Rizal melanjutkan cita-cita mereka untuk menjadi seseorang yang lebih baik.
6 tahun kemudian
Sebuah pertemuan yang telah mereka katakan 5 tahun yang lalu, 5 tahun kemudian mereka sepakat untuk bertemu di suatu tempat. awal cinta mereka tumbuh di sebuah halte di dekat sekolah mawar.
Sepasang kekasih yang sekarang berusia 23 tahun telah bertemu kembali,
"Maukah kau menikah denganku," pinta Rizal kepada Mawar.
"Tentu," jawab Mawar.
5 tahun lebih penantian.. akhirnya membuahkan hasil pernikahan. Sebuah kesabaran akan membuahkan keindahan dalam kehidupan.
** Tamat **