“Ciee.. ”, Via malu-malu saat diledek adek kelasnya karna menyukai seseorang. “Ahh, kalian brengsekk” ucap via berteriak, “Halah, jujur aja kali vi.. Kamu emang suka si Alfa.. ” Ucap Adeline sahabatnya, Ya Via memang suka Alfarezi keano vavian yang kerap disebut Alfa tersebut, dia Memang terkenal di kelas XII sebagai cowok yang baik hati, Perhatian, Dan juga pastinya tampan. “Ungkapin aja perasaan lo ke si Alfa itu vi.. ” Kata Altherio, dia adalah sahabat cowoknya. “Tunggu waktu yang tepat” Jawab Via Sambil berlari mengambil sepedanya. Via Fanny Yang sering disapa Via adalah gadis yang periang, dan Murah senyum. Dia juga bukan gadis yang terlalu cantik, namun dia berkulit putih karna mamanya adalah keturunan Amerika. “Brakkk” Via melempar tasnya ke meja belajarnya, lalu menghempaskan diri ke kasur. “Hufftt.. ” dia menatap langit² lalu tersenyum menatap foto Alfa. “Hemm, apa aku harus mengungkapkan perasaanku padanya?” Tanyanya pada diri sendiri. “Baiklah, aku akan mengungkapkan nya besok saat pulang sekolah” Katanya sambil tersenyum kembali. Keesokannya, saat memasuki gerbang sekolah, “hayy, Selamat pagi via.. ” Sapa Alfa. “Selamat pagi juga.. ”Ucap Via tersenyum malu, dan langsung beranjak ke kelas. “Aduh, yang senyum², habis kesambet apa ni? ” ledek Rosaline. “Emm, gapapa kok” jawab Via tersenyum malu, dalam hati ia Merasa gembira karna habis disapa orang yang dia sukai. “tetttt..” belum pulang sekolah berbunyi, Via langsung mengambil tasnya dan berjalan keluar sekolah dengan riang, ia berencana untuk mencari Alfa untuk mengungkapkan perasaaannya. “I love you” via mendengar suara itu samar² dari balik semak² dekat sekolah nya, itu adalah suara rosaline temannya meledeknya tadi pagi. Via mengintip karna penasaran, “Hah!” ia terkaget karena Rosaline sedang mengungkapkan perasaaannya pada Alfa. Ya, dia adalah Alfa yang ia sukai. “Maukah kau berpacaran denganku” ucap Rosaline lagi. “Baiklah” jawab Alfa. Hati via bergemuruh, air matanya menetes tak terbendung. “Siapa?? ” teriak Rosaline ketika mendengar suara orang menangis. “Via???kenapa kau disini,Apa kau baik² saja? ” tanya Alfa. Via kaget, ia langsung menghapus air matanya dan berkata “tidak apa-apa, ada debu masuk mataku”, “aku tidak apa-apa, kalian lanjutkan saja” ucap via sambil berlari. Ia duduk di bawah pohon sambil menangis keras, “heyy..Ada apa? ” tanya Altherio, “hiks,hiks..Al..” ia memeluk Altherio dengan erat, air matanya tumpah begitu saja di pundak Al. “Sudah-sudah, jangan menangis, ceritakan saja padaku” hibur Altherio, Via menceritakan itu disertai tetesan air mata, “Besok lagi jangan terlalu berharap vi, laki-laki yang baik didunia banyak, kau bisa mencarinya, lupakan saja dia” Hibur Al lagi, “Masa depanmu masih panjang” kata Altherio sambil melepaskan pelukan. Beberapa saat kemudian via berhenti menangis, Ia berkata pada Altherio “Terimakasih”, “Sudah seharusnya” Jawab Altherio, Altherio merupakan orang yang selalu ada di setiap via bersedih. “Aku sudah sadar, seharusnya dari awal aku tidak mencintainya, Aku akan berlatih mencintaimu, karna kamu yang selalu ada buatku Al.. Walaupun sulit untuk melupakan cinta Untuk Alfa dan sulit untuk memulai mencintaimu, tapi aku akan berusaha” Tukas Via. Altherio tertegun, Al selama ini memang mencintai Via, tapi ia sadar bahwa Via menyukai Alfa, Akhirnya ia mengurungkan perasaannya, tapi tak disangka hari ini... , Al tetap bengong menatap Via, Via kemudian tertawa kecil dan berlari.. Sampai via menghilang dari hadapannya, Al tersenyum bahagia.. , Keesokannya mereka jalan² bersama karna hari itu hari libur. “Mereka menatap matahari terbit disertai air gemericik dan burung yang mengoceh. Via menatap Altherio dan tersenyum, Al membalas dengan senyum hangat.. Kemudian mereka berpelukan.
<>