#short_story_horor
Jangan melihat ke kolong tempat tidur.
Hari ini adalah hari libur, aku pergi ke rumah nenek untuk menginap beberapa hari disana. Rumah nenekku sangat besar dan memiliki 2 lantai. Rumah nenekku bernuasa jawa, jadi tak heran setiap prabotannya memiliki ukiran ukiran khas jawa. Di rumah nenek aku tidur sendiri di sebuah kamar yang terletak di lantai 2. Kamarnya cukup luas, tempat tidurnya terlihat tua tapi sangat kokoh dan memiliki ukiran ukiran yang indah. Aku berbaring di tempat tidur itu sambil memainkan ponselku. Jam menunjukan pukul 6 sore dan hampir memasuki waktu magrib. Aku hendak beranjak dari tempat tidurku dan tanpa sengaja ponselku jatuh aku mengambil ponseku dan sontak pandanganku mengarah ke kolong tempat tidur itu. Aku sangat kaget ketika ada rambut yang terurai dari bawah kolong tempat tidur. Aku sangat takut, lalu berlari dengan terberit berit ke kamar nenek. Aku menceritakan pada nenek kalau aku melihat rambut di bawah tempat tidur yang aku tempati. Lalu aku dan nenek masuk kekamarku untuk mengeceknya lagi. Dan hasilnya nihil, tak ada apapun disana. Nenek berkata bahwa aku hanya kelelahan karena perjalanan jauh, dan aku juga berpikir begitu. Lalu Aku dan keluargaku melaksanakan sholat magrib. Setelah itu kami makan malam. Pada saat jam 10 malam aku memutuskan untuk tidur. Aku memasuki kamar ku dan membaringkan tubuhku di tempat tidur. Tak butuh waktu lama akhirnya aku terlelap dalam tidurku, mungkin karena aku kecapekan makanya cepat tidur. Saat tengah malam aku terbangun karena terdengar suara ketukan. Aku pikir suara itu berasal dari pintu tapi setelah di dengarkan dengan jelas suara ketukkan itu tenyata berasal dari bawah tempat tidur ku.
"Si -siapa itu?" tanya ku takut. Tak ada jawaban dan suara ketukkan itu pun juga sudah berhenti. Aku berpikir bahwa itu hanya ilusi ku jadi aku memutuskan untuk tidur lagi. Tak lama kemudian terdengar suara sreek sreek sreek seperti suara cakaran dari bawah tempat tidur ku, aku ter bangun lagi. Bulu kuduk ku berdiri menandakan aku merinding banget. Aku memberanikan diri untuk melihat kebawah tempat tidur ku. Dan 2 mata merah melotot melihat ke arahku. Rambutnya panjang dan kusut, wajahnya pucat dan hancur ada beberapa belatung di wajahnya yang mengeliat gliut, serta matanya melotot tajam ke arah ku. Aku menjeriiiit kencang dan langsung bangkit dari tempat tidurku, aku ingin lari, tapi ada sesuatu yang menjerat kaki ku hingga aku terjatuh. Aku melihat kaki ku yang terikat oleh rambut. Aku berusaha berteriak dan hampir membuat suaraku serak. Aku menangis ketika rambut itu menarik ku ke bawah tempat tidur itu. Aku pingsan pada saat itu. Dan samar samar aku mendengar suara pintu terbuka dan melihat nenek dan orang tuaku khawatir. Aku pada saat itu hanya kepala ku saja yang masih terlihat, sedangkan seluruh tubuhku masuk kedalam tempat tidur. Aku di gendong oleh ayahku ke kamar sebelah. Keesokan paginya aku tersadar, aku melihat mama ku tidur di sampingku. Aku memanggil mama ku, mamaku menanyakan apa yang terjadi semalam. Aku pun menceritakan semua, dari suara ketukan, rambut, suara cakaran dan sok sok wanita dengan mata melotot di bawah tempat tidur. Aku berkata pada mama ku, aku ingin pulang, aku takut disini. Mamaku hanya meng iya kan. Nenek ku masuk kekamar, lalu nenek ku bercerita bahwa 52 tahun yang lalu adik nenek ku di perkosa hingga memutuskan untuk bunuh diri di bawah tempat tidur itu. Nenek ku nangis menyesal karena tidak sempat menolong adiknya pada saat itu.
Siangnya aku dan orang tuaku memutuskan untuk pulang setelah berpamitan dengan nenek dan beberapa orang dirumah itu.
Tamat....